Jumat, 30 September 2016

100 Montir Beradu Keahlian Service di Bogor

Sebanyak 100 montir dari beberapa wilayah di Indonesia beradu keahlian dalam menservis sepeda motor dalam ajang Castrol Mecanic Contes (CMC) 2016. Dari 100 montir akan dipilih yang pasangan terbaik untuk diadu di tingkat ASEAN.

Country Marketing Castrol Indoenesia Deananda Sudijono dalam keterangannya menuturkan, CMC 2016 merupakan langkah nyata perusahaan Castol Indonesia untuk meningkatkan kualitas layanan di bengkel-bengkel Castrol.

"Kontes ini digagas sejak Juli 2016. 100 montir yang terpilih merupakan hasil dari kualifikasi sekitar 2.000 bengkel Castrol yang tersebar di Indonesia dan pada hari ini ditentukan siapa montir terbaik," kata Dea, dalam keterangannya di Sentul, Babakanmadang, Kabupaten Bogor.

Untuk kontes kali ini, lanjut Dea, para montir diberikan tantangan untuk menservis motor jenis matik. Selanjutnya pemenang nantinya akan diikutsertakan dalam kontes servis internasional tingkat ASEAN di Thailand, pada November 2016.

Pemenang kontes 2016 sendiri dimenangkan dari bengkel Berkat Motor, Tangerang. "Pasangan montir tersebut berhak mendapatkan uang Rp 20 juta, juga akan diadu dengan montir se-ASEAN November nanti," tambah Dea.

Salah satu juri Nursim mengatakan, parameter penilaian yang menjadi tantangan kontes kali ini berbeda dengan kontes-kontes tahun sebelumnya. Dia mengatakan, kontes kali ini para montir diberikan tantangan untuk memperbaiki motor matik.

"Motor matik tentunya mempunyai tantangan tersendiri. Berbeda dengan motor yang menggunakan perseneling kopling. Permasalahan yang paling sering dialami motor metik adalah pemasalahan kelistrikan," katanya.

Untuk itu, para montir akan diuji perihal kelistrikan, selain juga mengetahui teknik mesin dan onderdil motor. Hal lain penilaian, yakni terkait kecepatan seorang montir untuk dalam memperbaiki juga kerapihan montir saat melakukan perbaikian motor.

Sumber: http://goo.gl/pkCNOi

Pameran Komputer dan Gadget di Bogor Siap Berbeda Tahun Ini

Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) DPD Bogor kembali berencana membuka pameran tablet dan komputer pada 29 November – 4 Desember mendatang di Botani Square.

Pameran akhir tahun ini merupakan pameran pertama dari pengurus Apkomindo yang baru. Tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Selain jumlah stand lebih sedikit, juga melibatkan vendor langsung. Ketua Apkomindo Bogor, Rusli Prihatevy mengatakan, berbeda dengan tahun sebelumnya, pameran tahun ini hanya sekali.

“Kalau periode lama itu dua kali setahun. Sekarang cuma sekali tapi lebih dimaksimalkan semuanya, terutama booth yang disiapkan panitia,” ungkap Rusli Prihatevy kepada Radar Bogor, saat konferensi pers.

Bahkan untuk lebih memaksimalkan, booth yang tersedia hanya 28 baik itu standar, VIP dan VVIP.

Sebelumnya lebih dari 30 booth, yang terdiri dari biasa dan VIP. Tahun ini ada 14 standar, 12 VIP dan 2 VVIP. Mereka yang mengikuti pameran merupakan peran serta vendor masing-masing.

“Yang mengisi booth bukan vendor tapi toko yang ada di Bogor. Yang tak lain anggota Apkomindo sendiri,” ucap Rusli semangat.

Tidak ada vendor langsung yang ikut serta pameran. Tipe booth dilihat dari luas booth. Ketua Panitia, Taufik menambahkan, tahun ini tidak hanya didukung dari smartphone dan jaringan operator juga didukung Microsoft.

Karena waktu cukup panjang, panitia akan lebih luas melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Walaupun pameran dilakukan dalam situasi bisnis IT dan smartphone sedang tidak membaik, panitia tetap optimis akan mencapai target, baik itu traffik pengunjung maupun omset pendapatan dari peserta stand.

Tambahnya, untuk traffik pengunjung diharapkan jauh lebih ramai dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan untuk omset dipastikan lebih besar. Tahun ini diharapkan mampu menyerap dana Rp2- 3 miliar tiap harinya.

Sedangkan untuk peserta festival, sebagian besar merupakan produsen langsung tak hanya counter atau indovidu.

“Diikuti branded terkenal dari komputer dan gadget,” jelasnya. Bahkan tak hanya produsen dari komputer dan gadget, beberapa pemegang merk dari CCTV dan printer juga terlibat. “Kebutuhan saat ini untuk CCTV dan printer juga semakin tinggi,” imbuhnya.

Tidak cuma memperkenalkan produk baru dari masing-masing merk tapi juga mereka memberikan harga khusus untuk beberapa produk.

Sumber: http://goo.gl/GgZG6M

IPB panen 3 ton ikan nila unggulan

Sebanyak 3 ton ikan nila unggulan dipanen dari kolam percobaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor, Kampus Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Rektor IPB Prof Herry Suhardiyanto mengapresiasi keberhasilan FPIK untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan dua tahun silam yakni meningkatkan produktivitas budi daya ikan untuk mensuplai kebutuhan ikan segar di seluruh kantin yang ada di kampus tersebut.

"Dua tahun lalu saya menantang FPIK IPB untuk bisa meningkatkan produktivitas budi daya ikan nila ini untuk memasok kebutuhan ikan segar bagi kantin-kantin yang ada di lingkungan kampus, dan tantangan itu terjawab," kata Herry saat menyaksikan kegiatan panen. 

Herry menyebutkan, keberhasilan FPIK IPB tersebut dapat dikembangkan dengan membuat model sistem budidaya ikan di tambak yang dapat diperluas pemanfaatannya hingga kemasyarakat, sehingga mendorong target pemerintah wujudkan swasembada protein di tahun 2025.

"Panen ikan ini merupakan salah satu kontribusi IPB dalam wujudkan swasembada proteni hewani 2025. IPB mampu menghadirkan jenis-jenis ikan berkualitas baik dan memberikan contoh cara budi daya dan produksi ikan yang baik kepada masyarakat," katanya.

Ia mendorong, FPIK IPB untuk hadir di tengah masyarakat untuk meningkatkan kebutuhan protein. Karena kebutuhan protein yang cukup dapat mencerdaskan anak-anak bangsa.

"Harapannya, upaya yang dikembangkan FPIK IPB ini menjadi model perikanan yang komprehensif dan integreted, dimulai dari benih, pendederan, pembesarn dan pakan, sampai pengolahan. Ini perlu dikembangkan skala besar, dan IPB siapkan benih yang bersertifikasi," katanya.

Sementara itu, Dekan FPIK IPB Prof Luky Adrianto. MS.c mengatakan, ikan nila yang yang dipanen merupakan jenis ikan unggulan yakni Ikan Nila Merah, hasil rekayasa benih menggunakan teknologi maskulinisasi yakni mengubah betina menjadi benih jantan yang lebih tahan terhadap penyakit dan cepat tumbuh.

"Keunggulannya, dalam waktu 3,5 bulan sudah bisa dipanen. Dari dua kolam yang kita panen menghasilkan 3 ton ikan nila merah," katanya.

Menurutnya, kebutuhan ikan nila di masyarakat cukup tinggi. Sebagai contoh, satu hari kebutuhan ikan nila di Bogor bisa mencapai 10 - 20 ton. Hal ini mendorong IPB untuk mengembangkan budidaya ikan nila unggul yang dapat mencukupi kebutuhan pasar.

"Ikan nila merah disukai pasar domestik, keunggulannya cepat besar dan tahan penyakit. Dalam waktu 3,5 bulan sudah bisa panen, berat maksimumnya 2 kg sama dengan tiga ekor ikan," katanya. 

Ia menambahkan, FPIK IPB mengembangkan strategi Sustainable Adaptive Fisheries Production, dimana salah satunya mengembangkan produksi budidaya perairan yang lestari dan bertangggung jawab.

Menurutnya, ada tiga hal strategis terkait perikanan budidaya berkelanjutan yaitu inovasi di bidang teknologi benih ikan, vaksin dan pakan ikan, sistem dan teknologi budidaya yang efisien serta berkelanjutan.

"Dalam kerangka ini, inovasi budidaya perikanan berkualitas ditunjang Satuan Usaha Akademik yaitu Kolam Percobaan di Kampus IPB Darmaga menjadi sentra pengembangan inovasi dan teknologi budidaya perairan. Salah satu contohnya, menghasilkan benih unggul ikan ekonomis penting seperti benih ikan IPB-C1 (ikan nila merah) dan sistem budidaya inovatif maskulinisasi, agar ikan cepat tumbuh dan tahan penyakit," katanya.

Sumber: http://goo.gl/Ky21IO

Inilah Peluang Bisnis Produk Halal

Kurang dari satu pekan mendatang perhelatan akbar Indonesia International Halal Lifestyle Expo and Conference (IIHLEC) 2016 akan digelar pada tanggal 06 Oktober sampai 08 Oktober 2016 di Ciputra Artpreneur.

Ajang ini rencananya akan menjadi yang pertama dari acara yang bakal diselenggarakan tiap tahun.

Ketua Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar mengatakan beberapa negara di dunia masing-masing telah punya aktivitas terkait dengan industri halal. Merekapun telah diadakan kegiatan itu secara rutin tiap tahun. Bahkan negara-negara yang mayoritas penduduknya bukan Muslim.

"Potensi ekonominya cukup besar, karena penduduk muslim cukup besar yakni 1,8 miliar penduduk dunia, bayangkan berapa hijab yang bisa diproduksi, jika satu orang punya satu hijab," kata Sapta di Kantor Kementerian Perindustrian.

Kata Sapta, IIHLEC mencoba untuk mengisi kesenjangan di bidang pengembangan bisnis halal dengan menampilkan expo showcase produk halal konfrensi untuk membahas tren global dan kesempatan bisnis di industri halal hingga menampilkan seni dan budaya bernuansa religi yang dikemas dalam nuansa kolaborasi musik etnik dan modern.

Secara keseluruhan expo akan mencakup 10 sektor yang menjadi bagian dari gaya hidup halal. Yakni, makanan, pariwisata, fashion, kosmetik, pendidikan, finansial, farmasi, media dan rekreasional, layanan kesehatan dan kebugaran serta seni dan budaya.

"Dengan acara ini, diharapkan kita akan menjadi salah satu negara yang tercatat jadi penyelenggara Halal Expo dan Conference. Tahun 2017 dan 2018 semoga saja kita sudah masuk agenda global untuk bulan Oktober," katanya.

Sumber: http://goo.gl/6KbhKK

Kamis, 29 September 2016

Industri Rumahan Ini Manfaatkan Barang Rongsokan untuk Produksi Alat Dapur

Bogor, selain kaya akan produksi kuliner, juga menyimpan banyak sumber daya manusia yang kreatif.

Usaha Kecil Menengah (UKM) Srikandi Kota Bogor, merupakan sebuah industri rumahan yang memproduksi berbagai alat dapur.

Syamsiah (50) misalnya. Dia satu di antara pengusaha rumahan di kampung Situ Asem, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal.

"Kalau di sini memang dari dulu sudah banyak yang membuat alat-alat dapur seperti serokan, parutan, dan banyak lagi. Tapi, masih dalam skala kecil," jelas Syamsiah.

UKM Srikandi milik Syamsiah ini merupakan industri rumahan yang menggunakan barang rongsokan yang dibeli dari pengepul.

"Itu panggangan sate dari limbah kulkas, kita beli dari tukang rongsokan besi-besi tua gitu, ada pengepulnya, kita beli di sana," ujar Syamsiah.

Barang-barang yang diproduksi syamsiah di antaranya adalah tempat pembakaran sate, tempat pembakaran ayam, besi kalender, gantungan baju, dan masih banyak lagi.

Sudah 20 tahun lebih Syamsiah menggeluti usaha yang ditinggalkan orang tuanya itu secara turun menurun. Syamsiah pun terus mengembangkan usaha tersebut.

Bahkan, dia mempekerjakan tetangganya untuk menggerakan produksi. "Alhamdulillah karyawan di sini bisa dibilang gajihnya hampir sama dengan UMR," jelasnya.

Bagaimana memasarkan hasil produksi? Mereka masih memanfaatkan momentum hari besar untuk memaksimalkan penjualan.

"Kalau musim Lebaran Haji kita perbanyak produksi bakaran sate, kalau tahun baru panggangan ayam kita banyakin produksi, kalau hari biasa disesuaikan dengan permintaan pasar," ucap Syamsiah.

Syamsiah pun berharap hasil produksi tersebut, bisa dikirim ke berbagai daerah di Indonesia.

"Kalau untuk impor memang agak sulit ya persaingannya, tapi mudah-mudahan bisa dikirim ke banyak daerah di Indonesia," harapnya.

Hingga kini, dalam seminggu Syamsiah bisa menjual puluhan hingga ratusan perlengkapan dapur ke wilayah sekitar Bogor: Depok, Tangerang, Jakarta, dan Bandung.

Sumber: http://goo.gl/Cwuxov

Produk UKM Lokal Ramaikan Objek Wisata di Bogor

Puluhan produk usaha kecil menengah (UKM) Bumi Tegar Beriman sudah mulai dijual di tempat-tempat wisata, pusat oleh-oleh, hingga hotel bintang empat.

Hal ini, setelah BUMD PT. Sayaga Wisata melalui unit bisnisnya Oleh-oleh Khas Bogor (OKB) ikut memasarkan produk-produk UKM mulai dari makanan, minuman, handy craft, taplak meja dan Batik Bogor.

"Ada lebih dari 50 produk UKM yang kita pasarkan di objek wisata, pusat oleh-oleh dan hotel yang tersebar di Kota ataupun Kabupaten Bogor," ujar PIC OKB PT. Sayaga Wisata Bambang Sumantri.

Ia menambahkan objek wisata yang ikut menjual produk UKM OKB, ada di Water Boom Cileungsi, Jungleland Sentul, Camp Hulu Cai, Taman Wisata Matahari dan Taman Safari di Indonesia.

"Untuk hotel yang ikut menjual produk UKM OKB ada Hotel Neo, Pajajaran Suites, Aston BNR, Amorosa dan lainnya. Di objek wisata dan hotel, selain dijual satuan, produk-produk UKM OKB ini juga dijual perpaket atau Goody Bag dengan harga Rp50-100 ribu," tambahnya.

Produk-produk ini merupakan kumpulan produksi 40 pengusaha dan satu kelompok UKM yang disatukan dalam satu label bernama OKB.

"Merk produk UKM tetap ada, hanya dalam kemasan produk juga ditempelkan logo OKB agar mudah dalam menjual atau menitipkan produk UKM ke outlet-outlet jaringan PT. Sayaga Wisata," papar ayah satu anak ini 

Sumantri melanjutkan produk UKM OKB ini dijual dengan harga mulai Rp5.000 hingga Rp 25.000. Hingga setelah sebulan di soft launching masyarakat terbilang antusias, baik untuk membeli ataupun mendaftarkan produknya.

"Produk-produk UKM OKB ini sudah memenuhi standar dan layak konsumsi itu dilihat dari adanya label halal, PIRT dan BPOM," lanjutnya.

Terpisah, Direktur Operasional PT. Sayaga Wisata Ivan Fadilah mengatakan pemberdayaan masyarakat ini sesuai arahan Bupati Bogor Nurhayanti. "Lewat OKB, PT. Sayaga Wisata tak hanya memberdayakan produk-produk pengusaha UKM tetapi juga memberikan pelatihan managemen usaha, membuat packaging yang bagus hingga pemasaran. OKB ini kami harapkan menjadi bagian dari wisata kuliner dan belanja khas Bogor," kata Ivan.

Mantan Abang Jakarta tahun 1992 dan Pemain film Assalamualaikum Beijing ini melanjutkan dalam menjalankan OKB ini, PT. Sayaga Wisata menggandeng Fakultas Teknologi Industri Pangan IPB.

"Dengan menggandeng FakultasTeknologi Indistri Pangan IPB, produk yang dibuat pengusaha UKM Bogor kami jamin kelayakan, baik rasa maupun dari segi kesehatan," pungkas Ivan.

Sumber: http://goo.gl/1JeLTw

Investor Turki Kepincut Produk UKM Bogor

Siapa yang menyangka produk rumahan Indonesia pun bisa menarik minat investor asing. Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat dilirik investor asing asal Republik Turki.

Small And Medium Enterprises Organization (Kosgeb), sebuah lembaga di bawah Kementrian Industri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Turki ini meninjau langsung produk UKM di Bogor yang nantinya dipasarkan di negara itu.

Perwakilan delegasi Kosgeb yang terdiri dari Wakil Presiden Kosgeb Sulaiman Islammauni, Ketua Departemen Kosgeb, Neemi Uzun, Direktur Kosgeb, Mustafa Deniz, dan staf ahli Kosgeb Murat Alper, kagum akan potensi yang dimiliki Kabupaten Bogor.

"Saya melihat semua produk UKM Kabupaten Bogor berkualitas," kata Wakil Presiden Kosgeb Sulaiman Islammauni ditulis.

Dirinya sangat tertarik dan siap menerima produk-produk UKM terutama ciri khas Bogor. "Untuk ekspor ke Turki kami lebih memilih yang khas budaya Bogor seperti kerajinan atau souvenir Kujang dan lainnya," kata dia.

Sementara itu, Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, kedatangan mereka membuka peluang bagi pelaku usaha di Bogor untuk mengembangkan sayapnya yang selama ini masih terkendala pemasaran.

"Hari ini, ada perwakilan Kosgeb asal Turki datang dan tertarik untuk membantu pemasaran di negaranya. Dengan adanya peluang ini kita harus siap, dan kami akan membantu agar produk Bogor bisa go Internasional," ujarnya.

Menurutnya, kedatangan delegasi Kosgeb merupakan kunjungan balasan delegasi Apkasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor ke Republik Turki beberapa waktu lalu.

"Tujuannya untuk meningkatkan daya saing UKM di pasar global. Kerja sama ini juga untuk membuka pasar di Turki sesuai spesifikasi di sana," terangnya.

Tak hanya itu, hasil kunjungan mereka juga untuk membahas aspek legal, finansial, dan skema pembiayaan.

"Tadi juga dibahas kerja sama di bidang teknologi produksi, standar produk dan pemasaran produk, pembangunan pusat pendidikan dan pelatihan untuk pengembangan UKM di Kabupaten Bogor," ujarnya. (Achmad Sudarno)

Sumber: http://goo.gl/lFoD1r

Rabu, 28 September 2016

Bisnis Daring Cocok untuk Mahasiswa

Praktisi yang juga pimpinan On Store E-Bisnis Andri Salim menyatakan bisnis daring/online itu sangat cocok untuk mahasiswa sebab waktunya bisa fleksibel. Namun ia menyayangkan masih banyak pemula dalam bisnis itu yang belum bisa "menjual".

"Selama ini, bisnis online sedang 'eksis' di kalangan masyarakat," kata Andri Salim saat membagikan pengetahuan serta pengalaman dalam seminar bertajuk The Internet Millionaire: Kiat Sukses Bisnis Via Internet di Universitas dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Andri, banyak masyarakat menggunakan media online untuk berjualan atau hanya sekadar membeli, namun banyak masyarakat yang memiliki produk bagus yang kesulitan untuk menjual produknya.

Hal ini, katanya, karena kurangnya pengalaman promosi, sehingga ia tidak hanya menyampaikan materi, namun juga memberikan Platform kepada mahasiswa untuk bergabung dalam bisnis On Store miliknya. "Kita akan memberikan peluang kepada mahasiswa untuk praktik secara langsung menjadi pengusaha. Karena selama ini mereka sudah mendapat banyak teori di kampus dan sekarang waktunya praktik di lapangan," katanya.

Andri berharap jika bisnisnya ini dapat menolong mahasiswa ataupun masyarakat untuk menjual produknya sehingga mudah bagi partner-nya mendapatkan penghasilan tambahan. Selain itu, Andri juga memberikan poin penting bagi masyarakat yang ingin berjualan online yaitu, kualitas produk, harga yang bersahabat, serta yang terpenting cara memasarkan.

"Pemasaran online berbeda dengan pemasaran offline. Jika kita memasarkan produk di media sosial, cara jualan juga menggunakan gaya sosial, bukan gaya jualan yang kaku. Bahasa, cara menawarkan, serta cara menceritakan produknya harus lebih menarik," ujarnya.

Dengan sistem penjualan yang tepat, Andri mengatakan semua orang bisa menjadi berjualan secara daring. Andri menanamkan kepada mahasiswa agar tidak berpikiran jika bisnis daring itu susah.

Sumber: http://goo.gl/aymMmd

TPA Cipayung Longsor, Depok Tak Sabar Kirim Sampah ke Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengeluarkan surat percepatan pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Nambo, Kabupaten Bogor. Hal itu disebabkan TPA Cipayung Depok kondisinya sudah semakin kritis dan kelebihan kapasitas. 

Sebulan terakhir, setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut, terjadi pergeseran tanah yang menyebabkan sampah longsor atau amblas, karena sampah di setiap kolam menampung air hujan dan ditambah tekanan alat berat.

“Bingung kami buang sampah kemana? Karena TPA Cipayung sudah penuh. Sedang cari teknologi yang tepat untuk kelola sampah sendiri. TPA Nambo sangat diharapkan banget, karena itu kami keluarkan surat percepatan permohonan pada Gubernur Jawa Barat,” kata Kepala UPT TPA Cipayung Depok, Iyay Gumilar.

Iyay menambahkan, sudah ada perjanjian untuk mengurangi jumlah volume sampah yang diangkut ke Depok jika sudah diangkut ke TPST Nambo. Sayangnya, TPST Nambo belum mulai dioperasikan.

“Masih belum bisa buang sampah ke sana, padahal kami butuh sekali. Masih ada sesuatu yang kurang di sana untuk dioperasikan. Kalau sudah bisa diangkut ke sana akan dikirim 500 ton, beban kami akan berkurang,” jelasnya.

Setiap hari ada 750 ton sampah dibuang ke TPA Cipayung. Saat ini, pihaknya tengah memperbaiki kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang rusak akibat longsornya sampah

“Ini hanya Depok saja sampah yang masuk, kalau DKI juga kirim ke sini bisa luber. Kami masih mencari teknologi tepat guna untuk memilah sampahnya kepada pemerintah pusat,” tandasnya.

Sumber: http://goo.gl/OnFVWi

Peluang Usaha Dari Kroket Smoked Beef Mayo Lapis Nori

Nori tidak melulu harus ada di sepiring hidangan sushi ala Jepang saja, kok! Kini, Anda bisa membuat camilan sehat dengan kreasi nori atau rumput laut. Seperti resep yang satu membuat kroket smoked beef mayo lapis nori sebagai ide bisnis kuliner bagi Anda. Siap mencobanya?

Bahan kulit membuat smoked beef mayo lapis nori:
650 g kentang, kukus, haluskan
1 sdm mentega tawar
1 bh kuning telur
1 sdt garam
¼ sdt merica bubuk
1 sdt pala bubuk
2 lbr nori, potong menurut besarnya kroket
minyak untuk menggoreng
Isi, Aduk Rata:
4 lbr smoked beef, potong kotak
100 g mayones
75 g keju cheddar parut
1/8 sdt merica
Pencelup:
3 btr telur, kocok lepas
Pelapis:
100 g panir kasar

Cara membuat smoked beef mayo lapis nori:
1.    Kulit: Campur kentang, mentega, kuning telur, garam, merica dan pala bubuk. Aduk rata.
2.    Ambil sedikit bahan kulit. Tambahkan isi. Bentuk oval. Bungkus dengan nori hingga terbalut seluruhnya.
3.    Gulingkan di atas pelapis. Celupkan ke dalam bahan pencelup. Gulingkan kembali di atas bahan pelapis.
4.    Goreng di atas minyak yang sudah dipanaskan di atas api sedang hingga kecokelatan.

Sumber: http://goo.gl/bH1z6Q

IPB Kenalkan Science Techno Park di Indonesia

Institut Pertanian Bogor (IPB) memperkenalkan IPB Science Techno Park. IPB Science Techno Park merupakan sebuah kawasan pengembangan inovasi dan area terpadu yang digunakan untuk pengembangan dan komersialisasi hasil inovasi produk serta jasa bidang pertanian tropis, pangan dan biosains termaju di Indonesia.

Rektor IPB, Herry Suhardiyanto, dalam sambutannya mengatakan, suatu kebanggaan bagi kampusnya membangun IPB Science Techno Park untuk mendukung kegiatan penelitian komersial dan pengembangan produk inovatif.

"Kami berharap IPB Science Techno Park memberikan keuntungan ekonomi berupa peningkatan nilai tambah produk dan penciptaan lapangan pekerjaan, keuntungan sosial berupa tersedianya wahana edutainment bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Rektor.

Ia menuturkan, IPB punya ratusan inovasi. Sepanjang delapan tahun terakhir itu, dari 828 produk inovasi nasional, 316 karya atau 38 persen di antaranya dari IPB. Sayangnya, kata Herry, banyak produk hasil inovasi civitas akademika perguruan tinggi belum dilirik dunia bisnis. Menurutnya, ada sejumlah tahap yang perlu dilalui agar produk inovasi bisa dikomersialkan.

"Diharapkan dengan adanya IPB Science Techno Park didukung fasilitas dan infrastruktur yang baik dengan peraturan yang kondusif," paparnya.

Direktur PT Bogor Life Science and Technology (BLST) IPB, Meika Syahbana Rusli, menjelaskan, IPB Science Techno Park didirikan di kawasan Kampus IPB di Taman Kencana Bogor dengan total area seluas 3,46 hektare. Pengembangan tahap pertamanya dilakukan hingga tahun 2019 mendatang.

Untuk memenuhi hal tersebut, IPB Science Techno Park menyelenggarakan berbagai program diantaranya, penyediaan layanan fasilitas laboratorium dan pilot plant serta jasa analisis bagi riset komersial dan pengembangan produk.

“Selain itu, juga menyelengarakan inkubasi bagi start-up bisnis berbasis science dan technology. Program lainnya seperti interfacing antara inovator dengan kalangan industri dalam komersialisasi hasil inovasi sebagai upaya komersialisasi hasil inovasi. Selain itu juga perlu disediakan layanan pengembangan sumberdaya manusia dan solusi bisnis di bidang pertanian tropis, pangan, dan biosains,” imbuhnya.

Dalam kawasan IPB Science Techno Park tersebut juga dibangun sharing laboratory building and facility, sharing pilot plant area and facility, multi tenant building, edutainment dan galeri inovasi IPB, training dan meeting center, research center, guest house dan restaurant, park management , ruang terbuka hijau, area parkir serta fasilitas pendukung lainnya.

“Jadi IPB Science Techno Park ini merupakan tempat untuk melanjutkan fase penelitian sehingga hasil inovasi dapat diimplementasikan sebagai produk yang bisa ditawarkan dan dijual kepada masyarakat. Ratusan hasil penelitian IPB dan inovasinya dapat ditemui di IPB Science Techno Park,” tutur Meika.

Ia pun berharap ke depannya IPB Science Tekno Park menjadi Science Techno Park paling produktif dan terkemuka di bidang pertanian tropis, pangan dan biosains di Asia Tenggara.

Adapun, produk unggulan di IPB Science Techno Park diantaranya, benih padi IPB 3S, pepaya calina, beras analog, katulac pakan tambahan sapi perah, fastrex transporter di lahan perkebunan dan kehutanan, mie jagung, sormeal sereal sehat berbahan sorgum, sasumuzi, inventpro enzim rekombinan reverse transcriptase, serta rapid test flu burung berupa test kit untuk mendeteksi flu burung secara cepat.

Sumber: http://goo.gl/pxqTej

Bukalapak nyatakan satu juta UKM bergabung ke bisnis online

Bukalapak, situs penyedia konten jual-beli online menyebutkan setidaknya sudah ada satu juta pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang bergabung menjadi pelapak di bisnis online.

"Di Indonesia, sekarang ini setidaknya ada sekitar sembilan juta pelaku UKM yang tersebar di berbagai daerah," kata Kepala Mitra Bisnis Bukalapak, Rahmat Andika, di Semarang.

Dari sekitar sembilan juta pelaku UKM di Indonesia, kata dia, sebanyak satu juta pelaku UKM di antaranya berhasil diintervensi menjadi pelapak di Bukalapak untuk memasarkan produknya secara online.

Menurut dia, pemasaran produk secara online memiliki berbagai kelebihan, di antaranya cakupan atau jangkauannya lebih luas, lebih efektif, dan efisien, dibandingkan pemasaran secara offline.

"Sekarang sudah banyak yang sadar untungnya pemasaran secara online. Bahkan, cabai dan bawang merah pun sekarang sudah dijual melalui Bukalapak. Terutama, ketika naiknya harga komoditas itu," katanya.

Dengan model pemasaran online, lanjut dia, pengusaha cabai dan bawang bisa meraup untung banyak dengan menjual komoditasnya karena bisa memangkas banyak alur perdagangan sampai ke konsumen.

Untuk sekarang ini, Andika mengakui kecenderungan produk-produk yang banyak diminati di Bukalapak adalah produk fashion yang kontribusinya sampai 20-30 persen, disusul sajian makanan alias kuliner.

"Dulu, orang beli pakaian lewat online terkesan aneh dan tidak umum. Beli baju atau pakaian, ya, biasanya langsung. Namun, sekarang sudah banyak yang memiliki online untuk fashion," katanya.

Bahkan, kata dia, masyarakat juga sudah sadar bagaimana keamanan dalam bertransaksi secara online, salah satunya melalui Bukalapak yang meminimalkan penjual-pembeli bertransaksi langsung.

"Jadi, pembeli akan transfer uang ke rekening bersama Bukalapak. Kalau barang sudah sampai ke tangan pembeli, baru uang akan diteruskan ke penjual. Jika barang tidak cocok, uang bisa dikembalikan," katanya.

Ada pula, kata Rahmat, pelapak yang menyertakan jaminan asuransi untuk mengantisipasi kondisi barang rusak saat sampai ke tangan konsumen, misalnya menyadari risiko untuk barang-barang tertentu.

Sumber: http://goo.gl/iwSsCo

Senin, 26 September 2016

Edukasi Keselamatan Berkendara Lewat Kompetisi Mewarnai Helm Anak

Kutu Community ikut meramaikan Burtor 2016 di Senayan dengan menggelar lomba mewarnai helm anak. Kegiatan ini sebagai komitmennya dalam menyebarkan virus keselamatan berkendara aman.

Kegiatan ini memiliki misi untuk menanamkan pentingnya penggunaan helm sejak usia dini. Para peserta lomba mewarnai diikuti oleh anak usia 4 sampai 6 tahun yang dimulai Sabtu, 24 September jam 10.00 WIB dan diikuti 20 anak.

“Lomba mewarnai helm anak ini menjadi salah satu bagian dari misi Kami dalam mengampayekan keselamatan berkendara aman di jalan,” ujar Jon Ashari, Ketua Kutu Distrik Tangerang, yang menjadi kordinator lomba melalui keterangan resminya.

Para peserta diberi waktu selama 2 jam untuk berkreasi dan berkarya sesuai dengan keinginan masing-masing. Setelah melakukan pendaftaran ulang, para peserta lomba diberikan spidol berwarna dan helm GM yang dipakai dalam memfasilitasi kreatifitas anak.

“Kegiatan ini sangat positif untuk anak-anak. Selain memberikan sarana kreatifitas, pesan keselamatan berkendara juga akan terpatri,” ungkap H. Yandi dari bilangan Pondok Gede yang mendampingi putrinya berusia 6 tahun.

Dari 20 peserta terpilih 3 juara. Difa Athaya dari SD Syafana Islamic School Serpong terpilih sebagai juara 1. Juara 2 diraih oleh Mirza M Rahman dari SDN Kedung Halang 3 Bogor dan Rayyan Ahmad Akbar dari TK Al-Ittihadiah berhasil menjadi juara 3.

Para juara mendapat piala dan Helm GM. Begitu juga dengan semua anak yang mengikuti lomba ini mendapatkan Helm GM, baju dan bingkisan berisi makanan ringan untuk dibawa pulang.

Sumber: http://goo.gl/a0MrVY

Anak Yang Kurang Tidur Berisiko Jadi Perokok & Konsumsi Narkoba

Tidur merupakan kebutuhan pokok setiap orang. Mulai bayi, anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua disarankan untuk tidur cukup setiap harinya. Menurut medis dan beberapa ahli, seseorang membutuhkan tidur atau waktu istirahat setidaknya 7 sampai 8 jam setiap hari. Kurang atau lebih dari waktu ini, dikatakan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Tidur yang kurang atau berlebih juga sangat memungkinkan seseorang mengalami berbagai risiko kesehatan mental dan perasaan yang kurang nyaman serta tenang. 

Dikutip dari anak-anak atau remaja yang kurang tidur bahkan sangat berisiko menjadi pecandu rokok juga konsumsi narkoba ketika ia tak memiliki tidur cukup setiap harinya. Selama 10 tahun terakhir, para peneliti telah memantau sedikitnya 186 anak di Pennsylvania Barat dan menemukan bahwa anak-anak yang kurang tidur cenderung menjadi pecandu rokok dan menggunakan narkoba untuk mengisi waktu luang selama terjaga. 

Tak hanya itu saja, anak-anak hingga remaja yang mengalami masalah kurang tidur atau insomnia juga diketahui cenderung lebih rentan konsumsi alkohol. Peneliti yang tergabung di Department of Psychiatry di University of Pittsburgh School of Medicine mengungkapkan jika anak-anak yang kurang tidur akan memasuki usia remaja yang lebih cepat dari seharusnya. Kemungkinan anak-anak ini konsumsi rokok, narkoba dan minuman keras bahkan 20 persen lebih tinggi dari anak-anak yang memiliki tidur cukup dan berkualitas setiap harinya. 

Para ahli mengungkapkan jika masalah kurang tidur pada anak bisa disebabkan oleh berbagai hal. Hal tersebut bisa berupa pergaulan yang kurang baik, kecemasan yang berlebihan, stres berat hingga depresi atau karena kondisi lingkungan yang memungkinkan anak tidak bisa tidur lebih awal. Dr Brant Hasler, seorang asisten profesor psikiatri dan psikologi mengungkapkan jika anak laki-laki yang lebih mudah mengalami gangguan tidur hingga penggunaan narkoba dan merokok. 

Sementara itu, akibat dari kurang tidur dan penyalahgunaan rokok, narkoba serta minuman beralkohol ini, saat dewasa kelak remaja-remaja tersebut akan sangat mudah mengalami gangguan tidur atau insomnia. Mereka juga dikatakan sangat rentan terhadap risiko kanker, stroke, jantung hingga penyakit berbahaya lainnya. 

Atas temuan ini, para ahli menyarankan agar setiap orang tua memantau buah hati dengan baik dan memastikan buah hati memiliki kualitas tidur baik serta waktu tidur cukup. Semoga, informasi ini bermanfaat dan kita semua tentu berharap bahwa buah hati di sekitar kita tak akan ada yang pernah kecanduan rokok, minuman keras apalagi narkoba.

Sumber: http://goo.gl/riAmEu

Jangan Salah, Kebanyakan Diberi Protein Tak Baik Bagi Kesehatan Anak-anak

Protein memang merupakan salah satu asupan yang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan anak-anak. Meskipun demikian, bukan berarti orang tua dianjurkan untuk memberikannya banyak-banyak.

Alasannya, memberikan terlalu banyak asupan protein juga justru dapat memberikan efek negatif bagi kesehatan anak.

Menurut peneliti Prof Yvan Vandenplas dari Universitair Ziekenhuis Brussel, Belgia, protein merupakan makronutrien yang sangat dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Pemilihan jenis dan jumlah protein yang tepat menurut Prof Yvan juga tak kalah penting.

"Asupan yang terlalu rendah bisa bikin risiko malnutrisi dan gangguan pertumbuhan. Tapi kalau terlalu banyak juga tidak baik untuk anak. Hal ini bisa meningkatkan risiko obesitas, hipertensi dan gangguan metabolisme," ungkap Prof Yvan dalam seminar media 'Nutrition for Long Term Health: The Role of Protein' yang diselenggarakan di Hotel Atlet Century Park, Jakarta.

Ia juga menuturkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak-anak sangat bergantung pada kecukupan asupan makronutrien dan mikronutrien lain. Namun seberapa banyak yang sesuai, bergantung pada kondisi kesehatan si anak itu sendiri.

"Protein misalnya, terlalu sedikit tidak baik, terlalu banyak juga tidak baik. Jadi berapa banyak baiknya? Ya bergantung pada kondisi kesehatan masing-masing anak, bisa dikonsultasikan pada dokter. Dilihat pertumbuhannya sudah baik atau belum," imbuhnya.

Selain mencari jumlah yang tepat, kualitas protein yang diberikan pada anak juga harus baik. Sebab selain untuk tumbuh kembang, protein juga berguna untuk membentuk dan mempertahankan kepadatan tulang, serta menekan risiko munculnya penyakit degeneratif di masa yang akan datang.

Sumber: http://goo.gl/LpdyyK

Marketplace ECommerce Buka Peluang Lebih Besar UKM Untuk Di Indonesia

Sebagai kelanjutan dari lawatan Presiden Jokowi beberapa pekan yang lalu ke China, dimana beliau juga sempat berkunjung ke markas perusahaan ecommerce raksasa Alibaba, dan sebagai langkah berikut dari rencana pemerintah untuk membangun ekosistem digital ecommerce Indonesia, Presiden Jokowi menawarkan posisi penting kepada Jack Ma; Founder & Chairman Alibaba Group China sebagai Advisor dalam Steering Committee Roadmap eCommerce) Indonesia.

Langkah ini adalah bagian dari peta Roadmap eCommerce yang mendukung pernyataan Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia Digital Energy dari Asia di February 2016 yang lalu. Inisiatif ini mendorong pembangunan Marketplace eCommerce dan Teknologi Startup sebagai platform yang dapat membantu mendorong dan memberikan peluang pasar yang lebih besar kepada para UKM di Indonesia.

Presiden berharap dengan program penyusunan Roadmap eCommerce ini nantinya dapat berdampak positif dan lebih mempercepat dan memperkuat infrastruktur eCommerce Indonesia, layaknya seperti yang telah dilakukan China yang telah terbukti berhasil membangun ecommerce industrinya dari nol untuk menjadi pasar ecommerce terbesar Nomor 2 di dunia hanya dalam kurun waktu 8 tahun.

Adapun alasan penunjukan Jack Ma pun dipertegas oleh Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Infomatika Indonesia yang turut hadir dalam pertemuan di kantor Alibaba “Roadmap e-Commerce Indonesia sudah siap. Ada lebih kurang 30 inisiatif yang akan dijalankan untuk mencapai proyeksi value USD 130 Miliar tahun 2020. Nantinya, akan ada Steering Committe (SC) yang terdiri dari para menteri dipimpin oleh Menko Perekonomian. Kita juga harus positioning Roadmap ini di lansekap International agar perdagangan (utamanya produk UKM Indonesia) & investasi ke Indonesia meningkat” katanya dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com.

"Untuk itu, diusulkan ada tokoh tokoh internasional maupun nasional yang relevan, mempunyai kapasitas & kapabilitas menjadi advisors dari Steering Committee. Advisor ini tidaklah operasional, Dalam konteks itulah, Jack Ma diusulkan sebagai salah satu advisor dari internasional. Saya sedang mengupayakan "big names" lain yang punya value (nasional & internasional)." jelas Rudiantara lagi.

Sementara itu, penunjukan Jack Ma sebagai Advisor ini pun banyak menuai tanggapan positif dan negatif dari banyak pihak. Kekawatiran para pelaku bisnis di Indonesia lebih kepada tujuan akhir Jack Ma untuk memuluskan jalannya untuk menguasai pasar Asia. Menanggapi hal ini, Donald Wihardja, selaku Partner dari Convergence Venture, salah satu lokal Venture Capital yang secara aktif menjembatani ekosistem Indonesia dengan investor dan mentor dari Asean dan China, mengatakan bahwa langkah yang diambil Pemerintah Indonesia untuk menunjuk Jack Ma sebagai Advisor dalam penyusunan peta e-commerce Indonesia adalah merupakan satu langkah yang menurutnya dianggap tepat.

“Tentunya Indonesia harus hati hati dalam mendengarkan advise darinya, yang diperlukan adalah pengalamannya dan pengetahuannya, bukan sebagai jalan pembuka untuk bisnis bisnis Alibaba. Yang dibutuhkan adalah pendapat Jack Ma, terpisah dari Alibaba. Dan percayalah bahwa pemerintah kita, beserta para pemain eCommerce yang juga mengawal proses ini, bisa membedakan keduanya." Demikian disampaikan oleh Donald Wihardja beberapa waktu lalu.

Donald, yang sekaligus menjabat sebagai Wakil Ketua Assosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (AMVESINDO) juga menambahkan, "Langkah langkah yang sedang ditempuh oleh AMVESINDO juga selaras dengan hal ini, dimana AMVESINDO pun berkerja sama dengan para Venture Capital dan Asosiasi Modal Ventura lainnya di ASEAN untuk mendapatkan informasi dan saran saran yang konstruktif dari negara negara se ASEAN. Itulah mengapa AMVESINDO pun turut serta mendukung peluncuran ASEAN Venture Council pada akhir bulan Agustus lalu

" Kedepannya diharapkan informasi dan pelajaran yang didapatkan dari pengalaman para pemain global dapat memperkokoh Roadmap eCommerce Indonesia dan bermanfaat dalam mempercepat pembangunan Ekosistem Digital di Indonesia. Teknologi terus berkembang, dan Pemerintah Indonesia, penanam modal, maupun pelaku bisnis eCommerce, haruslah dapat lebih terbuka dan secara aktif melibatkan pihak pihak ahli terkait, baik pihak asing ataupun lokal, yang dapat membantu mempercepat pembangunan perekonomian negeri ini.

Sumber: http://goo.gl/vE00Td

Warung Nyanyi Rp3.500 per Lagu, Langganan Perangkat Desa

Pusat hiburan di daerah pedesaan masih terbilang minim. Karaoke, warung nyanyi,  dan studio band, masih banyak terpusat di daerah kota. Sutikno, 60, pun sebagai pensiunan salah satu bank di Kota Jogja, akhirnya membuka bisnis warung nyanyi di rumahnya, yang terletak di Dusun Lohsari, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman. Ia ingin menyajikan hiburan murah untuk warga di daerahnya.

Berbekal alat musik keyboard, seperangkat sound system, dan rumah kosong miliknya sendiri, dua tahun lalu ia bertekad membuka warung nyanyi. Warung nyanyi dan live musik bernama Wong Yogja ini buka setelah salat Maghrib sampai pukul 00.00 WIB.

Warung nyanyi ini memberikan hiburan berupa live musik keyboard yang dimainkan sendiri oleh Sutikno. Ia mengiringi tamu-tamunya yang ingin menyanyi, mulai dari lagu pop, keroncong, jazz, sampai dangdut koplo. Ia hanya mengenakan tarif Rp3.500 per lagu.

Bermain musik keyboard baru ia lakoni sekitar empat tahun lalu secara otodidak. Ia belajar mulai dari melodi hingga akord-akordnya. Lambat laun, Sutikno pun yang saat itu sudah masuk masa pensiun, akhirnya bisa memainkan musik keyboard dan mengiringi penyanyi-penyanyi yang ada di Jogja. Namanya pun dikenal beberapa penyelenggara even dan akhirnya ia kerap diundang mengisi organ tunggal di beberapa acara seperti hajatan pernikahan.

Berbekal bakat dan perlengkapan bermusik, Sutikno pun tak ingin menyia-siakannya. Model warung nyanyi dan live musik yang sudah ada di kota, ia adopsi untuk dibangun di rumahnya yang notabene terletak di daerah pedesaan. Menurutnya, bukan masalah penghasilan yang diraih karena sebagai pensiuan bank dengan posisi tinggi yang pernah dijabat serta beberapa rumah pribadi yang ia sewakan, penghasilannya sudah lebih dari cukup. “Ini semua karena saya suka. Saya hobi musik. Saya modal ibaratnya tidak ada karena alat punya sendiri,” kata pria yang akrab disapa Mbah Tikno ini, ditemui pekan lalu.

Ia juga tidak terlalu berambisi membuat warung nyanyi miliknya menjadi warung nyanyi berkelas yang menawarkan tarif tinggi. Sutikno berprinsip, usahanya ini semata untuk menyalurkan hobinya bermain musik sekaligus membantu warga yang ingin melepas penat dengan bernyanyi.

Setiap hari, 15-20 orang mengantre untuk bisa bernyanyi dengan live musik keyboard yang dimainkan Sutikno. Mereka rata-rata berusia 40 tahun ke atas. “Di sini banyak perangkat desa yang datang. Dukuh, lurah, carik, sampai ustadz juga pernah. Ya hiburan mereka saat stres ya dengan nyanyi,” kata Tikno.

Warung nyanyi ini memang lebih menyasar ke kalangan orang tua. Berbeda dengan karaoke yang lebih menyasar kalangan muda. Menurutnya, kalangan orang tua lebih mantap ketika bernyanyi dengan diiringi alat musik live, ketimbang memutar lagu dari file-file musik yang ada di komputer.

Dua tahun berjalan, warung nyanyi ini pun semakin dikenal masyarakat di luar desa Sukoharjo, Ngaglik. Di antara mereka ada yang berasa dari pedesaan di Manisrenggo Klaten, Kepurun Klate, ada pula dari Godean, Wonosari, dan daerah pelosok lainnya.

Sumber: http://goo.gl/SxhcfC

IPB: Sawit Paling Cocok untuk Minyak Goreng

Kelapa sawit merupakan minyak goreng nabati paling sehat dibandingkan dengan minyak nabati lain. Hal ini karena susunan asam lemak jenuhnya yang lebih banyak dibandingkan dengan minyak goreng nabati lainnya. 

Hal itu dikatakan Kepala Seafast Center IPB yang juga dosen di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Prof Dr Nuri Andarwulan dan Executive Secretary Seafast Center IPB yang juga merupakan dosen Biokimia Pangan pada Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Puspo Edi Giriwono, Ph.D di sela penyelenggaraan Food Ingredient Asia, Jakarta, akhir pekan lalu. 

Menurut Prof Nuri Andarwulan, minyak sawit mengandung hampir 50 persen asam lemak jenuh dan hampir 50 persen lemak tidak jenuh. “Itu satu-satunya minyak nabati di dunia yang punya karakteristik seperti itu,” ujar guru besar IPB ini. 

Minyak nabati lainnya, lanjut Nuri, komposisinya selalu tidak imbang. Minyak kedelai misalnya, sekitar hampir 85-90 persen asam lemak tidak jenuh, 10-15 persen asam lemak jenuh. Minyak kelapa itu memiliki kandungan 85-90 persen asam lemak jenuh, sementara yang 10-15 persen asam lemak tidak jenuh.

Nuri menegaskan, minyak sawit itu yang saat ini paling cocok dan efisien untuk minyak goreng, karena kakteristik itu tadi, 50 persen asam lemak jenuh, 50 persen asam lemak tidak jenuh. Jadi digunakan untuk menggoreng itu stabilitasnya tinggi, tidak mudah tengik, sehingga produk gorengannya awet dan tidak mengandung radikal bebas tinggi. Sementara minyak biji bunga matahari karakteristiknya sama dengan minyak kedelai dan jagung, yakni 85-90 persen asam lemak tidak jenuh, 10-15 persen asam lemak jenuh. “Kalau digunakan untuk menggoreng, radikal bebasnya tinggi, mudah cepat rusak dan cepat tengik,” katanya. 

Asam lemak tidak jenuhnya memang tidak seistimewa minyak kedelai, tapi istimewanya minyak sawit bisa digunakan untuk menggoreng. Sehingga memberi sumbangan nutrisi dan zat gizi asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuhnya dalam tubuh. 

Sementara itu, menurut Puspo Edi Giriwono, asam lemak jenuh memungkinkan minyak stabil di suhu penggorengan (180 derajat C), sehingga susah mengalami degradasi dan oksidasi atau pembentukan radikal bebas. Sedangkan minyak lainnya, sebagai contoh minyak kedelai atau zaitun, memiliki asam lemak tidak jenuh yang lebih tinggi yang mengalami degradasi dan pembentukan radikal lebih cepat bahkan mengalami pengasapan yang membahayakan kesehatan saat penggorengan.

Sumber: http://goo.gl/uK9fLw

Meriahnya Bogor Heritage Run 2016

Ajang lomba lari massal Bogor Heritage Run 2016 baru saja digelar, pada Minggu pagi tadi. Pada edisi kedua penyelenggaraan kali ini, panitia mengharapkan BHR bisa membangkitkan kesadaran masyarakat akan pelestarian kearifan lokal, terutama warisan budaya milik Kota Bogor.

Mengusung tema Lari dan Berdonasi, peserta diajak untuk ikut peduli pada pelestarian situs-situs bersejarah di Kota Hujan. Sebagaimana yang disampaikan oleh Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto.

"BHR ini akan rutin dijalankan karena menggabungkan lari dengan wisata heritage (warisan budaya). Kami melihat makin hari komunitas olahraga lari makin banyak, ke depan kami ingin jadikan Bogor sebagai City of Runner," tutur Bima.

Walikota berusia 43 tahun tersebut meyakini, Bogor punya kualifikasi sebagai surga bagi para pelari lantaran tata kota yang menunjang hingga udara yang masih sejuk. Tahun 2016 ini, aksi peduli yang jadi bagian BHR dilakukan untuk pelestarian Taman Makam Pahlawan Dreded Bogor.

"Yang khas dari Bogor adalah melewati heritage pusaka, seperti bangunan yang punya nilai sejarah," ujar Bima Arya usai lomba.

Lebih jauh, Komandan Kodim 0606/Kota Bogor, Letkol Inf Mukhamad Albar, S.E menambahkan pihaknya puas bisa menyelenggarakan ajang tahunan ini. Kodim 0606 menyediakan piala bergilir dan penambahan kategori lomba, mulai dari individu, beregu, dan beregu Fun Run.

Fun Run beregu atau kelompok memiliki peserta minimal 3-5 orang dalam satu kelompok. Selama race berlangsung peserta dapat singgah untuk selfie di titik heritage yang telah ditentukan, dan kemudian mengunggah di Instagram BHR2016. Peserta yang mengikuti Fun Run kelompok juga diperbolehkan menggunakan kostum heritage yang diinginkan.

"Ada kategori yang ditambah, seperti kategori lomba mulai peroragan sampai fun run yang memakai pakaian adat yang menarik. Kami sediakan Piala bergilir dari Kodim. Tahun ini kami ikut membantu memperbaiki taman makam pahlawan, karena akan ada pembenahan di sana."

Sumber: http://goo.gl/PktIXr

Minggu, 25 September 2016

Nine Coffee, Kenalkan Kopi Bondowoso Melalui Franchise

Upaya edukasi 'Bondowoso Republik Kopi (BRK)' terus berkembang. Seperti yang dilakukan oleh Nine Coffe, salah satu usaha kopi di kalangan pemuda di BRK.

Sebagai pengusaha muda di dunia perkopian, selain melakukan edukasi kepada masyarakat Bondowoso Nine Coffee akan membentuk 'franchise' dibeberapa daerah di Indonesia.

Riswanda Imawan, perintis Nine Coffee, menjelaskan inisiatif franchise bermula saat Nine memperkenalkan kopi Bondowoso pada hari jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) beberapa waktu lalu.

"Awalnya, sejak kita berhasil perkenalkan kopi Bondowoso di Harjakasi yang kemudian kita mengikut Coffee Morning bulan Juni lalu di Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparporahub) Kabupaten Bondowoso," katanya kepada TIMESIndonesia.

"Bupati kan juga hadir, kita izin ke beliau, bahwa  akan memperkenalkan kopi Bondowoso kepada masyarakat Indonesia, lalu beliau mengamini niat kami," tambahnya.

Kemudian, lanjut Riswanda, sejak saat itu melalui Disparporahub pihaknya mengikuti pameran dibeberapa daerah di Indonesia.
Hasil mengikuti pameran di beberapa daerah tersebut, kopi Bondowoso semakin dikenal dan peminat kopi Bondowoso semakin bertambah.

Selain itu, melaui franchise, Riswanda siap dirikan kios Nine dibeberapa daerah di Indonesia. Seperti, Tuban, Surabaya dan Jakarta.

"Sementara ini sudah berdiri di Yogyakarta, karena disana banyak perguruan tinggi dan cocok untuk coffee shop. Juga dalam waktu dekat di Sidoarjo akan segera dibuka," terangnya.

Sumber: http://goo.gl/9okdzj

Hapus perizinan, Bandung kedatangan 30 ribu UKM


Walikota Bandung Ridwan Kamil telah menghapus perizinan usaha dengan modal di bawah 500 juta, dampaknya, 30 ribu bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) menyerbu kota kembang tersebut.

"Dalam lima bulan, 30 ribu UKM tumbuh di Bandung setelah perizinan di RT/RW dihapus," kata Ridwan Kamil saat menjadi pembicara Ideafest 2016 di Jakarta Convention Center, Sabtu.

Walikota yang akrab disapa Emil tersebut mengungkapkan, penghapusan izin usaha dinilai tidak mudah dilakukan, namun demi meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, ia bersikeras mewujudkannya.

Emil menyampaikan, Kota Bandung yang tidak memiliki sumber daya alam yang bisa didongkrak, harus lebih mendorong potensi sumber daya manusianya.

Emil, yang memimpin 2,4 juta masyarakat Bandung dengan 60 persen generasi muda, berusaha memfasilitasi pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di kota itu.

Selain menghapus izin usaha, Emil juga membantu UKM untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pemasaran berbagai produknya.

"Bandung menjadi kota pertama yang 'going digital economy' dan memiliki kanal sendiri di Tokopedia," pungkasnya.

Menurutnya, masyarakat Indonesia saat ini tidak boleh ketinggalan dengan akses informasi yang kian luas, sehingga mampu memanfaatkan keuntungan dari teknologi itu sendiri.

"Dimensi kreativitas itu luas. Jadi, bagaimana kita bisa mengikuti dan memanfaatkannya untuk kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Sumber: http://goo.gl/lEhuQy

Kaizen Tawarkan Peluang Franchise

Kaizen 10 Minute Haircut juga menawarkan dan membuka peluang lisensi bagi Anda yang tertarik membuka usaha atau bisnis di bidang barbershop.

Owner Kaizen 10 Minute Haircut Plaza Medan Fair, Hartono saat ditemui Tribun, saat ini Kaizen Haircut sudah memiliki 64 cabang dan Medan merupakan cabang Kaizen 10 Minute Haircut yang ke 61. Cabang yang ke 64 baru dibuka di Phnom Penh, Kamboja.

“Dari ke seluruhan cabang tersebut, hampir sebagian besar bisa dikatakan sebagai franchise seperti yang ada di Medan. Caranya juga cukup mudah yaitu hanya dengan mulai Rp 30 juta untuk 10 tahun,” tuturnya.

Ia menjelaskan, untuk di Sumatera saat ini Kaizen 10 Minute Haircut baru ada di Medan dan di Batam. Nantinya akan buka di kota-kota lainnya yang ada di Sumatera seperti di Palembang dan Pekanbaru.

“Memilih membuka cabang di Medan karena Kaizen 10 Minute Haircut melihat Medan sebagai salah satu kota besar yang ada di Indonesia dan Kaizen 10 Minute Haircut cocok hadir untuk melengkapi kebutuhan masyarakat di Medan,” jelasnya.

Ia menerangkan, konsep potong rambut yang ditawarkan Kaizen 10 Minute Haircut sebenarnya juga sudah banyak diterapkan di negara-negara lain seperti Singapura dan juga Malaysia.

Sumber: http://goo.gl/5Ym1GZ

LRT Belum Jadi, Pemkot Bogor Sudah Jajaki Trem

Kepastian rencana pembangunan jaringan kereta ringan/light rail transit (LRT) di Tanah Baru akhirnya mendapat titik terang.

Berdasarkan revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Jaringan Kereta Ringan Light Rail Transit (LRT) Terintegrasi Wilayah Penyangga Ibu Kota, terminal LRT yang tadinya ke Baranangsiang akan dialihkan ke Tanah Baru.

“Sudah positif, itu juga salah satu cara mengurangi bangkitan di pusat kota. Perpres sudah direvisi menurut informasi yang didapatkan,” ujar Walikota Bogor Bima Arya usai audiensi dengan CCRC terkait LRT/Trem di ruangan Paseban Punta, Balaikota Bogor.

Untuk jadwal pembangunan sendiri, kata Bima, sekarang ini sedang menunggu tahapan-tahapan dari Jakarta untuk sampai ke Bogor.

“Kita juga belum tahu masuknya ke Kota Bogor kapan,” bebernya lagi.

Selain LRT, pemkot juga sedang menjajaki pembangunan jaringan rem.

Hal itu setelah ada tawaran dari Consortium CRRC Zhuzhuo Locomotive Co. Ltd. & PT. Megaguna Ganda Semesta yang ingin membangun jaringan trem di Kota Bogor.

Dalam presentasinya pihak CRRC Zhuzhuo Locomotive menawarkan jaringan trem mulai dari kawasan Kedung Halang hingga ke bundaran Sukasari dan dari Sukasari ke stasiun.

Menanggapi tawaran ini, Bima mengatakan yang perlu diperhatikan adalah desain yang harus sesuai dengan tata ruang di Kota Bogor. Terutama saat rute LRT jadi diarahkan ke Tanah Baru. Menurut Bima, perlu koneksi transportasi yang menghubungkan lokasi LRT ini ke Baranangsiang.

“Ini kan ada kebutuhan-kebutuhan untuk membangun sistem yang terkoneksi dan terintegrasi,” ungkap Bima usai audiensi.

Sistem ini yang nantinya perlu dikaji, apakah untuk menkoneksikannya dengan trem, dengan bus biasa, atau dengan LRT juga.

Sumber: http://goo.gl/QxnDJi

Jumat, 23 September 2016

25 Merek Franchise Ini Dinilai Paling Populer di Internet

Fakta menunjukkan di tengah era digital dewasa ini, kepopuleran sebuah brand atau merek di dunia online tak dapat dipisahkan dari eksistensi & keberhasilan pemilik brand mempopulerkan produknya secara total termasuk melalui jalur offline. Selain itu brand dengan tingkat popularitas tertinggi di internet, juga menguasai market share yang baik.

Demikian temuan atas hasil survei yang dilakukan TRAS N CO Research, sebuah Perusahan Riset yang konsen terhadap perkembangan brand dan bisnis, bersama IM Focus, Firma yang fokus pada strategi pemasaran di dunia digital serta PlasaFranchise.com.

Terdapat 25 brand dianggap memiliki tingkat popularitas tertinggi di bidangnya sekaligus layak mendapat penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award (IDPBA) 2016, untuk Kategori Bisnis Franchise, Lisensi dan Kemitraan.

Pemberian penghargaan IDPBA 2016 tersebut merupakan kali kedua digelar oleh TRAS N CO Research, IM Focus & PlasaFranchise.com. Tri Raharjo, Chairman TRAS N CO Research dan juga Penggagas Indonesia Digital Popular Brand Award mengatakan merek-merek yang terpilih dianggap telah melakukan berbagai brand activation dan customer enggagement di Internet dan berimbas pada penjualan dan pengusaaan market share di industrinya.

“Realita ini menarik untuk kita cermati, jika brand kita ingin menjadi market leader di industrinya, maka digital marketing mutlak dilakukan, sebab tren konsumen sudah mengarah pada dunia digital,” ujar Tri Raharjo.

Selain itu, brand-brand yang masuk pada peringkat teratas di kategori bisnis franchise, lisensi dan kemitraan, menurut Tri Raharjo, bisa jadi rujukan valid untuk mereka yang ingin membeli franchise. “Bagi franchise buyer, Digital Popular Brand Index ini jadi sebuah referensi awal untuk memilih bisnis franchise” tegasnya.

Metodologi Survei

Terkait dengan metodologi survei, Alex Iskandar, CEO IM Focus, menyatakan bahwa parameter survei Indonesia Digital Popular Brand Award 2016, terdiri dari tiga aspek, yaitu, yaitu Search Engine Based, Social Media Based, dan Website Based.

Indonesia Digital Popular Brand Award 2016 diberikan kepada merek-merek Franchise, Lisensi dan Kemitraan dalam kategori produk tertentu yang memenuhi dua kriteria. Pertama, Merek-merek yang memperoleh nilai Popular Minimal 1.000 google Search / bulan atau total final skor minimal 15%.

Kedua, merek-merek yang menurut hasil survei berada dalam 3 peringkat teratas pada kategori bisnisnya. “Kriteria tersebut harus dipenuhi oleh sebuah merek franchise, lisensi dan kemitraan agar berhak mendapat Digital Popular Brand Award, karenanya, dengan kriteria ini, dalam 1 kategori bisnis tidak menutup kemungkinan terdapat lebih dari 1, maksimal 3 merek yang meraih Indonesia Digital Popular Brand Award 2016.” kata Alex.

Merek-merek pemenang Indonesia Digital Popular Brand Award 2016, kategori bisnis Franchise, Lisensi, dan Kemitraan ini menurut Alex sudah sangat familiar dengan perkembangan digital. “Mereka mampu memanfaatkan tren digital untuk menaikan tingkat popularitasnya di internet dan mengukuhkan posisi teratas di industrinya. Saya kira ini tren positif untuk memaksimalkan daya saing bisnis di Indonesia,” paparnya.

Adapun 25 merek-merek peraih Indonesia Digital Popular Brand 2016, kategori bisnis Franchise, Lisensi dan Kemitraan terdiri dari: Alfamart, JNE, Martha Tilaar Salon Day Spa, Carvil, Shop & Drive, Quick Chicken, Arfa Barbershop, Diva Karaoke, Robotics Education Centre, Rocket Chicken, Depo Air Minum Biru, Sabana Fried Chicken, Bebek Jumbo, MOZ5, Tiki, Kiddy Cuts, Bakmi Naga Resto, Era, Miracle, Voltras Agent Network, Snapy, Gian Pizza, Auto Bridal, Esl Express, dan Apotek Kimia Farma.

Sumber: http://goo.gl/mRNddD

200 UKM Ikuti Kurasi LLP-KUKM untuk Pemasaran di Lion Group

Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM, menggelar kurasi produk untuk promosi dan pemasaran melalui Lion Air Group di Galeri Indonesia Wow, SME Tower, Pancoran, Jakarta Selatan. Tercatat, lebih dari 200 UKM mengikuti kegiatan seleksi ini.

"Produk UKM binaan Smesco akan dipasarkan ke semua penerbangan Lion Group, baik di Lion Air, Wings Air, Batik Air, Malindo Air dan Thai Lion Air. Sebelum masuk ke sana, kita seleksi terlebih dulu melaui kurasi produk ini," kata Direktur Utama LLP-KUKM, Ahmad Zabadi didampingi Direktur Bisnis dan Pemasaran LLP-KUKM, Bagus Rachman, di Jakarta.

Setiap UKM, lanjut Ahmad Zabadi, mempunyai kesempatan yang sama dalam program tersebut. "Syaratnya, produk dari para pelaku usaha harus lulus kurasi, baik yang diadakan oleh LLP-KUKM maupun dari pihak Lion Parcel," paparnya.

Oleh sebab itu, kata dia, UKM binaan Smesco harus menyiapkan produk yang berkualitas dengan harga yang kompetitif sesuai target market yang disasar.

"Kami mengharapkan, kalangan pelaku usaha bisa memanfaatkan kesempatan yang istimewa ini dengan sebaik-baiknya," pinta Zabadi.

Seperti diketahui, kerjasama LLP-KUKM dan Lion Parcel tidak hanya untuk memasarkan produk UKM Indonesia, namun juga termasuk mempromosikannya. Maklum saja, terdapat sekitar 10.000 seat dengan potensi buyer mencapai 250.000 penumpang Lion Air Group.

Promosi bagi kalangan UKM ini, juga melibatkan seluruh kantor pemasaran Lion Air yang ada di seluruh Indonesia, termasuk travel agent yang bisa disinergikan dengan para UKM. Bahkan, pihak Lion juga akan menerbitkan produk UKM dalam katalog atau majalah internal Lion Group.

Sumber: http://goo.gl/zQZcit