Senin, 29 Februari 2016

Penghasilan Menurun, Ojek Online di Bogor Diprotes ‘Opang’





Sejumlah pengendara ojek pangkalan (Opang) di simpang Jl. Raya Bogor depan pusat perbelanjaan Cibinong City Mall (CCM) mengeluhkan keberadaan ojek online.

Pasalnya pendapatan mereka turun, sedangkan pengojek online mengaku tak pernah mengambil penumpang pengendara Opang.

Sejak leluasanya ojek line beroperasi, pengadara Opang mengaku pendapatannya kini tak cukup memenuhi kebutuhan anak istrinya.

“Dulu kita bawa penumpang sampai 30-an orang mulai pk.10:00 sampai 23:00, kini untuk dapatkan 10 penumpang saja sulit,” keluh
Maman, pengendara Opang, Kamis (35/2/2015).

Menurunnya penghasilan Opang ini sudah disampaikan ke ojek online agar mereka tidak mengambil dan membawa penumpang di dan ke kawasan pusat perbelanjaan CCM.

“Namun tak pernah dihiraukan. Berapa teman seprofesi kami marah dan main nacam, tapi kami redam. Salah satunya solusinya kita pasang spanduk, agar ojek line ngerti,” katanya.

Spanduk sepanjang 1,5 meter dengan lebar 1 meter mereka pajang di perempatan jalan tersebut, bertuliskan, “Peringatan dilarang keras ojek line mangkal dan mengambil penumpang sewa di area CCM dan sekitarnya.”

Pengojek online mengaku, pihaknya tidak menyerobot penumpang pengendara Opang.

“Jutsru kami ajak mereka gabung di ojek online, tapi ditolak dengan berebagi alasan. Padahal jika bergabiung, selian mendapat pendapatan pasti juga menambah wawasan,” kata Amril, ojek online.

Dia dan rekannya di ojek line hanya mengambil dan membawa penumpang sesuai dengan permintaan. “Bukan menyerobat penumpang , tapi sesuai dengan panggilan.

Jika tidak kami antar atau jemput, kami juga yang dirugikan,” katanya. (iwan/yh)

Sumber: poskotanews http://goo.gl/WAm6cm

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar