Sabtu, 24 Desember 2016

Almeydia Nayara Alzier ini Menjadi Jutawan Cilik Dari Bisnis Smile

ALMEYDA NAYARA ALZIER, putri kesayangan keluarga yang kini duduk di kelas 4 SD yang satu ini sepintas terlihat sama dengan anak seusianya. Dia juga gemar bermain layaknya anak-anak seusianya. Bahkan juga merengek ketika minta izin kepada ibunya untuk bermain bersama kucing peliharaannya. Namun, ada satu hal yang membuat bocah 9 tahun ini istimewa yaitu apa yang dia lakukan dengan akun instagramnya @nayaslime18.

Berawal ketika suatu hari di sekolahnya, Naya, panggilan sehari-harinya bertemu dengan seorang kakak kelas yang membawa mainanya kenya seperti lendir yang bernama slime. Rasa ingin taunya membuat Naya makin penasaran, hingga akhirnya perkenalan pertama itu membuat Naya jatuh cinta dengan slime.

Secara harfifah, Slime berarti lendir. Bagi anak 90-an pasti mainan satu ini terdengar asing. Cara mainnya mirip dengan malam atau lilin yang bisa kita bentuk-bentuk. Sebenarnya kita sudah pasti kenal, hanya saja teksturnya lebih kenya, lengket tapi elastis.

Di tangan seorang anak kecil, slime ini bisa jadi bisnis yang menguntungkan. Ya, sebenarnya Indonesia mempunyai kesempatan besar dalam bersaing dengan negara-negara maju di seluruh dunia. Salah satu faktor pendukung yang paling penting adalah, Indonesia mempunyai generasi muda dengan segudang potensi dan juga kreativitas tanpa batas.

Ini bisa di buktikan, salah satunya dari kisah sukses jutawan cilik yang bernama Almeyda Nayara Alzier yang kerap disapa Naya ini. Berbekal dari pengetahuannya tentang alat, bahan serta proses pembuatan slime yang dia dapat dari youtube, Naya meminta uang kepada ibunya untuk membeli semua kebutuhan. Dengan bermodalkan Rp50.000,- Naya membuat slime pertamanya. Namun percobaan pertamanya itu sempat gagal.

Tak menyerah dengan kegagalannya itu, Naya justru semakin semangat dan merasa tertantang. Iya terus mencoba meski sang ibu tidak menyukai apa yang dilakukannya itu.

“Naya beberapa kali minta uang 50 ribu, bilang buat ke toko buku, ke supermarket, beli bahan slime itu. Saya pikir, ‘dia ngapain?‘ deterjen dicampur dengan lem, rumah berantakan, bahan-bahan berserakan. Ngapain buang-buang uang?,” kisah sang ibu. “saya omelin, dia buatnya ngumpet-ngumpet di kamar mandi,” lanjutnya seraya tertawa seperti yang dilansir dari laman Bintang.com.

Dan siapa sangka, berkat kegigihannya itu, Almeyda Nayara Alzier ini sekarang berpenghasilan hingga puluhan juta perbulan. Yang unik adalah, bisnis yang ia tekuni itu bukanlah hal yang jauh dari dunianya, yakni berbisnis mainan yang bernama Slime.

Awal Kepikiran Untuk Berjualan

Berawal dari kecintaannya terhadap Slime dan sering memainkan mainan itu di depan teman-temannya, dari situ kemudian banyak teman-temannya yang juga kepingin memainkan dan ingin memiliki slime seperti milik Naya.

Berbekal pengalaman saat menjalani salah satu program “Enterpreneur Day” yang diadakan di sekolahnya, dimana siswa diminta untuk membuat dan menjual barang apapun. Gadis cantik bermata lentik ini langsung kepikiran untuk menjual slime buatannya. Tidak hanya dijual secara langsung kepada teman-temannya yang ada di sekolah, slime yang dipatok harga Rp8000 per cup ini juga ia pasarkan melalui fasilitas online.

Dengan bantuan sang kakak, ia membuat akun Instagram @Nayaslime18 untuk memasarkan produk slime buatannya. Usaha tersebut tentunya tidak langsung membuahkan hasil. Awalnya akun Instagram yang dimiliki Naya cuma di follow oleh 12 orang saja, itupun merupakan sanak saudara Naya sendiri. Kemudian ia meminta kepada teman-temannya untuk mempromosikan akun Instagramnya agar lebih dikenal banyak orang.

Dari sinilah, perlahan bisnis online milik Almeyda Nayara Alzier dikenal oleh banyak orang. Bahkan hanya berselang beberapa bulan saja, Naya yang saat ini sudah dibantu oleh beberapa karyawan untuk memproduksi slime aneka warna ini, telah mendapatkan orderan hingga mencapai ratusan buah tiap bulannya. Yang sangat luar biasa, dikabarkan juga bahwa Naya sudah mengantongi omset hingga mencapai Rp60 juta perbulan dari bisnisnya tersebut.

Meski sudah menghasilkan pendapatan secara mandiri di usia yang masih muda, pemikiran naya juga tak kalah inspiratif dalam menyikapi kesuksesannya tersebut. Ketika banyak orang yang sukses dalam berusaha, kebanyakan mereka menutup rapat rahasia bisnisnya itu. Namun, Naya sendiri justru tak sungkan untuk membagikan step-step cara membuat slime seperti yang dibuat lewat video yang diunggahnya di Youtube.

Awal berjualan slime, Almeyda Nayara ingin uang hasil jualannya itu disumbangkan untuk TPA belakang rumahnya

Sedekah itu bukan seperti 2-1=1, tapi 2-1=4. sedekah itu melipat gandakan!

Kutipan di atas pemikiran Naya dalam cara berbagi selain dengan bantuan finansial. Hal ini sangat menginspirasi sekali dari sosok Almeyda Nayara Alzier. Dari awal dia berbisnis, dia sudah berniat untuk menyisihkan sebagian penghasilannya untuk bersedekah.

Niat ini berawal ketika Naya yang sempat disuruh ibu nya mengaji di salah satu TPA yang berada di belakang rumahnya, lantaran guru ngaji yang biasa mengajar naya di rumah berhalangan hadir. Sepulang dari ngaji, Naya berkata ke ibu nya kalau dia ingin memberikan teman-teman TPA-nya iqra yang baru. Katanya, dia melihat iqra dan juz ‘amma di sana sudah usang dan jelek. Akhirnya sang ibu memberikan uang hasil jualan pertamanya di “Enterpreneur Day” yang kebetulan masih tersisa, untuk disumbangkan ke TPA di belakang rumahnya.

Sumbangan Naya untuk TPA di belakang rumahnya
Di instagramnya, Naya juga pernah menyuarakan “Sedekah Bersama Nayara”. dia menyisihkan uang hasil jualan slime nya untuk bersedekah dalam berbagai bentuk. “Alhamdulillah, mungkin karena niat awalnya sedekah, sampai sekarang semuanya masih dilancarkan,” ungkap ibunda Naya..

Dari penghasilan kotor Naya itu sekitar Rp60 juta, dan keuntungan bersihnya sekitar Rp35-40 juta, Naya menyisihkan 30-40% untuk bersedekah sesuai keadaan. Dia juga pernah bilang ke ibunya kalau dia ingin buat pesantren jika uangnya sudah terkumpul banyak. Pernah juga dia mengatakan ingin beli mobil ambulans atau mobil jenazah, untuk keperluan masyarakat sekitar.

Sumber: http://goo.gl/tB72v6

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar