Rabu, 06 April 2016

Lima Penyebab Bisnis Berskala UKM Bangkrut

Saat ini bisnis berskala usaha kecil menengah (UKM) muncul di mana-mana dengan berbagai bentuk. Diantara UKM tersebut ada yang dapat meraih kesuksesan namun ada pula yang harus gulung tikar, bahkan sebelum mencapai tahun kelima.

Strategi bisnis memegang peran penting dalam laju sebuah UKM. Strategi ini biasanya berupa master plan yang akan menjadi acuan dalam beberapa tahun ke depan.

Selain master plan yang tepat, modal usaha juga menjadi penentu sebuah UKM akan tetap berdiri atau kandas. Di beberapa daerah di Indonesia, beberapa UKM masih kesulitan mencari modal untuk membangun sebuah UKM.

Kesulitan ini bisa disebabkan berbagai faktor, misalnya tidak tersedianya pinjaman modal untuk kelas menengah dari perbankan. Hal ini jelas akan menghambat perkembangan sebuah UKM untuk mencapai kemandirian dalam usaha.

Selain dua kesalahan utama di atas, masih ada banyak kesalahan lain yang turut andil dalam membuat bisnis UKM menjadi bangkrut. Belajarlah dari pengalaman untuk menghindarinya.

Juga, pengetahuan akan jenis usaha tertentu akan membantu sebuah UKM akan tetap bertahan. Pengetahuan yang sepadan dapat membuat sebuah UKM tetap berjalan sesuai yang direncanakan.

Di bawah ini adalah lima kesalahan penyebab UKM bangkrut:

1. Melakukannya secara independen
Dalam merintis sebuah UKM memang diperlukan kemandirian dalam segala hal, misalnya dalam mengelola keuangan, menentukan strategi bisnis, memasarkan produk dan masih banyak lagi lainnya. Kemandirian seperti ini sangat bagus, namun di sisi lain justru akan mengakibatkan kebangkrutan dalam UKM.
Apakah Anda yakin dapat melakukan semua hal tersebut secara bersamaan? Tentu tidak, karena setiap orang mempunyai keterbatasan dalam kemampuan. Jangan terlalu memaksakan diri Anda. UKM yang berkembang sangat membutuhkan orang yang tepat dalam bidangnya masing-masing.

2. Menganggap produk akan terjual sendiri
Konsumen tidak akan pernah tahu produk yang Anda jual jika Anda tidak memasarkannya. Pekerjaan seperti inilah yang menjadi tugas pokok dari marketing, yaitu dalam hal pemasaran produk. Rekrutlah seseorang yang memang cocok pada posisi tersebut sehingga Anda dapat berkonsentrasi pada hal lain.
Ada banyak yang cara yang dilakukan untuk memperkenalkan produk Anda, entah itu lewat media offline atau online. Menggunakan media offline, Anda bisa mencoba menjalankan strategi door to door atau mouth to mouth. Sedangkan dalam strategi online, Anda dapat memanfaatkan media sosial yang sudah banyak beredar sekarang.

3. Kurang pengetahuan dalam hal administrasi keuangan
Banyak diantara pengusaha yang memang terbukti mempunyai kemampuan dalam menjalankan bisnis, namun belum tentu bagus dalam hal administrasi keuangan. Ketidak-tahuan dalam administrasi keuangan dapat menimbulkan kebangkrutan dalam bisnis UKM.
Pelajarilah metode administrasi yang sederhana yang sesuai dengan jenis UKM Anda, atau rekrutlah seseorang yang kompeten dalam bidang ini. Ingat, semua keputusan dalam strategi bisnis selalu berhubungan keuangan.
Dan sangat tidak mungkin Anda akan mengambil keputusan tentang hal yang tidak Anda ketahui.

4. Mengabaikan aspek bisnis yang menguntungkan
Pada umumnya, banyak pengusaha baru yang tidak sabar ketika pemasukan atau penjualan produk sedang turun. Dan seketika ingin beralih dari satu jenis usaha ke jenis usaha lainnya untuk tetap mendapatkan pemasukan yang lebih.
Hal ini tidak sepenuhnya salah, namun di sisi lain berarti Anda telah mengabaikan jenis usaha yang telah dirintis sehingga Anda tidak fokus. Cobalah berusaha untuk fokus pada bisnis tertentu, karena ini merupakan sebuah manajemen bisnis.
Kurang fokus dan abai akan menyebabkan UKM mengalami kebangkrutan dalam sisi manajemen maupun finansial. Fokuslah pada satu jenis produk lalu buatlah hingga sebaik mungkin produk Anda.

5. Berbisnis dengan modal minim
Pada saat sebuah UKM baru berkembang, dukungan modal mutlak diperlukan. Hal ini demi menunjang pertumbuhan sebuah UKM. Modal yang cukup akan membawa sebuah UKM pada keberhasilan tetap bertahan.
Kebutuhan operasional seperti biaya produksi, SDM, logistik, merupakan beberapa pos yang membutuhkan modal pasti. Pelajarilah berapa modal yang dibutuhkan pada pos-pos ini, lalu tentukan anggarannya.
Juga, sebaiknya gunakan modal dari diri sendiri. Apabila dirasa modal tidak cukup, Anda bisa mengajukan kredit ke perbankan sesuai dengan nominal yang Anda butuhkan.

Bisnis UKM butuh usaha kehati-hatian

Namanya juga bisnis UKM, berarti dia tidak memiliki modal yang besar untuk menjalankan bisnis layaknya perusahaan besar. Karena itu, perlu kehati-hatian bagi para pelaku bisnis ini dalam menjalankan usaha.

Jangan sampai usaha yang sudah dibangun oleh Anda dengan susah payah hancur hanya karena Anda tidak mampu menjalankannya dengan hati-hati.

Sumber: http://goo.gl/bNpf5X

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar