Senin, 31 Oktober 2016

Cerita Sukses Pengusaha Kaos Ngapak, Sasar Mahasiswa, Ibu-ibu PKK, hingga Pelajar

Pujianto merintis usaha Kaos Ngapak Banyumas sejak 2011 silam. Usaha yang dibangun berdasarkan rasa senang. Tidak takut bersaing, jutru ia membagi ilmu bisnisnya bagi mahasiswa, ibu-ibu PKK, hingga anak sekolah.

Pujianto adalah pengusaha muda yang bisa dikatakan santai. Mungkin itu karena prinsip dirinya yang menganggap bisnis harus dilakukan dengan rasa senang. Bahkan, mungkin juga karena selalu santai ini dia tidak takut ada pesaing. Buktinya, sebagai pebisnis, Puji, begitu dia akrab disapa, justru rajin membagikan ilmu bisnisnya pada semua orang.

Pada 2013, Puji mulai aktif mengisi seminar di kampus-kampus atau berbagi ilmu ke ibu-ibu PKK. Tidak sampai di situ, beberapa bulan terakhir, Puji mulai tertarik membagi ilmunya pada usia remaja, yang dalam hal ini para pelajar SMA.

"Alasan saya ingin membagikan ilmu bisnis pada semua kalangan masyarakat, karena banyak manfaat yang bisa kita beri dari berbisnis," ujar Puji.

Menurutnya, dengan bisnis selain melatih kemandirian ekonomi, juga secara tidak langsung dapat membuka lapangan pekerjaan yang dianggap dapat membantu masyarakat sekitar. Manfaat lainnya, dengan berbisnis bisa menambah pertemanan, sahabat, bahkan relasi yang lebih baik.

Puji juga merasa ada kepuasan tersendiri ketika mengajak para pelajar untuk sharing ilmu tentang bisnis. Kendala yang dihadapi Puji hampir tidak ada. "Paling kalau menyampaikan surat untuk mengadakan seminar di sekolah tapi ditolak karena tidak ada pelajaran bisnis," tutur Puji.

Selain itu, tantangan yang dilalui lebih ke mengisi seminar pada pelajar. Terlebih pasca mengikuti seminar, apakah ada pelajar yang tertarik dengan materi seminar yang dibawakannya. Meskipun di zaman ini para pelajar lebih kritis, tetapi untuk berbisnis mereka masih merasa enggan. Sebab, tidak mungkin setelah mengikuti seminar dapat tertarik secara instan menyukai bisnis. Bafinya yang penting menanamkan teori, motivasi, dan pengaplikasiannya.

Untuk membuat pelajar mengerti apa yang disampaikan, ia menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan memberikan contoh kasus yang ringan, seuai kapasitas anak SMA. Puji semakin antusias saat mengetahui ada beberapa pelaar yang sudah mulai berbisnis kecil-kecilan, seperti berjualan pulsa dan berjualan makanan di sekolah.

"Yang penting mereka punya wawasan dasar dan bekal, jadi saat kuliah sudah lebi matang dan melihat semangat serta pandangan siswa mengenai bisnis lebih baik membuat saya semakin semangat juga melakukan seminar," tuturnya.

Ilmu bisnis yang dimiliki Puji tidak diperoleh secara sembarangan. Dirinya pernah memperoleh mata kuliah Konsentrasi Marketing Managemen. Menambah ilmunya tersebut, Puji juga kerap mengikuti seminar dan pelatihan. "Ada otodidaknya juga melihat orang tua yang merupakan pedagang di pasar," pungkasnya

Sumber: http://goo.gl/tnQHxs

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar