Sabtu, 19 Maret 2016

Presiden Beri Sinyal Perubahan Stasiun LRT di Bogor

Presiden Joko Widodo memberikan harapan terkait permintaan Pemerintah Kabupaten Bogor yang meminta perubahan stasiun akhir Light Rail Transit (LRT) dari Tanah Baru, Kota Bogor menjadi Ciawi, Kabupaten Bogor.

Jokowi yang ditemui seusai melihat Wisma Atlet dan Sport Science di Hambalang, Citeureup, Kabupaten Bogor, mengatakan, kalau memang diperlukan oleh masyarakat, perubahan lokasi bisa dilakukan.

"Rencana LRT masih terus berkembang dan kalau memang diperlukan masyarakat kenapa tidak? Nanti ketika rapat dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Menteri Perhubungan, kami akan mengundang Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor," ujar Jokowi.

Bupati Bogor Nurhayanti menyambut baik undangan rapat ini. Pasalnya selain meminta perubahan stasiun akhir LRT, pihaknya juga ingin mengubah keberadaan Stasiun LRT Gunung Putri menjadi Nambo.

"Perubahan Stasiun LRT Ciawi itu agar lebih maksimal dalam melayani kebutuhan transportasi massal dari wilayah Puncak, Cianjur, dan Sukabumi," kata Nurhayanti.

Mantan Sekda ini menambahkan, untuk perubahan Stasiun LRT Gunung Putri ke Nambo, hal itu karena angkutan transportasi LRT terkoneksi dengan pengguna kereta.

"Jadi masyarakat Cibinong, Citeureup, Citayam, atau pengguna kereta yang ingin ke Jakarta bisa menggunakan transportasi massal ini," tambahnya.

Pengamat tata ruang dan transportasi asal IPB, Yayat Supriyatna menyambut baik rencana perubahan ini.

"Perubahan lokasi Stasiun LRT ini bagus agar simpul transportasi bisa berhubungan dengan permukiman dan kepentingan masyarakat banyak. Saya juga menyarankan agar ada jaringan transportasi lokal yang mengantarkan penumpang ke jalur Transit Oriented Development (TOD) LRT di Nambo, Sentul, dan stasiun LRT lainnya," kata dia.

Sumber: http://goo.gl/Q2EstC

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar