Senin, 07 November 2016

Mahasiswa IPB Gagas Pokemon Berbasis Syariah

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menggagas permainan Pokemon GoS (Game Online Syariah). Game online ini berkonsep Pokemon Go dengan menjalankan aturan Islam yang menjamin keamanan dan kebermanfaatan bagi penggunanya. Gagasan ini berhasil meraih Juara III dalam Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Alquran IPB ke VIII 2016.

Muhammad Yusuf mahasiswa Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan bersama Adih dari Fakultas Peternakan, menuliskan gagasan baru untuk meminimalisasi dampak negatif penggunaan Pokemon Go. “Bahkan dampak Pokemon Go ini dapat menghilangkan nyawa pemain, karena pemain umumnya fokus pada layar game sehingga tidak melihat lingkungan sekitarnya. Maka kami menggagas Pokemon GoS sebagai inovasi alternatif Pokemon Go,” ujar Yusuf, di Bogor.

Pokemon GoS adalah game online sejenis Pokemon Go dengan menggunakan sistem kendali warning berbasis islami yang bertujuan memberikan kemudahan dan jaminan keselamatan, kebermanfaatan, dan keuntungan penggunanya.

Pengguna Pokemon GoS akan diberikan fasilitas game online berupa kendali warning yang berisi tanda, peringatan waktu, peringatan kondisi tempat, dan peringatan kondisi lingkungan sosial, serta informasi seputar keagamaan yang dikombinasikan dengan permainannya.

“Desain game ini mirip dengan Pokemon Go namun dilengkapi sistem warning untuk membantu pemain lebih terjamin keselamatannya dan mengedukasi akidah Islam. Dengan inovasi menarik dan mendidik, diharapkan Pokemon GoS dapat dijadikan game online yang digemari masyarakat Indonesia khususnya anak-anak dan remaja,” jelasnya.

Sementara Pokemon Go adalah salah satu jenis game online milik Nintendo sebagai publisher. Game ini pertama kali dirilis secara eksklusif untuk perangkat android pada 15 November 2012 silam, dan tersedia untuk iOS Apple pada 14 Juli 2014.

Beberapa litelatur mengungkapkan, anak berusia 12-18 tahun rata-rata menghabiskan waktu 5,5 jam di rumah dengan menonton televisi, memainkan video game, dan menjelajahi internet. Sekitar 6 persen dari pengguna internet mengalami ketergantungan game online. Gamer mengalami gejala yang sama dengan ketergantungan obat bius, yaitu lupa waktu.

Sumber: http://goo.gl/kLw5RK

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar