Selasa, 08 Maret 2016

Disdik Kota Bogor Ambil Alih Sekolah At Taufiq

Perseteruan antara Islamic Center At Taufiq dan yayasan Al Irsyad-Al Islamiyah semakin tidak jelas jalan keluarnya.

Mediasi yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Bogor tak kunjung menemui solusi. Hal itu setelah dilakukan pertemuan mediasi lanjutan sengketa Sekolah At Taufiq di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor.

Dalam pertemuan tersebut, selain Kepala Disdik Kota Bogor Edgar Suratman, hadir pula perwakilan kedua belah pihak yang bersengketa, Islamic Center At Taufiq dan Yayasan Ak Irsyad Al Islamiyah serta dihadiri pula Dewan Pendidikan (Wandik) Kota Bogor.

“Hasilnya kedua belah pihak belum bisa berdamai, status quo,” kata Ketua Wandik, Apendi Arsyad.

Untuk itu, kata Apendi, Wandik mengusulkan agar pemerintah kota dalam hal ini Disdik untuk mengambil alih pengelolaan sekolah agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berlangsung.

Semata demi kepentingan menunaikan hak pendidikan para siswa. Kondisi ini pun dianggap sebagai force majure atau gawat darurat. Para peserta didik, dewan guru dan tentunya nasib sekolah harus diselamatkan.

“Karena urusan administrasi pendidikan sudah sangat mendesak diselesaikan ke Disdik Jabar seperti kegiatan Ujian Nasional (UN), Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2016, ijazah lulusan, dan lain-lain,” urai salah satu pendiri Universitas Djuanda (Unida) ini.

Apendi juga mengungkapkan, kedua belah menyepakati usulan Wandik tersebut dan merekomendasikan Kepala Disdik untuk menunjuk karateker dari pegawai PNS senior yang berpengalaman di bidang Pendidikan.

Selain itu, selama proses ini berlangsung, kedua belah pihak yang bertikai juga tidak boleh ikut campur dalam Pendidikan.

“Jika sudah ada keputusan tetap dari Pengadilan Negeri (PN) Kota Bogor, baru bisa diserah terimakan kepala sekolah kepada yayasan yang menang perkara. Jadi pemkot Bogor harus tegas, jangan menunda-nunda waktu, kasihan nasib anak-anak dan sekolah At taufiq,” ujar dia.

Yang menjadi catatan penting Wandik dalam pertemuan yang juga dihadiri sejumlah petinggi di Dinas Pendidikan, anggota tim At Taufiq, Syarif, tidak hadir dan hanya mewakili dirinya ke pengacaranya.

Padahal tim dibentuk atas kesepakatan pertemuan sebelumnya di Disdik. Maka, Wandik menilai, selama ini pihak Islamic Center At taufiq tidak memiliki komitmen yang kuat untuk penyelesaian secara musyawarah mufakat.

Bahkan, bisa diartikan ‘melecehkan’ kemauan baik dari pihak Disdik dan lainnya sebab tidak hadir dan sulit mengambil keputusan.

Sumber: http://goo.gl/jDqnsz

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar