Kamis, 17 Maret 2016

Seluk Beluk Pembuatan Kain Sutra di Tamansari Bogor

Kain sutra dikenal memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Wajar saja, karena proses pembuatannya yang butuh ketekunan dan ketelitian.

Jika tertarik mengetahui seluk beluk proses pembuatan kain sutra, ada baiknya Anda berkunjung ke Rumah Sutra.

Terletak di Jalan Raya Ciapus Kilometer 8, Nomor 100, Kelurahan Pasir Eurih, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Rumah Sutra bisa dijangkau menggunakan kendaraan umum, yaitu angkutan kota (angkot) 03 jurusan Ramayana-Ciapus.

Rumah Sutra didirikan oleh H. Tatang Ghozali, pensiunan PTPN Nusantara VIII, Bandung. Haji Tatang merintisnya sejak tahun 2001, namun baru dibuka untuk umum mulai 2006.

Hingga kini, Rumah Sutra telah menjadi salah satu tujuan wisata edukasi bagi berbagai kalangan, mulai dari anak TK hingga perguruan tinggi, bahkan mereka yang hendak pensiun.

Pengunjungnya bukan hanya dari Jabodetabek, bahkan dari mancanegara. Sejumlah pelancong asal Thailand misalnya, setiap tahun rutin datang ke tempat itu untuk menimba ilmu tentang sutra.

Bahkan Ibu Negara Republik Ceko, Mrs Livia Klausova tercatat mengunjungi tempat itu pada 10 Juli 2012 lalu.

Adriani Latuheru, staf administrasi Rumah Sutra mengatakan bahwa Rumah Sutra menempati lahan sekitar 4 hektar, 2 hektar di antaranya adalah kebun tanaman murbei, yang daunnya menjadi makanan ulat sutra. Kebun itu dibagi empat blok.

“Pada setiap blok dilakukan panen daun murbei tiga bulan sekali,” ungkap Adriani.

Lokasi kebun itu berada di ketinggian 450 meter di atas permukaan laut. Tanaman murbei memang hanya cocok di ketinggian 400-800 meter.

Sekali tanam bisa untuk selamanya. Selain digunakan sebagai pakan ulat sutra, daun murbei juga diolah sebagai bahan baku minuman berkhasiat serupa teh.

Daun murbei (mulberry) dipercaya mengandung zat antioksidan dan berbagai nutrient, diantaranya triperten, polifenol, flavonoid, protein, vitamin, dan mineral.

Ekstrak daun murbei ini, diyakini efektif menekan tumpukan lemak dalam darah dengan menghambat oksidasi LDL-kolesterol, serta menghambat sirkulasi glukosa dalam darah.

Selain kebun murbei, di dalamnya juga terdapat tempat penangkaran ulat sutra, pabrik pemintalan kokon (kepompong), tempat penenunan, dan gallery yang menjual aneka produk seperti kain, syal, selendang dan kerudung dari bahan sutra, teh murbei, hingga gantungam kunci dari kepompong ulat sutra.

Sumber: http://goo.gl/m8qodM

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar