Senin, 29 Februari 2016

Mengenal Dhanagun, Vihara Berusia 300 Tahun di Bogor





Vihara Dhanagun dikenal sebagai vihara tertua di Kota Bogor. Bangunannya masih kokoh berdiri hingga sekarang. Dipercaya, usianya sudah mencapai 300 tahun lebih!

berkesempatan mengunjungi Vihara Dhanagun pada Senin (22/2) lalu, saat mengikuti prosesi perayaan Cap Go Meh, yang biasanya diselenggarakan 15 hari setelah perayaan Imlek setiap tahunnya.

Vihara Dhanagun menjadi titik start dimana pawai Joli (patung dewa-dewa yang diletakkan dalam tandu) dilakukan. Joli akan diarak hingga menuju ke Vihara Buddhasena yang berjarak sejauh 3 Km dari lokasi, lalu dibawa kembali ke Vihara Dhanagun.

Menurut informasi yang dihimpun dari beberapa sumber, Kamis (25/2/2016) Vihara Dhanagun dipercaya dibangun pada tahun 1672, saat etnis Tionghoa pertama kali mulai mendiami Kota Bogor.

Namun, ada pula yang menyebut vihara ini dibangun pada awal abad ke-18, saat etnis Cina eksodus dari Batavia menuju ke Bogor akibat tindakan represif penjajah Belanda.

Meski pada beberapa literatur ada pertentangan, tapi umur vihara ini dipercaya sudah 3 Abad lebih.

Vihara Dhanagun terletak di Jl Suryakencana No 1, Bogor. Vihara ini dapat dengan jelas terlihat begitu traveler melewati Lawang Suryakencana. Kawasan ini memang dikenal sebagai Kawasan Pecinan-nya Kota Bogor.

Vihara yang juga dikenal sebagai Vihara Hok Tek Bio ini menjadi pusat kegiatan keagamaan 3 kepercayaan sekaligus, yaitu Taoisme, Konghucu (konfusianisme), serta Buddha.

Vihara seluas 635 meter persegi ini menjadi potret nyata kerukunan umat beragama di Kota Bogor.

Setiap akhir pekan, vihara ini selalu ramai oleh orang-orang yang ingin beribadah. Pada hari biasa juga, kadang-kadang sepulang belanja mereka suka mampir ke kelenteng untuk berdoa kepada dewa-dewa.

Begitu masuk ke dalam kawasan vihara, traveler akan disambut dua patung singa yang duduk di sisi kanan dan kiri. Kedua patung ini bersanding dengan dua tungku pembakaran hio, tepat di pintu masuk vihara.

Nuansa yang tersaji identik dengan warna merah dan emas, patung dewa-dewi, patung singa, patung naga, sesaji, pohon bambu, lukisan matahari, bau-bauan hio, dan lainnya.

Sebelum masuk ke dalam altar peribadatan, lebih baik izin terlebih dahulu kepada penjaga yang ada di sana.

Biasanya ada penjaga yang akan memberi tahu sejarah dan diajak jalan-jalan keliling kelenteng kepada wisatawan. Kelenteng ini tak cuma sebagai rumah ibadah saja, setiap hari ada saja orang-orang yang berkumpul santai di halaman belakang kelenteng.

Selain itu ada juga balai pengobatan yang dibuka untuk umum.

Traveler yang akan menghabiskan akhir pekan di Bogor bisa mampir ke Vihara Dhanagun apabila penasaran. Namun ingat, jangan sampai mengganggu umat lain yang sedang beribadah ya!

(rdy/rdy)

Sumber: travel.detik http://goo.gl/GOpcct

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar