Jumat, 04 November 2016

Awas, Bogor Bakal Dilanda Cuaca Ekstrem Tiga Bulan Mendatang

Berdasarkan pantauan Citra Satelit cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Darmaga, Bogor, sejumlah daerah di wilayah Jawa Barat, khususnya Bogor, akan diguyur hujan dengan intensitas tinggi atau lebat sepanjang hari dengan durasi cukup lama.

"Untuk tahun 2016, wilayah Bogor akan terus diguyur hujan dan tidak mengalami musim kemarau. Bahkan, hingga tiga bulan, cuaca lebih ekstrem akan terjadi," kata Kepala Stasiun Klimatologi Darmaga Dedi Sucahyono.

Menurut Dedi, kondisi cuaca ekstrem yang terjadi pada musim penghujan ini diperparah dengan tiupan angin sangat kencang dan kilatan atau sambaran petir yang cukup tinggi. "Kami mengimbau masyarakat lebih waspada dengan kondisi cuaca ekstrem, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana longsor dan banjir," ucapnya.

Berdasarkan pantauan peringatan dini cuaca di Jawa Barat, Minggu, 23 Oktober 2016, pukul 11.30 WIB, hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai angin kencang dengan durasi yang relatif lama masih berpotensi terjadi. "Sedangkan pada pukul 11.00, hujan dengan intensitas deras sudah mengguyur secara merata di wilayah Bogor, Cianjur, Depok, Bekasi, bahkan akan meluas ke kota-kota di Jawa Barat lain, seperti Tasikmalaya, Karawang dan Ciamis," ujar Dedi.

Bupati Bogor Nurhayanti menuturkan, berdasarkan pemetaan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, saat ini sudah ada 24 kecamatan di Kabupaten Bogor masuk wilayah rawan bencana alam. “Bertambah satu kecamatan yang masuk rawan bencana alam dari sebelumnya 23 kecamatan,” ucapnya. 

Menurut Nurhayanti, karena sebagian besar wilayah di Kabupaten Bogor masuk zona merah bencana alam, pihaknya memerintahkan semua petugas di tingkat desa dan kecamatan membentuk tim satgas bencana. "Dengan dibentuknya satgas di masing-masing desa, penanganan akan lebih cepat," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor menganggarkan Rp 30 miliar untuk penanganan tanggap darurat bencana dan setiap tahun menambah alokasi anggaran penanganan perbaikan pascabencana. "Untuk tanggap darurat bencana masih tetap 30 miliar, tapi semua lokasi atau daerah yang terkena bencana pada tahun depan dianggarkan mendapat bantuan perbaikan pascabencana".

Sumber: http://goo.gl/4aWoym

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar