Selasa, 13 September 2016

Temui Ridwan Kamil, Facebook Beri Peluang Bandung Promosikan UKM

Perusahaan layanan jejaring sosial ternama Facebook telah resmi menjalin kerja sama dengan Pemkot Bandung dalam hal jual beli online, dimana Facebook menyedikan portal khusus bernama “Little Bandung” sebagai instrumen untuk mempromosikan produk usaha kecil menengah menembus pasar Asia. Walikota Bandung, Ridwan Kamil cukup antusias dengan program baru dalam kerjasama tersebut.

Kepala Pengembangan Ekonomi Asia Pasifik Facebook Clair Deevy mengungkapkan bahwa Kota Bandung menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara yang mendapat kesempatan untuk memasarkan produk UKM menembus pasar Asia. Kota Bandung dipilih, karena memiliki industri kecil berkualitas serta mempunyai keinginan besar untuk bersaing di pasar Asia.

Hal tersebut dikatakan Clair Deevy usai menutup acara pelatihan Boost Your Business With Facebook and City of Bandung tahap II di UPT Sentra Industri dan Perdagangan, Cigondewah, Bandung, Jawa Barat pada hari Rabu tanggal 31 Agustus 2016. “Ini kali ketiga Facebook ke Bandung karena jumlah UKM-nya banyak dan antusias, ada political will dari Wali Kotanya, dan kami harapkan bisnis Facebook ini menjadi instrumen untuk meningkatkan pangsa pasar UKM Bandung,” ungkap Clair Deevy.

Ia menambahkan, “Karena di Indonesia saja pengguna Facebook ada 88 juta. Dengan dilaunchingnya bisnis Facebook yang pembacanya luar biasa, 88 juta mengakses, tergoda dan membeli.”

Selain membuat platform khusus penjualan produk Bandung, Facebook turut melatih para pelaku UKM untuk membuat set-up halaman bisnis dan juga memberi pelatihan mengenai pengemasan produk agar tampak lebih menarik. “Jadi dibantu set up halaman bisnis Little Bandung sebagai portal, halaman bisnis dari pelaku UMKM,” ucap Clair Deevy.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung Erick M Attaurik menambahkan bahwa ada sekitar 100 pelaku UKM dan mentor yang telah dilatih oleh Facebook. Meski jual beli online bukan hal baru, namun masih banyak pelaku UKM yang kesulitan untuk memasarkan produknya sesuai dengan standar internasional.

“Kendalanya skill, fasilitas dan permodalan. Ada beberapa yang enggak paham soal IT, karena peserta pun lintas generasi. Sebab itu, kita beri pelatihan,” tambah Erick M Attaurik.

Dari sisi permodalan, Pemkot Bandung turut berkolaborasi dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) untuk membantu para pelaku UKM lewat Kredit Melati (Melawan Rentenir). “Selain itu, dari segi advokasi, kami juga memperjuangkan agar produk mereka hak ciptanya dilindungi untuk menjaga merek mereka. Kami juga bekerja sama dengan MUI untuk memfasilitasi sertifikat halal,” tutup Erick M Attaurik.

Sumber: http://goo.gl/t7gJXJ

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar