Rabu, 07 Desember 2016

Bogor Street Festival Siap Digelar

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, bersama komunitas etnis Tionghoa yang ada di kotanya siap menggalar ajang tahunan Pawai Budaya Cap Go Meh, Bogor Street Festival (CGM-BSF) tahun 2017, di Jalan Raya Suryakencana, Kota Bogor.

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, mengatakan Pawai Budaya CGM-BSF merupakan ajang ‘Pesta Rakyat’ dalam mengekspresikan seni budaya disetiap komunitas yang tumbuh dan ada di kotanya melalui sebuah perhelatan (arak-arakan) pawai budaya yang rutin diselenggarakan di Kota Bogor setiap tahun. Ajang ini juga salah satu upaya dalam mempromosikan potensi pariwisata dan budaya di Kota Bogor.

“CGM Bogor Street Festival ini diharapkan mampu menjadi momentum persatuan dalam keberagaman budaya yang ada di Kota Bogor. Sebab, pada perhelatan CGM ini semarak dengan perbedaan namun dengan tetap satu misi sama yang dibawanya yaitu budaya,” kata Walikota, Bima Arya, saat menghadiri Press Gathering, Persiapan Helaran CGM Bogor Street Fest 2017, di Hotel 101, Jalan Suryakancana, kemarin.

Selain walikota, dalam acara tersebut tampak hadir sejumlah  tokoh masyarakat, budayawan, sesepuh Tionghoa, serta sejumlah perwakilan dari Tim Media Patner atau sponsor yang siap mendukung suksesnya acara tahunan tersebut.  “Oleh sebab itu, momentum (CGM-BSF) 2017 nanti harus semakin meriah dan pesertanya juga semakin beragam dan bertambah banyak. Saya juga berterima kasih kepada sosok-sosok yang ada dibalik kesuksesan CGM dari tahun ke tahun selama ajang ini digelar. Ajang ini bagus sehingga saya minta ini harus terus dijaga dan dipertahankan,” tegas Bima Arya.

Di tengah situasi dan kondisi saat ini, Bima berharap, agar spirit keragaman dalam perbedaan dari event CGM di Bogor ini bisa menular kemana-mana sehingga Indonesia semakin kuat dan jaya. “Kita semua di sini berbeda-beda. Karena itu saya melihat juga ada inisiatif-inisiatif yang selalu baru dari panitia CGM,” pujinya.

Apalagi, menurut Bima, rencana helaran CGM tahun 2017 nanti berusaha untuk dikembangkan lagi yaitu sinergi antar komunitas dan lintas genrasi yang ada di kotanya. “Jadi memang yang membedakan CGM dengan event-event lain adalah memang berbasis komunitas. Komunitas inilah yang saling menguatkan dan terus bersinergi,” jelasnya.

Untuk itu, Bima dalam kesempatan ini juga berharap, agar sampai pelaksanaan CGM pada 11 Februari 2017 nanti bahwa setiap harinya akan menguatkan kebersamaan semua pihak. “Insya Allah CGM selalu menguatkan kita, membuat kita bangga. Dan sekali lagi, bahwa CGM bukan hanya ajang budaya tapi telah menjadi ajang pemersatu bangsa,” pungkas Bima Arya. 

Sumber: http://goo.gl/aOUJA3

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar