Kamis, 10 November 2016

Terserang Chikungunya, Puluhan Warga Bogor Mendadak Lumpuh

Puluhan warga Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, mengalami demam tinggi dan lumpuh mendadak akibat terserang penyakit chikungunya. Penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti itu melanda permukiman warga selama satu pekan terakhir.

Mereka mengaku awalnya badan terssa panas dingin, tubuh membengkak dan seluruh persendian terasa ngilu. Sebagian penderita telah berobat ke Puskesmas setempat, sebagian memilih mengobati dengan obat tradisional.

Penyakit ini terjadi secara bergantian selama sepekan di RW 7 Kelurahan Kayu Manis. Setelah sejumlah penderita sembuh, tidak lama berselang muncul penderita baru. Bahkan tak jarang chikungunya menyerang satu keluarga.

"Terasanya sudah seminggu lebih. Awalnya demam, dan semua tulang terasa sakit, terutama bagian kaki dan lengan. Di rumah saya, ada dua orang yang kena chikungunya, saya dan anak saya," kata warga Kayu Manis bernama Yuni.

Kepala Puskesmas Kayu Manis Nuraini Sebayang menyebutkan, selama kurun waktu satu minggu tercatat ada 25 orang yang terserang penyakit chikungunya. "Hingga hari ini ada 25 orang. Mereka sudah berobat ke Puskesmas Kayu Manis," ujar Nurani.

Dia memastikan, dari puluhan warga yang terserang chikungunya, tidak ada yang dirawat di rumah sakit. "Semua sudah tertangani oleh puskesmas dan sekarang dalam tahap pemulihan," ujar Nurani.

Dia menyatakan munculnya wabah chikungunya ini disebabkan warga yang menerapkan pola hidup bersih masih rendah. "Wilayah yang terserang chikungunya itu permukiman padat penduduk dan banyak semak-semak," kata Nurani.

Sehingga, dimungkinkan nyamuk banyak bersarang di semak maupun tempat-tempat penampungan air yang jarang dibersihkan. "Karena lingkungannya kotor, nyamuk senang dengan tempat seperti itu," jelas dia.

Dengan meluasnya wabah chikungunya, kata Nurani, dalam waktu dekat pihak puskesmas akan menggelar fogging atau pengasapan secara merata di wilayah tersebut.

Sumber: http://goo.gl/durzvL

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar