Kamis, 18 Agustus 2016

Tertimpa Pohon di Bogor ”Dapat” Rp130 Juta

Musim penghujan sudah di depan mata. Ancaman banjir, longsor, dan pohon tumbang bakal sulit dihindari.

Sejumlah antisipasi pun dilakukan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor untuk menjamin korban, yakni dengan asuransi pohon tumbang.

Kabid Pertamanan pada DKP Kota Bogor, Yadi Cahyadi mengatakan, pihaknya menganggarkan dana Rp.130 juta bagi masyarakat yang menjadi korban pohon tumbang di Kota Bogor.

Anggaran itu, kata dia, sudah diterapkan sejak Februari lalu. Asuransi pohon tersebut untuk pohon-pohon yang tumbang dan patah sehingga terkena korban manusia, atau kendaraan.

“Itu kita cover melalui asuransi. Bentuk asuransi dalam bentuk penggantian, misalkan mobil, nanti akan ditaksir dengan bengkel ataupun perusahaan asuransi. Sudah dua kali juga kami dapati kejadian itu. Kami klaim langsung ke asuransi, dan langsung dibayarkan dengan jangka waktu selama satu tahun sampai Desember nanti,” ujarnya.

Namun, butuh proses sebelum klaim asuransi tersebut datang kepada korban pohon tumbang. Korban pohon tumbang, kata dia, harus menunjukkan bukti asli bahwa benar terkena pohon tumbang.

“Harus ada foto dokumentasi dan minta surat keterangan dari polisi. Lalu, bawa ke DKP untuk mengisi formulir pengajuan ke asuransi. Nantinya, DKP yang akan mengantarkan ke asuransi. Berlaku untuk semua kendaraan termasuk korban jiwa dan luka,” bebernya.

Karenanya, dia mengimbau agar warga bisa mengantisipasi bencana dengan menghindari lokasi yang rawan pohon tumbang. Meski begitu, Yadi menyatakan, pohon rawan tumbang itu tak bisa diprediksi.

“Bahkan, pohon yang sehat pun ketika hujan deras disertai angin bisa saja tumbang. Sementara pohon tua yang diperiksa DKP dengan kartu tanda pohon tersebar dalam beberapa titik, seperti Jalan Juanda  Jalan Ahmad Yani, Jalan Pemuda, Jalan Dr Sumeru, RE Martadinata,” tutupnya.

Sumber: http://goo.gl/51N5H8

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar