Senin, 07 November 2016

Bisnis Online Marak, Tantangan Terbesar UMKM

Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ke depan menghadapi tantangan terbesar dari maraknya bisnis online yang mampu membangun jaringan ke seluruh dunia.

Hal itu dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Sumatera Utara Difi Ahmad Johansyah kepada wartawan di sela “Grand Launching Klinik UMKM dan seminar kewirausahaan Buka Langsung Laris” di lantai 9 Gedung Bank Indonesia (BI) Sumut.

Acara itu dihadiri Deputi Kepala Perwakilan BI Sumut Harries Meirizal, 10 coaching (pelatih) UMKM dan para UMKM di daerah ini yang merupakan binaan BI. Difi menyebut pengusaha UMKM harus mampu bersaing yakni dengan meningkatkan kinerjanya.

Jadi dibutuhkan UMKM berkualitas bukan kuantitas. Untuk itu, BI menyediakan tempat di lantai 1 kantornya buat konsultasi coach dengan pengusaha UMKM. Coachnya dari beberapa sektor usaha, ada agrobisnis, pertanian, ternak lele, ekspor sampai usaha bawang goreng.

Menurut Difi, UMKM ternyata mampu survive (bertahan) di tengan pergolakan ekonomi tahun 2014-2015. Jika UMKM sudah maju maka bank juga mau memberikan modal. Tapi banyak juga UMKM yang tak mau pinjam ke bank.

Difi minta kalaupun ada UMKM yang mau pinjam ke bank maunya pengembalian lancar supaya ke depan, bank tetap lancar memberikan kredit. Sebab kalau tak lancar maka bank tetap tahu melalui data debitur (SID) di BI.

Pada MEA ini, bank asing menawarkan bunga kredit rendah 1 persen, sedangkan bank lokal mencapai 5 persen lebih untuk UMKM. Kalau UMKM yang sudah kena black list maka bank asing akan mengetahuinya dan kecil peluang UMKM memperoleh bunga kredit rendah. “Di sini yang perlu kejujuran,” ungkap Difi.

Ia menyebut sekarang banyak anak muda usia di atas 20 tahun yang sukses berbisnis seperti cafe. Beberapa tahun ke depan bisnis mereka akan meningkat. Acara dirangkai dengan seminar entrepreneur dengan nara sumber Jaya Setiabudi yang merupakan pengusaha sukses asal Semarang sekaligus penulis buku “The Power of Kepepet” dan buku “Buka Langsung Laris”.

Jaya Setiabudi memberikan pemahaman mengenai pola usaha yang telah sukses serta kiat-kiat dalam mengembangkan usaha. Grand Lanching klinik UMKM ditandai dengan peluncuran

Website www.klinikukm.com . Website itu berisi tentang Forum Konsultasi merupakan media para UMKM untuk melakukan sharing dan konsultasi dengan coach mengenai permasalahan serta kendala dihadapi dalam berwirausaha UMKM. Jadi yang dapat melakukan konsultasi adalah UMKM yang telah melakukan registrasi di website.

Klinik UMKM KPw BI Sumut sebagai sarana konsultasi pengembangan usaha, mencari solusi permasalahan yang dihadapi UMKM secara gratis. Selain itu, klinik UMKM sebagai media berbagai informasi antar sesama pelaku UMKM, media promosi produk dan media membangun jejaring. “Peran pemerintah dan BI bisa menentukan tumbuhnya UMK,” katanya.

Kasie Kewirausahaan Dinas Koperasi Sumut Drs Bennis Manik, MAP mengatakan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) harus disiapkan UMKM yang berkualitas. UMKM itu harus punya legalitas usaha. Dari 33 kabupaten/kota baru 17 yang mengeluarkan Perbup untuk memudahkan akses perbankan. Jumlah Usaha Mikro Kecil (UMK) di Sumut terbagi di beberapa sektor ada 2 juta unit

Sumber: http://goo.gl/Cq9ToS

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar