Rabu, 02 Maret 2016

Bogor Akan Uji Coba Jalan Satu Arah





Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, akan melaksanakan uji coba sistem satu arah searah jarum jam seputar kebun raya dan Istana sebagai salah satu upaya mengurai kemacetan di wilayah tersebut.

"Dengan segala persiapan yang sudah dilakukan, uji coba sistem satu arah akan dilakukan 1 April," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto usai rapat evaluasi persiapan pelaksanaan SSA di Balai Kota.

Bima mengatakan saat ini persiapan mencapai 60 sampai 70 persen. Beberapa yang menjadi fokus utama dari pemberlakuan sistem satu arah tersebut adalah, rambu-rambu, markah jalan, infrastruktur, PKL, dan sosialisasi.

"Yang perlu ditekankan adalah sosialisasi agar masyarakat serta stakeholder betul-betul memahami rutenya, serta jalurnya. Ini perlu diperkuat," katanya.

Menurutnya, uji coba dimulai pada hari Jumat, agar lebih mengenai sasaran, terutama pekerja kantoran, jam sekolah, serta pengunjung yang datang ke Kota Bogor. Sehingga, ketika Senin, pemberlakuan sistem satu arah dapat dipahami oleh masyarakat.

"Kenapa Jumat, karena masih jam kerja, dan Sabtu, Minggu, Bogor dipadati para pengunjung. Kita harapkan uji coba ini bisa langsung dipahami, sehingga ketika Senin, sudah dapat berjalan," katanya.

Sistem satu arah, merupakan salah satu program dalam mengatasi kemacetan di Kota Bogor. Sistem ini serah jalur jam, artinya dimulai dari Jalan Otista, Jalan Juanda, Jalan tidak lagi dua jalur tetapi satu jalur.

Untuk kendaraan yang datang dari arah Jagorawi dan Terminal Baranangsiang, yang mau menuju stasiun Bogor atau Balai Kota dan Istana, berbelok ke Jalan Otista. Lalu lurus ke arah BTM, menuju Jalan Juanda.

Arah Jalan Jalak Harupat, tidak lagi dari Pajajaran menuju Juanda, tetapi dari Juanda, menuju Jalak Harupat, bisa ke Taman Kencana, dan tembus ke Pajajaran. "Jalan Pajajaran tetap diberlakukan dua arah," kata Kepala DLLAJ, Achsin Prasetyo.

Achsin mengatakan, ada 13 trayek angkot yang terdampak dengan pemberlakuan sistem satu arah. Untuk mengatasinya, akan diberlakukan re-routing (pengalihan trayek) secara terbatas. "Kami sudah berkomunikasi dengan Organda, 13 trayek ini ada yang jalurnya dialihkan, seperti 01,02,03,10,13,07, dan ada beberapa lain," kata Achin.

Sementara itu, untuk penataan PKL yang berada di jalur utama sistem satu arah serta jalur alternatif, akan ditertibkan. Beberapa PKL seperti di Jalan Otista akan didorong masuk ke dalam pasar, sedangkan PKL malam yang ada di Dewi Sartika, Sawo Jajar, akan dipindahkan ke Surya Kencana.

"Relokasi PKL di Jalan Otista sudah kita siapkan dengan camat serta kelurahan, akan kita pindahkan ke dalam pasar," kata Direktur PD Pasar Pakuan Jaya, Andri Latif Asyikin.

Andri menambahkan dengan adanya pengalihan rute angkot ke Jalan Dewi Sartika, perlu diantisipasi agar tidak terjadi penyumbatan arus karena masih banyaknya PKL yang berjualan di pinggir jalan tersebut. "Apalagi, jalan tersebut menjadi dua arah bagi kendaraan yang mau berbelok ke Kapten Muslihat, ini perlu penataan agar tidak terjadi "bottle neck"," kata dia.

(ful)

Sumber: okezone http://goo.gl/N13Hvh

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar