Rabu, 09 Maret 2016

Kota Bogor Bangun 70 Bank Sampah

Pemerintah Kota Bogor mempunyai target membuat 70 bank sampah. Diharapkan dengan terbangunnya bank sampah di seluruh kecamatan di Kota Bogor dapat mengatasi permasalahan sampah dan mengurangi pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir sampah.

Kepada Bidang Pengelolaan Sampah, Dinas kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor Dian Herdiawan menuturkan, Hingga Maret 2016, bank sampah sudah tersebar di enam kecamatan. Berdasarkan target rencana pembangunan jangka menengah daerah, setiap tahunnya harus dibangun satu tempat pengelolaan sampah (TPS) 3R (reduce-reuse-recyle).

“Hingga 2018, target kami membangun 16 TPS 3R dan 70 bank sampah. Hingga saat ini sudah terbangun 12 TPS 3R dan 31 bank sampah,”.

Berdasarkan target rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), setiap tahunnya haruslah dibangun satu TPS 3R dan 15 bank sampah hingga 2018 mendatang. Hingga di 2018 Kota Bogor sudah memiliki 16 TPS 3R dan 70 bank sampah.

“Baiknya di 2015 target RPJMD banyak terlampaui seperti TPS 3R bank sampah BISA (Bersih, Indah, Sejuk, Asri), kata Dian, untuk meraih nilai Adipura juga meningkat tajam. Pada 2014 nilai pengelolaan sampah 3R adalah 70, sementara pada 2015 meningkat 15 poin menjadi 85.

Alokasi dana pada 2016 pembangunan TPS 3R dan bank sampah antara lain, dana APBD senilai Rp 300 juta, bantuan provinsi Rp 500 juta, dan bantuan dari pusat melalui Dirjen Ciptakarya Kemenpera senilai Rp 600 juta.

Dian memaparkan, TPS 3R dan bank sampah diutamakan untuk mengelola sampah organik, 74 persen sampah di pemukiman dan sisanya sampah berasal dari non-pemukiman. Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot Bogor juga melibatkan 59 kelompok swadaya masyarakat.

Volume sampah di Kota Bogor mencapai 2.800 meter kubik per hari. Dari jumlah itu, baru sekitar 70 persen yang bisa diangkut Dinas Kebersihan Kota Bogor ke TPA Galuga. Hal itu menjadi masalah, karena ada sekitar 30 persen volume sampah yang belum terangkut.

Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman menambahkan, dalam program itu pun masih diperlukan keterlibatan masyarakat secara aktif. “Seperti memilah sampah organik dan non-organik dari rumah masing-masing, karena cara itu sangat membantu meringankan operator sampah dalam menangani sampah,” katanya.

Pemerintah Kota Bogor juga mengajak masyarakat, mendirikan bank sampah. “Supaya masyarakat terpacu dan disiplin dalam memilah sampah sejak dari rumah masing-masing,” lanjut Usmar.

Sumber: http://goo.gl/vGAF8D

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar