Rabu, 02 Maret 2016

Ditolak RSUD Kota Bogor, Pasien BPJS Meninggal Dunia




Udin Syahrudin (47) Ketua RT 06/08, Kampung Kedunghalang Talang, Kelurahan Kedunghalang, Bogor Utara, Kota Bogor meninggal dunia di Rumah Sakit Islam Bogor, setelah sebelumnya ditolak tiga rumah sakit, salah satunya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, Senin (29/02).

Istri almarhum, Tenny (42), menuturkan, kejadian sekitar pukul 1.00 WIB, Senin kemarin. Mendapati suaminya sesak nafas dan lemas dirinya membawa ke Unit Gawat Darurat RSUD Kota Bogor, namun dokter tidak segera mengambil tindakan penyelamatan malah mengarahkan agar segera dibawa ke rumah sakit lain.

Lebih lanjut ia menuturkan, almarhum sebetulnya tidak memiliki riwayat jantung. Bahkan, beberapa jam sebelum dibawa ke RS Mulia di Jalan Pajajaran, sempat dirawat satu hari di RS Family Medical Centre, Jalan Raya Bogor-Jakarta, Sukaraja, Kabupaten Bogor.

"Setelah itu, dokter mempersilakan pulang. Satu hari kemudian kambuh lagi, dadanya tiba-tiba sesak," paparnya.

Hal senada diungkapkan, Tina (39), adik Tenny yang ikut mengantar almarhum beberapa saat sebelum meninggal dunia. Ia menjelaskan dirinya ikut mengatar ke Rumah Sakit Marzuki Mahdi.

"Baru juga sampai masuk gerbang, pihak petugas keamanan dan dokter jaga bilang pasiennya jangan dulu diturunkan dari mobil," ujarnya.

Mereka sekeluarga bingung, kenapa almarhum itu peserta BPJS kelas 2. Tiga rumah sakit yang menolak itu alasannya penuh. Menurutnya, Rumah Sakit Islam Bogor tempat pasien akhirnya mendapatkan perawatan intensif hingga menghembuskan nafas terakhir mau menerima, setelah pihak keluarga pasien yang mengantar mengaku bukan peserta BPJS.

"Di RS Islam Bogor itu pun kita mendaftar dan akhirnya mau ditangani setelah kita bilang pasien umum (bukan pasien BPJS). Enggak tahu juga kalau awalnya bilang peserta BPJS, mungkin mendapat perlakuan sama," keluhnya.

Hingga jasad almarhum dikuburkan, pihak keluarga belum mengetahui persis penyebab pasti atau hasil diagnosis dokter bahwa almarhum mengidap penyakit jantung.

"Sebelumnya enggak ada keluhan atau riwayat sakit jantung. Kami sangat menyayangkan, sikap beberapa rumah sakit, khususnya RSUD dan RSMM yang notabene milik pemerintah malah memperlakukan pasien yang sudah dalam kondisi lemas (sekarat). Ke mana sisi kemanusiaannya. Selain karena memang sudah takdir tapi ini karena abai atau lalainya pihak rumah sakit," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Humas RSUD Kota Bogor Okto Muhammad Ikhsan saat dikonfirmasi, membantah pihaknya menolak hanya karena pasien adalah peserta BPJS Kesehatan. "Yang jelas bukan karena BPJS, nanti saya coba cek dulu ke pihak IGD RSUD, dan saya minta detail identitas almarhum," jelasnya.

Lebih lanjut pihaknya berkilah bahwa, pasien sebetulnya sempat ditangani dokter jaga ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). "Pasien sempat diperiksa dokter IGD shift malam, rujukan dari RS Mulia dan sudah diberikan obat. Saat itu (almarhum) kondisinya sadar penuh, tanda-tanda vital dalam batas normal, keluhan nyeri ulu hati dan EKG batas normal. Sudah diberikan o2 nasal di IGD, karena ruang penuh dan kondisi pasien stabil maka pasien dirujuk lagi saran ke RS terdekat," pungkasnya.

Vento Saudale/PCN

Sumber: beritasatu http://goo.gl/G7DLub

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar