Selasa, 08 Maret 2016

Cegah Banjir, Kawasan di Kota Bogor Ini Butuh Rp5 Miliar

Mengantisipasi banjir di kawasan Cibuluh, Pemkot Bogor berencana melakukan pengerukan di kawasan hulu Sungai Ciluar yaitu di Danau Bogor Raya.

Pengerukan ini diperkirakan membutuhkan dana Rp.3-5 miliar dan baru bisa dilaksanakan pada Bulan Juli atau Agustus 2016 mendatang.

“Anggarannya tidak di tampung di APBD 2016 untuk sodetan dan kolam retensi di Sungai Ciluar. Sehingga penanganan banjir di hilir tahun ini tidak bisa dijalankan di Sungai Ciluar. Kita memprioritaskan di hulu yaitu di Danau Bogor Raya,”  ujar Wakil Walikota Usmar Hariman usai rapat bersama perwakilan Danau Bogor Raya.

Rapat ini merupakan tindak lanjut rencana normalisasi Danau Bogor Raya yang fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos- fasum) nya  belum diserahkan kepada Pemkot Bogor.

Padahal hal tersebut sangat vital untuk menanggulangi banjir di hilir yaitu kawasan Kampung Kramat dan Cibuluh.

“Perencanaan akan dilakukan pihak Danau Bogor Raya yang kemudian dihibahkan kepada pemkot,” ujar Usmar

Usmar menuturkan, setelah ada perencanaan, Pemkot Bogor akan mencari dana ke provinsi atau pemerintah pusat untuk pengerukan danau sedalam tujuh meter tersebut.

Sehingga beban banjir dari hilir bisa dikendalikan dan danau seluas 6,5 hektare yang sudah dangkal ini, bisa normal kembali.

“Kalau kondisi danaunya normal, bisa menampung air sekitar 150 ribu meter kubik. Kita komitmen 2016, Danau Bogor Raya bisa normal kembali,” jelas Usmar.

Sesuai agenda, pada Bulan Maret-April ini, proposal perencanaan normalisasi danau akan dibawa ke pemerintah pusat. Jika semuanya bisa berjalan lancar, maka pada  Bulan Juli atau Agustus mendatang pengerukan danau akan bisa dilaksanakan.

“Biaya pengerukan diperkirakan Rp.3 hingga Rp.5 miliar. Proses pengerukan mungkin selama tiga bulan,” jelasnya.

Sumber: http://goo.gl/MuvnMh

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar