Senin, 07 November 2016

Cerita Entrepreneur Muda Yang Sukses Karena Tugasnya Saat Kuliah Bisnis

“Buat aku, banyak banget hal berguna yang aku dapetin di sekolah bisnis yang bisa diterapin di WOODKA.” ungkap Trianita Adhi Handayani atau Nitnot, lulusan School of Business and Management di ITB yang sekarang tekun ngejalanin bisnis bernama WOODKA.

Lini usaha yang punya produk andalan jam tangan kayu dengan interchangeable straps berbahan kain tradisional khas Indonesia ini pada awalnya memang digagas oleh Nitnot bersama 10 orang temannya demi memenuhi tugas kuliah. Tapi selanjutnya, dari sekedar tugas kuliah, bisnis ini malah terus dikembangkan dan jadi terkenal. Malahan, followers Instagramnya pun udah mencapai belasan ribu, guys!

“Jadi, di tahun kedua aku kuliah, ada mata kuliah bernama Integrated Business Experience yang mewajibkan setiap mahasiswa buat membentuk company, mendesain produk buat dijual, research market, bikin business plan, dan pastinya ngerealisasiin semua yang udah di-plan.” tutur cewek berusia 21 tahun ini.

Nah nggak cuma Nitnot, kita pun juga bisa kok punya bisnis dari muda. Eh tapi, emang harus lewat sekolah bisnis dulu ya?

Sekolah Bisnis Buat ‘Dipaksa’

Kita semua tahu kalau di luaran sana, ada banyak pencetus start up atau entrepreneur muda yang nggak punya latar belakang pendidikan bisnis, tapi cukup sukses menjalankan usahanya. Namun begitu, bukan berarti punya ilmu bisnis itu nggak penting, sob.

“Mungkin ilmu finance, human resources, marketing, operation nggak cuma dipelajarin di sekolah bisnis, tapi di sekolah bisnis aku dipaksa buat terjun langsung ke dunia bisnis dan langsung berhadapan dengan bisnis yang nyata, dan aku harus bertanggung jawab sama bisnis dan akademis secara bersamaan juga.” repet cewek asal Bandung ini.

Selain Nitnot, cowok bernama Christiadi Eka Pandu atau Ade juga punya pendapat soal bisnis dan sekolah bisnis. Baginya, pintar secara akademis waktu kuliah bisnis belom tentu bisa bikin kita jadi pebisnis yang oke, loh.

“Ilmu yang kami pelajari dan penerapan pada saat menjalankan bisnis itu dua hal yang berbeda, menurut gue. Orang yang pintar dalam akademis belum tentu dapat menjalankan bisnis dengan baik dan berkesinambungan. Tapi gue setuju kalo dengan ilmu yang diberikan waktu perkuliahan membantu kerangka berpikir kita yang lebih sistematis.” ungkap owner ZEVIN Shoes yang merupakan lulusan Prasetiya Mulya Business School ini.

Tugas Kuliah Jadi Benih Usaha

Sama seperti Nitnot, ZEVIN Shoes yang dibentuk oleh Ade bersama 4 orang lainnya ini pun merupakan hasil dari tugas kuliah. Namun karena nggak mau cuma selesai gitu aja, Ade dkk pun mutusin buat terus merawat bibit bisnisnya sampai sekarang.

“Semangat kami itu muncul dari ketertarikan atau hobi atau passion kami terhadap industri sepatu. ZEVIN itu ngasih sebuah karya yang menghormati kualitas material dan desain yang mungkin aja nggak baru, tapi punya value.” tutur cowok yang menamatkan kuliahnya tahun 2010 silam.

Well, David Weekly, founder dan chairman PBWorks pernah bilang, “There is no finish line, so love the journey.”. Dan kayaknya inilah yang dilakukan sama Nitnot dan juga Ade. Nggak berhenti sebatas tugas kuliah aja, malahan meneruskan proyek tersebut sampai jadi brand usaha yang lebih menguntungkan. Tentu, hal ini disertai dengan passion dan juga tekad yang besar buat bikin start up business-nya jalan.

“Aku seneng ngurus brand WOODKA dari dia kecil sampe sekarang dan aku masih ngeliat WOODKA masih punya potential market yang besar. Dan aku suka banget ngejalanin kerjaan aku di WOODKA sebagai creative director. Aku suka ngonsep tema lookbook yang dirilis setiap 2 bulan sekali, aku suka nentuin pola dan warna buat desain straps WOODKA, dan aku juga harus manage visual needs-nya WOODKA mulai dari konten Instagram, desain booth, dan segala macemnya.” beber Nitnot bersemangat.

See? Pada akhirnya, dengan nggak kuliah bisnis pun kita emang bisa sih punya bisnis. Tapi, dengan adanya bekal ilmu, unsur paksaan dan dorongan positif dari perkuliahan, bisnis kita pasti bisa jadi makin kece, sob. Gimana, berani coba?

“Karena aku orangnya gampang bosen sama rutinitas, makanya aku pengen banget hidup sambil ngejalanin bisnis di bidang yang aku sukai. Selagi bisa, kenapa nggak ngehasilin duit dari sesuatu hal yang disenengin?” Trianita Adhi Handayani, co-owner WOODKA.

Sumber: http://goo.gl/9JyCRC

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar