Kamis, 01 September 2016

6.052 Mahasiswa Baru IPB Bogor Pecahkan Rekor Dunia!

Selasa menjadi hari yang istimewa bagi para penghuni kampus Institut Pertanian Bogor (IPB). Tak kurang dari 6.052 mahasiswa berhasil memecahkan rekor dunia, pembentukan formasi atau ‘The Most Mozaic Picture Formation’ di Lapangan Gymnasium, Kampus IPB Dramaga.

Pemecahan rekor itu tercapai dengan formasi transisi tercepat, yakni 42 detik dengan jumlah formasi terbanyak.

Sedari pagi, ribuan mahasiswa baru (Maba) sudah berkumpul di Lapangan Gymnasium. Secara berkelompok, mereka membawa rangkaian kertas asturo, karton duplex, serta banner. Suara lantang mahasiswa senior kemudian memberi komando.

Memerintahkan para maba bergegas membentuk barisan. Perlahan sinar matahari bertambah terik. Rektor IPB Prof Herry Suhardiyanto tampak beberapa kali mondar-mandir memeriksa kesiapan.

Tak kuat menahan teriknya matahari, beberapa Maba pun sempat bertumbangan. Mereka terpaksa dibopong keluar barisan. Ada raut gelisah dari wajah Civitas Akademika IPB saat waktu yang ditunggu-tunggu tak jua datang.

Suara dari komando barisan terdengar menyemangati seluruh Maba agar tidak loyo. Tepat pukul 11.00 WIB, momen langka itu pun tercipta. Predikat The Most Mozaic Picture Formation pun kini menjadi milik IPB.

Dalam waktu 42 detik, 6.052 Maba berhasil melakukan formasi mozaik terbanyak, yakni tujuh mozaik membentuk tulisan ‘Pertanian Semangatku’, gambar padi dengan banner bertuliskan ‘Padi 3S’ yang merupakan varietas padi unggulan temuan peneliti IPB, tulisan ‘IPB Kebanggaanku’, logo IPB, bentuk tulisan ‘Ayo Kita Wujudkan’, gambar Indonesia dengan spanduk bertuliskan ‘Kerja Nyata’, serta gambar satelit lapan IPB dengan banner ”Persembahan Kami untuk Indonesia”.

Jumlah ini menjadi yang terbanyak dan tercepat se-dunia versi Record Holder Republic (RHR) Registry of Official World Records.

“Ini rekor dunia baru dengan tujuh formasi jika dirata-ratakan, untuk satu formasi hanya memakan waktu 6 detik,” ungkap Vice President RHR Indonesia, Halim Sugiarto.

Ia mengatakan, dikategorikan menjadi rekor dunia karena selain unik ada angka tertentu yang dicapai. Terlebih, meski di belahan dunia lain, tepatnya di Spanyol, melibatkan hampir 90.000 orang, namun hanya membentuk 1 formasi mozaik saja.

“Tapi kita lihat dari jumlah dan kecepatannya. Makanya tadi kita challenge, bisa tidak waktunya cepat. Kalau saja lamban kan akan jadi biasa saja,” katanya.

Direktur Kemahasiswaan IPB, Sugeng Santoso, mengungkapkan, formasi mozaik ini lebih dari sekadar mencapai rekor tertentu. Untuk mencapainya, ada perjuangan dimana seluruh panitia harus membuat puluhan ribu media formasi mozaik.

“Diperlukan kerjasama yang luar biasa. Bukan hanya kerja keras, sebab jika tidak ada kerjasama pasti akan muncul gambar-gambar yang miss,” kata Sugeng yang juga amat mengapresiasi panitia sebab tak sedikit yang harus lembur hingga begadang.

Dikatakan Sugeng, pembentukan formasi mozaik ini memang sedianya sudah pernah dilakukan tahun lalu, hanya saja saat itu hanya melibatkan 3.000 an Maba dan dua formasi. Karenanya, ada satu momen (MPKMB) yang merupakan gabungan dari S1 dan Diploma.

“Ya, ini baru kali pertama MPKMB S1 dan Diplima bersama-sama. Meski penutupannya berbeda,” tandasnya.

Sumber: http://goo.gl/sI91nA

Reactions:

1 komentar:

  1. saya ibu irma seorang TKI DI SINGAPURA
    pengen pulang ke indo tapi gak ada ongkos
    sempat saya putus asah apalagi dengan keadaan susah
    gaji suami itupun buat makan sedangkan hutang banyak
    kebetulan saya buka-bukan internet mendapatkan
    nomor MBAH SERO katanya bisa bantu orang melunasi hutang
    melalui jalan TOGEL dengan keadaan susah terpaksa saya
    hubungi dan minta angka bocoran SINGAPURA
    angka yang di berikan 4D yaitu 6377 TGL 01-09-2016
    ternyata betul-betul tembus 100% alhamdulillah dapat Rp.250.juta
    bagi saudarah-saudara di indo mau di luar negeri
    apabila punya masalah hutang sudah lama belum lunas
    jangan putus asah beliau bisa membantu meringankan masalah
    ini nomor hp -> (-082-370-357-999-) MBAH SERO
    demikian kisah nyata dari saya tampah rekayasa
    atau silahkan buktikan sendiri..

    BalasHapus