Jumat, 28 Oktober 2016

Yah, Warga Bogor Awal Bulan BBM Bakal Langka

Kabar mogok kerja para awak mobil tangki (AMT) Pertamina Niaga membuat resah warga Bogor.

Sedari awal pekan, beredar pesan berantai yang mengajak masyarakat berbondong-bondong menimbun bensin sebagai antisipasi kelangkaan. Soal ini, Pertamina menjamin pasokan BBM aman.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Arsono, menyebutkan antisipasi yang dilakukan adalah menyiapkan AMT cadangan sebagaimana prosedur dalam penanganan AMT, termasuk menggunakan tenaga bantuan dari TNI Divisi Perbekalan dan Angkutan.

“Kami juga melakukan koordinasi dengan Polri untuk pengamanan atas kemungkinan terjadinya tindakan anarkis oleh pengunjuk rasa. Kami jamin stok akan aman, masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Arsono kepada pewarta.

Hal lain adalah antisipasi alih supply dan meningkatkan pasokan BBM ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sejak H-7 sampai dengan H+7.

“Juga, membentuk tim satuan tugas untuk melakukan pengawasan dan koordinasi terpadu untuk mencegah hal-hal yang merugikan, serta berupaya menjamin kelancaran distribusi BBM ke seluruh SPBU selama masa ancaman mogok kerja AMT,” tutur dia.

Untuk diketahui, ribuan sopir pengangkut bahan bakar minyak milik PT Pertamina menyerukan ancaman mogok, 1 November 2016 mendatang. Aksi ini sebagai protes ketidakpuasan atas status mereka di perusahaan dan mekanisme upah yang tidak transparan.

Koordinator Divisi Advokasi Federasi Buruh Transportasi Indonesia (FBTPI), Gallyta Noer Bawoel mengatakan, ancaman mogok kerja itu juga didasari oleh temuan pelanggaran oleh Dinas Tenaga Kerja yang dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga.

Jika aksi itu terjadi, dipastikan suplai bahan bakar minyak ke 850 SPBU se-Jabodetabek, termasuk Puncak dan Sukabumi, akan terganggu.

“Kami AMT PPN sudah sampai pada batas kesabaran. Kami akan lakukan mogok kerja mulai 1 November sampai batas waktu yang tidak ditentukan sampai tuntutan kami dipenuhi,” kata Ilham, Senin, 24 Oktober 2016.

Selama ini, menurut dia, hak-hak buruh yang sudah bekerja belasan tahun sebagai AMT tidak pernah diberikan oleh manajemen. Sebelumnya, aksi serupa pernah dilakukan, tetapi PT PPN tak menggubris dan justru melakukan diskriminasi terhadap AMT.

Dia menjelaskan, meski sudah bekerja dengan masa kerja belasan tahun, sekitar 1.000 buruh itu masih berstatus pekerja lepas (outsourcing). Mereka bekerja selama 12 jam, bahkan lebih setiap hari dengan upah UMP tanpa dibayarkan lembur atas kelebihan jam kerja setiap hari.

“Mereka juga mendapatkan diskriminasi dengan tidak mendapatkan uang tunjangan migas, seperti pekerja Pertamina lainnya yang mendapatkan tunjangan migas setiap tahun,” ujarnya.

Meskipun aksi mogok itu akan menyebabkan masyarakat sulit mendapatkan BBM, pihaknya terpaksa akan melaksanakannya. Dia meminta maaf atas ketidaknyamanan yang akan terjadi dan berharap masyarakat memakluminya karena menyangkut nasib buruh AMT.

“Kami mohon maaf atas terhentinya distribusi BBM di semua pom bensin Pertamina. Mogok kerja ini kami tempuh karena Pertamina Patra Niaga tidak pernah mau mendengarkan aspirasi kami,” ujarnya.

Sumber: http://goo.gl/Gd23dh

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar