Rabu, 07 Desember 2016

MENAPAKI JEJAK WINDA SANG SARJANA CUMLAUDE IPB

Kala itu di pertengahan tahun 2012 tepatnya, suatu hari yang memiliki moment penting, yaitu pengumuman hasil SNMPTN Undangan 2012, yang kini berganti nama menjadi SNMPTN. Aku, Winda seorang putri sulung dari 3 bersaudara yang tinggal di sebuah desa utara Kota Pringsewu, tepatnya di Pandansari Selatan Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu. 

Hari pengumuman telah tiba, dan saatnya untuk melihat hasilnya. Aku dan keempat teman dari SMAN 1 Pringsewu dinyatakan lolos di IPB, sebuah anugerah terindah yang tidak disangka-sangka. Gembira, haru dan sedih seketika menghampiriku setelah mengetahui hasil itu. Bersyukur adalah kata terindah yang senantiasa menemaniku saat itu.

Nama Winda Aris Maya tertera nyata diterima di Program Studi Statistika Institut Pertanian Bogor. Sebuah rezeki yang tak disangka-sangka dapat masuk di salah satu jurusan terfavorit di IPB dan Indonesia. Jurusan yang melahirkan Bapak Alm. Andi Hakiem Nasoetion sebagai Ahli Statistika Indonesia, serta penggagas jalur USMI (Undangan Seleksi Masuk IPB) yang kini diterapkan dalam sistem penerimaan mahasiswa baru nasional melalui jalur undangan SNMPTN. Pencapaian yang teramat indah bagi aku, seorang anak desa yang bermimpi menjadi seorang tokoh nasional dikemudian hari.

Pengumuman nominal pembayaran SNMPTN Undangan pun tiba, nominalnya membuat semangatku redup dan seketika itu bingung harus bagaimana. Nominal yang mecapai 8 juta rupiah membuat saya tidak gentar untuk tetap berjuang berangkat ke IPB. Berbekal semangat dan do’a saya memberanikan diri bersiap untuk registrasi ulang ke IPB, bersama 2 teman dan bapak. Alhamdulillah ternyata IPB memasukan aku kedalam calon mahasiswi yang berhak memperoleh beasiswa berdasarkan keterangan gaji orang tua. Adanya hal tersebut aku tidak perlu membayar uang pangkal yang telah dibebankan sebelumnya. Beasiswa tersebut pun akhirnya aku peroleh, kuliah gratis selama 4 tahun dan ditambah biaya hidup sebesar Rp 600.000, Bidikmisi itulah nama beasiswaku.

Tahun pertama di IPB kami tidak langsung masuk ke Fakultas dan Jurusan masing-masing, melainkan wajib Asrama Multibudaya selama 1 tahun dan belajar di TPB (Tingkat Persiapan Bersama) yang kini berganti nama menjadi PPKU (Program Penyetaraan Kompetensi Umum), kelas 13 nya SMA, karena mata kuliah yang diajarkan sama seperti SMA, seperti Ekonomi, Fisika, Kimia, Sosiologi Umum, Biologi dan sebagainya. Tujuan PPKU sendiri yaitu untuk menyetarakan dasar pengetahuan mahasiswa/i IPB yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Adanya Asrama juga memudahkan mahasiswa baru sehingga tidak perlu mencari tempat tinggal di awal perkuliahan di IPB, tentunya dengan harga yang murah.

Sumber: http://goo.gl/GtbOQp

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar