Selasa, 15 Maret 2016

Sehari Setelah Gerhana Matahari, Dua Bayi Jerapah lahir di TSI Bogor

Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Kabupaten Bogor, kembali mendapatkan keluarga baru dengan kelahiran dua ekor bayi jerapah (Giraffa camelopardalis).

Kelahiran bayi jerapah ini terjadi pada Kamis, 10 Maret 2016 lalu, sekitar pukul 11.34 WIB siang hari.

Uniknya, kelahiran bayi jerapah itu terjadi sehari setelah terjadinya gerhana matahari total. Seekor bayi jerapah berkelamin jantan lahir dari induk betina bernama Violet dan pejantannya bernama Kalou.

Berselang beberapa jam kemudian, lahir kembali bayi jerapah berkelamin betina di kandang yang berbeda dari induk bernama Waisa, sedangkan induk pejantannya bernama Jengo.

Kedua bayi jerapah ini untuk sementara waktu masih dalam proses karantina, di bawah pengawasan dokter hewan Dita dan keeper bernama Bahrun (40 tahun) agar terpantau dengan baik.

Kedua bayi jerapah mempunyai berat sekitar 70 kg dan dalam kondisi sehat. Induk jerapah melahirkan bayinya setelah masa kebuntingan 404 hari.

Menurut Jansen Manansang, MSc, Direktur Taman Safari Indonesia, proses kelahiran ini memakan waktu hingga dua jam. "Proses kelahiran berjalan normal serta merupakan megapopulasi," ujar Jansen dalam siaran persnya yang diterima.

Hingga saat ini, kedua bayi jerapah tersebut belum diberi nama dan masih berada di dekat induknya. Saat ini, jumlah jerapah yang ada di TSI group lebih dari 10 ekor.

Dengan kelahiran kedua bayi jerapah ini, diharapkan membuka mata bagi masyarakat agar dapat lebih mencintai satwa, terutama satwa endemis Indonesia. Dengan kelahiran kedua bayi jerapah tersebut, setidaknya membuktikan keberhasilan TSI dalam mengelola program konservasi satwa.

Jerapah merupakan satwa darat tertinggi di dunia dengan tinggi pejantannya mencapai enam meter. Dibandingkan jerapah jantan, ukuran betinanya lebih rendah.

Jerapah merupakan satwa unik yang memiliki jantung terbesar, leher tertinggi, kaki depan terpanjang, ekor bagian hitam terpanjang bila dibandingkan dengan satwa satwa lainnya. Jerapah juga memiliki empat buah lambung. Adapun pakan jerapah di habitatnya merupakan ranting kering dan pucuk-pucuk daun.

Sumber: http://goo.gl/pjW7Nn

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar