Kamis, 17 November 2016

Jadi Sasaran Penipuan Modus Investasi Rentenir, UKM Diajarkan Mengelola Keuangan

Bukan hanya dihadapkan dengan persaingan usaha tidak sehat, pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) pun kerap kali menjadi sasaran penipuan bermodus investasi.

Akibatnya, usaha yang dibangun selama bertahun-tahun tidak berkembang lantaran terlilit pinjaman berbunga.

Permasalahan tersebut diungkapkan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Perdagangan (KUKMP) DKI Jakarta, Irwandi sering kali dialami pengusaha UKM yang merintis usaha.

Pinjaman yang senyatanya menjadi modal pengembangan usaha justru menjadikan usaha mengkerut akibat terlilit bunga.

"Sekilas, memang terlihat seperti pinjaman lunak dengan bunga yang rendah, tetapi kalau dihitung sampai cicilan terakhir itu bunganya bisa dua kali lipat dari pinjaman modal. Hal ini yang harus diwaspadai, bukannya usaha berkembang tapi malah bikin buntung UKM," ungkapnya dalam pelatihan UKM bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di kantor Dinas UMKMP DKI Jakarta 

Terkait hal tersebut, pihaknya menggandeng OJK untuk memberikan pelatihan mengenai pengelola keuangan.

Sehingga, diharapkan para UKM dapat mengelola keuangannya dan terhindar dari penipuan bermodus investasi.

"Ada 150 orang UKM dari semua wilayah (Ibukota-red) ikut, ternyata hampir sebagian UKM pernah mengalami kejadian (penipuan-red) atau permasalahan keuangan lainnya. Di pelatihan ini mereka boleh sharing dan diberikan solusi dari pihak OJK," ungkapnya.

Ditemui bersamaan, Direktur Manajemen Strategis dan Edukasi Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dumariana Hutapea menyampaikan pihaknya memberikan pelatihan singkat mengenai manajemen keuangan, resiko serta edukasi terkait perlindungan konsumen perbankan.

Hal tersebut katanya untuk menghindari resiko penipuan investasi yang banyak dialami para pelaku UKM. Azas Legal dan Logis pun katanya harus diterapkan para pelaku UKM agar usaha yang dirintis dapat berkembang serta berkelanjutan.

"Pelatihan ini digelar supaya UKM tidak tertipu banyaknya modus penipuan investasi. Jadi semua pinjaman itu kami tekankan harus memenuhi dua azas, Legal dan Logis, berapa bunga pinjamannya, bagaimana tingkat pengembaliannya dan lainnya, jangan sampai modal tambahan melambatkan usaha," ungkapnya.

Selain manajemen investasi, pihaknya juga memberikan a pelatihan singkat mengenai pengelolaan keuangan. Sebab dalam banyak kasus, penyebab stagnannya usaha disebabkan dari buruknya pengelolaan keuangan, seperti modal usaha yang tercampur dengan dana pribadi, tidak seimbangnya pengeluaran dengan pendapatan dan lainnya.

"Bisa disaksikan sendiri, ada berapa banyak pedagang langganan kita yang usahanya selalu begitu-begitu saja sejak dulu sampai sekarang, tidak berkembang atau meningkat kelasnya. Hal itu karena kurangnya pemahaman soal manajemen keuangan," jelasnya.

Ditemui terpisah, salah seorang UKM dari Perkampungan Industri Kecil (PIK), Teti mengaku baru mengetahui alasan mengapa usahanya tidak berkembang.

Salah satunya diakuinya karena keuangan usahanya tidak dikelola dengan baik.

"Saya baru tahu masalahnya apa, ternyata dirinya sendiri. Memang kuncinya itu harus disiplin, dihitung benar berapa modal usaha dan pribadi, jangan dicampur sama duit sendiri.

Soal permodalan juga begitu, ternyata kita harus hitung benar berapa modal sama bunga, apakah hitungan pengembaliannya masuk atau tidak," jelasnya.

Dalam pelatihan yang sebelumnya digelar di PIK Pulogadung, Jakarta Timur pada tanggal 10 November 2016 itu, OJK dan Dinas KUKMP DKI Jakarta pun menghadirkan Jojor Tambunan selaku Financial Planner Universitas Gajahmada (UGM).

Diharapkan, para UKM dapat menguasai manajemen dasar keuangan.

Sumber: http://goo.gl/bTRwNk

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar