Rabu, 16 Maret 2016

Warga Bogor Harus Waspada Hingga Akhir Maret!

Bendung Katulampa sempat memecahkan rekor ketinggian muka air (TMA) sejak 2010 silam dengan ketinggian 250 centimeter dan debit air 630.000 liter per detik, Senin lalu. Namun, sejak saat itu berangsur normal.

“Sekarang normal di 40 centimeter dengan 22 meter kubik air yang berada di dalamnya. Kemungkinan jika hujan kembali turun maka TMA nya pun naik,” kata Kepala Jaga Bendung Katulampa, Andi Sudirman saat ditemui kemarin.

Lebih lanjut Andi mengatakan, bendung Katulampa berstatus normal sejak awal minggu ini. Meski begitu, warga tetap diminta waspada hingga akhir maret karena cuaca Kota Bogor yang beberapa hari terakhir tak henti diguyur hujan saat sore hari.

“Kalau hujannya di Puncak barulah berpengaruh ke Bendung Katulampa dan akan berdampak ke Jakarta,” ungkap Andi.

Menurut Andi, jika hujan terjadi di Kota Bogor akan ada beberapa titik yang merasakan dampaknya. Antara lain Sukasari, Bantar Kemang, Pulogeulis, Tanah Sareal, Bogor Utara hingga Depok.

Sebelumnya, hingga akhir Maret mendatang prakiraan cuaca berada dalam periode puncak musim hujan. Hujan deras di siang atau sore hari selalu ditandai dengan cuaca panas di pagi hingga siang hari.

“Pagi selalu panas, nah karena kelembaban udara masih tinggi akan menyebabkan terbentuknya awan konveksi yang menyebabkan siang atau sore hari hujan deras, ditambah dengan petir dan angin kencang,” jelas Kepala Stasiun Klimatologi Dramaga Bogor, Dedi Cahyono.

Menurutnya, inilah yang dinamakan dengan masa transisi. Warga harus waspada kalau pagi cerah atau panas, sore pasti akan hujan deras sekali ditambah angin petir.

Sumber: http://goo.gl/RsQVJn

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar