Jumat, 02 Desember 2016

INSPIRASI BISNIS: Raup Rp40 Juta/Bulan dari Boneka Adat

Berbekal kreativitas dengan tema kekayaan budaya nusantara, seorang ibu rumah tangga di Sidoarjo, Jawa Timur, membuat boneka dengan pakaian adat nusantara. Keunikan boneka hanya memiliki tinggi belasan centimeter(cm), dan berpakaian hampir semua pakaian adat di nusantara.

Tak heran, untuk membuat satu boneka diperlukan ketelitian dan kecermatan. Penyukanya pun, tidak hanya kalangan lokal, namun sejumlah turis asing pun sudah membelinya.

Inilah deretan boneka-boneka yang terbuat dari campuran plastik dan karet yang dipajang di etalase milik Andri Rosmalina di jalan Elbra, kelurahan Sekardangan kota Sidoarjo. Cantik dan lucu-lucu apalagi dibalut dengan pakaian-pakaian adat nusantara. Pakaian adat nusantara dari 34 propinsi seluruh Indonesia.

Dengan dilengkapi berbagai peralatan pendukung seperti boneka, lem, aksesoris pakaian, pinset, gunting, Andri memulai bisnis membuat boneka adat nusantara semenjak dirinya berhenti dari profesinya sebagai pegawai sebuah bank swasta tahun 2008 lalu.

Bersama lima rekan seprofesinya di bank dulu, Andri memulai bisnis dengan mendandani dan merias boneka dengan pakaian adat nusantara.

Untuk merias dan mendandani boneka-boneka ini meski terlihat mudah namun butuh ketelatenan cukup tinggi. Dari membuat pattern baju kemudian menjahitnya. Langkah kedua dengan membuat pakaian adat dan menjahitnya ke boneka-boneka mungil ini.

Setelah selesai, masuk pada tahap berikutnya merias dan mendandani boneka dengan berbagai macam pernik aksesoris sesuai pesanan. Berbagai pesanan seperti pasangan pengantin adat hingga baju muslim adat pun bisa dibuat oleh Andri.

Ide awal membuat boneka adat nusantara ini, karena adanya permintaan untuk media edukasi di sekolah-sekolah. Setelah berjalannya waktu, Andri mencoba untuk mengikuti pameran dan ternyata minat konsumen cukup banyak. Bahkan, wisatawan asing pun menyukai boneka dengan pakaian adat karena cukup unik dan tidak ada di negara lain.

“Harga untuk satu boneka bervariatif mulai dari harga Rp60 ribu hingga Rp300 ribu, tergantung tingkat kerumitannya. Selain dipasarkan di sekitar Sidoarjo, dan beberapa kota lain di Indonesia," ujarnya.

Boneka adat ini sudah dibeli beberapa turis asing, dan setiap bulannya Andri mampu meraup uang hasil penjualan antara Rp40 juta sampai Rp80 juta per bulannya.

Sumber: http://goo.gl/fu8UhK

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar