Jumat, 26 Februari 2016

Akhirnya, SMAN 1 Bogor Menang dan Siap Lawan Bandung





Lagu We Are The Champion milik grup band rock legendaris Queen, terus menggema di GOR Indoor A Pajajaran, kemarin. Seakan-akan mengiringi SMAN 1 Bogor di ajang Honda DBL West Java Series-West Region 2016.

ya, acungan jempol patut diberikan bagi tim berjuluk Smansa ini. Untuk pertama kalinya, mereka menoreh sejarah sebagai jawara Honda DBL 2016 dalam final party di GOR Indoor A Pajajaran.

Di hadapan sekitar 5.000 penonton, Smansa sukses mempencundangi sesama kuda hitam, SMAN 1 Karawang dengan skor telak 64-35.

Hasil ini membuat Honda DBL 2016 memiliki juara baru, setelah petahanan SMAN 2 Bogor hanya bisa melaju hingga babak perempatfinal.

Namun, perjuangan Smansa belum berakhir. Dafa Naufal Alfarizi cs tinggal menghadapi satu tantangan lagi di final party Honda DBL West Java Series 2016.

Lawan yang akan dijumpai Smansa yakni SMA 1 Bina Bakti Bandung yang menang atas SMAN 2 Cirebon 61-47. Keduanya akan bentrok di lapangan GOR Indoor A Pajajaran, Sabtu (27/2/2016) akhir pekan ini.

Namun, sukses SMAN 1 Bogor menjuarai Honda DBL 2016 tidak diikuti SMA Mardiyuana di kategori cewek. Tim berjuluk Victum itu justru dipermalukan SMAN 1 Cianjur dengan skor sangat telak 70-36 di depan publik Bogor.

Di final Honda DBL West Java Series, Smansa Cianjur akan menghadapi SMA BPK Penabur yang mengalahkan juara bertahan, SMAN 9 Bandung 57-37.
Selain mementaskan laga puncak Honda DBL 2016, final party juga diisi sejumlah pertandingan seru dan menarik.

Ada final Loop 3×3 Competition yang dimenangkan SMAN 3 Cibinong di kategori cewek dan SMAN 1 Cikampek di kategori cowok, semifinal Junior Exhibition serta penampilan Best Five UBS Gold Dance Competition. Juga berbagai games seru.

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengaku takjub dengan Honda DBL 2016. Kompetisi basket pelajar ini menjadi wadah untuk berkreasi para siswa.

“Pesan saya kepada seluruh pelajar, teruslah berkarya dan menyalurkan energinya untuk hal-hal yang positif. Banyak jutaan kesempatan menanti di depan mata,” singkatnya.

Jalannya pertandingan antara Smansa melawan Free Ones, julukan SMAN 1 Karawang, cukup menguras tenaga. Kedua tim saling memberikan permainan yang cepat dan atraktif.

Bahkan pada kuarter pertama pun, Smansa sempat tertinggal poin namun bisa membalikan skor kedudukan menjadi 17-13.

Pada kuarter kedua Alfarisi dkk, benar-benar menutup pergerakan pemain kunci SMAN 1 Karawang, Danny Dwi Indrabudi. Skor pun menjauh 30-19 untuk keunggulan SMAN 1 Bogor.

Puncaknya terlihat pada kuarter keempat, Free Ones yang sudah jatuh mental, tak berkutik menghadapi serangan Smansa.

Menanggapi kemenangan timnya, Pelatih SMAN 1 Bogor, Irvan Rizky mengaku bangga dengan penampilan para pemainnya. Bahkan mereka bisa menutup pemain kunci dari tim lawan.

“Orang-orang sering ngomong ada pemain nomor 27 (Budi) yang bagus. Dan  kami bisa menahan dia agar tak berkembang sepanjang pertandingan,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu (24/02/2016).

Sementara Pelatih SMAN 1 Karawang, Rifial Ka’bah menjelaskan, para pemainnya sudah kehilangan konsentrasi sejak kuarter kedua. Mereka tidak melihat lawan dan banyak melakukan kesalahan individu.

”Padahal, arahan pelatih sudah jalan. Tapi di kuarter berikutnya mereka tidak fokus dan banyak poin yang hilang. Tapi saya salut sama mereka, sudah berjuang hingga babak final meskipun kita hanya menempati juara dua,”jelasnya.

(nal/pojoksatu.id)
RELATED ITEMS:BANDUNG, BOGOR, KOTA BOGOR, SMAN 1

Sumber: metropolitan http://goo.gl/zUTF4U

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar