Senin, 29 Februari 2016

Penghasilan Menurun, Ojek Online di Bogor Diprotes ‘Opang’





Sejumlah pengendara ojek pangkalan (Opang) di simpang Jl. Raya Bogor depan pusat perbelanjaan Cibinong City Mall (CCM) mengeluhkan keberadaan ojek online.

Pasalnya pendapatan mereka turun, sedangkan pengojek online mengaku tak pernah mengambil penumpang pengendara Opang.

Sejak leluasanya ojek line beroperasi, pengadara Opang mengaku pendapatannya kini tak cukup memenuhi kebutuhan anak istrinya.

“Dulu kita bawa penumpang sampai 30-an orang mulai pk.10:00 sampai 23:00, kini untuk dapatkan 10 penumpang saja sulit,” keluh
Maman, pengendara Opang, Kamis (35/2/2015).

Menurunnya penghasilan Opang ini sudah disampaikan ke ojek online agar mereka tidak mengambil dan membawa penumpang di dan ke kawasan pusat perbelanjaan CCM.

“Namun tak pernah dihiraukan. Berapa teman seprofesi kami marah dan main nacam, tapi kami redam. Salah satunya solusinya kita pasang spanduk, agar ojek line ngerti,” katanya.

Spanduk sepanjang 1,5 meter dengan lebar 1 meter mereka pajang di perempatan jalan tersebut, bertuliskan, “Peringatan dilarang keras ojek line mangkal dan mengambil penumpang sewa di area CCM dan sekitarnya.”

Pengojek online mengaku, pihaknya tidak menyerobot penumpang pengendara Opang.

“Jutsru kami ajak mereka gabung di ojek online, tapi ditolak dengan berebagi alasan. Padahal jika bergabiung, selian mendapat pendapatan pasti juga menambah wawasan,” kata Amril, ojek online.

Dia dan rekannya di ojek line hanya mengambil dan membawa penumpang sesuai dengan permintaan. “Bukan menyerobat penumpang , tapi sesuai dengan panggilan.

Jika tidak kami antar atau jemput, kami juga yang dirugikan,” katanya. (iwan/yh)

Sumber: poskotanews http://goo.gl/WAm6cm

Mengenal Dhanagun, Vihara Berusia 300 Tahun di Bogor





Vihara Dhanagun dikenal sebagai vihara tertua di Kota Bogor. Bangunannya masih kokoh berdiri hingga sekarang. Dipercaya, usianya sudah mencapai 300 tahun lebih!

berkesempatan mengunjungi Vihara Dhanagun pada Senin (22/2) lalu, saat mengikuti prosesi perayaan Cap Go Meh, yang biasanya diselenggarakan 15 hari setelah perayaan Imlek setiap tahunnya.

Vihara Dhanagun menjadi titik start dimana pawai Joli (patung dewa-dewa yang diletakkan dalam tandu) dilakukan. Joli akan diarak hingga menuju ke Vihara Buddhasena yang berjarak sejauh 3 Km dari lokasi, lalu dibawa kembali ke Vihara Dhanagun.

Menurut informasi yang dihimpun dari beberapa sumber, Kamis (25/2/2016) Vihara Dhanagun dipercaya dibangun pada tahun 1672, saat etnis Tionghoa pertama kali mulai mendiami Kota Bogor.

Namun, ada pula yang menyebut vihara ini dibangun pada awal abad ke-18, saat etnis Cina eksodus dari Batavia menuju ke Bogor akibat tindakan represif penjajah Belanda.

Meski pada beberapa literatur ada pertentangan, tapi umur vihara ini dipercaya sudah 3 Abad lebih.

Vihara Dhanagun terletak di Jl Suryakencana No 1, Bogor. Vihara ini dapat dengan jelas terlihat begitu traveler melewati Lawang Suryakencana. Kawasan ini memang dikenal sebagai Kawasan Pecinan-nya Kota Bogor.

Vihara yang juga dikenal sebagai Vihara Hok Tek Bio ini menjadi pusat kegiatan keagamaan 3 kepercayaan sekaligus, yaitu Taoisme, Konghucu (konfusianisme), serta Buddha.

Vihara seluas 635 meter persegi ini menjadi potret nyata kerukunan umat beragama di Kota Bogor.

Setiap akhir pekan, vihara ini selalu ramai oleh orang-orang yang ingin beribadah. Pada hari biasa juga, kadang-kadang sepulang belanja mereka suka mampir ke kelenteng untuk berdoa kepada dewa-dewa.

Begitu masuk ke dalam kawasan vihara, traveler akan disambut dua patung singa yang duduk di sisi kanan dan kiri. Kedua patung ini bersanding dengan dua tungku pembakaran hio, tepat di pintu masuk vihara.

Nuansa yang tersaji identik dengan warna merah dan emas, patung dewa-dewi, patung singa, patung naga, sesaji, pohon bambu, lukisan matahari, bau-bauan hio, dan lainnya.

Sebelum masuk ke dalam altar peribadatan, lebih baik izin terlebih dahulu kepada penjaga yang ada di sana.

Biasanya ada penjaga yang akan memberi tahu sejarah dan diajak jalan-jalan keliling kelenteng kepada wisatawan. Kelenteng ini tak cuma sebagai rumah ibadah saja, setiap hari ada saja orang-orang yang berkumpul santai di halaman belakang kelenteng.

Selain itu ada juga balai pengobatan yang dibuka untuk umum.

Traveler yang akan menghabiskan akhir pekan di Bogor bisa mampir ke Vihara Dhanagun apabila penasaran. Namun ingat, jangan sampai mengganggu umat lain yang sedang beribadah ya!

(rdy/rdy)

Sumber: travel.detik http://goo.gl/GOpcct

Asyik, Nginap di Hotel Santika Bogor Dapat Diskon




Hotel Santika Bogor ingin menyukseskan Program Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan kampanye “Visit Bogor 2016” dan memberikan kepuasan kepada tamu hotel.

Untuk memanjakan tamu keluarga saat weekend, Hotel Santika bekerja sama dengan beberapa tempat wisata, seperti Jungleland dan Taman Safari Indonesia dengan memberikan voucher diskon bagi tamu yang menginap di Jalan Raya Pajajaran itu.

“Untuk mendapatkannya cukup dengan menginap satu malam di semua tipe kamar pada periode menginap di hari Jumat sampai Minggu, maka otomatis mendapatkan dua voucher diskon dengan harga yang berlaku mulai Rp950.000,” kata General Manager Janto Prawirarilis dalam rilis yang dikirim ke redaksi, kemarin.

Tak hanya itu, lanjut Janto, Hotel Santika Bogor juga menawarkan diskon hiburan lainnya, yakni diskon karaoke keluarga Masterpiece sebesar 15 persen yang berlaku mulai  Senin-Kamis dan Minggu.

“Sedangkan wisata kuliner dihadirkan dengan diskon 10 persen yang berlaku dengan pembelanjaan minimum Rp100.000 di Klappertaart Huize Bogor,” tambahnya.

Ia juga berharap promo tersebut dapat menarik minat wisatawan, baik dalam negeri maupun luar negeri, untuk menjadikan Kota Bogor sebagai salah satu destinasi wisata.

“Saya berharap tamu merasa seperti berada di rumah kedua saat menginap,” ujarnya.(*/er/py)

RELATED ITEMS:BISNIS, NGINAP DI HOTEL SANTIKA BOGOR DAPAT DISKON

Sumber: metropolitan http://goo.gl/RWi8Wk

Pemkot Bogor Sita Belasan Tabung Elpiji 3 Kg





Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, Jawa Barat menyita belasan tabung elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg) dari sejumlah restoran, dan hotel.

“Sudah dua hari ini kami melakukan sidak elpiji 3 kg. Tujuannya menindak pelanggaran penggunaan gas bersubsidi oleh restoran, rumah makan maupun perhotelan,” kata Kepala Bidang Perdagangan Kota Bogor, Mangahit Sinaga, Jumat (26/2).

Ia mengatakan operasi mendadak dilakukan di setiap kecamatan, dengan sasaran rumah makan, warung, perhotelan yang sudah disurvei terlebih dahulu kedapatan menggunakan tabung bersubsidi bagi warga ekonomi lemah tersebut.

“Gas 3 kg itu diperuntukkan bagi masyarakat ekonomi kelas bawah, dan UMKM yang penghasilannya di bawah 10 juta.

Tetapi masih ada aja pengusaha yang nakal yang mencari keuntungan untuk diri sendiri,” katanya.

Tercatat sebanyak 16 tabung disita dari sejumlah restoran, dan Kamis kemarin juga disita sebanyak delapan tabung dari perhotelan.

Petugas juga menemukan adanya tabung yang berasal dari luar Kota Bogor karena memiliki segel karet tidak berwarna kuning (untuk wilayah Kota Bogor). Ant/P-5

Sumber: koran-jakarta http://goo.gl/5abGnO

Sabtu, 27 Februari 2016

Dirut PDAM Tirta Pakuan Dipecat Wali Kota Bogor, Karyawan Sujud Syukur




Dirut PDAM Tirta Pakuan Dipecat Wali Kota Bogor, Karyawan Sujud Syukur



Karyawan PDAM Tirta Pakuan sujud syukur setelah Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengumumkan pemberhentian Untung Kurniadi.

Bima sengaja menjalankan ibadah salat Jumat di Masjid PDAM Tirta Pakuan, Jalan Sukasari, Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/2/2016).Usai salat, Bima menyempatkan waktu berbincang dengan karyawan.

Karyawan berpelukan usai mendengarkan Wali Kota Bogor, Bima Arya, yang mengatakan telah resmi memecat Dirut PDAM Tirta Pakuan, Untung Kurniadi, Jumat (26/2/2016).

"Selain memastikan pelayanan berjalan bagi konsumen, saya juga ingin memastikan hak karyawan tidak terganggu," kata Bima di depan ratusan karyawan PDAM Kota Bogor.

Soal aspirasi karyawan yang telah disampaikan selama tujuh hari ini, Bima memastikan telah merespon dan menindaklanjutinya sesuai aturan.

"Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan telah memberhentikan Dirut PDAM secara defenitif. Keputusan ini diambil karena dirut tidak bisa menjalankan tugas dalam hal ini pembinaan karyawan," ujar Bima.

Keputusan ini sudah diambil Bima sejak Selasa (23/2/2016), sedangkan surat Keputusan Wali Kota soal pemberhentian Dirut PDAM Tirta Pakuan, Untung Kurniadi, saat ini masih dalam proses pertimbangan di DPRD Kota Bogor.

Karyawan terharu setelah Wali Kota Bogor, Bima Arya, resmi memecat Dirut PDAM Tirta Pakuan, Untung Kurniadi, Jumat (26/2/2016).

"Ini mekanisme yang telah diatur oleh Perda," kata politikus Partai Amanat Nasional itu.

Selesai Wali Kota Bogor berbicara seperti itu dan meninggalkan kantor PDAM, para karyawan keluar dan melakukan sujud sukur sambil bersalaman.

Sumber: tribunnews http://goo.gl/NjrDJ9

Buruan… Baby Wish di Bogor Diskon Hingga 50 Persen





Baby Wish di Botani Square lantai UG melengkapi kebutuhan bayi dan anak. Beragam pilihan anak dengan harga  terjangkau.

Wakil Kepala Toko Baby Wish, Venny mengatakan, tak hanya terlengkap dan murah, hingga akhir Februari mendatang diberikan banyak promo.

Mulai potongan harga hingga 50 persen sampai hadiah langsung voucher belanja.

“Promo diskon 10-50 persen hanya fashion baby and kids, selected item,” ujar Venny kepada Radar Bogor, Kamis (25/02/2016).

Sedangkan perlengkapan dan peralatan bayi diskon yang diberikan sebesar 10 persen. Tak hanya itu, tiap belanja peralatan dan perlengkapan dalam jumlah tertentu akan mendapatkan hadiah berupa voucher belanja Rp30.000.

Kalau untuk bayi, pilihan cukup lengkap. Khusus kids, sampai ukuran 14 atau anak umur 10 tahun.

Baby Wish juga menjamin seluruh produknya aman untuk kesehatan bayi dan anak-anak. Venny memastikan, seluruhnya terutama mainan dan aksesoris sudah mendapatkan SNI.

Sementara itu kalau pakaian, baik bayi maupun kids, seluruhnya merupakan produk impor.

(mer)

Sumber: pojoksatu http://goo.gl/8tbLYR

Bogor Utara Gelar STQ Tingkat Kecamatan





Walikota Bogor, Bima Arya pada peringatan MTQ Kota Bogor tahun lalu mengamanatkan agar pemerintah daerah melalui OPD terkait untuk menganggarkan kegiatan MTQ di tingkat Kecamatan.

Ide Walikota tersebut dilatarbelakangi keprihatinan atas pengaruh buruk derasnya arus globalisasi terhadap anak-anak, dan ketidakberpihakan kurikulum pendidikan terhadap pendidikan agama Islam.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman saat membuka Seleksi Tilawatil Quran tingkat Kecamatan di aula kantor Kecamatan Bogor Utara, pada Kamis (25/2).

Kegiatan seleksi Tilawatil QurĂ¡n tingkat Kecamatan yang digelar di Kecamatan Bogor Utara ini merupakan salah satu upaya penguatan dan kecintaan terhadap agama Islam secara umum bisa ditumbuhkembangkan kembali.

“Kami inginnya kegiatan ini dimulai dari tingkat Kelurahan tetapi konsekwensinya sangat logis kepada besaran anggaran yang harus disiapkan,” ujar Usmar.

“Meskipun sekarang baru bisa dilaksanakan di tingkat Kecamatan tetapi kedepan kita dorong untuk bisa dilaksanakan di tingkat Kelurahan,” imbuhnya.

Terpisah, ketua panitia Seleksi Tilawatil Quran tingkat Kecamatan Bogor Utara Danny Suhendar mengatakan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini selain sebagai ajang untuk menggali bakat dan potensi Qori dan Qoriah yang ada di Kecamatan Bogor Utara, juga sebagai ajang seleksi qori dan qoriah terbaik yang selanjutnya akan menjadi wakil dari Kecamatan Bogor Utara untuk mengikuti MTQ tingkat Kota Bogor pada bulan Maret mendatang.

Kepada para pemenang atau juara, pihak panitia selain menyiapkan piala tetap dan bergilir, juga akan memberikan hadiah berupa uang pembinaan dan piagam penghargaan.

“Mudah-mudahan melalui STQ ini menjadi pendorong semangat untuk membentuk generasi yang berkarakter Qur’ani serta meningkatkan kerukunan ukhuwah Islamiyah di Kecamatan Bogor Utara.

Hadir pada kegiatan pembukaan STQ ini, Anggota DPRD Oyok Sukardi, Camat Bogor Utara Iwa Kartiwa beserta jajaran Lurah se-Kecamatan Bogor Utara, Danramil dan Wakapolsek serta tamu undangan lainnya.

(Tria/Lani/kotabogor.go.id)
RELATED ITEMS:BOGOR UTARA, KOTA BOGOR, STQ

Sumber: metropolitan http://goo.gl/qLa40j

Ini Kontestan Terbaik di The Voice Indonesia




JAKARTA - Rifany Maria wanita asal Medan membawakan lagu Safe & Sound dari Taylor Swift. Malam ini, Maria berhasil menjadi kontestan terbaik. Sebelum memulai Blind Audition, Maria menunjukan tekadnya.

"Motivasi saya ingin menambah pengalaman dalam bernyanyi dan bermusik, juga Mempopulerkan genre musik pop country di Indonesia," kata Maria.

Tekadnya membawa aura positif di atas panggung. Keempat coach memuji penampilan Maria. Bahkan, Maria mendapatkan predikat kontestan terbaik.

"Malam ini, suara kamu adalah suara terindah sehingga membuat saya terpukau. Nyanyi adalah rasa," puji Coach Ari.

"Suara kamu teduh, enak, kamu bisa enakin lagu. Kamu mencuri hatiku dengan lagu tadi," timpal Coach Judika.

Agnez pun melemparkan pujian yang sama. Maria menjadi penyanyi yang cerdas karena bisa mengatur emosi dalam bernyanyi.

"Kamu nyanyinya saat tidak terbawa ego, saya sampai merasa tersayat-sayat. Kenapa kamu harus ada di tim saya, kamu perlu coach yang bisa detail, harus orang yang bisa paham suara cewek," jelas Coach Agnez.

Keempat juri yang memuji dan memilih membuat Maria bingung memilih coach. Dengan penuh pertimbangan, Maria memilih Ari Lasso.

(aln)

Sumber: okezone http://goo.gl/UWH2EK

Bupati Bogor: Pedagang Pasar Tradisional Siap Kantong Plastik Berbayar





Himbauan pemerintah untuk pengurangan penggunaan tas kresek dan membayar penggunaan kantong kresek senilai Rp 200,- di pusat perbelanjaan seperti supermarket dan minimarket mendapat tanggapan serius dari Bupati Bogor, Nurhayanti.

Di Kabupaten Bogor malah tidak hanya supermarket dan minimarket saja yang ingin menerapkan himbuan ini, tapi juga para pedagang pasar tradisional.

“Ini ketua ikatan pasar tradisionalnya malah kepengen segera ikut menerapkan kebijakan ini.

 Kami akan undang dulu dan sama-sama kita bahas strategi sosialisasinya, karena segmennya beda dengan segmen ritel modern,” jelas Nurhayati,usai olahraga bersama dengan Kepala OPD di Lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, di Gunung Mas Cisarua, Jumat (26/2/2016).

Terkait dengan besaran harga kantong plastik berbayar, Yanti mengatakan harga Rp 200 itu sudah menjadi kesepakatan bersama dengan pemerintah pusat.

“Kebijakan itu bukan untuk mencari keuntungan, namun untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.

 Seperti yang sudah saya tegas pada saat hari sampah  nasional Rabu (24/2/2016)  bahwa bogor harus bebas sampah,” tambahnya.

Diakui Yanti, pasar merupakan tempat paling banyak ditemui sampah terutama pasar tradisional. 

Untuk itu, kebijakan ini bisa dilaksanakan di pasar tradisional, apalagi sudah disambut baik oleh asosiasi pedagang pasar tradisional.

“Tinggal bagaimana cara kita mengelolanya saja. Kita sosialisasi dulu, karena segmennya beda dengan segmen ritel moderen,” katanya.

(rim/pj)

Sumber: pojoksatu http://goo.gl/aF7sz9

3 Anak Muda Bogor Gagas Mobil Wisata





Usai memimpin rakor terkait pembangunan fisik, Wakil Walikota Bogor menerima tiga anak muda yang memiliki gagasan membuat “mobil” pariwisata bagi Kota Bogor. Pemaparan ide tersebut berlangsung di Bogor Green Room, kemarin.

Rian Wica Rinaldi dalam pejelasannya mengatakan, tujuan mobil pariwisata ini untuk menambah khasanah pariwisata Kota Bogor dengan menyediakan sarana baru yang disebut “mobil” Goo Ways. Gagasan ini diinisiasi Rian, alumnus Universitas Gunadarma 2015.

”Awalnya ketika nongkrong melihat taman-taman yang ada di Kota Bogor, terlintas ide ingin menyediakan satu wahana khusus yang lebih ramah lingkungan dalam menikmati suasana Kota Bogor, khususnya taman-taman yang ada di Kota Bogor,” terang Rian.

Awalnya destinasi yang akan dilalui adalah Lapangan Sempur, Taman Kencana, KRB dah Taman Heulang.”Namun untuk sementara rute yang disetujui Taman Heulang dan Taman Kencana. Kebetulan ide ini sejalan dengan salah satu program DLLAJ Kota Bogor,” lanjut Rian.

Saat ini ”mobil” Goo Ways karya Rian cs masih dalam pengerjaan. ”Insya Allah akhir Maret akan uji kelayakan oleh DLLAJ Kota Bogor,” cetus Rizal.
Kendaraan wisata bermodel VW Combi ini memakan dana sebesar Rp15 juta dalam proses pengerjaannya.

Terkait ide yang dikemukakan Rian, Rizal dan Igor, Usmar menyampaikan apresiasinya. “Selama mengikuti aturan dan prosedur yang ada, kami akan mendukung ide-ide yang dimiliki para generasi muda Kota Bogor.

Apalagi ini juga akan menambah kekhasan wahana untuk menikmati objek-objek pariwisata, khususnya taman-taman yang ada di Kota Bogor,” kata Usmar

Sumber: metropolitan http://goo.glIAqUSG/

Jumat, 26 Februari 2016

Akhirnya, SMAN 1 Bogor Menang dan Siap Lawan Bandung





Lagu We Are The Champion milik grup band rock legendaris Queen, terus menggema di GOR Indoor A Pajajaran, kemarin. Seakan-akan mengiringi SMAN 1 Bogor di ajang Honda DBL West Java Series-West Region 2016.

ya, acungan jempol patut diberikan bagi tim berjuluk Smansa ini. Untuk pertama kalinya, mereka menoreh sejarah sebagai jawara Honda DBL 2016 dalam final party di GOR Indoor A Pajajaran.

Di hadapan sekitar 5.000 penonton, Smansa sukses mempencundangi sesama kuda hitam, SMAN 1 Karawang dengan skor telak 64-35.

Hasil ini membuat Honda DBL 2016 memiliki juara baru, setelah petahanan SMAN 2 Bogor hanya bisa melaju hingga babak perempatfinal.

Namun, perjuangan Smansa belum berakhir. Dafa Naufal Alfarizi cs tinggal menghadapi satu tantangan lagi di final party Honda DBL West Java Series 2016.

Lawan yang akan dijumpai Smansa yakni SMA 1 Bina Bakti Bandung yang menang atas SMAN 2 Cirebon 61-47. Keduanya akan bentrok di lapangan GOR Indoor A Pajajaran, Sabtu (27/2/2016) akhir pekan ini.

Namun, sukses SMAN 1 Bogor menjuarai Honda DBL 2016 tidak diikuti SMA Mardiyuana di kategori cewek. Tim berjuluk Victum itu justru dipermalukan SMAN 1 Cianjur dengan skor sangat telak 70-36 di depan publik Bogor.

Di final Honda DBL West Java Series, Smansa Cianjur akan menghadapi SMA BPK Penabur yang mengalahkan juara bertahan, SMAN 9 Bandung 57-37.
Selain mementaskan laga puncak Honda DBL 2016, final party juga diisi sejumlah pertandingan seru dan menarik.

Ada final Loop 3×3 Competition yang dimenangkan SMAN 3 Cibinong di kategori cewek dan SMAN 1 Cikampek di kategori cowok, semifinal Junior Exhibition serta penampilan Best Five UBS Gold Dance Competition. Juga berbagai games seru.

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengaku takjub dengan Honda DBL 2016. Kompetisi basket pelajar ini menjadi wadah untuk berkreasi para siswa.

“Pesan saya kepada seluruh pelajar, teruslah berkarya dan menyalurkan energinya untuk hal-hal yang positif. Banyak jutaan kesempatan menanti di depan mata,” singkatnya.

Jalannya pertandingan antara Smansa melawan Free Ones, julukan SMAN 1 Karawang, cukup menguras tenaga. Kedua tim saling memberikan permainan yang cepat dan atraktif.

Bahkan pada kuarter pertama pun, Smansa sempat tertinggal poin namun bisa membalikan skor kedudukan menjadi 17-13.

Pada kuarter kedua Alfarisi dkk, benar-benar menutup pergerakan pemain kunci SMAN 1 Karawang, Danny Dwi Indrabudi. Skor pun menjauh 30-19 untuk keunggulan SMAN 1 Bogor.

Puncaknya terlihat pada kuarter keempat, Free Ones yang sudah jatuh mental, tak berkutik menghadapi serangan Smansa.

Menanggapi kemenangan timnya, Pelatih SMAN 1 Bogor, Irvan Rizky mengaku bangga dengan penampilan para pemainnya. Bahkan mereka bisa menutup pemain kunci dari tim lawan.

“Orang-orang sering ngomong ada pemain nomor 27 (Budi) yang bagus. Dan  kami bisa menahan dia agar tak berkembang sepanjang pertandingan,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu (24/02/2016).

Sementara Pelatih SMAN 1 Karawang, Rifial Ka’bah menjelaskan, para pemainnya sudah kehilangan konsentrasi sejak kuarter kedua. Mereka tidak melihat lawan dan banyak melakukan kesalahan individu.

”Padahal, arahan pelatih sudah jalan. Tapi di kuarter berikutnya mereka tidak fokus dan banyak poin yang hilang. Tapi saya salut sama mereka, sudah berjuang hingga babak final meskipun kita hanya menempati juara dua,”jelasnya.

(nal/pojoksatu.id)
RELATED ITEMS:BANDUNG, BOGOR, KOTA BOGOR, SMAN 1

Sumber: metropolitan http://goo.gl/zUTF4U

Kompetisi Skateboard Nasional Digelar di Bogor





Komunitas Skateboard Kota Bogor, Jawa Barat, menggagas kompetisi skateboard tingkat nasional yang akan diikuti ratusan skate (pemain) dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam rangka memperingati satu tahun kehadiran Taman Skateboard yang dibangun oleh Pemerintah Kota Bogor Maret 2015 lalu.
Komunitas Skateboard Kota Bogor menggagas kompetisi skateboard tingkat nasional.

"Kompetisi skateboard nasional ini dijadwalkan berlangsung 29 Maret mendatang, kita sudah mendapatkan persetujuan dari Wali Kota Bogor," kata Gema Nasution selaku Pengurus Komunitas Bogor Independen Skateboard di Bogor, Kamis (25/2/2016).

Menurut dia, kompetisi skateboard nasional tersebut diselenggarakan sebagai bentuk pengakuan keberadaan skateboard di Kota Bogor, sekaligus memperkenalkan Kota Bogor yang juga memiliki taman khusus skateboard yakni skatepark, melalui kejuaran tersebut. Menariknya, kompetisi tersebut rencananya akan digelar setiap tahun.

"Kompetisi ini akan memperebutkan piala Wali Kota Bogor, dan dirancang sebagai kompetisi tahunan," tambahnya.

Wakil Pengurus Bogor Independen Skateboard, yang juga Ketua Komunitas Mata Kiri, Raksa Nasution menyebutkan, ada empat kategori yang dipertandingkan yakni di bawah 15 tahun (under 15), pemula, terbuka, dan skate father.

"Kategori skate father ini kategori satu-satunya yang unik karena pemainnya adalah para rider (sebutan bagi pemain skate) yang sudah memiliki anak, tetapi tetap jago main skateboard," katanya.

Akan ada tiga juri dari tiga daerah yang akan menilai penampilan para rider yang akan tampil selama 45 detik dengan melihat kemampuan trik, rintangan (optacle), dan konsistensi.

"Juri adalah legenda stakeboard Indonesia, ada dari Jakarta, Bandung dan Bogor," tambahnya.

Sementara itu, kesiapan untuk penyelenggaraan kompetisi skateboard nasional tersebut telah 80 persen, kondisi lapangan yang bagus, dan dukungan dari sejumlah sponsor serta Pemerintah Kota Bogor.

"Kita sudah berkomunikasi dengan Pak Wali Kota Bima Arya Sugiarto baik secara lisan maupun diskusi langsung, dan beliau siap mendukung kita untuk menyelenggarakan kegiatan ini," ia memungkasi. [tar]

Sumber: inilah http://goo.gl/9YIuOx

Bakso Kikil Gerobak di Bogor Ini Jadi Favorit Pesohor





Suhu dingin saat hujan begini enaknya menyantap yang hangat-hangat. Salah satu jenis makanan yang paling diburu tentu saja bakso. Kuah hangat dan bola-bola daging yang nikmat dianggap pas untuk mengusir lapar yang melanda.

Selain bakso daging, ada pula bakso kikil. Isiannya tidak jauh berbeda dengan bakso pada umumnya, tapi ada tambahan kikil di dalamnya. Itulah menu utama yang dijajakan di gerobak Bakso Kikil Pak Jaka.

Meski tempat jualannya hanya gerobak kayu sederhana dan dijajakan di trotoar, peminatnya tak pernah sepi. Antrean sudah mengular bahkan sejak pukul 11.00 WIB. Mereka rela makan sambil berdiri demi menikmati semangkuk bakso kikil.

"Dalam sehari kami menghabiskan 7 hingga 10 kilogram kikil per hari," kata Saeful penjual bakso kikil di Jalan Suryakancana, Kota Bogor, Kamis, 25 Februari 2016.

Meski hanya penjual kaki lima, cita rasa bakso yang mangkal di depan toko alat-alat olah raga itu mampu mengundang selera para pesohor. Saeful menyebutkan sejumlah nama, di antaranya Nabila Syakieb, Laudya Cynthia Bella, Bondan Winarno, Dahlan Iskan hingga Wakil Wali Kota Palu yang baru Pasha Ungu.

"Orang terkenal yang pernah makan di sini cukup banyak. Yang paling sering Adjie Notonegoro. Dia bisa seminggu sekali makan bakso sama temen-temennya," tutur Saeful.

Saeful pencetus resep bakso ini mengaku tidak menyangka jika bakso kikilnya jadi langganan orang terkenal. Bakso jualannya bahkan kini semakin ramai karena diperbincangkan di media sosial.

"Tadi saja sudah ada 4 orang yang bilang, pengen cicipi bakso karena rame di medsos," kata Saeful.

Meski baru buka pukul 12.00 WIB, lapaknya sudah ditunggu-tunggu oleh pembeli sejak pagi hari. Karena itu, jangan kaget apabila jam makan siang para pembeli rela antre bahkan makan sambil berdiri.

"Kalau lagi ramai pembeli, artis juga ikut pada antre, Mas," kata Saeful didampingi Dani, adik kandungnya.

Karena Bakso Kikil Pak Jaka sudah terkenal, tak sedikit pembeli ber-selfie ria saat menyantap bakso untuk kemudian di-share ke media sosial.

"Buat di-upload di Instagram atau Twitter, biar temen-temen pada ngiler," ujar Widya Agustina.

Widya mengaku baru kali pertama menyantap bakso kikil ini. Dirinya baru mengetahui dari temannya jika di Jalan Suryakancana, Bogor, Jawa Barat, ada bakso yang menjadi langganan selebriti.

"Iya lagi ramai, makanya saya penasaran," ujar warga Tajur, Kota Bogor.

Sumber: Liputan6 http://goo.gl/PPLAVI

Kamis, 25 Februari 2016

New Mercy GLE Dirakit di Bogor





Lini produk Mercedes-Benz Indonesia kian lengkap dengan kehadiran new Mercedes-Benz GLE. Model baru ini akan berhadapan dengan BMW X5 ataupun Audi Q7.

Deputy Director Sales, Business & Network Development Mercedes-Benz Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto mengatakan, new GLE diproduksi di fasilitas perakitan PT Mercedes-Benz Indonesia yang berada di Desa Wanaherang, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

"Produksi pertama sudah dikirim ke dealer sejak 15 Februari," katanya usai peluncuran new Mercedes-Benz GLE di Jakarta, Rabu (24/2/2016).

Sayangnya ia enggan menyebutkan berapa banyak unit yang diproduksi tiap bulannya. Namun yang pasti, target konsumen yang dibidik adalah kaum muda mapan dengan penghasilan di atas rata-rata.

"Target konsumennya usia 30-45 tahun dan sosial ekonomi statusnya A plus-plus," katanya.

Sebagai informasi, GLE 400 Exclusive dibanderol Rp 1,209 miliar, sedangkan GLE 250 d Rp 1,099 miliar. Harga tersebut berstatus off the road Jakarta.

Sumber: Liputan6 http://goo.gl/T0934o

NJOP Bogor Naik Berdasarkan Audit KPK




Wali Kota Bogor, Bima Arya menyatakan penting bagi seluruh aparatur menyamakan pemahaman terkait kebijakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2).

“Terutama pemahaman bahwa penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) per 2016 tidak terkait dengan peningkatan target Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Bima, Selasa (23/2).

Menurut Bima jika hanya hal tersebut yang disampaikan, maka akan menimbulkan persepsi yang salah. Padahal, penyesuaian NJOP yang mengalami kenaikan bukan semata-mata hanya keputusan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

“Penyesuaian NJOP dilakukan berdasarkan hasil audit Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) KPK RI dan BPKP Provinsi Jawa Barat,” ucap Bima.

Bima menjelaskan, Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) KPK dan BPKP Provinsi Jawa Barat menyarankan agar Pemkot Bogor melakukan penyesuaian NJOP. "Angka yang kemudian disesuaikan nilainya masih 65 persen dari harga pasar," kata Bima.

Ia berpendapat nilai tersebut masih berada di bawah zona nilai tanah BPN dan masih sangat natural. Jadi, kata Bima, alasan tersebut sebenarnya harus disampaikan agar tidak ada pemahaman seolah-olah Pemkot Bogor sewenang-wenang menaikan NJOP.

Dia menegaskan menegaskan Pemerintah Kota Bogor berpihak kepada warga tidak mampu dalam hal pembayaran PBB. Bima menuturkan, warga miskin yang tagihan PBB-nya di bawah Rp 100 ribu dibebaskan 100 persen.

Tagihan yang dibebaskan tersebut secara akumulatif nilainya mencapai sekitar Rp 5 miliar.  “Mungkin tidak terlalu besar dibanding persentase APBD kita yang mencapai Rp 2 triliun lebih, tetapi bagi warga itu sangat membantu,” jelas Bima.

Sumber: republika http://goo.gl/2io68C

Rabu, 24 Februari 2016

Warga Miskin Kota Bogor Tak Perlu Bayar Pajak





Kepala Dinas Pendapatan Dearah Kota Bogor, Daud Nedo Daneroh, mengatakan sebanyak 100.700 warga tidak mampu digratiskan membayar PBB.

"Sebab, Pemerintah Kota Bogor membebaskan surat pemberitahuan pajak terhutang (SPPT) warga tidak mampu, yang namanya tercantum di data BPS dan Bappeda Kota Bogor," ujar Daud. usai acara Pengelolaan PBB Tahun 2016 di Balai Kota Bogor, Selasa (23/2/2016).

Kebijakan itu, kata dia, sesuai Peraturan Wali Kota tentang pengurangan sebesar 100 persen bagi warga miskin yang memiliki ketetapan PBB P2 di bawah nominal Rp 100 ribu.

Dia mengatakan, pembebasan SPPT PBB P2 bagi warga miskin tersebut, jumlahnya hampir mencapai Rp 5 miliar. "Kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan Pemkot Bogor terhadap warga miskin," kata dia.

Agar tak simpang siur dan informasinya seragam, Dispenda Kota Bogor akan mensosialisasikan kebijakan ini kepada seluruh Kepala Seksi Pemerintahan di kecamatan dan kelurahan.

"Melalui kegiatan rekonsiliasi ini sekaligus evaluasi, kami ingin menjelaskan teknis di lapangan. Khususnya dengan kebijakan Wali Kota, menggratiskan SPPT PBB P2," kata Daud.

Sumber: tribunnews http://goo.gl/cFCNou

2017, Kota Bogor Cetak Bocah Penghafal Alquran





“Kita ingin mencetak insan dan siswa penghafal Alquran di masing-masing kelurahan . Diharapkan ke depannya mereka dapat mewarnai kehidupan warga di kelurahan masing-masing.

Insya Allah pada 2017 hal ini akan dilaksanakan,” kata Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman saat membuka Musrenbang Kecamatan Bogor Timur di Kantor Kecamatan Bogor Timur, belum lama ini.

Menurut Usmar, keinginan tersebut sejalan dengan salah satu misi Kota Bogor, yakni mewujudkan masyarakat madani yang berlandaskan nilai-nilai moral agama yang kuat dan nilai-nilai kebangsaan yang kokoh.

Selain penerapan visi dan misi Kota Bogor, program ini menurutnya tak terlepas dari banyaknya arus migrasi yang masuk ke Kota Bogor yang harus disikapi.

“Harus ada program dalam rangka mempersiapkan generasi yang berdasarkan nilai-nilai religi dan nilai-nilai serta wawasan kebangsaan yang mumpuni. Semoga hal ini didukung semua pihak, mulai masyarakat, pemerintah hingga anggota dewan,” lanjut Usmar.

Ke depannya, setiap kelurahan akan mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk dimasukkan dalam program ini.

Bagi yang memiliki anak berusia enam tahun, memiliki kecerdasan luar biasa, apalagi anak yatim yang masuk kriteria tersebut akan lebih diutamakan.

Jika nanti banyak peminatnya maka akan dilaksanakan seleksi terlebih dahulu.

Usmar mengatakan, mungkin program ini merupakan langkah kecil namun memiliki dampak besar di kemudian hari.

“Kita akan melihat dan merasakan manfaatnya sekitar lima sampai sepuluh tahun ke depan. Dengan terbentuknya generasi berkarakter diharapkan kita mampu mengubah kultur,” pungkas Usmar. (*/ram)

RELATED ITEMS:2017, BOGOR, KOTA BOGOR CETAK BOCAH PENGHAFAL ALQURAN

Sumber: metropolitan http://goo.gl/kZIipt

Anggrek Raksasa Mekar di Kebun Raya Bogor





Indonesia adalah negara kedua yang paling banyak memiliki spesies anggrek setelah Brazil.
Salah satu jenis anggrek yang tumbuh di Tanah Air adalah Grammathophyllum Speciosum Blume atau yang dijuluki anggrek raksasa.

Anggrek raksasa atau yang dikenal anggrek tebu ini tumbuh tersebar di Jawa, Sumatera, Riau, Bangka, Kalimantan, Nusa Tenggara. Termasuk di Kebun Raya Bogor.

Bahkan salah satu koleksi anggrek di Kebun Raya Bogor ini sedang mekar. Selain ukuran bunganya yang cukup besar, tanaman ini hanya berbunga 2 tahun sekali.

"Daya tahan bunganya pun bisa sampai 2,5 bulan. Ini disebabkan karena bunganya yang mekar bergantian, sehingga pengunjung bisa berlama-lama menikmati keindahannya," kata penanggung jawab Rumah Anggrek KRB, Eka Ratna, Selasa (23/2/2016).

Di Kebun Raya Bogor, lanjur Eka, anggrek ini biasanya berbunga di bulan Januari hingga Februari.
Keunikan jenis anggrek ini memiliki 2 jenis bunga, yakni fertil (bisa membentuk buah dan biji) dan steril (tidak bisa membentuk buah dan biji).

Anggrek Grammathophyllum Speciosum dijuluki anggrek raksasa mengingat ukuran bunga dan pohonnya besar. Tinggi batangnya berkisar antara 1-2 meter.

Anggrek raksasa atau yang dikenal anggrek tebu ini mekar di Kebun Raya Bogor

Daunnya tersusun di sebelah kiri dan kanan batang dengan panjang 50-100 cm dan lebar 3-4 cm. Sedangkan tangkai bunganya akan muncul dari pangkal batang sepanjang 2-3 meter. Pada tangkai yang panjang terjuntai itu ada 60-100 kuntum bunganya tergantung anggun.

"Yang berukuran raksasa tidak hanya daun, batang, serta tangkai bunganya. Ketika bunganya mekar sempurna diameternya antara 10-12 cm, sehingga keindahannya nampak semakin nyata," ujar dia.

Meski memiliki keindahan, namun tidak semua masyarakat Indonesia mengenal salah satu tanaman langka ini.

Dari puluhan ribu pengunjung yang berlibur ke Kebun Raya Bogor ada pula yang tidak mengetahui jika anggrek raksasa sedang mekar.
Anggrek yang menempel di batang pohon besar di lewati begitu saja oleh pengunjung.

"Pengunjung yang melihat anggrek ini paling hanya penggemar atau pemerhati saja," ujar Sofi, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Kebun Raya Bogor.

Namun demikian, pihaknya terus berupaya memperkenalkan tanaman ini kepada pengunjung. "Di situs yang kami miliki juga terus disosialisasikan," tutup Sofi.

Sumber: Liputan6 http://goo.gl/qaO73o

Selasa, 23 Februari 2016

Bima Arya Imbau Kepala Dinas Bawa Tempat Minum Sendiri




Pemerintah Kota Bogor bersama pengusaha ritel modern serta komunitas peduli lingkungan mengampanyekan pengurangan penggunaan kantong plastik. Kegiatan yang bertepatan dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2016 ini sekaligus dimulainya uji coba kantong plastik berbayar di ritel modern.

"Kampanye atau gerakan ini harus menjadi satu gerakan massal yang masif," kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto di sela kampanye pengurangan kantong plastik di salah satu ritel modern, di Jalan Pahlawan, Kota Bogor, Minggu (21/02/16).

Bima juga mengajak semua kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Bogor, para komunitas dan warga Kota Bogor bersama-sama mengurangi penggunaan kantong plastik dengan cara membawa kantong dari rumah. Hal tersebut dilakukan bentuk komitmen dalam pengurangan penggunaan kantong plastik.

"Saya imbau kepada kepala SKPD untuk membawa tempat minum sendiri dari rumah masing-masing. Jadi saat rapat atau pertemuan tidak ada lagi botol atau gelas plastik berserakan di ruangan," tambahnya.

Selain di ritel modern dan lingkungan pemerintahan, untuk aksi nyata mendukung kampanye tersebut juga akan dilakukan di pasar, toko bahkan rumah-rumah warga di Kota Bogor. "Memang agak sulit, tapi saya akan mendorong aparatur di wilayah dan PKK setempat untuk terus mengkampanyekan dan mensosialisasikan kepada masyarakat agar membawa kantong dari rumah saat berbelanja," jelasnya.

Saat ini, Kota Bogor sendiri menghasilkan sebanyak 530 ton sampah perharinya. Lebih dari 10 persen sampah tersebut merupakan sampah plastik.

"Dengan adanya kantong plastik berbayar sebesar Rp 200, diharapkan bisa mengurangi sampah plastik yang menumpwuk di Kota Bogor," ungkapnya.

Sementara itu, Jamalludin Branch Manager Alfamart Kota Bogor mendukung terhadap kebijakan yang memberlakukan kantong plastik berbayar. "Hari ini, di tempat kami sudah menguji coba plastik berbayar. Satu lembar kantong plastik dikenai biaya Rp 200," terangnya.

Selain mengikuti menerapkan kebijakan tersebut, pihaknya juga mengampanyekan pengurangan penggunaan kantong plastik kepada para konsumen yang datang.

"Bentuk kampanye berupa imbauan untuk membawa kantong dari rumah juga kita lakukan terhadap oara konsumen yang berbelanja di tempat kami," tutupnya.

Sumber: okezone http://goo.gl/AeQVCG

Kisah Dibalik Ritual Iris Lidah Perayaan Cap Go Meh di Bogor





Ritual tersebut dilakukan menjelang perayaan Cap Go Meh untuk meminta keselamatan dan keberuntungan.
 
Perayaan Cap Go Meh merupakan salah satu tradisi Imlek yang tak boleh ditinggalkan. Saat ini di sejumlah kota di Indonesia, warga Tionghoa beramai-ramai merayakan Cap Go Meh. Berbagai festival pun diadakan, termasuk di Bogor yang menggelar Cap Go Meh (CGM) Street Fest 2016.

Ada tradisi yang menarik dalam perayaan tersebut. Menjelang perayaan Cap Go Meh, warga Bogor keturunan Tionghoa menggelar ritual iris lidah. Ritual ini dilakukan di halaman Vihara Dhanagun, Bogor.

Ritual ini dilakukan oleh tujuh orang Tangsin. Para Tangsin ini melakukan ritual tersebut dengan sebilah pedang. Tujuan dari ritual ini adalah untuk meminta keselamatan dan keberuntungan.

"Nantinya darah yang mengalir dari lidah para Tangsin akan tampung di mangkok," ujar Arifin Himawan Ketua Panitia Cap Go Meh (CGM) Street Fest 2016, pada Minggu (21/2/2016). "Lalu darah tersebut digunakan sebagai tinta yang dituliskan kertas mantra berwarna kuning."

"Kegiatan ini sudah turun temurun dilakukan jelang puncak perayaan Cap Go Meh," tambahnya. "Tujuannya untuk keselamatan, kelancaran usaha, keberuntungan, tolak bala dan kelancaran rezeki dan juga memohon kelancaran untuk acara besok."

Sementara itu, festival Cap Go Meh (CGM) Street Fest 2016 dilaksanakan pada Senin (22/2/2016) mulai pukul 14:00 WIB. Dalam festival tersebut terdapat 10 ribu pawai dan acara-acara lainnya. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati berbagai bazar di Vihara Dhanagun Suryakencana. (wk/rs)

Sumber : wowkeren http://goo.gl/JoKY0p

Senin, 22 Februari 2016

22 Februari, Bogor Gelar Pesta Budaya Rakyat





BOGOR, Ratusan ribu masyarakat Bogor diperkirakan akan datang menyaksikan Bogor Street Festival 2016, sebagai ajang budaya pemersatu bangsa.

