Kamis, 03 November 2016

Dosen IPB Ciptakan NutriASI dan NutriDiabet

Dosen Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (Fema) Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Katrin Roosita dan tim berhasil mengembangkan galohgor menjadi NutriASI dan NutriDiabet.

Galohgor adalah nutrasetikal berbasis budaya lokal yang telah digunakan secara turun-temurun yang mengandung 56 jenis tanaman rempah berupa kacang-kacangan, daun-daunan, dan rimpang.

“Berdasarkan hasil survei di masyarakat Sunda, jamu galohgor dikonsumsi sebagai suplemen untuk segala usia, khususnya bagi ibu nifas dan menyusui. Tapi permasalahannya adalah bahannya harus dikumpulkan dari berbagai tempat, cara pembuatannya kurang hygienis, dan rasanya kurang enak. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi terhadap galohgor,” kata Dr. Katrin.

Penelitian galohgor telah dilakukan sejak 2001/2002 bekerjasama dengan dosen dan peneliti dari Departemen Gizi Masyakat, Dr. Rimbawan dan Dr. Sri Anna Marliyati serta peneliti dari bidang lain seperti ahli farmasi atau apoteker, Siti Sadiyah, APT, MSc. dan Prof. Ietje Wientarsih, dan ahli bioteknologi, Prof. Fumito Tani dari Kyoto University, Jepang.

Hasil penelitian Dr. Katrin Roosita dkk ini telah berhasil mengungkapkan fakta ilmiah yang memperkuat klaim di masyarakat tentang khasiat galohgor. Hal ini karena galohgor mengandung zat gizi makro dan mikro, berbagai senyawa fitokimia, dan memilki aktivitas antioksidan yang baik untuk kesehatan.

Dengan inovasinya ini, telah dihasilkan galohgor berupa serbuk yang dapat dibuat menjadi berbagai jenis produk makanan dan minuman fungsional, diantaranya produk minuman instant NutriASI dan NutriDiabet. Kedua produk ini terbuat dari galohgor dengan bahan utama NutriASI adalah jagung, jahe, beluntas, meniran, dan kencur, sementara bahan utama NutriDiabet adalah brotowali, jahe, kedelai, temulawak, dan kencur.

“NutriASI merupakan minuman siap saji untuk meningkatkan produksi Air Susu Ibu (ASI), sedangkan NutriDiabet merupakan minuman kaya antioksidan untuk membantu mengatasi masalah diabetes,” ujarnya.

Dikatakannya, NutriASI juga dapat mempercepat penyembuhan rahim dan penurunan berat badan setelah melahirkan karena produksi ASI yang meningkat serta meningkatkan kebugaran dan metabolisme tubuh. Sementara NutriDiabet dengan aktivitas antioksidan galohgor cenderung menurunkan resistensi insulin sehingga dapat menurunkan kadar gula darah dan metabolisme sel tubuh yang milyaran jumlahnya.

“Kedua produk ini sudah diuji baik pada hewan coba maupun subyek pasien diabetes dan hasilnya positif. Dengan adanya NutriASI ini juga diharapkan dapat mendukung program ASI Eksklusif,” terangnya.

Keunggulan NutriASI dan NutriDiabet dibandingkan dengan produk lain yaitu khasiatnya sudah teruji secara ilmiah, unggul dalam rasa, serta mudah dan praktis dalam penyajian dan penyimpanan.

Saat ini kedua produk tersebut sudah mulai diproduksi secara komersil oleh PT. Biofarindo Indonesia. “Kami juga sudah me-launching NutriASI dan NutriDiabet sekaligus promosi kepada warga Bogor yang berkunjung ke kampus IPB Darmaga pada hari minggua.

Ternyata responnya positif, menyukai rasanya, dan ada juga yang ingin menjadi agen,” pungkasnya.

Sumber: http://goo.gl/3kABrT

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar