Rabu, 09 Maret 2016

Kota Bogor Setuju APTB Tak Masuk Jakarta

Pelarangan Bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) dari Bogor masuk ke Jakarta diapresiasikan Pemkot dan Pemkab Bogor. Pasalnya, keberadaan APTB selama ini hanya menjadikan Bogor sebagai daerah lintasan, tidak ada retribusi yang bisa dipungut.

Kepala DLLAJ Kota Bogor, Achsin Prasetyo, mengaku lebih memilih Transjabodetabek atau busway dibandingkan APTB. “Kami lebih senang, jika APTB dilarang masuk ke Jakarta dan diganti dengan busway. Selama ini wilayah kami hanya dijadikan lintasan oleh APTB, tidak ada retribusi buat kami,” ujarnya.

Sebab itu, pihaknya sependapat jika APTB dilarang masuk ke Jakarta. “Katanya izin yang mengeluarkan APTB beroperasi di Kota Bogor sedang dievaluasi, Kalau kami sependapat jika busway yang masuk ke Kota Bogor,” ujarnya.

Reaksi senada dilontarkan Kepala DLLAJ Kabupaten Bogor, Binbin Soebinator, menilai keberadaan APTB lebih mementingkan keuntungan, tapi berbarengan dengan sarana dan prasarana pemberhentian bus tersebut. “Contoh, sampai saat ini belum ada terminal APTB untuk trayek Ciawi- Jakarta (Pulogadung, Tanung Priok, Blok M dan Tanah Abang),” ujarnya.

Tidak ada tempatnya pemberhentian dan menaikan penumpang itu membuat perempatan sekitar Ciawi menjadi semraut. “Sekarang kami kesulitan menertibkan angkot yang ikut-ikutan menjadikan perempatan Ciawi sebagai terminal bayangan,” katanya.

Dia setuju jika APTB diganti dengan busway. Rencananya Dirjen Perhubungan Darat akan mengoperasikan bus sampai ke Bogor. Kita setuju karena kita dilibatkan sebagi daerah yang dilintasi,” tambahnya.

Sementara sejumlah pelanggan APTB tak masalah jika dihapus, tapi harus di ganti dengan angkutan serupa yang biayanya lebih murah. “Keberadaan APTB ini membantu kami meringankan biaya transportasi, kalau mau dilarang operasi tak masalah asal diganti dengan yang lebih baik, terserah mau busway atau apapun namanya,” kata Zaidar, pelanggan APTB di Ciawi.

Sumber: http://goo.gl/leFzKn

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar