Senin, 17 Oktober 2016

3 tempat wisata budaya anti-mainstream di bogor yang asik buat kita kunjungi

Dari semua destinasi wisata di Jawa Barat, mungkin kawasan Puncak sama Bandung adalah dua teratas yang paling jadi favorit. Tapi, siapa yang pernah ngira, sih, kalau Bogor, sebagai kota yang lumayan deket sama Jakarta, juga menyimpan banyak potensi wisata yang asyik buat masuk list kunjungan? Yap! Bogor bener-bener bukan cuma soal Kebun Raya atau kulineran di jalan Pangrango aja, sob! Nih, coba simak 3 tempat wisata budaya anti-mainstream di Bogor yang bisa kamu kunjungi.

1. Vihara Buddha Dharma & 8 Pho Sat
Vihara yang terletak di Kampung Jati RT 02 RW 06, Desa Tonjong, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor ini diam-diam nggak cuma jadi tempat ibadah para umat Buddha. Di dalamnya, ternyata ada patung Buddha yang sedang berbaring, dengan panjang 18 meter dan tinggi sekitar 3 meter.

Dengan keberadaan Vihara Buddha Dharma & 8 Pho Sat ini, tandanya kita nggak perlu lagi jauh-jauh pergi ke Thailand untuk melihat patung Buddha tidur. Soalnya, dengan ukuran yang sangat besar tersebut, patung ini digadang-gadang sebagai patung Buddha tidur terbesar yang ada di Indonesia, selain yang juga ada di Malang, Mojokerto, dan Semarang.

Awal pembangunannya dimulai tahun 2011 dan memakan waktu selama 8 bulan. Ini didirikan, karena di kawasan Jawa Barat belum ada patung seperti ini. Dulu, Andy Suwanto, ketua pembinanya, mendapat semacam petunjuk untuk mendirikan patung Buddha tidur.

Vihara Buddha Dharma & 8 Pho Sat ini buka setiap hari, mulai pukul 7 pagi hingga 10 malam. Buat berkunjung ke sini, kamu bisa menggunakan KRL Commuter Line dan turun di stasiun Bogor. Dari sana, tinggal naik angkot nomor 06, dan langsung menuju ke arah Parung.

Nah, karena di sekitar sini nggak ada tempat makan, jadi jangan lupa buat bawa cemilan. Selain foto-foto di dekat patung Buddha, bisa sekalian piknik juga, deh bareng gebetan. Hehe…

2. Gong Factory
Percikan api yang menyeruak di tengah-tengah ruang gelap, saat para pekerja membakar bakal gong, adalah pemandangan yang menyambut kita waktu berkunjung ke Gong Factory di jalan Pancasan No. 27, Bogor.

Meski tempatnya kecil dan minim cahaya, di sana kita bisa lihat langsung gimana para pekerja Gong Factory membolak-balik dan ‘menggoreng’ timah yang bakal dibentuk jadi gong dan dikirimkan kepada para pemesan.

Meski Gong Factory nggak punya tempat buat foto-foto atau narsis-narsisan, di sini kita bisa memperkaya pengetahuan budaya kita, lho! Bisa dikatakan, Gong Factory adalah salah satu saksi sejarah, karena emang usianya sendiri udah menginjak 370 tahun.

Sebagai tempat pembuatan gong asli Indonesia, masa iya kita kalah sama orang-orang asing alias turis mancanegara yang udah pernah berkunjung ke sini? Total kunjungan mereka aja bisa sampai 20 atau 30 orang lho dalam satu minggu. Untuk ukuran tempat pembuatan gong, sih, pastinya itu bukan angka yang sedikit.

3. Kerajinan Wayang Golek “Sanggar Tumaritis”
Siapapun yang bilang wayang golek nggak bisa dijadiin koleksi yang seru, nampaknya mereka salah, deh! Soalnya, setelah berkunjung ke Sanggar Tumaritis, HAI langsung bisa berpendapat kalau wayang golek adalah benda yang super kece buat dibawa pulang.

Selain dibuat dari kayu Astonia yang punya kualitas bagus, deretan pahatan kayu yang dibuat serupa tokoh wayang itu ternyata punya daya tarik yang besar banget. Pusat kerajinan wayang golek yang digawangi oleh pak Dase Spartacus, di kawasan Lebak Kantin RT 02 RW 06, Bogor ini pun bahkan sudah sampai ke luar negeri. Pesanan dari Eropa nggak kehitung banyaknya. Nama pak Dase juga udah sering banget muncul di buku panduan wisata luar negeri. Wih!

Baiknya, sih, kita yang notabene warga Indonesia asli mau nggak mau harus tau sama kebudayaan satu ini. Syukur-syukur kalau punya kocek lebih, kita bisa ikutan ngoleksi juga. Harga wayang golek-nya sendiri berkisar dari 350 ribu sampai 850 ribu. Terlebih, di Sanggar Tumaritis ini, selain kita bisa melihat langsung proses pembuatan wayangnya, kita juga bisa memesan wayang golek sesuai dengan wajah kita. Proses pembuatannya paling lama 2 minggu.

Nah, kalau mau ke sini dan melihat-lihat aja, kita akan dikenakan biaya sumbangan berkunjung sebesar 500 ribu rupiah. Namun, kalau emang kita mau niat beli kerajinan wayang golek-nya, kita nggak perlu bayar sumbangan. Yuk, diatur jadwalnya buat berkunjung. Jangan lupa, hubungi pak Dase dulu sebelum berkunjung ke nomor teleponnya, 0813 8303 9282.

Sumber: http://goo.gl/KR0cou

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar