Senin, 15 Agustus 2016

Industri Sandal di Kabupaten Bogor Terancam Bangkrut Digempur Asing

Industri sandal dan sepatu di Kecamatan Ciomas dibayangi tren penurunan. Baik di pasar lokal maupun nasional. Tercatat pada semester pertama tahun ini, pasar lokal mengalami kontraksi 25-30 persen.

Lesunya daya beli dan maraknya produk alas kaki impor, menjadi salah satu penyebab anjloknya penjualan.

“Sekarang, kita bersaing dengan produk -produk dari negara lain. Paling banyak dari Tiongkok. Dengan harga mereka yang lebih murah, membuat  daya beli masyarakat terhadap alas kaki lokal lesu,” kata pengrajin sepatu dan sandal Desa Pagelaran, kecamatan Ciomas, Budiawan (45) kepada Radar Bogor.

Ia pun memprediksi, permintaan sepatu dan sandal buatan Ciomas bakal jalan di tempat. Bahkan mengalami tren penurunan sekitar 5-10 persen.

“Sebenarnya produk lokal hanya kalah di harga. Tapi soal kualitas, kami berani bersaing,” tegas pria yang karib disapa Budi ini.

Ditambahkannya, tahun lalu total penjualan alas kaki Ciomas di pasar nasional mencapai ribuan pasang. Dengan omset mencapai miliaran rupiah.

“Namun saat ini hanya beberapa kota saja yang menjadi pasar sandal dan sepatu Ciomas,” tandasnya.

Sumber: http://goo.gl/1y65sA

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar