Selasa, 08 Maret 2016

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Mutasi Besar-besaran

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor akan melakukan reorganisasi dan mutasi besar-besaran di tubuh pegawai. Rencana itu diungkapkan pejabat sementara (Pjs) Dirut PDAM Tirta Pakuan Deni Surya Senjaya.

Selain merotasi pegawai, keberadaan staf ahli Dirut PDAM juga akan dikaji. Mutasi pun akan didasarkan pada prinsip the right man on the right place.

“Pertama, mutasi staf supaya lebih optimal. Kedua, kita akan kaji struktur organisasi PDAM. Manajemen PDAM akan merapikan struktur organisasi yang ada sekarang supaya lebih baik lagi,” ujar Deni ketika ditemuai usai bertemu dengan walikota di Balaikota Bogor.

Deni menuturkan, hasil pembicaraannya dengan walikota terkait mutasi, jajaran Kepala bagian (Kabag) dan staf ahli akan dikaji kembali posisinya.

“Hasilnya bagaimana nanti posisi staf ahli, statusnya bagaimana dan Kabag yang bakal diisi oleh siapa saja. Pak wali tadi sudah menyerahkan sepenuhnya ke PDAM supaya dikaji saja,” kata Deni.

Deni menuturkan mutasi tidak akan mengurangi jumlah pegawai namun hanya pergeseran pegawai.

“Kalau untuk pengurangan pegawai sepertinya belum karena kebutuhan organisiasi kita masih sangat besar. Kapan waktu mutasi diumumkan, masih dikaji. Kita akan tentukan waktu yang tempat. Sekarang kita berbenah dulu,” jelas Deni.

Prinsipnya kata Deni, mutasi pegawai PDAM akan berpihak kepada kemanusian. Kemudian, selama pegawai PDAM tersebut tidak merugikan perusahaan atau melakukan sesuatu di luar harapan karyawan atau perusaahaan, maka yang bersangkutan akan aman.

“PDAM kan punya people power atau employmen power. Setingkat Dirut saja bisa lengser apalagi staf ahli,” jelasnya.

Dikatakan, pada proses mutasi nanti, prinsip the right man on the right place akan diterapkan. Pada masa Dirut PDAM Untung Kurniadi, memang ada mutasi pegawai yang biasanya dia bekerja di bagian umum, dipindahkan ke bagian teknik.

“Tujuan Pak Untung sebenarnya agar semua pegawai bisa belajar. Tapi kan kita tidak bisa memaksakan orang bagian umum yang tadinya tidak bisa menggali disuruh menggali. Kita akan cek dan kaji lagi sesuai kemampuannya,” ujarnya.

Disinggung orang-orang eks Dirut lama akan dibersihkan dari PDAM Tirta Pakuan, Deni menjawab diplomatis.

“Tidak ada bukti autentik secara nyata bahwa itu orang Pak Untung. Selama Pak Untung jadi Dirut yang Direkrut hanya Pak Umar Toha dan beberapa pegawai di bagian humas. Dan pegawai di bidang humas itu memang kita butuhkan,” ucapnya.

Saat ini kata dia jumlah total pegawai PDAM mencapai 397 pegawai termasuk Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Sementara direksi ada tiga yaitu Dirut, Dirum dan Dirtek. Dengan 10 Kabag dan 36 Kasubbag. Untuk penambahan Kasubbag, kata Deni, juga sedang mereka kaji.

Untuk penerimaan pegawai baru, menurut Deni bisa saja dilakukan. Karena PDAM Tirta Pakuan merupakan perusahaan public service yang sedang melakukan pengembangan dan pelayanan.  Ke depan, tentu saja membutuhkan pegawai baru dalam hal tersebut.

“Tergantung bagaimana hasil kajian. Kalau nanti dinyatakan kurang, ya bisa saja. Kalau dinyatakan pas, ya tidak usah. Mudahan-mudahan tidak ada pengurangan pegawai,” katanya.

Sementara Wakil Walikota Usmar Hariman mengatakan, meski Deni Surya Senjaya hanya Pjs Dirut PDAM, yang bersangkutan memiliki kewenangan yang hampir sama dengan Dirut Defenitif.

Deni diberikan kewenangan untuk melakukan reorganisasi manajemen PDAM dan juga mempersiapkan panitia seleksi (pansel) pemilihan Dirut PDAM.

“Kalau saya pengen secepatnya pansel ini terbentuk, tidak harus menunggu sampai enam bulan ke depan. Pansel dibentuk oleh direksi lalu diajukan ke Badan Pengawas (BP). Setelah disetujui BP, maka nanti akan disahkan walikota,” ungkapnya.

Pansel ini kata Usmar, bisa saja berasal dari kalangan Birokrat, Perguruan Tinggi, dan Lembaga Independen lain, dan tentu saja dari kalangan asosiasi pelanggan air minum PDAM Tirta Pakuan. Dan Usmar berharap, pansel ini segera terbentuk tidak lama lagi.

Sumber: http://goo.gl/DJzMc4

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar