Jumat, 21 Oktober 2016

Pembuatan Sim Online di Polres Bogor 2 Jam Selesai

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Bambang Waskito mengapresiasi sistem pembuatan surat izin mengemudi secara daring (online). Hal tersebut dianggap sebagai antisipasi gerakan memberantas calo pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Dalam keterangannya, Kapolda menuturkan, dengan adanya sistem pendaftaran pemohon SIM secara daring dapat mengoptimalkan waktu sesingkat mungkin membuat SIM. "Jika cara manual mengurus SIM baru harus seharian, dengan sistem online paling lama dua jam rampung," katanya di sela melihat penerapan SIM daring di Mapolres Bogor.

Ia juga menilai, dengan sistem daring tersebut dalam meminimalisir percaloan dan pungli pembuatan SIM. Sistem yang dikembangkan adalah first in first out.

"Jadi, sistem pembuatan SIM pun mulai diperbaiki sehingga adil bagi pemohon SIM. Tidak ada lagi calo-calo untuk mempercepat pembuatan SIM," paparnya. Sistem permohan SIM secara daring ini pun baru dikembangkan Polres Kabupatan Bogor untuk wilayah Jawa Barat. Bambang pun mengingatkan agar Polres-Polres lain segera menerapkan sistem yang sama.

Sistem pemohon SIM daring sudah bisa dilakukan bagi para pemohon SIM baru. Para pemohon dapat langsung mengakses www.daftarsimbogor.com.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kabupaten Bogor, Ajun Komisaris Silfia Sukma menjelaskan, secara teknis pedaftraan sistem daring ini diwajibkan bagi pemohon yang sudah terdaftar di sistem e-KTP dan pemohon SIM baru.

“Pemohon SIM baru hanya cukup mengisi dalam kolom ada isian no induk KTP, nama dan tahun lahir. Selanjutnya akan muncul nomor antrean sesuai tanggal dan waktunya,” katanya.

Polres Bogor juga mulai menerapkan waktu maksimal untuk pengurusan SIM yakni sekitar dua jam. Hal ini mempermudah pembuat SIM yang lolos seluruh uji SIM. Sementara, untuk perpanjangan SIM hanya membutuhkan waktu 50-80 menit, tergantung antrean.

Dalam sehari, lanjut Silfia, ada sekitar 100-200 pemohon SIM baru dan perpanjangan di Polres Kabupaten Bogor. “Dengan demikian, pemohon SIM tidak perlu mengantre,” paparnya.

Hanya saja, untuk pembuatan SIM baru, tidak seluruh pemohon lolos ujian. Ada yang gagal di uji teori, ada pula yang tidak lolos di uji praktik. Paling banyak memang diakuianya, di uji praktik. "Sebab, kebanyakan baru bisa naik motor atau mobil, terus mengajukan pembuatan SIM. Padahal, kemampuan mengemudinya masih belum baik," katanya.

Menurut Silfia, pemohon SIM baru yang lolos uji dalam sehari tidak sampai setengahnya. Mereka masih diperbolehkan mengulang ujian sampai tiga kali dengan selang waktu dua minggu. Jika masih tidak lolos, maka pemohon harus mengajukan permohonan SIM baru lagi. Ketidakmahiran pemohon SIM ini, tambah Silfia, juga diduga ikut berperan dalam peningkatan angka kecelakaan lalu lintas, terutama akibat kelalaian pengemudi.

Sumber: http://goo.gl/iR7uEv

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar