Rabu, 06 April 2016

Soal SSA, Istana Bogor Ajukan Persyaratan

Istana Kepresidenan Bogor mengajukan sejumlah persyaratan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sebagai salah satu pihak yang terdampak uji coba Sistem Satu Arah (SSA) di seputaran Kebun Raya dan Istana Kepresidenan.

Perwakilan Bagian Rumah Tangga Istana Kepresidenan Bogor Muhamadun mengatakan, terdapat rotasi aturan terkait keluar masuk pengunjung, karyawan dan protokoler istana.

"Berdasarkan hasil evaluasi Paspamres, salah satu titik yang harus mendapatkan perhatian serius berada di Jalan Ir H Djuanda. Arus lalu lintas terkadang cepat dan rawan," katanya.

Muhamadun menambahkan, rambu-rambu di sekitar Jalan Ir H Djuanda, dekat Istana Kepresidenan agar ditambah. Rambu tersebut berupa lampu peringatan (lampu kuning), juga kejut jalan.

"Kalau SSA dipermanenkan, maka perlu jembatan penyeberangan orang. Ini bukan untuk istana tapi juga masyarakat dan pengunjung KRB," tambahnya.

Hal tersebut dikarenakan kecepatan kendaraan di sekitar Jalan Ir H Djuanda bisa mencapai 70 Km per jam. Beberapa kali pihaknya melihat kendaraan menyebrang dari seberang pintu masuk istana ditengah arus lalu lintas yang cukup kencang.

Selain itu, terkait keluar masuk kendaraan pengawal yang setiap pukul 15.00 WIB mengantar anak Presiden Joko Widodo kuliah. Pintu keluar masuk berada di Jalan Ir H Djuanda yang arus kendaraannya cukup kencang.

"Ada 10 kerucut dari Pemkot Bogor sudah kami pasang sebagian di pinggir posko. Itu agar kendaraan dari Jalan Juanda ke arah Istana untuk pelan-pelan soalnya setiap sore ada pengawalan anak Pak Jokowi yang kuliah," pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menanggapi usulan-usulan itu dengan cukup singkat. Pihaknya akan memperbaiki kekurangan uji coba SSA di seputaran Kebun Raya Bogor dan Istana Kepresidenan hingga 18 April 2016 mendatang.

Sumber: http://goo.gl/r2SPj1

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar