Senin, 19 September 2016

Dana Tebusan Tax Amnesty di Bogor Capai Rp200,2 Miliar

Antusiasme para pengusaha dan wajib pajak untuk mengikuti program tax amnesty di wilayah Bogor terus mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat terlihat dari uang tebusan yang ‎diterima di wilayah Bogor, sudah mencapai Rp200,2 miliar. 

Kepala Kantor Pajak Pratama Bogor, Mamik Eko Soessanto mengatakan peningkatan tersebut terjadi karena para pelaku usaha dan wajib pajak telah memahami dan menyadari fungsi dari tax amnesty yang dilakukan pemerintah.

"Respons pengusaha di Bogor luar biasa. Banyak sekali keuntungan untuk para pengusaha seperti tidak ada biaya balik nama. Banyak yang menyadari manfaat dari tax amesty ini," kata Mamik saat ditemui usai sosialisasi tax amnesty di Kampus Kesatuan, Kota Bogor, kemarin. 

Mamik menambahkan, jumlah pelapor sebagai wajib pajak di Bogor ada 70 ribu. Sedangkan yang ikut tax amnesty sampai September ada 512 dan untuk bulan Agustus ada 294. Pihaknya juga menargetkan dana tebusan tax amnesty mencapai Rp300 miliar‎ hingga akhir periode September 2016. 

"Bogor memang wilayah yang kecil, tapi paling besar uang tebusannya, untuk Jabar. Kalau Kanwil Jawa Barat sendiri punya target sampai Rp1,3 triliun. Kita terus lakukan sosialisasi dengan kelas pajak, di kantor kita, di situ wajib pajak bisa tanyakan soal pajak dan soal tax amnesty ini," jelasnya. 

Sementara itu, salah satu pengusaha yang hadir dalam sosialisasi tax amnesty, Au Bintoro mengaku sangat mendukung dengan program‎ tax amnesty karena banyak keuntungan yang didapat mengikuti program tersebut. 

"Banyak keuntungan, salah satunya persaingan bisnis ke depan akan semakin baik, karena terjadi keadilan antara yang bayar dan yang tidak bayar, karena semuanya pasti bayar pajak," tutur Bintoro. 

Meski demikian, pengusaha furnitur dan perhotelan ini mengakui bahwa kondisi keuangan perusahaan peserta tax amnesty akan sedikit terganggu. Karena uang yang seharusnya beredar harus dialihkan terlebih dahulu untuk membayar pajak. 

"Saya yakin ini hanya jangka pendek, karena semua mencari uang untuk bayar pajak, banyak uang yang seharusnya beredar di lapangan justru lari ke pajak. Untuk ke depannya akan jadi lebih baik," tandasnya.

Sumber: http://goo.gl/QUG0QX

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar