Sabtu, 20 Februari 2016

Beda, Bakso Jaja Bogor Disajikan dengan Mi Kering





Bakso mi kering andalan Kedai Bakso Jaja, sepintas sama dengan mi yamin namun mempunyai bumbu yang berbeda.
Bosan dengan bakso mi berkuah, Anda harus mencoba Bakso Jaja di Bogor yang menyuguhkan hal beda sejak 1980. Di sini bakso berkuah disandingkan dengan mie kering.

Sepintas sama dengan mie yamin namun mempunyai bumbu yang berbeda. “Yang terkenal di sini memang menu bakso mi keringnya beda dengan yamin.
Sebenarnya bumbu yang dipakai tidak terlalu istimewa, simpel saja, ujar Arian, pengelola Bakso Jaja pusat saat dikunjungi, Senin (15/2/2016).

Jika Anda mengunjungi Kota Bogor, cobalah berkunjung ke Kedai Bakso Jaja yang ada di Jalan KH. Soleh Iskandar, tepat di samping kiri Universitas Ibnu Kaldun.
Tempatnya sangat dekat dari pintu keluar tol Bogor Ring Road (BORR), tidak sampai lima menit jika tidak macet. Sedangkan dari pusat kota Anda bisa masuk dari arah Taman Yasmin atau Kedung Halang.

Sepintas tidak ada hal yang spesial dari tampilan kedainya. Kedai ini memiliki parkiran yang luas tepat di pinggir jalan besar, kawasan Tanah Sareal.

Daya tariknya memang bukan di tampilan kedainya. Namun terletak di menu andalannya, yaitu mi atau kwetiau kering khas Bakso Jaja.

Dua mangkuk berisi penuh bakso daging berlemak dan mi kering balut bumbu kehitaman. Tekstur mi tidak terlalu kenyal, lebih keras dari mi telur umumnya. bakso padat dengan daging ketika di kunyah

Semua bahan bakso, mie,dan pelengkapnya dibuat sendiri. Arian mengatakan bahan-bahan yang digunakan sangat dijaga kualitasnya. Terutama daging dan bumbu.

“Semua masakannya di sini dibuat sendiri langsung di tempat. Mi,bakso dan menu-menu yang lain. Salah satunya daging, yang saya pilih sendiri, menggunakan daging has dalam sapi, " ujar Arian.

Suasana Bakso Jaja, di sisi jalan KH. Soleh Iskandar, yang merupakan kedai pusat.

Rommy, konsumen yang sedang menyantap seporsi bakso, ternyata merupakan langganan setia sejak Bakso Jaja ini masih terletak di Sempur awal tahun 2000-an. Ia merasa pas dengan cita rasa Bakso Jaja.

“Rasanya pas aja, mi gak eneg dan yang saya rasa dari dulu itu bumbu di baksonya terasa. Jadi bukan terasa daging atau campurannya saja, tapi ada bumbunya yang terasa,” ujar Rommy yang bertempat tinggal tidak jauh dari jalan Soleh Iskandar tersebut.

Kedai ini sempat menggunakan arang untuk perapian, sejak awal berdiri hingga 2013. Namun, sumber daya yang sulit dicari membuat Bakso Jaja harus melepas salah satu ciri khasnya tersebut.

Arian mengatakan menggunakan arang memiliki cita rasa yang khas, serta panas yang berbeda untuk kuah bakso dan bumbu saat memasak.

“Kalau matang dengan arang itu menurut pelanggan rasa bumbunya lebih segar, dibanding matang dengan kompor. Selain itu panasnya lebih tahan lama, karena baranya sendiri kan tidak langsung mati seperti kompor,” ungkap Arian.

Dirinya menambahkan ketika beralih dari arang ke kompor sempat ada beberapa pelanggan yang menyadari.

“Kalau pelanggan kami yang sudah lama banyak yang menyadari ada perbedaan dari kuah baksonya setelah beralih ke kompor, tapi itu tidak masalah,”

Sumber: Kompas http://goo.gl/Sy9pRm

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar