Rabu, 31 Agustus 2016

Bogor akan Bangun Taman Cinta

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mencanangkan program memperindah beberapa titik wilayah, termasuk mempercantik taman dan tugu selamat datang. Salah satunya lewat pembangunan taman dengan tema cinta.

Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Kota Bogor Lorina Damastuti mengatakan, upaya ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kebanggaan warga kota sekaligus menarik investor. Meski tidak dikomersialisikan, kata Lorina, peningkatan citra kota berbanding lurus dengan kecintaan warganya.

"Kita juga diskusikan dengan sektor pendidikan seperti dari IPB, dengan budayawan, akan dibahas per titik," kata Lorina di Balai Kota Bogor. 

Dia mengharapkan, setiap titik strategis yang akan direvitalisasi, nantinya bisa memiliki tema tersendiri. Pembangunan taman tersebut merupakan proyek urban desain yang akan segera disayembarakan.

Menurutnya, pembangunan taman tersebut bisa mengambil dana dari APBD ataupun CSR. Bila semakin banyak investor yang masuk, kata dia, akan berdampak positif pada kemajuan kota, termasuk penyerapan tenaga kerja.

"Nanti desainnya juga bisa dilombakan, bisa ada gagasan baru atau perbaikan, terutama di pintu masuk kota, kita akan perindah, bagaimana sehingga porsi iklan masuk," katanya.

Ada sedikitnya 12 titik yang diusulkan untuk pembangunan Taman Tematik Cinta, seperti Taman depan Terminal Baranangsiang, Taman Depan Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Taman depan mal  BTM, Taman Pertigaan Jalan Ir H Juanda - Jl Kapten Muslihat, Taman Segitiga depan Lippo Plaza Bogor dan lainnya. Serta tujuh tugu selamat datang yang diusulkan, yaitu tugu Ciawi, Ciluar, Salabenda, Kedunghalang, Salabenda, Dramaga, Perbatasan Pamoyanan dan Perbatasan Cikaret.

Sumber: http://goo.gl/eVw6gW

Selasa, 30 Agustus 2016

Pemkot Bogor tak Rekomendasikan Pembangunan Apartemen

Pemerintah Kota Bogor kembali menggelar Rapat Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Kota Bogor. Rapat yang digelar di Paseban Surawisesa Balaikota Bogor ini mengkaji permohonan dari sejumlah investor terkait pembangunan rumah sakit dan apartemen di Kota Bogor. Pemkot Bogor pun tidak memberi rekomendasi untuk pembangunan apartemen.

Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat yang memimpin langsung rapat mengungkapkan, dua pembangunan yang dibahas dalam rapat, terkait usulan pembangunan rumah sakit di Jl A Yani dan pembangunan apartemen di Jl Salak. Berdasarkan hasil rapat, tim BKPRD merekomendasikan untuk pembangunan rumah sakit masih bisa, namun harus rumah sakit yang khusus seperti misalnya RS Kanker atau yang lainnya. 

Meski begitu, bila dilihat dari rasio jumlah penduduk dengan jumlah kamar yang tersedia di seluruh rumah sakit se-Kota Bogor, masih memungkinkan dibangun rumah sakit biasa. Hal ini disebabkan karena sejumlah kamar di rumah sakit Kota Bogor sebagian besar banyak digunakan masyarakat dari luar Kota Bogor.

Demikian pula dari Analisis Dampak Lingkungan Lalu Lintas (Amdal Lalin). Berdasarkan hasil perhitungan, masih memungkinkan karena pihak rumah sakit menyediakan lahan parkir di dalam. 

“Tinggal bagaimana komunikasi dengan masyarakat. Dampak lingkungan dan aspek sosial juga harus diperhatikan oleh investor," kata dia.

Sedangkan mengenai pembangunan apartemen di Jl Salak, Ade mengatakan berdasarkan kajian dari aspek lalu-lintas, Amdal, masyarakat dan lingkungan serta kontur tanah pembangunan tidak memungkinkan. Artinya BKPRD tidak merekomendasikan pembangunan apartemen di Jl Salak tersebut.

Sumber: http://goo.gl/DfMb9J

Tumbuhkan Minat Baca, Pemkot Bogor Gelar Education Fair 2016

United Nations Organization for Education, Sceince and Culture ( UNESCO ), mengungkapkan minat baca masyarakat di Indonesia masih sangat rendah. Berdasarkan data statistik dalam rilis resmi yang dikeluarkan lembaga dunia itu, minat baca orang Indonesia saat ini baru sebesar 0,001 persen per tahun dari jumlah penduduknya yang kini mencapai 250 juta jiwa. Itu artinya, rata-rata dari 1000 anak Indonesia hanya 1 anak yang mampu menyelesaikan satu buku perbtahunnya. 

Mensikapi kenyataan tersebut, Pemkot Bogor melalui dnas dan lembaga terkait sekama 3 hari ini menggelar ajang Bogor Educational Fair 2016, di Hall B Gedung Olah Raga Pajajaran Kota Bogor. Dari ajang ini diharapkan mampu mendorong sekaligus menumbuh kembangkan kecintaan minat baca masyarakat khususnya dikalangan pelajar agar lebih gemar membaca. 

Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman, mengatakan membaca merupakan kunci dalam pendidikan. Tidak hanya sebatas mampu membaca apa yang tertulis tapi juga mampu mambaca yang tersirat dalam lingkungan dan kehidupan, karena itu semua merupakan satu kesatuan. 

"Saya prihatin dengan fakta tersebut. In harus menjadi tantangan kita bersama dalam upaya menumbuhkan minat baca di masyarakat khususnya pelajar di Bogor," kata Usmar Hariman, saat membuka ajang tersebut, kemarin.

Politisi dari Partai Demokrat itu juga sempat membandingkan antara minat membaca anak-anak di benua Eropa dan yang ada di Bogor saat ini. Pada tahun 2012, UNESCO mengatakan, anak-anak di Benua Eropa dalam satu tahun mampu menyelesaikan membaca buku sebanyak 25 buku dalam satu tahun. "Namun ironis di kita, minat bacanya secara statistik hanya sebesar 0,001 persen per tahun," sesal Usmar.

Maka dari itu, melalui kegiatan Bogor Education Fair ini yang di dalamnya menyediakan berbagai buku dan bacaan untuk warga, diharapkan mampu menumbuhkan dan meningkatkan minat masyarakat dan pelajar di Kotanya.


Boogie Bogor: Bersantai Sambil Ngemil Bakso Bumbu Rujak yang Hangat Gurih

Semakin banyak restoran dengan menu dan konsep unik di Bogor. Seperti Boogie yang menawarkan bakso bumbu rujak. Slurrpp!

Menelusuri pencarian kuliner Bogor di Instragram, kami tertarik berkunjung ke Boogie Bogor yang ramai diperbincangkan. Restoran ini menempati lantai 2 sebuah ruko di kawasan padjajaran. 

Interior restoran didominasi warna cerah seperyi biru, hijau, dan pink. Pajangan botol, pot bunga, dan bingkai foto di beberapa sisi ruangan menambah kemeriahan suasana. 

Tak heran banyak anak muda datang bersama teman-temannya untuk bersantap di sini. Selain mencicip menu unik, mereka bisa berfoto di tempat ynng "Instragram-able".

Melirik daftar menunya, Boogie Bogor menawarkan snow ice sebagai menu andalan. Resto ini bahkan mengklaim sebagi penyedia snow ice pertama di Bogor. Snow ice diberi beragam isian dan topping menarik sebagai coffee jelly, mango cheesecake, dan buah-buahan segar. 

Kamipun tak melewatkan varian snow ice Boogie dengan memesan Es Asinan Padjajaran ( Rp 23000 ). Dalam Buku menu terlihat sajian ini berupa asinan buah yang diberi serpihan snow ice. 

Sayangnya begitu pesanan datang tak nampak snow ice tersebut Dalam mangkuk hanya ada irisan buah bengkoang, ubi, kedongdong, dan nanas dalam buah kemerahan. Menurut informasi sang pegawai, menu ini ternyata tak menyertakan snow ice. 

Asinan buah terasa menyegarkan karena disajikan bersama potongan batu es. Sementara kuah cukanya terasa asam manis. Berpadu enak dengan buah yang renyah segar.

Untuk menu utama kami sengaja mncari sajian hangat berhubung Bogor sedang hujan saat kami berkunjung. Sweet Corn Soup in Toast ( Rp 23000 ) dan Rujak Beef Ball ( Rp 24000) jadi pilihan.

Sweet Corn Soup in Toast adalah sup jagung manis yang disajiakn bersama roti tawar panggang sebagai wadahnya. Nampak permukaan tengah roti dibolongi kemudian diisi sup krim berisi pipilan jagung dan potongan roti tawar.

Aroma gurih khas butter dan keju tercium kuat dari sajian ini. Sup rupanya bertekstur kental dengan cita rasa gurih manis yang kuat. Lebih ebaj disantap sambil menyobeki "wadah" rotinya renyah garing. 

Bakso dengan kuah bumbu rujak tak ingin kami lewatkan. Terlihat 6 butir bakso kecil dilengkapi kangkung dan mie putih yang sepertinya dibuat dari rebusan spaghetti. Kuah baksonya cokelat keruh dengan aroma gurih ringan.

Mengenai bumbu rujak, bumbu dari gerusan kacang tanah, cabai rawit, dan gula merah ini disajikan terpisah dalam mangkuk kecil. kami perlu mencampurkannya sendiri ke dalam kuah bakso.

Slurrpp! Kuah bakso yang tadinya hanya terasa gurih terasa lebih manis am setelah dicampur bumbu rujak. Nmaun rasa dan aroma kacang paling mendominasi dari sajian ini. Kamipun cukup menyukai paduan rasa unik dalam seporsi bakso bumbu rujak. palagi baksonya empuk dengan rasa khas daging sapi dan mienya lembut mulur.

Red Berry Day ( Rp 16000 ) dari deretan mocktail melengkapi santap sore kami. Ada paduan soda sprite dengan irisan buah dan sirup strawberry yang menyegarkan. Cocok bagi penyuka rasa manis asam khas buah berry.

Nah, kalau nongkrong asyik di Bogor, tempat ini bisa jadi pilihan. Menunya bervariasi seperti chicken wing, cheesy cripsy tortilla, ragam pizza , pasta, dan nasi khas Asia. Yuk, coba!

Sumber: http://goo.gl/58wSgF

270 Jamaah Calon Haji Asal Bogor Diberangkatkan ke Tanah Suci

Sebanyak 270 jamaah calon haji asal Kota Bogor yang tergabung dalam kloter 52 diberangkatkan menuju embarkasi Bekasi dari Masjid Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat.

Ketua Pusat Pengembangan Islam Bogor Ade Sarmili mengatakan calon jamaah haji kloter 52 yang berangkat tiba di Embarkasi Bekasi pada pukul 08.00 WIB Minggu kemarin.

Setelah beristirahat, para calon haji tersebut selanjutnya akan diterbangkan pada malam ini sekira pukul 23.00 WIB langsung menuju Tanah Suci Mekah.

"Calon jamaah haji Kloter 25 akan ditempatkan di Sisah berdekatan dengan Kloter 23 Kota Bogor yang diberangkatkan kemarin," ujar Ade.

Kloter 52 ini akan digabung dengan calon jamaah haji asal Kabupaten Bogor yang berjumlah 280 orang. Penggabungan sendiri bertujuan agar memudahkan saat pemulangan nanti.

Hingga saat ini, Kota Bogor sudah memberangkatkan sebanyak dua kloter calon jamaah haji. Rencananya, masih ada dua kloter lagi yang akan diberangkatkan.

"Ada dua kloter lagi yaitu kloter 60 dengan jumlah 44 orang yang akan berangkat pada hari Rabu, serta kloter 65 yang akan berangkat hari Jumat 2 September 2016 nanti," tandasnya.

Sumber: http://goo.gl/OuaaYC

Diduga Air Limbah Warga, Muncul “Air Mancur” Bau di Jalan Underpass Bogor

Para pengendara kendaraan bermotor yang melintasi jalan underpass yang terletak di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat dikagetkan dengan kemunculan “air mancur”.

Air tersebut keluar memancur dari sela-sela tembok underpass tersebut, padahal Bogor sedang tidak hujan. Walhasil, air menggenangi jalan underpass yang cukup mengganggu perjalanan pengendara.

Salah seorang warga yang setiap hari beraktifitas di lokasi underpass, Yudhi (31), membenarkan kejadian ini. Dia mengatakan air tersebut terus memancur dari tembok hampir seharian ini.

“Airnya keluar terus, saya tidak tahu apa penyebabnya tapi bisa jadi dari aliran PDAM deh,” ujarnya.

Sementara itu, Agus Sumarno (47), seorang pengendara yang kebetulan melintasi jalan underpass tersebut mengatakan, dirinya sangat terganggu dengan adanya “air mancur” jalan underpass ini.

“Kadang bikin banjir, kadang airnya juga bau, padahal udah dari lama tapi gak ada perhatiannya kayanya, saya lewat sini setiap hari,” ujar Agus.

Dia menduga, air ini berasal dari limbah warga sekitar yang keluar akibat jebolnya dinding underpass itu. Kendati demikian, akibat dari aliran air tersebut menimbulkan kerusakan di dinding-dinding terowongan yang dibangun belum lama ini tersebut.

Tampak keramik yang menutupi tembok itu pun terlihat sudah sangat kusam. Meski demikian, belum ada tindakan dari pihak terkait untuk memperbaiki hal tersebut.

Terkait kepastian asal muasal air tersebut, belum diketahui penyebabnya. Namun kondisi lalu lintas di jalan underpass sempat mengalami kemacetan yang cukup parah.

Sumber: http://goo.gl/ZCZ47H

Ribuan Ikan Mati Mendadak di Setu Bogor Jadi Rebutan Warga

Ikan di Setu Wanaherang, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, mati mendadak. Diduga, ikan-ikan itu tercemar limbah yang dibuang melalui sungai.

Banyaknya ikan yang mati, membuat warga berebut menangkapnya. Warga sejak pagi sudah menangkap ikan-ikan mati itu menggunakan saringan dan jaring.

Ikan-ikan sekarat itu dengan mudah ditangkap warga. Bahkan, warga banyak mendapat ikan hingga puluhan kilogram. Ikan yang berhasil ditangkap langsung dimasukkan ke dalam kantong plastik, karung, hingga gerobak.

Rizky warga setempat menuturkan, matinya ikan-ikan tersebut diketahui sejak pagi tadi, setelah semalam wilayah tersebut diguyur hujan.

"Kalau tidak kena limbah, mana mungkin ikan mati," ujar warga Kampung Jampang, Desa Wanaherang itu.

Rizky menyebutkan, warga umumnya mendapat ikan mujaer, nila, mas, gabus, dan jenis ikan air tawar lainnya. "Biasanya untuk dapat ikan di setu ini, harus mancing lama atau menjaring di lokasi yang dimungkinkan tempat ikan berada," tutur dia.

Sementara, Camat Gunung Putri Budi Lukmanul Hakim telah meminta warga tidak mengambil ikan yang diduga sudah tercemar limbah itu. Budi khawatir apabila ikan-ikan tersebut benar-benar mati karena tercemar limbah, dapat membahayakan kesehatan warga.

"Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, kami sudah meminta warga untuk tidak mengambil ikan-ikan itu," ujar dia.

Budi menambahkan, petugas kecamatan bersama Polsek Gunung Putri juga sudah mengambil sampel air dan ikan yang mati, untuk diuji di lab Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bogor.

"Dan kami juga sudah meminta petugas BLH untuk mengecek dan mengambil sampel air di seluruh aliran kali yang bermuara ke setu itu," pungkas Budi.

Sumber: http://goo.gl/ce9YPn

Anggrek Iriana Jokowi di Kebun Raya Bogor Mekar

Anggrek Iriana Jokowi yang dititipkan di Kebun Raya Bogor mulai berbunga. Anggrek perpaduan antara Dendrobium Christabella dengan Dendrobium Haldis Morterud ini hasil pemberian dari pemerintah Singapura kepada Presiden Jokowi.

Salah satu Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) Kebun Raya Bogor, Yuniar mengatakan, anggrek Iriana Jokowi ini diperkirakan akan terus mekar selama 30 hari ke depan.

"Bunganya mulai mekar sejak pertengahan Agustus kemarin," kata Yuniar yang menangani koleksi anggrek di Kebun Raya Bogor.

Pemberian nama Anggrek Iriana Jokowi sebagai bentuk penghormatan Pemerintah Singapura pada Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana yang telah mengunjungi taman anggrek nasional (National Orchid Gardens) saat kunjungan kenegaraannya di Negeri Singa pada 29 Juli 2015.

Dalam kesempatan itu, Iriana mendapat kehormatan karena namanya diabadikan pada salah satu jenis anggrek yakni Dendrobium Iriana Jokowi.

Bunga Anggrek Iriana Jokowi merupakan perpaduan antara Dendrobium Christabella dan Dendrobium Haldis Morterud. Anggrek ini merupakan bunga Dendrobium hibrida yang kuat dan bebas.

Tak hanya itu, Dendrobium Iriana Jokowi berbentuk tegak mekar semi-melengkung dengan ukuran 5,6 cm. Saat mekar, bunga dendrobium Iriana Jokowi pada bagian pinggirnya berwarna kemerahan ungu muda dan berwarna ungu gelap di bagian tengahnya. Sedangkan kelopak bunganya berwarna putih dan cahaya kuning kecokelatan.

Anggrek Iriana Jokowi ini menambah jumlah koleksi tanaman anggrek di Kebun Raya Bogor. Saat ini, Kebun Raya Bogor telah mengkoleksi 92 marga dan 421 jenis anggrek dari berbagai daerah.

Sumber: http://goo.gl/S3TklF

Senin, 29 Agustus 2016

Kota Bogor, Tetirah di Kota Mozaik Sejarah

Di Kota Hujan, hampir setiap jengkal alamnya adalah kepingan sejarah sarat makna. Bangunan, tanaman, kultur, hingga udaranya serupa mozaik utuh potret pariwisata. Kota yang nyaman ini bergeliat menyusun narasi lengkap, bersiap memulihkan ingatan dan merangkai masa depan.

Suatu sore, akhir Juli lalu, tetes air sehabis hujan jatuh dari ujung dedaunan pohon kenari yang berjajar rapi di tepi jalan. Bau tanah basah dan udara lembab nan sejuk masuk ke dalam paru-paru. Langit yang perlahan temaram menggoreskan gradasi warna biru, hijau, dan jingga.

Di Tugu Air Mancur, derap sepatu kuda sesekali terdengar, beradu dengan hiruk-pikuk kendaraan. Istana Bogor, yang terletak di lokasi yang lebih tinggi tepat 1 kilometer di depan tugu ini, samar terlihat.

Tugu Air Mancur, yang dahulu bernama Tugu Batu, setinggi 18 meter, satu garis lurus dengan Istana Bogor. Istana yang pada masa penjajahan Belanda merupakan rumah para gubernur jenderal itu kini menjadi tempat tinggal Presiden Joko Widodo.

Impresi kesyahduan Kota Bogor saat ini tentu telah banyak berubah dibandingkan saat Buitenzorg, sebutan lain Kota Bogor, masih sangat alami; saat kendaraan masih satu dua; ketika semua bangunan tak boleh melebihi tinggi pohon kenari.

Lanskap dan denyut keindahan itu dicatat dengan apik oleh Robert Nieuwenhuys (1908-1999). Penulis berkebangsaan Belanda kelahiran Semarang, Jawa Tengah, ini menuliskan kesannya tentang Kota Bogor dalam salah satu bagian buku memoar fiksinya, Faded Portraits (1982).

Nieuwenhuys dan keluarganya rutin berkunjung ke Bogor. Dia, misalnya, menulis, ”Suatu saat, ketika udara panas memuncak, dedaunan menjuntai lesu, rumput mengering dan tanah meretak, ayah pulang sambil berkata, ’Kita akan mencari udara segar,’ kami pun mengerti bahwa saat mengunjungi Buitenzorg telah tiba.”

”Kami mulai menghirup aroma tanah, kelembaban, dan rumput hijau, seolah baru pertama bernapas dalam-dalam,” tulis Nieuwenhuys yang memiliki nama pena E Breton de Nijs.

Taufik Nassuha (50), pegiat sejarah dan pariwisata di Kota Bogor, mengatakan, tulisan itu diperkirakan merujuk pada masa kanak-kanak Nieuwenhuys atau pada 1920-1930. Narasi tersebut membuktikan bagaimana Kota Bogor bukan sekadar tempat singgah, melainkan juga tempat orang datang berelaksasi serta menikmati alam dan sejarah.

Narasi utuh

Hingga kini, Kota Bogor terus menarik orang untuk datang berkunjung. Setiap hari ratusan hingga ribuan orang datang ke Kota Bogor. Jumlah ini melonjak saat akhir pekan. Kunjungan ini belum termasuk ramainya pelatihan dan pertemuan (MICE) yang tumbuh subur.

Tempat-tempat wisata sesak. Jalanan berubah menjadi lautan kendaraan. Pengunjung terpusat terutama di sekitar Kebun Raya Bogor yang pembangunannya diinisiasi oleh Thomas Stamford Raffles.

Yuda Fitri (39), warga Jakarta, membawa tiga anaknya siang itu. Setelah berjalan-jalan di Kebun Raya, mereka lalu menepi sejenak di depan Hotel Salak. ”Hampir dua minggu sekali kami ke sini, apalagi suami asli Bogor. Kalau ditanya wisata, ya, ke Kebun Raya, enggak tahu mau ke mana lagi,” ucapnya.

Sepasang wisatawan asal Belanda juga kebingungan. Minggu (31/7/2016) siang itu mereka baru saja mengunjungi Museum Zoologi di Kebun Raya Bogor. Klaas Van Der Horst Zierikzee (26) dan istrinya, Angela (28), baru kali pertama ke Bogor, juga Indonesia. Namun, menurut Klaas, dirinya kebingungan setelah mengunjungi Kebun Raya. Tak ada penanda dan pusat informasi lokasi wisata di Kota Bogor.

Kunjungan wisata memang seperti berat sebelah. Kebun Raya Bogor selalu penuh, sementara tempat lain justru merana. Di Museum Perjuangan Tanah Air, misalnya, pengunjung hanya satu dua. Bahkan, Juni lalu, hampir tidak ada pengunjung. Kondisi ini seiring dengan kesan museum yang temaram dan kusam.

Ernan Rustiandi, pendiri Kampung Bogor, dan peneliti senior di Institut Pertanian Bogor, menyebut kondisi ini seperti narasi sejarah yang tidak utuh. Bogor tidak hanya tentang Kebun Raya, tetapi begitu kaya akan narasi kebudayaan, kesejarahan, dan ilmu pengetahuan.

Di Indonesia, bahkan di dunia, kata Ernan, hanya sedikit kota yang memiliki aset yang selengkap Kota Bogor. ”Cuma selama ini value itu gagal diungkapkan. Narasinya sebatas di permukaan. Saya belum melihat adanya narasi wisata yang terhubung satu sama lain,” kata Ernan.

Taufik mengamini hal yang sama. Ratusan bangunan bersejarah jarang dikunjungi wisatawan. Narasi Pakuan sebagai sejarah panjang Padjadjaran belum terhubung dengan narasi saat ini.

Namun, Taufik lebih menghawatirkan amburadulnya pembangunan di era 1980-an hingga beberapa tahun lalu. Pembangunan terpusat di area tengah, dekat Kebun Raya, sehingga mengeliminasi peran daerah yang lain.

”Tidak hanya itu, perubahan besar terhadap kultur masyarakat begitu terasa. Padahal, warga Bogor memiliki nilai yang kuat terkait toleransi, ramah, dan suka membantu. Seperti saat saya kecil dahulu, interaksi dengan semua etnis, agama, begitu kental terasa,” kata Taufik.

Saat ini, Pemerintah Kota Bogor fokus pada penataan pariwisata. Paling tidak ada empat prioritas yang sedang dan akan dilakukan, yaitu penyiapan akses dan infrastruktur transportasi yang nyaman, penyiapan destinasi terintegrasi, kampanye masif, dan penyiapan sumber daya yang andal.

Wali Kota Bima Arya mengatakan, penataan transportasi penting karena kemacetan semakin akut. Angkutan umum, khususnya angkutan kota (angkot), juga belum tertata. Berdasarkan data Pemkot Bogor, ada 3.412 angkot yang hanya melayani sekitar 40 persen kebutuhan transportasi. Belum lagi, tiga perempat trayek angkot itu melewati Kebun Raya Bogor. ”Transportasi dengan bus adalah ide besar kami,” ujarnya.

Setelah itu, lanjutnya, penyiapan destinasi yang terintegrasi. ”Kami yakin membangun wisata itu bukan hanya lokasi semata, melainkan ada nilai yang terkandung di dalamnya, berdampak terhadap bagaimana kultur, dan nilai itu terjaga, dan itu akan berefek panjang terhadap ekonomi warga dan kotanya,” ujar Bima.

Orang-orang Bogor meyakini, dinu kiwari ngancik nu bihari, seja ayeuna sampeureun jaga (apa yang terjadi saat ini adalah akibat yang dilakukan kemarin). Apa yang dilakukan hari ini adalah untuk masa depan lebih baik.

Sumber: http://goo.gl/RYau5X

Botani Square Wujudkan Bogor Jadi Kota Sejuta Taman

Kota Sejuta Angkot. Julukan itu diberikan untuk kota Bogor. Karena angkot memenuhi seluruh jalan di Bogor. Julukan itu tentu saja tidak enak terdengar karena identik dengan kemacetan dan polusi.

“Julukan itu sangat tidak enak didengar. Maka, kami dari Botani Square menyambut baik rencana Bogor sebagai Kota Sejuta Taman,” kata Dirut Botani Square, Meika Syahbana Rusli.

Maka, saat merayakan ultah 10 tahun Botani Square, Sabtu dan Minggu , manajemen Botani Square menyumbang 10 ribu bibit pohon kepada Pemda Bogor.

“Memperingati 1 dekade, Botani Square tidak hanya memberikan hiburan dan diskon pada masyarakat, tetapi kami juga memberikan 10 ribu bibit pohon sebagai bentuk nyata kepedulian kami kepada lingkungan di sekitar Bogor,” tuturnya.

Dikatakan Meika Syahbana Rusli, Bogor sekarang sangat berbeda dengan Bogor 10 tahun lalu.

“Kalau dulu pagi hari kita pakai jaket karena udara Bogor sangat dingin, sekarang sudah tidak lagi. Panas,” katanya.

Karena itulah, dengan progrm Kota Sejuta Taman diharapkan Bogor kembali sejauk. Dan, dengan sumbangan bibit 10 ribu pohon, Botani Square berhasil meraih Sertifikat MURI sebagai Mal terbanyak menyumbang bibit pohon untuk penghijauan.

Dalam memperingati hari jadinya yang ke-10 itu, Botani Square menggelar berbagai acara, dari pesta diskon, penghijauan, senam pagi bersama warga Bogor dan hiburan musik. Untuk hiburan musik menampilkan Band Drive, vokal Payung Teduh, Is.

Sumber: http://goo.gl/yNtsSf

Cornelia Adinda dan Erick Aditya Mojang Jajaka Kota Bogor 2016

Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Bogor 2016 usai dihelat tadi malam di Ballroom Padjadjaran Suites Resort & Convention Hotel, Bogor Nirwana Residence, Jalan Bogor Inner Ring Road Lot. XIX C-2 No. 17.

Dalam gelaran tersebut Mojang Cornelia Adinda Prameswari dan Jajaka Erick Aditya Pratama terpilih sebagai juara 1.

Teriakan dukungan terus mengalir dari para pengunjung yang hadir kepada 30 finalis Moka.

Pada acara final Moka Kota Bogor 2016 diadakan beberapa kegiatan.

Di antaranya yaitu penampilan tarian dari 30 peserta Moka dengan mengenakan pakaian Sunda.

Bukan hanya itu para 30 finalis pun berlenggak lenggok bak peragawati dengan mengenakan batik khas Kota Bogor yaitu batik Pancawati.

Selesai menampilkan acara hiburan, para finalis pun memasuki babak yang menegangkan yaitu sesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan pun di lontarkan oleh juri terkait ekonomi kreatif.

Suasana semakin tegang saat juri akan mengumumkan siapakah yang akan terpilih menjadi Moka 2016 Kota Bogor. Menjelang tengah malam keputusan yang ditunggu-tunggu pun tiba.

Yang terpilih menjadi Mojang Jajaka Kita Bogor 2016 yaitu Jajaka Nomor urut 28 dan Mojang nomer urut 29. Mereka adalah Mojang Cornelia Adinda Prameswari dan Jajaka Erick Aditya Pratama.

Dalam acara terebut turut hadir juga Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor Sahlan Rasidi.

"Kami sangat senang dan bersyukur pada malam ini bisa meraih impian dan cita-cita, semoga ke depannya kita bisa turut membangun Kota Bogor lebih baik," ujar Cornelia.

Para pemenang Mojang Jajaka Kota Bogor pun dinobatkan oleh finalis terpilih Mojang Jajaka 2016.

Sumber: http://goo.gl/vAQUYl

Taman Safari Bogor Berhias Jelang Kedatangan Sepasang Panda

Sejumlah persiapan terus dilakukan jelang kedatangan sepasang panda dari China ke Taman Safari Indonesia, Bogor, Jawa Barat. Sejak tiga tahun silam sudah dilakukan persiapan membangun kandang berarsitektur China di atas lahan seluas 1,5 hektare.

Selain menyelesaikan pembangunan kandang, pihak Taman Safari juga telah menyiapkan akses masuk pengunjung dan tanaman pohon bambu yang didatangkan langsung dari China. Kini tinggal menyelesaikan fasilitas penunjang seperti ruang teater untuk sarana edukasi bagi pengunjung.

"Semua fasilitas, sarana dan prasarana sudah selesai," kata Humas Taman Safari Indonesia, Julius.

Menurut dia, kandang, fasilitas indoor dan outdoor, sampai makanan panda pun sudah diatur dengan baik.

Proses mendatangkan panda ini cukup panjang. Bermula dari tahun 2013, kala itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Presiden China mendatangkan panda ke Indonesia. Taman Safari Indonesia ditunjuk untuk merawat kedua panda tersebut.

Sejak tahun 2013, pemerintah China telah melakukan inspeksi langsung ke Taman Safari. Hasilnya, China merasa puas, bahkan menyebut 'istana' sepasang panda itu sebagai tempat tercantik di dunia, sehingga keinginan mendatangkan panda bakal segera terwujud.

"Rencananya sepasang panda ini datang bulan September. Statusnya pinjam selama 10 tahun," kata Julius.

Setelah tiba di Taman Safari, dia menambahkan, sepasang panda tersebut akan dikarantina selama tiga bulan, setelah itu baru bisa diperlihatkan kepada pengunjung.

"Nanti Presiden Jokowi yang akan menyambut kedatangan panda itu di Taman Safari," terang Julius.

Sumber: http://goo.gl/RWNzVt

Sabtu, 27 Agustus 2016

Ngamen Kreatif di Taman-taman Kota Bogor

Kota Bogor tak hanya memiliki taman-taman untuk memperindah lingkungan. Taman-taman itu juga memiliki fungsi sebagai tempat berkumpul warganya. Wajar bila Komunitas Rintik Taman Akustik (Artistik) memilih taman kota sebagai tempat terbaik untuk ngamen kreatif di Kota Hujan itu. 

Taman, musik, dan Bogor menjadi tiga unsur penting komunitas Artistik berkreativitas. Komunitas itu mencoba memberikan wadah bagi setiap pelaku musik, untuk bisa berkreasi kreatif di taman kota. "Lewat musik, kami ingin mengajak masyarakat untuk sadar mengenal fungsi taman itu sendiri," ujar Ketua Komunitas Atistik, Aru Prayogi, kepada Republika, pertengahan pekan ini. 

Dari sekian banyaknya taman di Kota Bogor, Komunitas Artistik sudah menggelar ngamen kreatifnya di tiga taman. Taman Kencana, Taman Heulang, dan Taman Corat-coret sudah menjadi lokasi ngamen kreatif dengan media akustik sehingga menarik anak muda di Kota Bogor. 

Aru mengungkapkan, mengambil taman sebagai unsur terpenting dalam kegiatan ngamen kreatif bukan tanpa alasan. "Karena sebagian besar pengunjung taman itu datang dan mungkin merusak keasrian serta fasilitas di dalam taman," ucap dia. 

Hadirnya musik akustik, Aru menuturkan, paling tidak bisa mengalihkan kebiasaan buruk sebagian masyarakat Kota Bogor. Masyarakat pun bisa mendapatkan hiburan musik di taman secara mudah dan tetap menarik. "Kami akustikan ngundang band-band juga dan tempat akustikan-nya setiap kali selalu berbeda taman," ungkapnya. 

Berpindahnya lokasi taman, menurut Aru, sekaligus memberikan informasi kepada warga Bogor yang belum mengetahui adanya beberapa taman di Kota Hujan itu.

Tak hanya soal musik, Komunitas Artistik juga mewadahi hal lain yang bisa dibagikan kepada warga Kota Bogor. Aru mengungkapkan, sering mengundang pemateri untuk menyampaikan soal bela negara, kesenian, kebudayaan bahkan hingga mengadakan acara sosial untuk anak yatim piatu dan dhuafa. 

Creative Director Komunitas Artistik, Rifal Arif Subagio, menuturkan, di Kota Bogor ada sekitar 32 taman, tapi kebanyakan masyarakat Bogor hanya mengetahui beberapa saja. "Artistik sebagai wadah seniman menyalurkan bakat dan potensinya dalam dunia musik sekaligus mengampanyekan Bogor untuk menjadi kota sejuta taman," ujar dia.

Tak hanya Rifal, pendiri lainnya, Agus Setiawan, menyatakan hadirnya kegiatan ngamen kreatif bisa mengembalikan fungsi taman sebagai wadah interaksi sosial. "Kegiatan ini juga positif bagi pekerja seni musik indie di Kota Bogor dalam memperkenalkan karyanya," katanya menjelaskan.

Lewat ngamen kreatif, anggota Komunitas Artistik berharap, taman dapat menjadi sektor pariwisata baru bagi warga Kota Bogor dan masyarakat luas. Tak hanya bagi penikmat musik, Komunitas Artistik juga berharap bisa mewadahi pelaku musik mana pun untuk berkreasi.

Sumber: http://goo.gl/d8Yhgj

Jokowi Gelar Kontes Domba Garut di Istana Bogor, Yuk Nonton!

Presiden Joko Widodo akan menggelar kontes domba garut dan kambing bertajuk Piala Kemerdekaan di Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor.

Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki menjelaskan, ada empat materi yang akan dikonteskan untuk jenis perlombaan domba garut.

"Materi kontesnya, yaitu Raja Pedaging, Raja Petet, Raja Kasep dan Ratu Bibit," ujar Teten melalui pesan singkatnya.

Selain itu, acara juga akan dimeriahkan dengan pementasan kambing perah dan domba catwalk. Juri akan memilih mana kambing yang mampu memproduksi susu paling banyak dan paling berkualitas.

Salah satu panitia seksi acara Munajat menambahkan, untuk kategori Raja Pedaging, juri yang berasal dari akademisi, unsur pemerintah dan asosiasi domba garut akan melihat dari berat serta kesehatan domba garut yang menjadi kontestan.

Materi kontes

Untuk kategori Raja Petet, juri akan memilih domba mana yang berusia remaja namun berpotensi menjadi pejantan yang menghasilkan daging berkualitas.

"Istilahnya juri memilih pemuda jantan harapan bangsalah," ujar Munajat.

Sementara untuk kategori Raja Kasep, tim juri akan memilih mana domba yang berbadan kekar, bertanduk bagus, berbulu halus dan memiliki kondisi kesehatan yang prima.

Adapun, kategori Ratu Bibit, hal yang dinilai para juri, yakni domba yang masih berupa anakan, namun berpotensi memiliki daging yang berkualitas. Domba garut milik Presiden Jokowi yang dipelihara di Istana Bogor akan diikutsertakan ke dalam salah satu kategori itu.

"Untuk hadiahnya, lihat saja besok di lapangan langsung. Tapi bagi para peserta, masuk Istana dan bertemu Presiden itu sudah menjadi hadiah bagi mereka sebenarnya," ujar Munajat.

Pelaksanaan kontes akan digelar dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Rencananya, di sela acara, Presiden akan berbincang-bincang dengan para pelaku peternak dan industri domba garut.

Sumber: http://goo.gl/rgiIEI

Jumat, 26 Agustus 2016

Rasakan Sensasi Mendaki Puncak Gunung Kencana di Bogor

Apa yang ada dibenak Anda jika mendengar kawasan Puncak? Pasti terlintas dibenak Anda Puncak identik dengan destinasi wisatanya yang terkenal seperti Taman Safari Cisarua dan Taman Wisata Matahari.

Namun, sebenarnya ada satu lokasi wisata alam yang belum diketahui banyak oleh para wisatawan yang sedang berkunjung di kawasan tersebut yaitu wisata alam Gunung Kencana.

Lokasi wisata Gunung Kencana ini sendiri berada di Kampung Rawa Gede, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan hanya memiliki ketinggian sekitar 1.803 mdpl.

Jika menggunakan kendaraan, Anda dapat masuk melalui wisata Telaga Warga di kawasan Puncak menuju Kampung Lahan Cadangan yang merupakan titik terakhir sebelum memasuki jalur pendakian Gunung Kencana. 

Petugas Jaga Wisata Gunung Kencana, Jajang mengatakan untuk mencapai area Puncak Kencana Anda diharuskan menempuh perjalanan dengan berjalan kaki selama 45 menit dari pos pendaftaran.

"Nanti dari pos pendaftaran perorang bayar masuknya Rp10 ribu. Dari pos pertama sampai puncak lumayan jauh sekitar satu jam lebih lewatin perkebunan teh sama hutan," katanya. 

Saat pertama memasuki jalur pendakian, wisatawan akan disambut lintasan menanjak cukup ekstrem bernama 'Tanjakan Sambalado'. Disini, stamina Anda akan diuji untuk menaiki anak tangga yang berjumlah ratusan tersebut. 

"Di sini biasanya digunakan untuk pendidikan dasar pecinta alam para Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam). Atau kadang-kadang untuk latihan para anggota TNI Angkatan Darat. Jalurnya cukup menguras tenaga," jelasnya. 

Rasa lelah Anda selama perjalan yang cukup menantang akhirnya terbayarkan saat tiba di Puncak Kencana disambut pemandangan hamparan kebun teh dan dua gunung yang terkenal yakni Gunung Gede-Pangrango dan Gunung Salak. 

"Kalau langitnya lagi bagus, tidak mendung atau tertutup kabut, puncak Gunung Gede dan Gunung Pangrango bisa dilihat dengan jelas di atas Puncak Kencana. Bisanya waktu yang bagus pagi atau sore," ungkap Jajang. 

Selain menikmati indahnya pemandangan dari ketinggian, jika belum puas Anda juga dapat berkemah di Puncak Kencana hanya dengan menambah biaya sebesar Rp10 ribu untuk permalamnya.

"Kebanyakan pendaki yang kesini, setelah sampai puncak Kencana, turun, terus pulang lagi. Jarang ada yang berhari-hari nginep di atas tapi kalau mau bisa saja," tambahnya. 

Bagi Anda pecinta alam atau ingin sekedar mencicipi mendaki gunung dengan waktu relatif singkat, tidak ada salahnya datang ke lokasi wisata alam Gunung Kencana bersama keluarga ataupun kerabat terdekat.

Sumber: http://goo.gl/SdNmlh

Kota Bogor dan Cinta yang Memikat

Kota Bogor selalu diidentikkan dengan wisata Kebun Raya Bogor. Kawasan konservasi lingkungan yang luasnya mencapai lebih dari 80 hektar ini memiliki sekitar 13.000 koleksi tanaman. Kota ini juga menawarkan tempat wisata dengan beragam arena bermain dengan daya tarik alam yang asri dan teduh. Sebut saja Marcopolo Water Adventure, The Jungle, atau SKI Tajur Katulampa. Kota Bogor juga menjadi salah satu tujuan wisata kuliner.

Memasuki usia ke-534 tahun ini, Kota Hujan ibarat cinta yang kian memikat sehingga layak menjadi pemenang We Love Cities 2016 dan The Most Loveable City in the World. Prestasi ini tak lepas dari tata kelola kota oleh Pemerintah Kota Bogor.

Dalam Indeks Pariwisata Indonesia yang dibuat Litbang Kompas, tata kelola pariwisata daerah ini meraih skor tertinggi dibandingkan dimensi lainnya. Dalam persepsi warga, kepemimpinan daerah juga dinilai berperan tinggi menunjang pariwisata. Didukung penerimaan dan partisipasi masyarakat serta dampak pariwisata yang dirasakan masyarakat, pariwisata Kota Bogor kian cepat berkembang.

Pada 2008, kunjungan wisatawan hanya 1,3 juta orang dan yang menginap di hotel hanya 748.000 orang. Pada 2015, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 2,4 juta orang dan yang menginap di hotel mencapai 1,3 juta orang. Jumlah wisatawan mancanegara di kota ini mencapai 165.000 orang.

Sumber: http://goo.gl/N66MRo

Pohon Pisang Bertandan 3 Hebohkan Warga Bogor

Warga Kampung Karang Sari, Desa Mekar Wangi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor dihebohkan dengan fenomena langka, yakni pohon pisang bertandan tiga.

Pohon pisang yang terbilang langka tersebut berada di lahan milik warga bernama Eman, di Kampung Karang Sari.

Anehnya, meski sudah ditebang, pohon pisang ini kembali mengeluarkan tunas hingga berbuah, sama seperti pohon pisang pada umumnya.

Kini, keunikan pohon pisang ini menjadi perhatian warga sekitar, untuk melihat keberadaan pohon pisang batu yang dinilai aneh tersebut.

Keanehan pohon pisang setinggi 1,7 meter tersebut pertama kali diketahui Wati, istri Eman saat meninjau lahan perkebunannya. "Istri saya pulang dari kebun, tiba-tiba kasih tahu bahwa pisang di kebun buahnya bertandan tiga," ujar Eman.

Penasaran, Eman bergegas ke kebun yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya. Eman pun terkejut, ternyata benar pohon pisang yang sudah ditebang beberapa bulan lalu itu berbuah tiga tandan.

Dalam waktu sekejap, kabar pisang bertandan tiga ini pun kemudian menyebar luas ke masyarakat. Warga sekitar berdatangan ingin menyaksikan langsung pohon pisang 'keramat' itu.

Eman pun berencana menebang pohon pisang tersebut. Pria 48 tahun itu akan mengambil getah, daun, dan batangnya.

Sebab, menurut mitos pohon pisang bertandan tiga diyakini memiliki khasiat untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Bahkan, konon dapat dijadikan jimat untuk menangkal gangguan mahluk halus dan mengusir roh jahat.

"Untuk sementara mau dipindahkan dulu dekat rumah, karena sudah ada yang patah oleh warga," kata Eman.

Sumber: http://goo.gl/YgA9rt

Kickoff LSN Regional Jabar IV Digelar 28 Agustus di Kota Bogor

Rabithah Ma`ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Kota Bogor Jawa Barat siap melaksanakan dan memeriahkan gelar akbar Liga Santri Nusantara (LSN) tahun 2016. Kota Bogor menjadi tuan rumah untuk LSN Regional Jabar IV yang meliputi Bogor, Cianjur, dan Sukabumi dan digelar di Stadion Pajajaran Bogor. 

"Liga Santri Nusantara yang merupakan kompetisi sepakbola paling bergengsi antarklub bola binaan pesantren, secara nasional sudah dimulai. Untuk wilayah Bogor dan sekitarnya yang tergabung dalam Region Jabar IV akan dimulai pada 28 Agustus sampai pertengahan September," kata Koordinator Regional Jabar IV, Heri Firdaus, di Bogor.

Heri Firdaus yang juga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bogor itu menjelaskan, RMI-NU sebagai operator kompetisi sepakbola antarpesantren ini bekerja sama dengan Kemenpora RI sudah mempersiapkan sejak jauh-jauh hari. 

"Kompetisi LSN 2016 ini juga disambut baik oleh PCNU dan pesantren-pesantren yang ada di Bogor dan sekitarnya," katanya.

Sementara itu, Rais Syuriah PCNU Kota Bogor KH Fuad Fitri yang dihubungi di pesantrennya menyatakan dukungan penuhnya terhadap kegiatan ini. Karena, menurutnya, di pesantren perlu juga digalakkan olahraga, selain olah jiwa. Dalam raga yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula.

Ketua PCNU Kabupaten Bogor KH Romdoni, yang juga pengasuh Pesantren Yasina juga menyatakan antusiasnya menghadapi kompetisi sepakbola ini. 

"Liga Santri Nusantara ini merupakan agenda yang positif, selain untuk membangun silaturahim, juga untuk mencari bakat-bakat terpendam pesepakbola di kalangan santri," ujarnya. 

Bahkan, di Pesantren Yasina yang diasuhnya, katanya lagi, juga siap mengirimkan tim kesebelasan. 

"Dan sekarang sudah berlatih keras menghadapi ajang kompetisi sepakbola ini," ujar Kang Doni, panggilan akrab Ketua PCNU Kabupaten Bogor itu pula.

Sementara itu lagi, salah satu pesantren di kawasan Kencana, Tanah Sareal, yaitu pesantren Al Alawiyah juga telah jauh-jauh hari menyiapkan tim sepakbolanya untuk mengikuti kompetisi sepak bola antarpesantren ini. 

"Kami bertekad menjuarai Region IV ini, biar kami bisa ikut putaran final di Jakarta/Yogyakarta pada akhir September nanti," ujar KH Moh Alwi, pengasuh pesantren Al Alawiyah, Kencana.

Di Pesantren kami, katanya lebih lanjut, selain belajar kitab-kitab kuning sambil sekolah umum, juga diberi fasilitas untuk mengembangkan diri, termasuk bermain sepakbola.

Heri Firdaus sebagai Koordinator LS Region Jabar IV juga menambahkan bahwa pihaknya merasa sangat bersyukur, ternyata penerimaan ajang Liga Santri Nusantara ini oleh pesantren-pesantren di Bogor dan sekitarnya sangat baik.

"Kami juga akan bertekad memaksimalkan kesiapan panitia untuk suksesnya Liga Santri Nusantara ini," ujarnya. 

Heri juga menyebutkan, Liga Santri Nusantara ini akan menjadi kalender resmi tahunan kompetisi sepakbola antarpesantren.

"Dalam hitungan hari LSN Region Jabar IV ini akan dilangsungkan, panitia membuka peluang kerja sama dan dukungan dari semua pihak, guna memeriahkan dan menyukseskan ajang bergengsi ini," demikian Heri Firdaus.

Sumber: http://goo.gl/6bzpo5

Kamis, 25 Agustus 2016

350 Ulama Tasawuf Se-Asia Tenggara Bakal Berkumpul di Bogor

Sekitar 350 ulama se-Asia Tenggara akan berkumpul pada Muzakarah Majelis Pengkajian Tauhid dan Tasawuf ke-4 di Pondok Pesantren Raudhoh Al-Hikam, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Rais Am PBNU KH Ma’ruf Amin dijadwalkan akan membuka acara. 

Beberapa tokoh penting dalam acara ini adalah para mursyid dan masayikh berbagai Thoriqoh Mu’tabarah antara lain Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi (Syekh Thoriqot Naqsabandiyah), Syekh H Ibrahim Muhammad (Syekh Thoriqot Syatariah, Malaysia), Dr. Muhammad Dhiauddin Kuswandi (Pimpinan Keluarga Besar Wali Songo), Dr Syekh. Rohimuddin Al-Bantany (Pimpinan Kerukunan Ulama Nusantara) dan KH Zein Djarnuzi (Pesantren Raudhoh Al-Hikam, Indonesia, Syekh Thoriqoh Qodiriyah Wanaqsabandiyah/TQN).

Muzakarah Majelis Pengkajian Tauhid dan Tasawuf  ke-4 ini mengusung tema Tauhid Tasawuf Sebagai Roh Pembangunan Insan Agar : Beriman Kepada Allah dan Rasul, Mencintai Allah dan Rasul Serta Berakhlak Yang Mulia. Abuya Syekh H. Amran Waly Al Khalidi yang juga Syekh Tarikat Naqsyabandiyah Khalidiyah  mengatakan muzakarah para ulama tauhid dan tasawuf  se -Asia Tenggara sebelumnya telah dilaksanakan di Kota Meulaboh Kabupaten Aceh Barat pada tahun 2010, kemudian muzakarah yang ke-2 di laksanakan di Selangor Malaysia serta yang ke-4 di laksanakan di Blang Pidie Aceh Barat Daya Provinsi Aceh.

Sekretaris Umum Muzakarah Tasawuf Ke-4 Se-Asia Tenggara, Abi Razali Daud menyatakan, konferensi ini akan diisi dengan pembahasan antara lain; Inti ajaran tauhid sufi. Pedoman warisan sejarah, pembentukan akhlak mulia untuk mencapai tauhid hakiki, hubungan tasauf dengan ilmu-ilmu keislaman, serta pergerakan tauhid sufi dalam memberkahi Nusantara.

Rangkaian acara yang digelar selama tiga hari ini akan diisi oleh seminar, dzikir, tausiyah, maulid Nabi, Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jailani serta hiburan Islami dari Indonesia dan Malaysia.

Sumber: http://goo.gl/HI2y5A

Kabupaten Bogor Siap Sukseskan PON XIX dan Peparnas XV 2016 Jabar

Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Jawa Barat melakukan kegiatan senam masal dan aksi jalan sehat untuk mensosialisasikan pelaksanaan PON XIX dan Peparnas XV 2016 kepada masyarakat di Lapangan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabuapaten Bogor, Jawa Barat. 

Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan dalam penyelenggaraan PON, Jawa Barat memiliki target "Catur Sukses", yang meliputi Sukses Penyelenggaraan, Sukses Prestasi yang mana Jawa Barat harus meraih juara kesatu atau "Jabar Kahiji", Sukses Perekonomian, dan Sukses Administrasi. 

"Saya terus mendukung catur sukses dengan persiapan yang matang agar pelaksanaannya nanti tidak ada kendala. Infrastruktur dalam pelaksanaan PON sudah mencapai 99 persen. Namun, untuk gedung kesenian masih terus digeber perbaikannya. Tapi percayalah, sebelum dimulai semuanya sudah selesai," kata Nurhayanti. 

Nurhayanti menambahkan, ia berterima kasih kepada masyarkat Kabupaten Bogor yang terus mendukung pelaksanaan PON Jabar. Dengan dukungan masyarakat Kabupaten Bogor yang mencapai 5,4 juta, PON Jabar dipastikan tidak ada hambatan dalam pelaksanaannya. 

Selain itu, ia memberikan semangat kepada para atlet Kabupaten Bogor agar bisa mendulang prestasi pada pelaksanaan PON dengan memberikan bantuan moril dan materil kepada para atlet. "Para atlet tunjukkan yang terbaik pada PON nanti, sehingga Jabar bisa menjadi kahiji (juara pertama). Saya akan memberikan kadedeuh (tanda kasih sayang) bila atlet Kabupaten Bogor dapat meraih medali," ujarnya. 

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang juga Ketua PB PON mengungkapkan perhelatan PON ke-19 ini sudah di depan mata. Untuk itulah, semua pihak harus terus mempersiapkan ajang tersebut sekaligus makin gencar melakukan sosialiasinya ke masyarakat. 

"Semakin dekat ya, makanya kita akan terus lakukan sosialisasi. Mungkin ke depan itu sudah tidak ada lagi hitung mundur," tutur Aher. 

Aher juga mengatakan sebagai tuan rumah, Jabar tentunya ingin prestasi terbaik yakni menjadi juara umum dalam perolehan medali emas terbanyak. Terlebih lagi, 55 tahun Jawa Barat tidak meraih manisnya tahta juara umum PON. 

"Prestasi Jabar harus sukses jadi juara umum. Saatnyalah sekarang kita semua masyarakat Jawa Barat, termasuk seluruh masyarakat ikut serta mendukung dan menyukseskan agar kita bisa jadi juara umum," terangnya. 

PON tahun ini tidak hanya di Bandung, tapi di 16 kabupaten dan kota seperti di Kabupaten Bogor ada tiga cabang olahraga yang dipertandingkan yakni sepakbola, atletik, dan drum band yang memperebutkan sekitar 25 medali emas. Dari tiga cabang olahraga tersebut total keseluruhan Jabar menargetkan meraih 13 medali. 

"Kami ingin masyarakat menyemarakkan ajang olahraga terbesar di Indonesia ini. Mudah-mudahan dari Atlet Jabar Target kami mendapatkan delapan medali emas dari cabang olahraga atletik dan 5 dari cabang drum band," tandasnya.

Sumber: http://goo.gl/99hIZD

Rabu, 24 Agustus 2016

Haduh… Haduh… Macet Sukasari Bogor Masih Empat Bulan Lagi!

Bagi warga yang kerap melintasi Jalan Sukasari menuju Siliwangi bakal harus bersabar selama 4 bulan lamanya untuk bermacet ria di jalan.

Pasalnya, proyek betonisasi yang  menghabiskan anggaran APBD Rp2,8 miliar tersebut baru akan tuntas Desember 2016.

Proyek betonisasi yang berakibat adanya penyempitan jalan di sepanjang Jalan Sukasari,  belakangan ini memang menjadi keluhan warga. Misalnya, Agung (40).

Salah satu pengendara roda dua yang setiap harinya melintasi Jalan Siliwangi itu, sangat menyayangkan waktu pengerjaan yang teramat lamban. Dia pun menyarankan agar pengerjaan betonisasi tersebut dikerjakan pada malam hari.

“Pengerjaan perbaikan jalan ini terlalu lama, harusnya kalau bisa dikebut saja, dan mestinya dikerjakan malem biar siangnya gak terlalu macet,” papar Agung kepada Radar Bogor.

Kondisi itu diperparah kurangnya petugas yang mengatur jalannya lalu lintas. Alhasil, lalu lintas menjadi lebih semrawut.

Pantauan hanya terlihat satu petugas lalu lintas yang bolak-balik mengatur keluar masuknya kendaraan. Bahkan, tidak jarang tukang parkir setempatlah yang mengambil alih tugas jika petugas lalu lintas tidak di tempat.

Kabid Pengerjaan Jalan dan Jembatan pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bogor Nana Yudiana mengatakan, proyek betonisasi tersebut sudah dikoordinasikan dengan Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) maupun polsek setempat.

Dia memohon kerja sama semua pihak, lantaran untuk pengeringan beton umumnya membutuhkan waktu selama tujuh hari.

“Betonisasi sudah dalam proses pengerjaan, sudah dikoordinasikan juga dengan DLLAJ. Kami mohon masyarakat agar lebih bersabar,” tukasnya.

Sumber: http://goo.gl/aqoE8j

Rahasia Menikmati Bogor Ala Warga Lokal di Taman Kencana

Liburan ke Bogor tidak perlu repot blusukan di Suryakencana atau lelah jalan-jalan di Kebun Raya Bogor. Santai saja seperti warga Kota Hujan itu di Taman Kencana.

Taman Kencana di daerah Sempur sering luput dari perhatian wisatawan. Mereka hanya datang ke berbagai destinasi wisata kuliner yang tersebar di kawasan sekitarnya mulai dari macaroni panggang, apple pie, pizza bakar sampai masakan sop buah dan sop buntut.

Namun, bukan itu yang dilakukan warga Bogor. Mereka memilih menikmati taman yang asyik dengan suasana, kuliner dan berbagai kegiatan komunitas. Waktu yang paling cocok untuk datang ke sana adalah Minggu pagi.

Taman Kencana dengan plang besar yang asyik untuk foto-foto, tampak ramai dengan warga lokal.

Taman ini tidak besar, hanya seukuran lapangan sepakbola, namun cukup tertata. Banyak warga beraktivitas seperti orang-orang belajar karate, bocah-bocah bermain bola dan tempat finish dari orang-orang yang jogging dari arah Jl Salak, Jl Pangrango atau Jl Ciremai.

Berbagai lapak kuliner berjejer rapi di dua ujung taman. Yang khas Bogor adalah laksa dan soto kuning, sisanya adalah lapak kuliner khas makanan pagi hari seperti bubur ayam dan lontong sayur. Mau makan di trotoar bisa, di taman juga bisa. Tapi jangan menyampah ya!

Agak siang sedikit, datanglah aneka komunitas yang unjuk gigi di Taman Kencana. Beberapa adalah komunitas penyayang hewan seperti sugar glider atau bahkan berang-berang.

Tapi siap-siap saja dengan aneka kejutan, karena kita tidak tahu bakal ada event apa di Taman Kencana. Tiba-tiba saja datang para finalis Mojang dan Jajaka Bogor berparade gagah dan lenggak-lenggok cantik mengelilingi taman.

Taman Kencana adalah destinasi liburan ke Bogor yang simpel untuk akhir pekan mendatang. Namun ada banyak cerita di sini. Ini adalah tempat yang sempurna untuk menikmati pagi di Kota Hujan, sebelum ikutan dalam hiruk pikuknya.

Sumber: http://goo.gl/rocZ0U

30 Finalis Mojang Jajaka Diarak Delman Menyusuri Kota Bogor

Sebanyak 30 finalis Mojang Jajaka (Moka) Kota Bogor diarak menggunakan delman menyusuri Kota Bogor.

Mereka mengambil rute Jalan Juanda, Jalak Harupat, Sempur, kemudian berputar di Taman Kencana, Jalan Pajajaran, Jalan Otista, dan berakhir di Bogor Trade Mall (BTM). Ya, ritual ini adalah bagian dari kegiatan ajang Unjuk Kabisa.

“Amat mengapresiasi kegiatan ini, dan berharap seluruh finalis sebelum menampilkan kemampuannya di ajang Unjuk Kabisa, terlebih dahulu dapat dikenal masyarakat Kota Bogor melalui pawai yang memang sudah rutin digelar,” ujar Wakil Walikota Usmar Hariman, usai melepas pawai di Balaikota.

Di ajang Unjuk Kabisa, ia berharap, para finalis mampu menampilkan seluruh kemampuan juga keahlian masing-masing agar dapat memperoleh nilai lebih.

“Saya percaya, semua finalis yang tampil di unjuk kabisa adalah pemenangnya. Kalian semua merupakan generasi muda Kota Bogor yang terbaik, yang menjadi harapan kami semua,” katanya.

Senada, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf), Shahlan Rasyidi mengungkapkan, pawai ini bertujuan untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa setiap tahun di Kota Bogor ada pemilihan Mojang dan Jajaka.

Setelah beristirahat, finalis pun bersiap-siap untuk tampil dalam unjuk kabisa.

“Dalam unjuk kabisa ini, semua finalis harus bisa menampilkan kemampuan dan kemahirannya masing-masing,” terang Shahlan.

Pantia, kata Shahlan, tidak menentukan peserta harus menampilkan apa. Mereka bebas memilih sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, mulai dari tarian, puisi, dan pidato. Unjuk kabisa sendiri dinilai langsung oleh tim juri serta disaksikan umum.

“Ke-30 finalis yang tampil di unjuk kabisa merupakan peserta Moka yang telah berhasil melewati berbagai tahapan ataupun penyaringan. Dari mulai administrasi, tes tertulis, wawancara, kemampuan berbahasa Inggris dan Sunda, serta berbagai tes lainnya,” tandas Shahlan.

Sumber: http://goo.gl/HXbFT4

Mensos Perkenalkan Warung Elektronik di Bogor

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meluncurkan program layanan bantuan Electronic-Warung Gotong-Royong (E-Warong) di Kota Bogor.

Program layanan berbasis elektrik tersebut bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat dalam menerima bantuan sosial dari pemerintah. "Mudah-mudahan ini akan menjadi proses penjangkauan yang bisa lebih mudah dalam memberikan layanan kepada masyarakat," kata Khofifah di Balai Kota Bogor.

Khofifah menambahkan, Kota Bogor sendiri merupakan kota pertama yang ada di Jawa Barat yang diluncurkan program Bantuan Sosial (Bansos) non tunai. "Dari proporsi data Kemsos, hitungannya adalah 1.000 Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) proporsinya 1 warung. Disini ada 39.000 jadi ada 39 E-Warong untuk Kota Bogor," jelasnya.

Hal tersebut bertujuan agar layanan prorgam ini terjangkau dan dekat oleh masyarakat. Selain itu, diharapkan proses transaksi masyarakat yang menggunakan E-Warong dapat berjalan cepat. "Dari proses transaksi yang selama ini kita luncurkan, masyarakat hanya memerlukan satu menit untuk proses transaksi. Tapi itu juga didukung jaringan internet yang bagus," terangnya.

E-Warong ini sendiri nantinya hanya ada empat item kebutuhan pokok yang dapat digunakan masyarakat yakni untuk membeli beras, telur, terigu dan minyak goreng. "Saldo di kartu ini ada Rp 105 ribu. Masyarakat hanya dapat membelanjakan uang tersebut untuk kebutuhan pokok. Supaya kartu ini tidak disalahgunakan dan lebih bermanfaat," ungkapnya.

Selain kedua hal tersebut, kelebihan dari E-Warong ini masyarakat dapat melakukan proses pencairan dana dengan mudah melalui ATM karena terhubung di empat bank dari BUMN. "Kartu ini sudah terintergrasi dengan empat bank BUMN. Untuk wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta yang ditunjuk pemerintah komandannya bank BNI," tambahnya.

Diharapkan dengan adanya kartu ini, memberi kemudahan akses masyarakat serta mampu meningkatkan jumlah bantuan sosial yang disalurkan secara non-tunai. "Saat ini dari pemetaan kita baru 63% wilayah di Indonesia yang dapat menerima kartu ini. Sisanya yang belum mendapatkan masih akan diberi bantuan tapi secara tunai," pungkasnya.

Sumber: http://goo.gl/6ghSbq

Bogor Berpeluang Jadi Kota Termaju

Mantan menteri yang juga Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia Prof Soebroto mengatakan Kota Bogor berpeluang menjadi kota termaju dan berkembang dalam pembangunan.

"Ada 10 syarat bagi negara atau daerah yang punya potensi maju, dan Kota Bogor memiliki 10 syarat tersebut," kata Soebroto, saat menghadiri Workshop Pengukuran Kemiskinan di Kota Bogor oleh Universitas Oxford, di Balai Kota Bogor.

Menteri pada era Presiden Soeharto itu menyebutkan, 10 syarat daerah berpotensi maju tersebut yang pertama adalah kepemimpinan. "Adanya pemimpin yang mempunyai keyakinan memajukan daerahnya dan mampu menyemangati bangsanya," katanya.

Syarat berikutnya, lanjut Soebroto, yakni daerah yang berpotensi maju adalah sumber daya manusia atau penduduk yang siap dipimpin oleh pemimpin yang progresif untuk maju. "Syarat ketiga yakni daerah tersebut letaknya strategis, sehingga perkembangnya ke depan akan baik," katanya lagi.

Syarat keempat, lanjutnya, daerah tersebut memiliki tingkat inflasi yang rendah, sehingga masyarakatnya dapat memenuhi kebutuhan dan tidak mengalami kesulitan dalam akses pangan. Syarat kelima, daerah tersebut tidak memiliki utang yang terlalu besar, mempunyai suatu kemampuan sendiri dalam menghasilkan pendapatan daerah.

"Syarat berikutnya, daerah tersebut terkenal sebagai daerah progresif. Kota Bogor tidak hanya terkenal sebagai Kota Hujan, tapi kini jadi sentra kuliner," katanya pula.

Karena itu, lanjut Soebroto, ketika anak didiknya yang sedang menempuh studi doktoral di Universitas Oxford yang berkedudukan di Inggris ingin melakukan penelitian tentang pemetaan kemiskinan di Indonesia, ia memilih Kota Bogor sebagai daerah yang memenuhi 10 kriteria tersebut.

"Semua daerah yang memenuhi kebutuhan dalam penelitian ini adalah Kota Bogor. Saya mendukung anak didik saya meneliti di Bogor," kata Soebroto yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu pula.

Soebroto yang kini berusia 92 tahun menyebutkan, pemilihan Kota Bogor dengan penuh pertimbangan, mulai dari studi permulaan yang menentukan Bogor salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi untuk maju. "Modal utama dalam pembangunan adalah orangnya. Manusianya dilihat dari sejarahnya. Tanah Priangan, Bogor tempat yang dinamikanya besar sekali," kata dia.

Soebroto kembali menekankan bahwa penentu kemajuan suatu bangsa atau daerah adalah orang-orang yang ada di dalamnya. "Yang terpenting ada pemimpin yang dapat memberikan arahan, caranya menggerakkan masyarakatnya untuk mau dipimpin ke arah perubahan," katanya lagi.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan, paparan yang disampaikan Prof Soebroto sebagai masukan yang luar biasa bagi Pemerintah Kota Bogor dalam menentukan arah pembangunan.

Ia mengatakan, penelitian tentang pengukuran kemiskinan yang dilakukan Oxford ada kaitannya dengan mimpi Kota Bogor dalam mengentaskan kemiskinan. "Kota Bogor memiliki enam prioritas program, salah satunya pengentasan kemiskinan. Tetapi kendala yang sering kami temukan adalah tidak sinkron data di lapangan dan fakta yang ada," katanya.

Bima menambahkan, penelitian tersebut sejalan dengan program pemerintah, sehingga bermanfaat sebagai landasan dalam pengentasan kemiskinan dan pengambilan kebijakan.

Workshop Pengukuran Kemiskinan di Kota Bogor merupakan penelitian dari Putu Geniki Lavinia Natih mahasiswi doktoral Universitas Oxford, sekaligus tindaklanjut dari cikal bakal kerja sama yang akan diinisiasi antara Pemerintah Kota Bogor dan Oxford.

Hasil dari workshop ini akan diolah sebagai data dalam penelitian disertasi Geniki, dan akan dilanjutkan dengan mengundang Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto sebagai dosen tamu di Universitas Oxford. "Undangan sebagai dosen tamu sudah saya serahkan kepada wali kota, kemungkinan berangkat sebelum Desember ini," kata Geniki pula.

Sumber: http://goo.gl/RySv9x