Jumat, 04 Maret 2016

Hingga Awal Maret, Penderita DBD di Bogor Mencapai 370 Orang





Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat, hingga 2 Maret 2016, ada 370 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang menyerang warga Bogor. Dua korban di antaranya meninggal dunia.

Agar kasus DBD tak semakin meluas, Dinkes mengimbau masyarakat lebih waspada. Selain itu, masyarakat diminta menerapkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) dan program 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur).

Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P3M) pada Dinas Kesehatan Kota Bogor, Siti Robiah mengatakan, pada Januari lalu, pihaknya mencatat ada 174 kasus DBD, Februari sebanyak 194 kasus, dan awal Maret tercatat 2 kasus. Dari 370 kasus yang tercatat, dua orang di antaranya meninggal dunia.

"Kematian karena DBD ada dua orang, yaitu balita berusia 2 tahun di Kelurahan Balumbang Jaya, dirawat di RS Karya Bhakti, dan anak usia 9 tahun di Kelurahan Sindangbarang yang dirawat di RSUD Kota Bogor," kata Siti, Rabu (02/03/2016).

Dia menjelaskan, untuk jumlah kasus per kecamatan, kasus DBD paling banyak terjadi di Kecamatan Tanah Sareal dengan 85 kasus, disusul Bogor Utara (84 kasus), Bogor Tengah (46 kasus), Bogor Selatan (37 kasus), Bogor Timur (41 kasus), dan Bogor Barat (77 kasus).

"Namun dengan jumlah tersebut tidak membuat status DBD sebagai kejadian luar biasa. Masih dalam status waspada," tegas dia.

Sedangkan, Kelurahan dengan jumlah kasus DBD tertinggi ada di Baranangsiang sebanyak 25 kasus, Ciluar (17 kasus), Tegal Gundil (14 kasus), Ciparigi (14 kasus), Bantar Jati (14 kasus), Katulampa (12 kasus), Cimahpar (11 kasus), Kedung Badak (16 kasus), Sindangbarang (16 kasus), dan Cibadak (13 kasus).

"Pokjanal DBD kecamatan dan pokja DBD kelurahan dimohon untuk menggerakkan warganya agar melakukan Gertak PSN seminggu sekali di rumah masing-masing dengan 3M Plus. Agar penyebaran kasus DBD dapat dikendalikan," ujarnya. [hus]

Sumber: inilahkoran http://goo.gl/j6C6kd

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar