Kamis, 01 Desember 2016

Setop 6 bulan, proyek tol lingkar Bogor seksi IIB dilanjutkan lagi

Setelah molor lebih dari enam bulan, proyek pembangunan ruas jalan tol Bogor Ring Road (BORR) atau Lingkar Bogor seksi IIB akan kembali dilanjutkan awal 2017 mendatang. Pembangunan ini diharapkan rampung 2018 mendatang.

Pemkot Bogor berharap percepatan pembangunan infrastruktur tol BORR dapat terlaksana sesuai waktu yang telah ditentukan. Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, mengklaim keberadaan tol lingkar Bogor itu menjadi solusi mengatasi kemacetan di Kota Bogor yang kini kondisinya cukup memprihatinkan.

"Memang percepatan pembangunan infrastruktur jalan di Kota Bogor sudah sangat mendesak. Seperti lanjutan pembangunan jalan tol BORR seksi IIB (Kedungbadak-Yasmin) sepanjang 2,6 kilometer, Insy Allah 2018 sudah beroperasi. Seharusnya akhir Desember 2016 ini, sudah ada pembangunan fisiknya," kata Bima Arya Sugiarto.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, pihaknya selaku pemerintah daerah, dalam percepatan pembangunan jalan bebas hambatan ini, hanya sebagai fasilitator yang tentunya membantu proses pembebasan lahan. "Senin (28/11) lalu kita bersama BPN sudah melakukan pencairan dana pembebasan lahan. Sedangkan pihak PT MSJ (Marga Sarana Jabar), sebagai pengelola tol BORR, saat ini juga tengah proses lelang pelaksanaan proyek, semoga pembangunan fisiknya juga cepat dilakukan," ujarnya.

Mendesaknya pembangunan infrastruktur jalan, dikarenakan lokasi tol BORR yang total panjangnya 11 kilometer (Sentul-Kedunghalang-Kedungbadak-Yasmin-Dramaga) itu, persis melintasi zona metropolitan (kawasan bisnis properti dan jasa) sesuai dengan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2015. Diketahui, proyek ini dijadikan tiga bagian yaitu Seksi I sepanjang 3,8 km dari Sentul hingga Kedunghalang dan sudah dioperasikan sejak 2009. Kemudian Seksi IIA sepanjang 1,35 km menghubungkan Kedunghalang-Kedungbadak, dan saat ini yang akan dibangun seksi IIB sepanjang 2,65 km dari Kedungbadak hingga Simpang Yasmin.

Humas PT MSJ, Ferry Siregar, mengaku pihaknya sedang melakukan mempersiapkan untuk menyelesaikan tahapan-tahapan agar kelanjutan pembangunan tol ini terealisasi. "Iya, Insya Allah antara awal atau akhir Desember sudah dimulai kontruksi tol berupa jalan layang," ujarnya.

Menurutnya, pembebasan tanah proyek pembangunan jalan tol BORR IIB ruas Kedunghalang-Yasmin ditargetkan selesai akhir tahun 2016. Saat ini, sudah membebaskan 32 bidang dari 219 bidang tanah milik warga yang terkena jalan tol tersebut. "Tanah milik warga yang terkena proyek jalan tol luasnya sekitar lima hektar atau ada 219 bidang. Akhir tahun ini, ditargetkan selesai semua," katanya.

Sementara itu, Kepala BPN Kota Bogor, Yulia Nirmawati merinci, pembebasan tanah terdiri dari 42 bidang di Kelurahan Kedung Badak, 80 bidang di Kelurahan kedung Jaya dan 48 bidang di Kelurahan Cibadak. Yulia menambahkan, ada tiga kelurahan yang terkena proyek pembangunan jalan tol BORR seksi IIB ini. Kelurahan itu berada di Kecamatan Tanah Sareal. "Total lahan yang akan dibebaskan untuk melanjutkan proyek pembangunan Tol BRR seksi IIB ini, luas keseluruhan mencapai 4,6 hektar dengan total nilai mencapai Rp 1 triliun," katanya.

Dia mengatakan, dari 4,6 hektar lahan yang akan dibebaskan untuk melanjutkan pembangunan tol layang ini, mencapai 219 bidang dan lokasinya berada di tiga kelurahan Kecamatan Tanahsarela, Kota Bogor, yakni Kelurahan Kedungbadak, Kelurahan Cibadak, dan Kelurahan Kedungjaya. "Untuk tahap pertama, pemerintah akan membayar ganti rugi untuk Rp 150 miliar, sedangkan sisanya menunggu pembayaran dari dana talangan PT Marga Sarana Jabar (MSJ) selaku operator dan pengelola jalan tol BRR, dua minggu mendatang," jelasnya.

Sumber: http://goo.gl/5ICovO

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar