Selasa, 08 Maret 2016

Kebun Raja Sakabumi adalah Nama Asli Kebun Raya Bogor?

Berdasarkan catatan sejarah yang kian meluas, Kebun Raya Bogor merupakan hutan asri yang disulap oleh seorang Thomas Stamford Raffles dengan bantuan para ahli botani sekira tahun 1800-an. Melalui tangan mereka, halaman Istana Bogor yang ditinggali Thomas Stamford Raffles seketika berubah menjadi taman besar yang bergaya Inggris klasik.

Kemudian, pada tahun 1817, Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen meresmikan Kebun Raya Bogor (sekarang) menjadi Lands Plantentuin te Buitenzorg (masa kolonial Belanda).

Setelah mengalami perjalanan panjang, pada tanggal 30 Mei 1868 taman besar tersebut akhirnya terpisah kepengurusannya dengan Istana Bogor. Sehingga sampai detik ini, kebun yang memiliki luas mencapai 87 hektare dengan total koleksi pohon dan tumbuhan sebanyak 15.000 tetap dikenal dengan nama Kebun Raya Bogor.

Catatan sejarah yang menyebutkan taman itu bernama asli Kebun Raya Bogor dibantah secara tegas oleh Fachruddin Soleh selaku Ketua Sandi Nusantara.

Ia mengatakan bahwa keberadaan taman tersebut sudah ada sejak lama, dan bukan buatan para penjajah ketika itu.

"Yang saat ini dikenal dengan nama Kebun Raya Bogor, dari dulu sudah ada. Nama aslinya adalah Kebun Raja Sakabumi. Dan yang memelesetkan nama itu, ya si Thomas Stamford Raffles cs," tegas Fachruddin Soleh kepada merahputih.com, Kamis (3/3).

Kebun yang sudah ada sejak masa Sribaduga Maharaja Pakuan Haji Prabu Siliwangi, kata Fachruddin Soleh, merupakan kebun yang di mana masih berada dalam komplek Istana Raja Prabu Siliwangi.

"Istananya berada di sekitar lokasi yang saat ini dikenal Batu Tulis. Sedangkan Batu Tulis, dulunya adalah keraton yang disebut Pakuan. Di sanalah letak keraton leluhurnya Prabu Siliwangi. Nama keratonnya adalah Pakuan Sri Bima Punta Narayana Madura Sura Dipati. Dan situ juga, disemayamkannya Prabu Siliwangi," kata Fachruddin Soleh.

Adapun keraton tersebut, tambah Soleh, sudah ada sejak zaman Prabu Dewa Niskala, Prabu Susuktunggal, Prabu Nilakendra, Prabu Dewa Sakti. Di mana ada istana, pasti juga ada kebun kerajaan di dekatnya.

"Banyak sejarah kita yang sudah diubah. Nama Buitenzorg sendiri, dahulunya adalah Sakabumi. Karena itu, taman tersebut bernama asli Kebun Raja Sakabumi, bukan Kebun Raya Bogor," tutupnya.

Sumber: http://goo.gl/lDLdzh

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar