Sabtu, 24 Desember 2016

Daging Celeng yang Sangat Meresahkan Masyarakat Kini Berhasil Dimusnahkan

Peredaran daging celeng di Kota Bogor kian marak. Pemkot Bogor bersama Polresta Bogor Kota berhasil menyita 240 kilogram (kg) daging celeng yang disalahgunakan pedagang.

Daging-daging tak layak konsumsi itu didapatkan dari sejumlah pasar di Kota Bogor. Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Bogor Wina, menuturkan daging celeng tersebut dipastikan datang dari luar kota.

Pihaknya sejauh ini, belum berhasil melacak alur distribusi peredaran daging tersebut hingga sampai di Kota Bogor.

“Kami juga menemukan daging impor dari Australia yang tidak terdaftar. Daging tersebut turut disita karena keamanan dan kesehatannya belum terjamin,” bebernya.

Pedagang yang kedapatan menjual daging beku yang tidak terdaftar di Kementerian Pertanian kata dia, akan mendapat pembinaan.

Disamping itu, Wina juga telah menyosialisasikan kepada para pedagang daging untuk tidak menjual daging beku yang tidak ada dalam daftar.

Jika penjual tersebut tidak mengindahkan himbauan tersebut, maka akan dijerat undang-undang tentang perlindungan konsumen atau undang-undang tentang peternakan dan kesehatan hewan.

“Untuk itu, pemkot diharapkan konsisten dalam melaksanakan pengawasan gabungan lintas instansi. Antara Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, dibantu polisi dan Satpol PP,” ucapnya.

Menurut dia peyung hukum yang melindungi persoalan pangan sudah cukup lengkap. Karena itu, pemerintah daerah mempunyai kewajiban untuk melindungi kesehatan dan keamanan masyarakat Kota Bogor dalam mengkonsumsi pangan hewani.

Dia  berharap kedepannya tidak ada lagi pedagang yang menjual daging celeng dan daging beku ilegal.

“Pemusnahan daging celeng dilakukan dengan cara dikubur dalam tanah lalu diberi karbol dan dipupuk. Pemusnahan itu dianggap sebagai bukti Pemkot Bogor yang tidak main-main dalam memberikan jaminan mutu produk daging,” tegasnya.

Sumber: http://goo.gl/pe2xND

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar