Senin, 18 April 2016

Beralih ke Bisnis Online, Omzet Melejit Hingga Rp 600 Juta

Top seller bukalapak, Putri Wana mengatakan, rezeki berasal dari Allah SWT. “Sebagai penjual yang bisa dilakukan adalah berusaha. Sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu kan dari niaga," kata Wana.

Untuk menjadi seller dirinya mengingatkan agar selalu jujur. Sebab dalam berbisnis melalui online, pembeli bisa secara langsung memberikan feedback yang dapat diketahui orang banyak.

"Feedback positif ini penting karena orang kan gak kenal kita. Jadi bisa meningkatkan kepercayaan orang. Kalau feedback banyak, harga gak terlalu murah orang tetap pilih kita," katanya.

Selanjutnya adalah komitmen dalam usaha. Tidak hanya berjualan dalam waktu yang singkat. Namun coba misalnya dalam rentang waktu enam bulan.

"Gimana hasilnya. Nantikan ada improve. Jangan hanya satu bulan. Kemudian focus, cari satu. Kalau satu udah sukses baru ditambah yang lain," katanya.

Wana menceritakan, dirinya mulai menjadi pelapak di bukalapak.com pada 2014.

Sebelumnya, Wana pernah merasakan menjadi karyawan selama empat tahun. Saat anaknya lahir, dirinya memilih berhenti kerja dan berjualan.

"Awalnya saya coba ketemu langsung pembeli. Saya jual kamera yang harganya di atas 2 juta. Sehari terjual lebih dari 10. Itu cash. Dikantong kanan kiri depan di tas. Tapi waktu habis untuk ketemu orang. Belum lagi macetnya. Kadang orang sudah kita temui gak jadi beli," katanya.

Akhirnya Wana memilih berjualan di bukalapak. Selain kamera, beragam aksesoris juga dijual. Sekarang dirinya sudah memiliki lima karyawan.

"Waktu kerja kantoran, pendapatan saya tidak sampai Rp 15 juta per bulannya. Sejak jualan online, alhamdulillah omzet per bulan Rp 300 juta hingga Rp 600 juta," kata Wana.

Hal itu menurutnya memang tidak secara langsung diperoleh. Saat masih pemula, omzetnya sekitar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per hari.

"Tapi kemudian naik terus. Buka lapak juga ndak usah dipantengin terus. Karena kalau ada yang order sms tetap masuk," katanya.

Sumber: http://goo.gl/vmfFIA

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar