Selasa, 30 Agustus 2016

Tumbuhkan Minat Baca, Pemkot Bogor Gelar Education Fair 2016

United Nations Organization for Education, Sceince and Culture ( UNESCO ), mengungkapkan minat baca masyarakat di Indonesia masih sangat rendah. Berdasarkan data statistik dalam rilis resmi yang dikeluarkan lembaga dunia itu, minat baca orang Indonesia saat ini baru sebesar 0,001 persen per tahun dari jumlah penduduknya yang kini mencapai 250 juta jiwa. Itu artinya, rata-rata dari 1000 anak Indonesia hanya 1 anak yang mampu menyelesaikan satu buku perbtahunnya. 

Mensikapi kenyataan tersebut, Pemkot Bogor melalui dnas dan lembaga terkait sekama 3 hari ini menggelar ajang Bogor Educational Fair 2016, di Hall B Gedung Olah Raga Pajajaran Kota Bogor. Dari ajang ini diharapkan mampu mendorong sekaligus menumbuh kembangkan kecintaan minat baca masyarakat khususnya dikalangan pelajar agar lebih gemar membaca. 

Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman, mengatakan membaca merupakan kunci dalam pendidikan. Tidak hanya sebatas mampu membaca apa yang tertulis tapi juga mampu mambaca yang tersirat dalam lingkungan dan kehidupan, karena itu semua merupakan satu kesatuan. 

"Saya prihatin dengan fakta tersebut. In harus menjadi tantangan kita bersama dalam upaya menumbuhkan minat baca di masyarakat khususnya pelajar di Bogor," kata Usmar Hariman, saat membuka ajang tersebut, kemarin.

Politisi dari Partai Demokrat itu juga sempat membandingkan antara minat membaca anak-anak di benua Eropa dan yang ada di Bogor saat ini. Pada tahun 2012, UNESCO mengatakan, anak-anak di Benua Eropa dalam satu tahun mampu menyelesaikan membaca buku sebanyak 25 buku dalam satu tahun. "Namun ironis di kita, minat bacanya secara statistik hanya sebesar 0,001 persen per tahun," sesal Usmar.

Maka dari itu, melalui kegiatan Bogor Education Fair ini yang di dalamnya menyediakan berbagai buku dan bacaan untuk warga, diharapkan mampu menumbuhkan dan meningkatkan minat masyarakat dan pelajar di Kotanya.


Reactions:

0 comments:

Posting Komentar