Kamis, 22 Desember 2016

Ternyata Budi Daya Jamur Tiram ini Memiliki Keuntungan Hingga Rp 75 Juta

Budi daya jamur tiram merupakan usaha yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Usaha ini menggunakan bahan baku yang sangat murah dan mudah didapatkan menjadi bisnis yang menjanjikan. Selain permintaan pasarnya cukup tinggi, budi daya jamur tiram ini cukup mudah proses produksinya.

Salah seorang warga yang menekuni usaha jamur tiram adalah Ade Fatas, warga dusun Simpang, Tambakmekar, Subang. Di rumahnya Ade mengembangkan usaha jamur mulai dari proses pembuatan bahan jamur hingga penanaman jamur.

Jamur yang telah diproduksi ditanam dengan media limbah pengrajin pohon, lalu dikemas ke dalam kantong plastik atau polibet dengan ukuran tertentu sebelum kemudian dimasukkan keruang sterilisasi. Setelah itu, kemasan diberi bibit jamur tiram dan setelah proses sterilisasi, kemasan tersebut ditempatkan di ruang tanam jamur dengan memperhatikan suhu dalam ruangan.

Ruang tanam jamur ini harus memiliki suhu panas antara 110 derajat celcius yang bertujuan untuk membunuh kuman. “Setelah dipanaskan, kemasan yang telah terbebas dari kuman dan tertutup rapat ini disimpan dalam rak sampai warnanya berubah menjadi putih,” ujarnya.

Usaha yang telah dirintis Ade sejak beberapa tahun lalu ini juga sangat membantu warga, karena telah meningkatkan kesejahteraan ekonomi bagi warga sekitar. Dalam sehari panen jamur tiram dapat dilakukan dua hingga tiga kali. Setiap kali panen dapat menghasilkan lebih dari dua kwintal.

Jamur produk warga Subang ini selain dipasarkan di Subang, juga sudah dipasarkan ke daerah Bekasi, Tasikmalaya dan Indramayu. Dalam sebulan Ade dapat meraup keuntungan hingga Rp75 juta.

Sumber: http://goo.gl/hCu2Yv

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar