Senin, 21 November 2016

Modal Coba-coba, Mahasiswi Ini Raup Omzet Rp 7 Juta/Bulan dari Jualan Tas

Siapa saja dapat membuka suatu peluang usaha, dari yang tua hingga yang muda. Seperti yang dilakukan oleh seorang Mahasiswi asal Yogyakarta bernama Lia.

Bermula dari kesukaannya membeli tas, perempuan yang bernama lengkap Lia Ainun Maftukhah ini tertarik mencoba membuat dan menjual produk tas racikannya. Untuk mewujudkan impiannya itu, Lia harus menyiapkan modal sekitar Rp 3 juta.

"Awalnya dari keluarga suka tas, saya sendiri juga suka. Tapi lama-lama, kok ngerasa boros ya kalau beli tas melulu. Saya ingin coba bikin tas terus tawarin ke teman. Waktu itu modal pertama kali Rp 3 juta, sudah semuanya termasuk packaging," ungkap Lia, saat acara Trade Expo Indonesia di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Teman-teman Lia cukup antusias. Pesanan tas mulai mengalir dan Lia diminta membuat tas sesuai keinginan pemesan.

"Mereka minta custom, mereka ingin bikin tas sesuai dengan produk yang mereka mau, terus minta bikin ke aku. Tapi aku enggak berani bikin jiplak begitu, paling nanti desainnya dari aku cuma sedikit mirip sedikit dengan yang mereka mau. Dan ternyata mereka suka dengan desain dari aku," jelasnya.

Kendati demikian, saat awal memulai bisnis, beberapa konsumen merasa banderol harga tas kreasi Lia agak mahal.

"Awalnya mereka bilang mahal, karena cuma beli satu. Sebenarnya yang mahal itu polanya. Jadi seperti apa sih desain-desain anak muda gitu. Dan saat itu saya bikin full berbahan kulit sintetis, makanya mahal. Tapi sekarang sudah main kanvas, dan ready stock," papar perempuan berhijab tersebut.

Dari penjualan produk yang diberi nama Wellflair itu, Lia mengantongi omzet rata-rata Rp 7 juta setiap bulannya. Untuk per item sendiri, Lia membandrol produknya mulai dari Rp 125 ribu - Rp 399 ribu.

"Itu tergantung dari desain dan model. Jadi kalau yang sulit dan berukuran besar seperti tas ransel untuk laptop, itu yang paling mahal," tutur perempuan yang mengambil jurusan komunikasi tersebut.

Untuk sekarang LIA mengaku, bisnis tasnya tengah mengalami kemajuan yang pesat. Itu lantaran, promosinya yang gencar lewat media sosial, situs penjualan online, maupun secara offline dengan membuka toko.

"Mulai dari Instagram, Facebook, Line, lalu buka di berbagai situs penjualan online saya lakukan. Offline store juga saya ada di Yogyakarta," paparnya.

"Hanya modal nekat dan coba-coba mendesain tas. Tapi, dari modal tersebut sekarang produk saya sudah punya reseller di beberapa tempat. Yang penting berani mencoba saja," pungkas Lia sambil tertawa kecil.

Sumber: http://goo.gl/ySx7W0

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar