Sabtu, 27 Februari 2016

Bupati Bogor: Pedagang Pasar Tradisional Siap Kantong Plastik Berbayar





Himbauan pemerintah untuk pengurangan penggunaan tas kresek dan membayar penggunaan kantong kresek senilai Rp 200,- di pusat perbelanjaan seperti supermarket dan minimarket mendapat tanggapan serius dari Bupati Bogor, Nurhayanti.

Di Kabupaten Bogor malah tidak hanya supermarket dan minimarket saja yang ingin menerapkan himbuan ini, tapi juga para pedagang pasar tradisional.

“Ini ketua ikatan pasar tradisionalnya malah kepengen segera ikut menerapkan kebijakan ini.

 Kami akan undang dulu dan sama-sama kita bahas strategi sosialisasinya, karena segmennya beda dengan segmen ritel modern,” jelas Nurhayati,usai olahraga bersama dengan Kepala OPD di Lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, di Gunung Mas Cisarua, Jumat (26/2/2016).

Terkait dengan besaran harga kantong plastik berbayar, Yanti mengatakan harga Rp 200 itu sudah menjadi kesepakatan bersama dengan pemerintah pusat.

“Kebijakan itu bukan untuk mencari keuntungan, namun untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.

 Seperti yang sudah saya tegas pada saat hari sampah  nasional Rabu (24/2/2016)  bahwa bogor harus bebas sampah,” tambahnya.

Diakui Yanti, pasar merupakan tempat paling banyak ditemui sampah terutama pasar tradisional. 

Untuk itu, kebijakan ini bisa dilaksanakan di pasar tradisional, apalagi sudah disambut baik oleh asosiasi pedagang pasar tradisional.

“Tinggal bagaimana cara kita mengelolanya saja. Kita sosialisasi dulu, karena segmennya beda dengan segmen ritel moderen,” katanya.

(rim/pj)

Sumber: pojoksatu http://goo.gl/aF7sz9

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar