Jumat, 15 Desember 2017

Rencana Presiden Jokowi Membangun Bandar Udara di Sukabumi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, pemerintah saat ini tengah berencana membangun bandar udara (bandara) di Sukabumi, Jawa Barat.

Menurut Presiden, tahapan pembangunan sudah mulai dilaksanakan pada tahun 2018 mendatang dengan pembebasan lahan.

"Soal airport (bandara) di Sukabumi, saya sudah katakan ke Pak Bupati, ini jangan sampai bocor lokasinya di mana, masih rahasia. Karena tahun depan kami akan mulai pembebasan lahan," ujar Presiden Jokowi di Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat.

Presiden menjelaskan, dirasiakannya lokasi bandara Sukabumi memang sengaja dilakukan untuk mencegah munculnya para spekulan tanah.

Jika, lokasi tersebut bocor, maka, harga tanah yang akan dibangun bandara bisa melambung tinggi.

"Jadi saya tadi bisik-bisik dengan Pak Menteri Perhubungan, airport ini akan rampung pada 2020. Tapi jangan tanya letaknya dimana, rahasia, nanti harga tanahnya naik 10 kali lipat, enggak jadi-jadi nanti," papar Jokowi.

Presiden mengatakan, wilayah Sukabumi saat ini sedang dilakukan pembangunan berbagai sarana infrastruktur transportasi sebagai upaya mengurai kemacetan jalur darat Bogor-Sukabumi.

Beberapa proyek infrastruktur yang tengah dikerjakan, diantaranya ruas tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), jalur ganda rel kereta api dari Bogor ke Sukabumi, hingga bandara Sukabumi.

"Dari bandara Soekarno Hatta ke Sukabumi bisa 8 sampai 9 jam. Ini sudah sangat keterlaluan, betul-betul terlalu," keluh Jokowi.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, nantinya bandara Sukabumi akan dibuat komersil dan mampu melayani penerbangan dengan armada pesawat tipe ATR.

"Bandara (Sukabumi) bukan bandara perintis untuk bisa masuk pesawat ATR," kata Menhub.

Sumber: http://goo.gl/XQ1DS7

Jokowi Resmikan Jalur Ganda Kereta Api Bogor - Sukabumi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembangunan jalur rel ganda kereta Bogor-Sukabumi. Di hadapan sejumlah tamu undangan, Jokowi menceritakan pengalamannya terjebak macet di jalur Bogor - Sukabumi.

"Ini pernah saya alami sendiri, tapi dulu jauh sebelum jadi Presiden. Saya ngalamin perjalanan selama hampir 6 jam," kata Jokowi disambut gelak tawa tamu undangan di lokasi acara.

Jokowi juga mengatakan jika Tol Bogor, Ciawi, Sukabumi dulu hanya sebatas wacana tanpa ada perkembangan yang baik. "Bocimi dari tahun 1997 sampai 2015 ternyata enggak maju semeter pun, oh masalahnya gonta ganti investor. Akhirnya saya perintahkan menteri, ambil alih kerjakan oleh BUMN dan Alhamdulillah berjalan dengan baik," lanjut Jokowi.

Selain Tol Bocimi, Jokowi juga memberikan pilihan moda transportasi Kereta Api (KA) yang berlanjut dengan Bandar Udara Sukabumi.

"Tol 2019 harus rampung, kemudian pembangunan rel ganda 2020 ini saya tawar 2019 tapi kata pak menteri nggak bisa ya sudah 2020 dan nanti berlanjut ke Bandara. Dengan begini masyarakat Sukabumi jadi punya pilihan moda transportasi maunya apa tinggal pilih," kata Jokowi.

Untuk Bandara, Jokowi meminta agar lokasinya nanti dirahasiakan agar tidak muncul kenaikan harga yang akan menyulitkan proses pembebasan. "Saya bisikin Pak Bupatinya agar lokasi dirahasiakan, kalau enggak nanti malahan timbul kesulitan pas pembebasan," pungkas Jokowi.

Turut hadir mendampingi Jokowi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Walikota Sukabumi M Muraz.

Sumber: http://goo.gl/ch9MqX

Dua Bendungan di Bogor Kurangi Banjir Jakarta 30 Persen

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/12/2017).

Kali ini, Presiden Jokowi meninjau proyek infrastruktur bendungan yang lokasinya ada di Sukamahi dan Ciawi, Kabupaten Bogor. Ini merupakan wilayah hulu dari sungai-sungai di Jakarta.

Di sela-sela peninjauannya, Presiden Jokowi mengatakan, bendungan ini nantinya dapat mengurangi debit air dari hulu ke Jakarta cukup besar.

"Dengan adanya dua waduk ini akan ada pengurangan jumlah air yang masuk ke Jakarta lebih kurang 30 persen. Artinya mengurangi banjir di Jakarta 30 persen," ujar Presiden Jokowi.

Menyoal banjir Jakarta, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, penyelesaiannya perlu dilakukan dari hulu ke hilir.

(Baca juga: Cari Solusi Banjir Jakarta, Gubernur Anies Akan Panggil Pakar)

Salah satu cara, kata Presiden Jokowi, yaitu membangun bendungan-bendungan di wilayah hulu guna mengontrol arus air yang mengalir ke hilir.

"Di hilirnya, di Jakarta sendiri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengerjakan pelebaran Kali Ciliwung. Itu akan terus dikerjakan," kata Presiden Jokowi.

Untuk pembangunan dua bendungan ini, Presiden Jokowi mengatakan, pembebasan lahan sudah mencapai 22 persen dan diharapkan kedua bendungan ini ditargetkan selesai pada pertengahan 2019.

Sumber: http://goo.gl/WDWaVT

Bogor FC Selangkah Lagi Akuisisi Klub Liga 2 Untuk Kompetisi Musim Depan

Bogor FC saat ini tengah menjajaki beberapa klub Liga 2 untuk bisa berkompetisi musim depan.

Hal itu dilakukan agar Bogor FC bisa langsung bermain di Liga 2 tanpa memulai kompetisi dari kasta bawah.

Owner Bogor FCD, Effendy Syahputra menegaskan bahwa pihaknya enggan untuk langsung bermain di Liga 1 musim depan.

"Saat ini kami masih terus mencari tim Liga 2. Kalau Liga 1 kami sudah putuskan tak akan mengambil peluang itu," kata Effendy Syahputra

"Alasannya, kami tidak ingin instan langsung bermain di Liga 1. Jadi, pilihannya sekarang adalah mengakuisisi klub Liga 2," ucapnya menambahkan.

Sayangnya, pria kelahiran Manado itu enggan menyebut klub Liga 2 yang tengah diincarnya.

"Ada 1 dari Jawa dan 1 dari luar Jawa. Mereka kami dekati secara intens. Karena mereka juga kurang mampu untuk bermain di Liga 2 musim depan," ucapnya.

"Tinggal nego harga saja dan mereka rela untuk pindah home base. Klubnya rahasia, kan ga enak.

Bogor FC sudah resmi diperkenalkan kepada publik di Stadion Pakansari, Bogor.

Sumber: http://goo.gl/wjm1xj

Fasilitas Parkir Sepeda di Pendestrian Kota Bogor Tak Digunakan Secara Optimal

Satu lagi fasilitas di pendestrian Kota Bogor yang dianggap tak digunakan secara optimal.

Malah, fasilitas tersebut disebut salah tempat.

asilitas parkir sepeda di pendestrian Jalan Ir H Djuanda, Bogor Tengah, Kota Bogor sepanjang hari sepi dari penggunanya.

Jumlah pesepeda yang parkir malah terbilang tak ada sama sekali.

Fasilitas parkir sepeda itu berupa besi stenlis mengkilap.

Dibentuk sedemikian rupa hingga menjadi tempat untuk parkir sepeda.

Lokasinya ada di depan pagar bangunan bank.

Di depan fasilitas ini sering kali dijadikan tempat angkot menunggu penumpang.

Malah di hari libur, di lokasi tersebut juga penuh oleh tukang delman yang mencari penumpang.

"Sebenarnya ini bagus, tapi enggak tau memang gak ada peminatnya atau memang salah tempatnya," ujar Marwan seorang pejalan kaki.

Menurut pendapatnya seharusnya fasilitas sepeda ini disediakan di lokasi yang menjadi tujuan para pesepeda.

Dengan demikian fasilitas untuk pesepeda bisa dimanfaatkan dan terkesan tak menjadi sia-sia.

"Ya kalau bisa disediakan di taman-taman, fasilitas transportasi mungkin seperti terminal atau stasiun, bisa juga di lokasi perbelanjaan, ya intinya yang menjadi lokasi yang banyak digunakan pesepeda," ujarnya.

Sumber: http://goo.gl/EQD6Z1

Nikmati Indahnya Panorama Alam dari Atas Bukit di Ranggon Hills Bogor

Bogor merupakan kota di Jawa Barat yang dikelilingi oleh beberapa gunung. Oleh karena itu, kota satelit ini tak hanya terkenal dengan wisata kulinernya saja, tapi juga wisata alam yang patut dikunjungi. Seperti wisata alam yang kekinian di Yogyakarta dan Bandung, kini warga Bogor dan sekitarnya pun bisa menikmati pemandangan alam pegunungan yang indah dari berbagai pilihan jarak pandang yang unik di Ranggon Hills.

Ranggon Hills berada di kawasan wisata Gunung Salak Endah di Kabupaten Bogor. Untuk menuju ke sana, Anda bisa menggunakan mobil atau motor dengan jarak tempuh sekitar 1 jam 30 menit dari kota Bogor.

Kawasan wisata ini terletak berdekatan dengan wisata alam Curug Pangeran. Nah, dari parkiran mobil dan motor, Anda harus berjalan sekitar 10 menit untuk bisa mencapai kawasan Ranggon Hills Bogor tersebut dan membayar uang tiket masuk sebesar Rp 10ribu saja untuk satu orang.

Panorama Alam dari Atas Bukit

Anda akan menaiki beberapa anak tangga yang berbatu hingga akhirnya bisa sampai ke kawasan Ranggon Hills Bogor. Sesampainya di lokasi wisata, Anda akan disuguhi oleh pemandangan deretan perbukitan dan pohon-pohon hijau yang memanjakan mata. Di sini Anda juga bisa berfoto atau selfie di beberapa jarak pandang yang tersedia. Hampir mirip dengan tempat wisata alam yang menyuguhkan konsep serupa, misalnya, rumah pohon atau sepeda gantung, Anda pun bisa merasakan sensasi berwisata alam yang menyenangkan dan menyegarkan.

Ranggon Hills Bogor

Yang paling menarik perhatian adalah sebuah meja makan gantung yang seolah-olah melayang di atas hamparan pepohonan yang hijau, membuat beberapa orang rela mengantre untuk mendapatkan sebuah foto yang sempurna. Tak hanya itu, ada juga ayunan, perahu dan bunga matahari yang juga tak kalah menarik untuk dicoba.

Meski masih terbilang baru saja dibuka, Ranggon Hills Bogor ini sudah menjadi sebuah kawasan wisata yang tentu saja dikejar oleh para generasi milenial yang menyukai wisata alam kekinian.

Tersebar dari sosial media dengan berbagai foto-foto menarik ketika berkunjung ke tempat ini, menjadi daya tarik para anak muda untuk mencoba menikmati indahnya panorama Gunung Salak dari atas bukit. Jika Anda tertarik mengunjungi Ranggon Hills, sebaiknya datang di pagi hari sekitar jam 8 atau 9 pagi untuk mendapatkan hasil foto terbaik. Selain itu juga untuk menghindari hujan yang tiba-tiba bisa datang di waktu siang. 

Sumber: http://goo.gl/WA6TKm

Jumat, 24 November 2017

Bak Hutan dalam Kafe, Intip Uniknya Kafe Foresthree di Bogor Ini!

Bisnis kuliner memang bisnis yang tiada habisnya. Kombinasi uniknya makanan dan lucunya interior selalu menjadi ide pebisnis Indonesia untuk diolah menjadi bisnis yang menarik konsumen. Salah satu bisnis kuliner yang baru-baru ini hits adalah Kafe Foresthree yang ada di Kota Bogor. 

Mengusung tema unik dan langka, kafe ini membawa selera konsumen untuk berbondong-bondong mampir. Kira-kira apa sih keunikan kafe ini? Berikut ini adalah ulasannya, check it out!

1. Awalnya, lokasi ini merupakan lahan futsal yang kini dipercantik menjadi suasana kafe yang menyenangkan dan asyik!

2. Kafe ini mengusung tema atau konsep fantasy forest. Kekinian banget nih, cocok buat kamu nongkrong bareng sahabat~

3. Uniknya, di kafe ini terdapat pohon besar di tengah yang diibaratkan 'tree of life' dan menghasilkan buah-buahan sehat untuk kehidupan. Filosofi banget, dah~

4. Di kafe ini, banyak terlihat desain mural pepohonan serta pohon buatan di sekeliling area, oleh sebab itu kafe ini bernama Foresthree!

5. Kafe satu ini ternyata adalah tempat makan yang menyuguhkan makanan dan minuman sehat seperti minuman buah-buahan segar dan makanan protein hewani yang sehat. Wow~

6. Kamu doyan selfie? Tempat ini menyediakan spot-spot terbaik yang pastinya instagrammable banget. Perfect!

7. Nah, kafe Foresthree ini buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Tempat nongkrong paling mantap, nih!

8. Kamu pecinta smoothies? Salah satu menu andalan kafe ini adalah 'Pink Lady', yakni smoothies yang terbuat dari stroberi segar dicampur dengan es krim vanila dan pisang. Rasanya nendang banget!

9. Selain smoothies, pengunjung banyak memesan menu pizza tipis yang disajikan dengan topping bermacam-macam. Surganya kuliner~

Taman Corat-Coret di Kota Bogor Jadi Lokasi Menarik Swafoto

Melintas di Jalan Ahmad Adnawijaya, Bogor Utara, Kota Bogor, tepatnya di persimpangan Jalan Pandu Raya, Anda akan menemukan sebuah taman yang cukup unik.

Dibilang unik, karena nama taman ini adalah 'Taman Corat-Coret'.

Sesuai dengan namanya, Taman Corat-Coret memang digunakan bagi para graffiti untuk menyalurkan hobinya.

Lihat saja, di taman ini hampir semua dinding dipenuhi gambar dan tulisan hasil karya para graffiti.

Taman Corat Coret ini diresmikan oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto tanggal 10 januari 2016 lalu.

Taman ini memiliki luas sekitar 440 meter.

Setiap hari, terutama akhir pekan taman ini selalu dipenuhi muda-mudi untuk berfoto dan melihat-lihat graffiti.

Para pengemar mural juga memanfaatkan taman ini untuk mencari inspirasi.

Sama seperti taman lainnya di Kota Bogor, Taman Corat-Coret dilengkapi tempat duduk dan lampu penerangan.

Sehingga saat malam hari, pengunjung tetap nyaman berada di lokasi ini.

"Taman ini sudah mulai terawat kembali,walaupun masih sedikit dari remaja yang salah kaprah dalam berkunjung ke tempat ini" ujar seorang Park Ranger.

Untuk menuju ke Taman Corat-Coret mudah saja, dari Simpang Plaza Jambu Dua warga bisa melewati Jalan Pandu Raya hingga pertemu pertigaan.

Lokasinya yang strategis membuat taman ini mudah terlihat dari jalan utama.

Taman Ramah Anak Segera Hadir untuk Warga Bogor Barat

Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor akan menyediakan taman bermain bagi warga Kelurahan Bubulak, Bogor Barat, pada akhir tahun. Rencana, ruang terbuka hijau yang terletak di RT 04 RW 07 itu akan dinamakan Taman Gasing.

Kepala Bidang Pertamanan, Penerangan Jalan Umum dan Dekorasi Kota Disperumkim Kota Bogor, Yadi Cahyadi, mengatakan, konsep taman Gasing ini bukan artinya tempat bermain gasing. Berdasarkan cerita warga anak-anak di sekitar lokasi ini senang bermain gasing, ujarnya.

Penentuan nama Taman Gasing turut melibatkan masyarakat sekitar. Dengan keterlibatan tersebut, Yadi berharap, bisa menumbuhkan rasa memiliki pada diri masyarakat. Selain itu, dengan adanya taman, hobi anak-anak bermain gasing bisa terfasilitasi.

Yadi menjelaskan, luas lahan yang digunakan untuk Taman Gasing sekitar 760 meter persegi. Tahap pembangunannya kurang lebih tiga bulan dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). "Pembangunan sudah dimulai September dan selesai diperkirakan Desember 2017," terang Yadi.

Untuk pemeliharaan dan perawatan taman, Yadi menuturkan, akan dilakukan oleh warga sekitar. Hal ini sudah menjadi kesepakatan antara Disperumkim dengan masyarakat setempat.

Tapi, Yadi menjelaskan, apabila warga membutuhkan bantuan dalam pemeliharaan tanaman dan lain-lain, dinas siap membantu. "Yang jelas, kami sudah sepakat yang merawat dan menjaga adalah warga setempat," ujarnya.

Kepala Seksi Pemeliharaan Taman Disperumkim Kota Bogor, Erwin Gunawan, menambahkan, pembangunan Taman Gasing merupakan salah satu program Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Tujuannya, menyebarkan ruang terbuka hijau sebagai pelayanan fasilitas publik agar tidak terpusat di dalam kota.

Selain itu, Erwin menjelaskan, keberadaan taman diharapkan bisa membantu masyarakat yang merasa kekurangan ruang terbuka untuk beraktivitas. Bisa untuk tempat bermain anak, arena berkumpul maupun untuk penyelenggaraan seperti acara 17 Agustusan. "Sehingga, manfaatnya langsung dirasakan warga," tuturnya.

Pemkot Bogor Bakal Uji Coba Aplikasi Qlue

Merespons setiap pengaduan warga menjadi fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Berbagai program diluncurkan untuk menampung semua pengaduan dan aspirasi dari masyarakat. Mulai dari call center 112, sms center dan lainnya. 

Namun itu tidak cukup, terlebih di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini membuat masyarakat ingin direspon lebih cepat. Sehingga diperlukan formulasi baru yang efektif untuk merespons keluhan di era digital ini.

Terkait dengan itu, Pemkot Bogor dalam waktu dekat akan ikut menerapkan aplikasi Qlue yang sudah lama dan tidak asing dipakai di Jakarta. Pasalnya, aplikasi sejenis Qlue yang sudah terbukti efektif diberbagai daerah dalam menampung setiap pengaduan ini, menjadi sebuah kebutuhan juga di Kota Bogor. 

Marketing Qlue Ivan Tigana mengatakan, dengan menggunakan aplikasi Qlue masyarakat dapat melaporkan berbagai keluhan dan masalah terkait parkir liar, sampah, jalan rusak dan lainnya.

Berbagai macam pengaduan tersebut akan dikategorikan sesuai dengan jenis pengaduannya yang terhubung ke dinas terkait untuk ditindaklanjuti. Hal itu membuat komunikasi antara warga dengan pemerintah pun menjadi lebih cepat dan teratur.

"Sebab pengaduan masuk ke dalam sistem sehingga pelapor dapat mengetahui status dari laporannya apakah sudah ditindaklanjuti atau belum," ujarnya di Bogor, Rabu 22 November 2017.

Aplikasi yang sudah dikerjasamakan di lima pemerintah daerah (Jakarta, Manado, Probolinggo, Cilegon, Pare-Pare) dan sedang diujicobakan di Bandung juga sebenarnya bersifat nasional dan dapat di donwload di Playstore dan IOS secara free. 

Terhitung sejak tahun lalu, pengaduan dari masyarakat Kota Bogor pun sudah banyak yang masuk ke platform Qlue meski belum bisa ditindaklanjuti karena belum adanya kerja sama. 

"Partisipasi dari masyarakat memang diperlukan di Qlue dan kami berharap Kota Bogor bisa jadi kota berikutnya yang bekerja sama. Ditambah pengaduan yang sudah masuk pun bisa menjadi gambaran fokus Pemkot Bogor dalam menyelesaikan masalah," imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Bidang Pelayanan E-Goverment Dinas Komunikasi, Informasi, Statistika dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bogor Oki Tri Fasiasta, sebagai aplikasi publik reporting peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam melaporkan kondisi Kota Bogor. 

Mulai dari lalu lintas, keamanan, fasilitas publik, sampah, vandalisme yang membuat masyarakat ikut memiliki dan ambil bagian dari sistem tata kelola kota.

"Tantangannya, pemerintah harus memsosialisasikan Qlue kepada masyarakat agar banyak masyarakat yang menggunakan Qlue dan program pengaduan berbasis smart city menjadi efektif," katanya.

Ia menambahkan, saat ini pihak Qlue akan terlebih dahulu memberikan uji coba aplikasi ini di Pemkot Bogor. Jika Qlue benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat maka Pemkot Bogor akan mengusahakan untuk menganggarkannya.

"Tahun depan tidak bisa karena APBD 2018 sudah ditetapkan jadi saat ini dijajaki dulu baru mungkin di 2019 sudah bisa di running," tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menginginkan uji coba aplikasi Qlue ini dapat dilakukan sebelum dirinya cuti pada Rabu 10 Januari 2018 mendatang. Sebab ia ingin menyelesaikan semua permasalahan di lapangan mulai dari kemacetan, parkir liar, sampah, dan lainnya.

"Saya ingin fokus menyelesaikan masalah di lapangan agar masyarakat tidak menganggap kita tidak tidur," katanya.

Kamis, 23 November 2017

Resmikan Tempat Relokasi PKL Puncak di Bogor

Bupati Bogor, Nurhayanti, meresmikan Rest Area Semesta di Taman Wisata Matahari. Ini menjadi tempat relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) kawasan Puncak, yang mampu menampung 110 pedagang.

Nurhayanti menjelaskan, Rest Area Semesta merupakan bentuk komitmen dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor terhadap PKL. "Mereka bukan digusur, melainkan digeser ke tempat yang lebih representatif," ujarnya dalam sambutan peresmian.

Selain itu, Rest Area Semesta juga menjadi upaya pembuktian Pemerintah Kabupaten Bogor bahwa para PKL memegang peranan penting. Mereka merupakan salah satu kekuatan ekonomi sektor informal yang perlu diberdayakan untuk mengembangkan usahanya.

Pengadaan Rest Area Semesta, menurut Nurhayanti, tak terlepas dari aplikasi yang sinergis antara pemerintah pusat dengan pemerintah kabupaten. Rencana pemerintah pusat akan melebarkan jalan dari mulai Gadog, Ciawi, sampai dengan Cisarua disinergikan dengan penataan PKL diharapkan menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah puncak.

"Maka, Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan tempat relokasi agar para PKL tetap berjualan," ujarnya.

Penataan PKL, ujar Nurhayanti, bisa terlaksana berkat bantuan berbagai pihak termasuk forum puncak ngahiji dan Perhimpunan Hotel Republik Indonesia (PHRI). Langkah selanjutnya, ia meminta kepada pengurus PHRI untuk membantu mengajak para wisatawan yang datang ke puncak untuk diarahkan ke Rest Area Semesta.

Nurhayanti juga berharap, pesona wisata puncak semakin meningkat sehingga masyarakat dapat tergerak untuk memberikan kontribusi. Entah itu dalam bentuk promosi maupun upaya menjaga kawasan puncak tetap lestari, bersih, indah dan memiliki daya tarik wisata.

Ketua Tim Penataan dan Pendataan PKL Puncak, Dace Supriadi, mencatat, terdapat lebih dari 600 ribu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Bogor. Untuk para pedagang di Rest Area Semesta, Dace menjelaskan, merupakan pelaku UMKM kelas mikro yang memiliki modal di bawah Rp 50 juta.

"Oleh karena itu, pemberdayaan kelas mikro perlu sangat di lakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor," ucapnya.

Sumber: http://goo.gl/YYc9Gv

Bus Transpakuan Bogor Kembali Beroperasi

Pemerintah Kota Bogor kembali mengoperasikan layanan bus Transpakuan rute Cindangiang-Sentul City, di shelter bus Transpakuan Cidangiang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/11/2017).

Sebelumnya, bus Transpakuan sempat berhenti beroperasi di awal 2017 setelah Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) selaku operator bus tersebut dibekukan oleh Pemkot Bogor karena terus merugi.

Dengan dihidupkannya kembali layanan transportasi publik itu diharapkan dapat mengurangi beban kemacetan serta memudahkan warga Bogor yang beraktivitas ke Sentul.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, pengoperasian kembali bus Transpakuan ini sebagai salah satu upaya Pemkot Bogor dalam menata transportasi di kota hujan.

Bima menuturkan, langkah inipun menjadi salah satu cara penyehatan kembali PDJT sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bogor setelah sempat dirundung masalah keuangan beberapa waktu lalu.

“Apapun yang terjadi kita akan jalan terus ke depan, perbaiki setahap demi setahap dan kita perbaiki kembali PDJT,” ucap Bima.

Bima tak menampik jika masih ada kendala dalam menata dan memperbaiki transportasi di Kota Bogor. Ia menyebut, salah satunya soal konversi angkot menuju bus Transpakuan.

Politisi PAN itu mengaku, walaupun subsidinya belum dapat dikucurkan, namun ia yakin di awal 2019, konversi angkot ini akan berjalan. “Kita siapkan infrastrukturnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Rakhmawati menyebut, saat ini ada empat armada bus Transpakuan rute Cindangiang-Sentul City yang dioperasikan

Ke depan, sambungnya, jumlah armada akan bertambah sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Awalnya saya menargetkan berjalan di awal Oktober atau November. Namun masih adanya kendala di administrasi dan harus menjalin koordinasi dengan Kabupaten Bogor, akhirnya baru bisa di-launching hari ini,” tutur Rakhmawati.

Untuk waktu operasional rute Cidangiang-Sentul City, lanjut dia, dimulai pada pukul 05.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB dengan harga tiket Rp 10.000. Keempat armada yang ada akan bergerak terus dengan jarak pemberangkatan antar-armada sekitar 15 sampai 20 menit.

“Bus Transpakuan ini dalam sekali jalan mampu menampung 40 penumpang. Bus yang digunakan adalah bus lama yang telah di re-branding dengan perbaikan dari segi fasilitas dan kenyamanan penumpang," pungkas dia. 

Sumberhttp://goo.gl/YTTk7t

Rabu, 22 November 2017

Persiapan Rancangan Dasar Jalur Ganda KA Bogor - Sukabumi

Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan tengah mempersiapkan rancangan dasar (basic design) jalur ganda Bogor-Sukabumi. Selain itu, Ditjen Perkeretaapian juga menyusun dokumen rancangan teknis dasar (BED) jalur Bogor-Sukabumi dan rancangan teknis detil (DED) jalur ganda KA Cigombong-Cicurug.

"Saat ini tengah penyiapan basic design (rancangan dasar), untuk pembebasan lahan (right of way) menjadi wewenang operator, dalam hal ini PT Kereta Api Indonesia," kata Humas Ditjen Perkeretaapian Joice.

Penertiban lahan dilakukan oleh KAI dimulai tahun ini hingga 2018, kemudian DED jalur ganda Bogor-Cigombong dan Cicurug-Sukabumi serta penyusunan dokumen lingkungan (Amdal).

Pada 2018, akan dilakukan konstruksi jalur ganda sebagian Cigombong-Cicurug dengan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp1 78 miliar dan mengusulkan pembiayaan tahun jamak (multiyears) dengan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 2018-2019.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya mengatakan peletakan batu pertama (groundbreaking) akan dimulai Desember tahun ini. Total investasi jalur ganda Bogor-Sukabumi mencapai Rp 280 miliar. Namun proyek tersebut akan dilanjutkan dengan reaktivasi Cianjur-Padalarang dan nantinya tersambung ke Yogyakarta dengan total kebutuhan investasi Rp 1,1 triliun.

"Untuk tahap 1 itu 2018 akan kami keluarkan Rp 200 miliar, tapi total Rp 1,1 triliun, bertahap tiga tahun," katanya, seperti dilansir Antara.

Budi mengatakan, untuk pengerjaan tahap 1, yaitu mengurangi kemiringan jalur serta memperbaiki jalur-jalur curam dan miring, seperti di Cicurug. Hal itu agar bisa mempercepat waktu tempuh antara Bogor dan Sukabumi yang ditargetkan dari dua jam lebih menjadi 1,5 jam, sementara itu dengan jalur darat, yaitu lima jam.

Menurut Budi, dengan mempercepat waktu tempuh akan membuat KA Bogor-Sukabumi lebih kompetitif, sehingga bisa mendongkrak pariwisata. Selain itu, Budi mengatakan akan meningkatkan kapasitas dengan menambahkan rangkaian kereta yang tadinya hanya enam kereta dalam satu rangkaian menjadi 12 rangkaian. Dengan demikian, penumpang terangkut bisa terdongkrak dari 3.500 orang per hari menjadi 12.000 orang per hari.

Sementara itu, saat ini perjalanan kereta api relasi Bogor-Sukabumi saat ini dilayani oleh KA Pangrango dengan jumlah perjalanan sebanyak tiga kali pulang pergi (PP). Budi menargetkan jalur ganda sepanjang 38 kilometer bisa beroperasi pada akhir 2019.

https://goo.gl/Mfdevh
Sumber: http://goo.gl/Mfdevh/a>


Toko Kopi Liong Bulan di Kota Bogor Tutup Jadi Viral di Sosmed

Warga Kota Bogor sempat dikagetkan dengan beredarnya informasi tutupnya pabrik Kopi Liong Bulan yang legendaris itu.

Hal itu bermula saat pengguna Facebook, Awang Satyana mengunggah foto sebuah toko Liong Bulan yang sudah tutup.

Namun rupanya yang tutup hanyalah satu diantara toko distributor Kopi Liong yang berada di Jalan Pabaton, di Pertokoan Komple B, Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Mimin seorang penjaga warung makan di sebelah toko tersebut menuturkan bahwa beberapa minggu lalu memang toko tersebut tutup.

"Nama tokonya emang toko liong bulan, disini jual banyak jenis kopi termasuk kopi liong," ujarny

Mimin yang sudah berjualan sejak tahun 1996 mengatakan bahwa toko tersebut merupakan toko baru.

"Dibanding saya sudah lama, toko itu terbilang baru, pindahan darimana gitu," katanya.

Namun sejak ramai di media sosial, tulisan mengenai tutupnya toko Liong Bulan pun kini sudah tidak ada lagi.

Pintu pagar toko yang berwarna abu-abu pun masih terlihat tutup.

Mimin menceritakan kabar terakhir yang diketahuinya toko tersebut ditutup karena sang pemilik sakit.

"Sudah tua, denger kabar si koko nya sakit katanya,"ujarnya.

beberapa distributor Kopi Liong mengatakan bahwa Pabrik Kopi Liong masih beroperasi.

"Iya denger kabar, tapi kemarin Sabtu pas ngirim kopi saya tanya ke sopir katanya masih beroperasi, sekarang aja masih ngirim," ujar seorang penjaga toko di kawasan Jalan Kedung Halang

https://goo.gl/qE68c1
Sumber: http://goo.gl/qE68c1/a>


Bogor Street Cap Go Meh Kembali di Gelar Maret 2018 di Bogor

Ajang budaya Bogor Street Festival Cap Go Meh (CGM) akan kembali digelar pada Maret 2018 dengan lebih banyak menyuguhkan agenda yang mengedepankan silaturahmi dan kebersamaan antarwarga Kota Bogor.

Ketua Panitia Bogor Street Festival CGM Arifin Himawan menjelaskan, acara tahunan ini diharapkan bisa membantu meningkatkan image Kota Bogor di mata masyarakat Indonesia maupun internasional. 

"Kota Bogor bisa menjadi trendsetter kota toleran, khususnya budaya," ujarnya setelah audiensi dengan Walikota Bogor Bima Arya di Balaikota Bogor, kemarin.

Tidak hanya itu, Arifin menambahkan, Bogor Street Festival CGM juga bisa dimanfaatkan pemerintah kota sebagai salah satu ikon event Kota Bogor di samping Hari Jadi Bogor. Dampaknya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) turut terbantu.

Panitia lainnya, Guntur Santoso, menambahkan, pelaksanaan Bogor Street Festival CGM 2018 ini diharapkan bisa berjalan lebih meriah dan sukses.

"Setiap tahun kami cari upaya untuk memperbaiki gelaran dari tahun sebelumnya sehingga diharapkan lebih meriah dan sukses untuk menyatukan semua warga," katanya.

Guntur menambahkan, pada Bogor Street Festival CGM 2018, akan ada budaya dari empat sampai lima daerah lain yang ditampilkan. Termasuk di antaranya, Sumatera Barat, Ambon, Maluku dan Madura.

Dengan menambah penampilan budaya dari daerah lain, Guntur melihat, festival tahun ini akan memiliki nilai tambah. 

"Sehingga bisa menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual yang lebih sehingga membantu menyukseskan program Pesona Indonesia," tuturnya.

Guna lebih memeriahkan kegiatan Bogor Street Festival CGM 2018, panitia berharap peran aktif Pemkot Bogor dalam membantu mempromosikan dan mempublikasikan acara ini.

Menanggapi rencana tersebut, Bima memberikan masukkan agar ada penguatan dalam doa bersama. Ia juga berharap, panitia bisa mengundang tokoh lintas agama nasional dengan tujuan peningkatan penguatan pluralisme di Kota Bogor.

Dengan undangan tersebut, Bima menjelaskan, festival akan semakin terekspose dan gaungnya dirasa lebih masif. 

"Maksimalkan sosial media dengan mengundang selebgram atau bisa dibantu dengan membuat lomba posting terbanyak sehingga gaungnya benar-benar masif dengan membuat tim khusus, ucapnya.

https://goo.gl/C4tE1G
Sumber: http://goo.gl/C4tE1G/a>


Kamis, 16 November 2017

Wow! Mahasiswa IPB Ciptakan Beras Tiruan dari Rumput Laut dan Agar-Agar

Ahmad Fauzi, mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menciptakan inovasi beras tiruan dari bahan rumput laut dan agar-agar.

Penelitiannya ini dilakukan dibawah bimbingan Prof Dr Ir Sri Purwaningsih, MSi dan Prof drh Ekowati Handharyani, PhD APVet dengan judul 'Karakteristik Beras Tiruan dengan Penambahan Rumput Laut dan Agar-Agar'.
                
Ahmad menciptakan beras tiruannya menggunakan teknologi ekstrusi, yaitu proses yang melibatkan pencampuran, pemasakan, dan pencetakan beras di bawah suhu yang tinggi. Ia juga memformulasikan beras tiruannya dengan campuran bahan pangan lokal seperti tepung jagung, tepung beras, dan tepung singkong.

"Rumput laut jenis Gracilaria sp. adalah jenis rumput laut yang paling banyak digunakan dalam produksi agar-agar. Rumput laut jenis ini mengandung serat kasar hingga 20,48 persen. Kandungan taninnya juga tinggi, yang berpotensi dijadikan sebagai makanan fungsional," kata Ahmad, Rabu (15/11/2017).

Hal itulah yang menginspirasi Ahmad menciptakan beras tiruan berbahan dasar rumput laut dan agar-agar. Kandungan agar, serat dan polifenol pada rumput laut Gracilaria sp. bermanfaat untuk menjaga kesehatan seperti dapat menurunkan kadar gula dalam darah.

Hasil penelitian yang dilakukan Ahmad menunjukkan bahwa beras tiruan dengan penambahan tepung rumput laut memiliki kadar air, lemak, karbohidrat dan serat kasar yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan beras yang ditambahkan tepung agar-agar. 

"Hal ini karena terjadi peningkatan kadar air akibat semakin tingginya konsentrasi hidrokoloid yang membuat air yang terikat dalam jaringan hidrokoloid lebih banyak," jelasnya.

Secara keseluruhan beras tiruan dengan penambahan tepung rumput laut konsentrasi 10 persen memiliki respon yang paling disukai oleh panelis baik warna, bau, maupun teksturnya. Kandungan tanin pada beras tiruan dengan penambahan tepung rumput laut konsentrasi 10 persen juga diketahui yang tertinggi yaitu 0,19 persen.

“Tanin ini adalah senyawa polifenol yang bermanfaat untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Beras tiruan dengan penambahan tepung rumput laut dengan konsentrasi 10 persen merupakan beras terbaik berdasarkan karakteristik beras yang dihasilkan," tambahnya.

Ahmad berharap hasil penelitiannya ini dapat memberikan informasi terkait pengaruh penambahan tepung rumput laut dan agar-agar dari Gracilaria sp. terhadap karakteristik beras tiruan.

“Saya berharap hasil penelitian ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan bisa dijadikan sebagai pangan fungsional berupa beras tiruan yang mengandung serat dan tanin, yang tentunya sangat bermanfaat bagi kesehatan," tandasnya.

Nikmati Wisata Air Jungle Waterpark dengan Harga Diskon

Berbagai upaya dilakukan para pengelola tempat-tempat wisata di Bogor, Jawa Barat, guna menarik minat pengunjung mulai dari menggelar hiburan live music yang diisi artis Ibu Kota hingga memberlakukan promosi-promosi unik lainnya.

The Jungle Waterpark di Kompleks Bogor Nirwana Residence, Bogor Selatan, Kota Bogor, misalnya, termasuk tempat wisata yang gencar melakukan promosi-promosi menarik. Selain melakukan pembenahan terhadap sejumlah wahana airnya, juga memberikan promo unik untuk menjaring calon-calon pengunjungnya. 

Mereka memberikan diskon khusus bagi pemegang kartu tanda penduduk (KTP) domisili DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. “Ada kabar gembira bagi masyarakat yang hendak liburan mengajak anggota keluarga. Kami dari The Jungle Waterpark Bogor sedang memberikan promo KTP hingga pertengahan Desember mendatang,” kata Marcomm Manager The Jungle Waterpark Bogor Minia Artpita Barus, kemarin. 

Minia mengatakan pihaknya memberikan harga khusus tiket masuk senilai Rp55.000 per orang dari harga normal Rp85.000 pada Senin-Jumat (weekdays ) dan Rp58.000 per orang dari harga normal Rp100.000 pada Sabtu-Minggu (weekend). Program ini berlaku sejak awal 1 November hingga 20 Desember 2017. 

“Program ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang belum sempat menikmati harga promo KTP yang terakhir ada pada Mei 2017 lalu,” katanya. Minia juga mengatakan, untuk mendapatkan fasilitas itu syaratnya cukup mudah. 

Pengunjung hanya menunjukkan KTP DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten saat membeli tiket di loket The Jungle. Mereka langsung mendapatkan fasilitas harga diskon. “Bahkan, satu KTP berlaku untuk maksimal empat orang, tidak berlaku dobel promo,” ucapnya. 

Kepala Humas The Jungle Waterpark Dedi Yudha mengatakan, selain promo KTP, The Jungle juga memberikan promo khusus untuk pelajar dan mahasiswa. 

“Dalam periode yang sama dengan promo KTP, yaitu 1 November hingga 20 Desember 2017, The Jungle memberikan harga khusus Rp50.000 setiap hari bagi pelajar,” ujarnya. 

Seperti halnya pengunjung umum, untuk mendapatkan tiket masuk promo, pengunjung mahasiswa tinggal menunjukkan kartu pelajar di loket pembelian tiket. 

Satu kartu pelajar/mahasiswa berlaku untuk dua orang. Promo ini berlaku untuk pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa. “Harga tiket tersebut sudah termasuk semua wahana permainan dan fasilitas cinema 4 dimensi,” katanya. 

Dishub dan Polresta Bogor Kota Minta Pengerjaan Galian Pipa Gas Dihentikan Segera

Dinas Perhubungan Kota Bogor menuding galian pipa gas dari Simpang Jalan Sholeh Iskandar hingga Simpang Jambu Dua mengganggu arus lalu lintas.

Pasalnya ruas jalan di Jalan KS Tubun depan toko furniture Informa yang sedianya dua lajur kini hanya menjadi satu lajur.

Kondisi tersebut dikarenakan adanya galian pipa gas yang melebar memakan aspal jalan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bogor, Theo Patrocinio Freitas mengatakan awalnya semua pekerjaan berjalan normal.

Namun beberapa hari kemudian pekerjaan galian tersebut sangat mengganggu.

"Pas pekerjaan awal uda ada informasi ke Dishub,  dan kita sampaikan bahwa dalam proses pekerjaan untuk tidak mengganggu lalu lintas, dan itu berjalan normal awalnya, pas dapat informasi dan melihat kelapangan ternyata sangat mengganggu," ujarnya.

Karena pekerjaan galian tersebut mengganggu lalu lintas pihak kepolisian dan Dishub Kota Bogor pun meminta agar pengerjaannya dilakukan malam hari.

"Kita sudah koordinasi, jadi jajaran kepolisian dan Dishub menghentikan pekerjaan dan memanggil yg bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut, dan kita minta agar pekerjaan dilakukan malam hari," katanya.

Pihaknya juga meminta agar segala kegiatan penggalian untuk tidak mengganggu arus Lalu Lintas.

Sementara itu terkait adanya proyek penggalian tersebut pihak PGN masih belum bisa di konfirmasi terkait kapan selesainya proyek galian pipa yang memakan ruas jalan di Jalan KS Tubun.

"Kalau mau ketemu pimpinan ataupun humas disini harus ada surat tugas harus bawa surat pengajuan untuk ketemu terus nanti baru di proses, begitu prosedur di perusahaan kita, Iya sekalipun mau nanya soal galian tetap prosedurnya harus ada surat tugas sama surat pengajuan dari perusahaan media untuk diajukan ke PGN area Bogor ini, nanti baru ada waktu buat ketemu," ujar Surachman Petugas Keamanan PGN Area Bogor di Jalan MA Salmun.

Polresta Bogor Kota Siapkan Skema Contra Flow

Polresta Bogor akan memberlakukan jalur ganda berlawanan atau contra flow di Jalan Raya Sholeh Iskandar guna mengantisipasi kemacetan yang timbul dari pemasangan erection box grider di proyek tol Lingkar Luar Bogor atau Bogor Outer Ring Road (BORR). 

Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Kompol Bramastyo Priaji menjelaskan, contra flow diberlakukan untuk jalur utara atau arah Yasmin menuju simpang BORR. Jalur contra flow akan diberlakukan. 

“Jalur itu akan masuk ke jalur selatan atau sebaliknya, yakni arah simpang BORR ke Yasmin,” ujar Bramastyo kepada Republika.co.id, Selasa siang.

Untuk pemberlakuan jalur ganda tersebut, pihak kontraktor PT Wijaya Karya (Wika) sudah menyediakan badan jalan tambahan di jalur selatan sebanyak dua lajur.

Meski lebar per jalur berkurang, dari 3 meter menjadi 2,75 meter, Bram menegaskan, jumlah lajur akan tetap sama yakni empat. Jadi, saat ini, pengguna jalan bisa memakai dua lajur ke arah Yasmin dan dua lajur ke arah sebaliknya dengan total lebar jalan 14 meter.

“Karena pemasangan dilakukan secara bertahap, contra flow pun juga dilaksanakan bertahap. Per lima atau tujuh hari akan bergerak 150 meter,” tuturnya.

Dalam mengatur lalu lintas nanti, Bram mengatakan, akan berkoordinasi antara Satlantas Polresta Bogor Kota, Unit Lantas Polsek Tanah Sareal dan Dinas Perhubungan Kota Bogor. Sekitar 25 personel dikerahkan pada pagi hari dan akan diperbanyak pada sore hari.

Manajer Konstruksi Proyek Tol BORR Seksi II B PT Wika, Aries, menuturkan, contra flow akan dilakukan melalui proses uji coba sehari sampai dua hari dulu guna membiasakan masyarakat. 

“Kalau sesuai rencana, sistem contra flow akan terjadi sampai akhir tahun atau Januari, sampai pemasangan selesai,” ucapnya.

Aries menuturkan, rekayasa contra flow selama pemasangan box gridder menjadi solusi terbaik saat ini. Selain mempercepat pekerjaan, rekayasa ini merupakan cara dengan kemungkinan tanpa menimbulkan kemacetan paling besar.

Minimarket di Kota Bogor tak Lagi Memajang Rokok

Sebagian besar minimarket di Kota Bogor, Jawa Barat mendukung program pemerintah tidak lagi memajang (display) penjualan rokok seperti biasanya. Namun, setiap toko boleh menjual dengan cara memampangkan tulisan "Di sini Tersedia Rokok".

Manager Komunikasi Kawasan PT Sumber Alfarin Trijya Alfamart Budi Santoso, di Bogor, Selasa mengatakan ada 100 gerai Alfamart di Kota Bogor tidak lagi memajang penjualan rokok sejak tiga pekan lalu. "100 gerai Alfamart di Kota Bogor secara permanen tidak lagi memajang penjualan rokok," kata Budi.

Budi mengatakan, Alfamart mendukung program Pemerintah Kota Bogor. Sesuai dengan Peraturan Daerah tentang kawasan tanpa rokok, yang mengatur larangan memajang penjualan rokok di minimarket dan pasar modern lainnya. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak merugikan pihaknya justru mendapat respon positif dari masyarakat.

Selain tidak lagi memajang penjualan rokok, Alfamart memberlakukan aturan tidak melayani pelajar membeli rokok. "Pelajar yang berseragam tidak kita layani pembelian rokok. Sejak pajangan rokok ditutup diganti dengan tulisan, pembeli rokok dari kalangan pelajar justru bekurang," katanya.

Menurut Budi tidak menjadi persoalan bagi pihaknya berhenti memajang penjualan rokok. Tidak mempengaruhi pendapatan penjualan. Karena larangan display rokok hanya melarang memajang, penjualan rokok masih dapat dilakukan.

"Besar kecil penjualan rokok tidak mempengaruhi pendapatan, karena pendapatan terbesar gerai Alfamart dari penjualan sembako," katanya.

Menurutnya, penjualan rokok tetap stabil karena beberapa kota masih memperbolehkan sehingga tidak bepengaruh pada pendapatan perusahaan ritel tersebut. "Seperti di Kabupaten Bogor masih diperbolehkan, Depok, Sukabumi juga belum. Baru di Kota Bogor yang tegas," kata Budi.

Berbagai cara dilakukan minimarket di Kota Bogor untuk berhenti memajang penjualan rokok, ada yang ditutupi dengan spanduk seadanya. Ada juga yang sudah mengubah tampilan pajangan lebih permanen dan rapi seperti di 100 gerai Alfamart.

Kebijakan tidak memajang penjualan rokok yang dilakukan minimaket mendapat respon positif dari masyarakat. "Alfamart cukup bagus sudah permanen tidak memajang ditutup pake etalase tertutup. Ada juga yang masih menutup pake sarungan," kata Adelia.

Larangan memajang penjualan rokok tertuang dalam Peraturan Daerah No 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Yang diperkuat lagi dengan surat edaran yang diterbitkan oleh Pemerintah Kota Bogor.

Terdapat dua poin dalam surat edaran yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Ade Sarip Hidayat. Poin pertama berbunyi dilarang memperlihatkan secara jelas jenis dan produk rokok tetapi dapat ditunjukkn dengan tulisan "Di sini Tersedia Rokok", ketentuan dimaksud diancam sanksi administrasi sampai dengan penindakan atau pelaksana sanksi polisional dan atau pencabutan izin.

Poin kedua berdasarkan Perda No 1 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Reklame "Dilarang memasang reklame dengan naskah produk tembakau dan minuman alkohol serta zat adiktif". Pelanggaran terhadap ketentuan dimaksud diancam pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta.

Melongok Wahana Rumah Canggih dari Belanda di Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor (KRB) meluncurkan wahana baru Ecodome atau disebut sebagai "rumah masa depan". Ecodome diluncurkan di Kebun Raya Bogor setelah sebelumnya dipamerkan di Philadelphia, Amerika Serikat oleh Pemerintah Belanda.

Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Rob Swartbol mengatakan, ecodome ini sebagai bentuk ikatan kerja sama yang erat antara Pemerintah Belanda dengan Indonesia.

Di dalam bangunan berbentuk kubah tersebut, bukan hanya sekadar wahana, namun juga dipamerkan berbagai teknologi mutakhir yang bisa digunakan manusia dalam rumah tangga.

Teknologi tersebut seperti mendaur ulang air hujan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan minum, masak, dan mandi. Tak hanya itu, pemanfaatan sinar matahari yang bisa menghasilkan banyak energi.

"Ecodome memiliki suhu ruangan sehat melalui sebuah filter partikular yang dapat membersihkan 10 ribu meter kubik udara kotor per jam," kata Rob usai pembukaan ecodome di Kebun Raya Bogor, Senin (13/11/2017).

Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Enni Sudarmonowati optimisme, Ecodome bisa menjadi sarana edukasi yang tepat bagi lingkungan masyarakat.

"Pengunjung bisa belajar banyak hal di sini dengan melihat contohnya secara langsung dan tanpa membayar tiket tambahan di Kebun Raya Bogor," kata Enni.

Rabu, 01 November 2017

Mahasiswa Asal Bogor Rancang Plastik Berbahan Jagung, Kok Bisa?

Jagung merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang digemari masyarakat Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung di Indonesia pada 2012 sebesar 19.37 juta ton.

Produksi jagung dalam jumlah besar membawa dampak pada jumlah limbah jagung. Dari hasil panen jagung, bobot klobot jagung berkisar antara 38.38%. Selama ini, klobot jagung di Indonesia banyak digunakan sebagai pakan ternak, pembungkus makanan tradisional, dan kerajinan tradisional.

Mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan penelitian terkait karakterisasi mekanik biokomposit klobot jagung sebagai bahan dasar plastik biodegradable.

Mereka adalah Made Dirgantara, Miko Saputra, Muhammad Khalid, Eni Septi Wahyuni dan Mersi Kurniati dari Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Mersi Kurniati mengatakan, kegunaan klobot jagung seperti yang disebutkan di atas belum efektif memaksimalkan potensi limbah klobot jagung, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memaksimalkan limbah klobot jagung.

Pengembangan klobot jagung sebagai bioplastik biasa menjadi salah satu solusi untuk memaksimalkan kegunaan dari klobot jagung.

"Hal lain yang mendasari pengembangan bioplastik adalah plastik sintetis yang dibuat dari hasil sampingan minyak bumi seperti polietilen. Dengan bahan dasarnya minyak bumi, plastik sintetis memiliki bahan baku yang terbatas dan tidak dapat diperbaharui," ujarnya baru-baru ini.

Ia menjelaskan, plastik biodegradabel atau bioplastik merupakan salah satu inovasi yang diciptakan untuk mengurangi jumlah pencemaran yang disebabkan sampah plastik. Plastik biodegradabel terbuat dari campuran polimer sintetis dengan bahan alami seperti pati atau selulosa.

Pada penelitian ini dibuat biokomposit dari bahan klobot jagung ditambah polimer polietilen jenis Linear Low Density Polyethylene (LLDPE) dan dilakukan karakterisasi mekanik dan uji biodegradable.

"Sifat mekanis dan biodegradable biokomposit dari klobot jagung diharapkan dapat menjadi acuan untuk pengembangan klobot jagung sebagai bioplastik," jelasnya.

Hasil penelitian menunjukkan, klobot jagung dapat digunakan sebagai bahan substitusi untuk pembuatan bioplastik. Analisa biodegradable menunjukan semakin besar konsentrasi klobot jagung maka tingkat biodegradabilitasnya semakin tinggi

Kisah Sukses Pemilik Sukaponik, Tanaman Hidroponik di Sukabumi

Pembangunan industri yang tidak bisa dibendung membuat lahan pertanian menyusut, ini yang jadi alasan bagi Fariz Nugraha (26) warga Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi ini mulai menekuni bidang pertanian modern melalui media tanam hidroponik.

"Investasi di bidang industri terus meningkat, tentu itu sulit untuk dicegah karena menambah pundi-pundi keuntungan yang berputar untuk pemerintah. Tinggal bagaimana saat ini kita mencoba sesuatu yang seperti sepele namun ternyata bernilai keuntungan," kata Fariz Nugraha, petani sayuran hidroponik di kediamannya Jalan Pajajaran No.1 Gg.Mesjid Nurul Huda RT 12 RW 5, Selasa (31/10/2017).

Berawal dari balkon rumahnya, saat ini pria berusia 26 tahun ini telah memiliki dua lokasi tanam hidroponik, lokasi pertama di bekas rumah tua milik keluarganya yang dia sulap menjadi 'Green House' dan kedua di Jalur Lingkar Selatan.

"Bekas rumah itu seizin keluarga saya bongkar ukurannya hanya 7 × 6 meter, dari lahan itu saya bisa menanam 3.000 populasi tanaman. Coba bayangkan berapa luas lahan yang harus disiapkan jika saya pakai sistem konvensional lewat media tanah," lanjutnya.

Dijelaskan Fariz, ada beberapa sistem yang diketahui sebagai proses tanam hidroponik, antara lain NFT (nutrient film teknik) sistem irigasi dengan cara mengalirkan air setipis Film (klise) airnya kurang lebih 3 milimiter. Kedua, Rakit Apung, yaitu dengan 'Floating Raft' memberikan pelampung pada media tanam yang pengairannya menggenang.

"Dua lainnya yang masih saya kembangkan yaitu irigasi tetes 'Drift Irigation' meneteskan air dalam waktu tertentu kepada media tanam dan DFT (Deep flow Tekhnik) - aliran airnya tebal ini masih saya pelajari bersama Dinas Pertanian," kata pria yang kini sering dimintai untuk jadi pembicara di berbagai kegiatan pertanian tersebut.

Melalui kegiatan 'modern farming' tersebut, Fariz punya tujuan sendiri yaitu menumbuhkan generasi muda yang gemar bertani. Dia ingin merubah pola pikir dari pertanian yang dianggap negatif, kumuh, kotor, ekonomi rendah, tidak keren menjadi sesuatu yang kekinian lewat hidroponik.

"Semua hal itu bisa kita bantah, tentunya dengan sentuhan teknologi, kreasi dan invosi kita bisa menjadi generasi muda petani harapan bangsa. Mencari penghasilan halal dengan cara kekinian," kelakar Fariz.

Modal Dengan 0 % Mahasiswi Ini Sukses Meraup Jutaan Rupiah

Berawal dari hobinya mengoleksi tas, kini mahasiswi bernama Lenny Yapananda Samudra mampu menghasilkan belasan juta rupiah dalam satu bulan.

Lewat akun di marketplace Shopee bernama Corona Shop, mahasiswi jurusan Manajemen Universitas Bina Nusantara ini, kini mampu menjual sedikitnya 150 pesanan dalam sebulan. Menariknya, Lenny yang baru berusia 21 tahun, memulai semuanya dengan modal nol rupiah.

"Jadi modal awal cuma iseng-iseng masih dropship. Jadi ada orang order aku baru pesan ke supplier. Jadi dengan modal nol rupiah," ungkap Lenny saat ditemui di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Jumat, 27 Oktober 2017.

Di awal menjalankan usahanya, punya satu atau dua pembeli saja sudah menjadi pencapaian berarti baginya. Bahkan, dia masih ingat betul pesanan pertama yang berhasil dijualnya dan dibungkus dengan rapi.  

"Jadi ini orderan pertama di Shopee, saking excited-nya aku benar-benar packing dengan rapi. Itu juga fotonya di warnet jadi habis nge-print resi di warnet baru mau aku kirim," kata Lenny.

Lenny sendiri memasarkan sejumlah dompet dan tas, yang dipasok langsung oleh kakak kelasnya yang kebetulan tinggal di tempat kos yang sama. Di balik semua itu, ia berniat menjajal usaha ini, agar bisa semakin mandiri dan mampu membantu orangtua.

"Jadi semenjak kuliah banyak waktu luang yang enggak dimanfaatin, dan pada saat itu papa aku baru saja pensiun, jadi aku harus mulai cari uang sendiri dan bikin bisnis online," ungkap dia.

Tak disangka, niat Lenny yang awalnya hanya mengisi waktu luang, kini justru sibuk mengurus bisnisnya itu tiap hari. Namun, Lenny tetap masih berprestasi dari segi akademik. Dia selalu mendapatkan beasiswa dari tempatnya mengenyam pendidikan.

Usahanya dalam menjalankan bisnis online bukan tanpa tantangan. Selain pernah mengalami hal buruk, tumbuhnya pengusaha muda digital baru, juga jadi tantangan tersendiri untuk dirinya dalam memasarkan produk.

"Kalau dari sisi peluang dengan ada Shopee, pasarnya jadi semakin terbuka lebar, tapi tantangannya karena marketplace semua bisa jualan, jadi gimana toko aku bisa beda dengan toko lain. Makanya aku suka ngasih promo dan lain-lain," ungkap dia

"Kebetulan aku juga kuliah manajemen jadi berkaitan karena kuliah kadang cuma materi aja, tapi ketika ngejalanin itu gimana caranya beda dengan yang lain. Misal, aku tiap minggu bikin promo jadi ada barang yang bisa di-push untuk beli," lanjutnya.

Kini, perempuan kelahiran Bogor ini berharap kelak bisa memproduksi sendiri produk yang dijualnya. Dia juga berharap bahwa usaha yang dijalankannya bisa semakin besar.

"Pesan aku, untuk temen-temen yang cuma pengen-pengen (usaha) saja tapi enggak ada langkah, kalian enggak akan ke mana-mana. Jadi mulai saja dulu, asalkan kita gigih, hasilnya juga akan mengikuti," kata dia. (ase)