Seperti disampaikan Arifin Himawan, Ketua Panitia Cap Go Meh (CGM) Bogor Street Festival 2016 saat konferensi pers, Jumat (19/2/2016), di Hotel 101 Surya Kencana Bogor.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, ratusan ribu orang akan ramaikan pesta budaya rakyat Bogor ini, pada Senin (22/2/2016). Festival ini jadi bagian dari tradisi budaya masyarakat Bogor untuk Indonesia, mengutamakan kebersamaan, bukan menyoal tentang agama, keyakinan atau etnis tertentu, dan Bogor sudah mengatakan siap,” tegas Arifin.

Senada dengan pernyataan Ketua Panitia CGM 2016, Bima Arya, Wali Kota Bogor menyatakan kesiapan Bogor menyelenggarakan CGM Bogor Street Fest 2016, dan yakin tahun ini akan lebih ramai.

“Bogor Street Fest tahun ini siap diselenggarakan sebagai ajang pemersatu bangsa. Tahun ini akan lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya, karena banyak inovasi-inovasi yang baru dari teman-teman juga masyarakat Bogor,” ujar wali kota yang biasa disapa Kang Bima.

Panitia CGM 2016 bekerja sama dengan berbagai pihak untuk kemeriahan acara hingga keamanan dan kenyamanan. Untuk acara sendiri bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) dalam hal pengadaan panggung-panggung acara. Juga gabungan TNI dan Polri, tidak ketinggalan berbagai komunitas dari lapisan masyarakat di Bogor hingga Indonesia.

Akan ada tiga panggung dalam acara ini, yaitu panggung utama terletak di depan Bogor Plaza, merupakan panggung pembukaan. Panggung kedua berada di tengah jalur karnaval, tepatnya di depan Hotel 101, dan terakhir sebagai panggung penutup akan ada di ujung Jalan Surya Kencana, tepatnya di petigaan Batu Tulis.

Dimulai pukul 13.30, wisatawan akan disambut dengan paduan suara dari Regina Pacis, dan penampilan marawis dari Pesantren Rhoudhotul Nur. Tidak lupa suguhan budaya nusantara ditampilkan seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu tari Tor-tor dari Sumatra Utara, juga sebagai pembuka.

Dilanjutkan parade drum band dari Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI), lalu puluhan kontestan parade busana dari Bogor Sahabats (Bobats). Tak ketinggalan beragam budaya nusantara turut ditampilkan, seperti Reog Ponorogo, barong dan ogoh-ogoh langsung dari Museum Topeng Bali.

Arak-arakan peserta Karnaval Cap Go Meh 2565 melewati Jalan Surya Kencana, Bogor, Jumat (14/2/2014). Cap Go Meh menandai akhir perayaan Tahun Baru Imlek.
Konvoi arak-arakan yang menjadi cirikhas CGM Bogor Street Fest pun akan keluar pada pukul 17.00 WIB. Dengan pasukan berkuda Polres Bogor Kota dan Liong dari Yonif 315, sebagai pembuka jalan.
Arak-arakan joli pun berjumlah 18 hingga 23 tandu, dengan tandu Jombang sebagai peserta baru tahun ini. Dibelakangnya ada tarian 21 liong dan barong dari berbagai kelenteng di Indonesia, diikuti pawai mobil hias 12 shio menurut kepercayaan Tionghoa.

Presiden Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya diundang dalam acara ini. Namun, sampai berita ini ditulis yang sudah konfirmasi bersedia datang adalah Menteri Agama.

“Selain telah diundang, seperti tahun kemarin, Presiden Jokowi kemungkinan besar akan datang lagi. Oleh karena itu kita persiapkan pengamanan yang ketat sesuai standar, dan bagi masyarakat diimbau untuk saling menjaga kemanan dan ketertiban,” ujar Letnan Kolonel Mukhamad Albar, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0606/Kota Bogor dalam jumpa pers.

Sumber: Kompas http://goo.gl/ykxQOK

Sejumlah Ritel Di Bogor Berlakukan Plastik Berbayar





Sejumlah usaha ritel di Kota Bogor, Jawa Barat, mulai memberlakukan plastik berbayar, harga yang diterapkan sebesar Rp200 per kantong, masyarakat yang berbelanja diberi tahu bahwa konsumen akan dikenakan biaya untuk setiap belanja yang tidak menggunakan tas belanja.

"Kami mendukung program pemerintah untuk mengurangi plastik, mulai hari ini uji coba plastik berbayar diberlakukan di seluruh outlate Alfamart di Kota Bogor," kata Jamaluddin, Manajer Pemasaran Alfamart Bogor, Minggu (21/2).

Dikatakannya, sebagai uji coba, pihaknya juga memasang sejumlah papan pengumuman dan spanduk yang berisi informasi tentang plastik berbayar, serta mengajak masyarakat untuk menggunakan tas belanja pakai ulang.

"Kasir kami juga selalu menginformasikan kepada konsumen begitu transaksi pembayaran, mereka diberi dua pilihan membayar plastik, atau menggunakan tas belanja pakai ulang," katanya.

Menurutnya, nilai Rp200 per kantong plastik merupakan besaran harga plastik berbayar yang telah disepekati oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Uang dari pembelian plastik akan dikumpulkan dan dikelola bersama oleh ritel dan pemerintah untuk program pertanggungjawaban sosial (CSR) di bidang lingkungan.

"Sesuai kesepakatan, uang plastik yang terkumpul akan dikelola untuk dana CSR yang dikelola bersama pemerintah untuk lingkungan," katanya.

Penerapan plastik berbayar juga diberlakukan di Super Indo, spanduk informasi tentang plastik berbayar terpampang di pintu masuk pasar swalayan tersebut. Pihak kasir juga menginformasikan kepada konsumen plastik berbayar dan menyarankan untuk menggunakan tas belanja yang tersedia, dengan harga sekitar Rp10 ribu.

Andi (37) warga Ciomas, salah satu pembeli, mengaku baru mengetahui adanya aturan baru yang mengharuskan pembeli membayar uang plastik senilai Rp200 rupiah, karena buru-buru ia tidak keberatan untuk membayar.

"Baru tahu tadi dari kasir, karena buru-buru saya tidak keberatan membayar Rp200, tapi harusnya ini disosialisasikan terlebih dahulu, biar masyarakat tidak kaget dan keberatan," katanya.

Menurut Andi, program tersebut tujuannya bagus. Tetapi harga plastik yang Rp200 dinilai kurang efektif untuk mengurangi kantong plastik karena harganya terjangkau. Hendaknya ada kompensasi atau insentif dari pemerintah kepada masyarakat yang bersedia mengurangi plastik.

"Sosialisasi yang penting, dan seharusnya pemerintah menyediakan tas belanja pakai ulang untuk masyarakat, biar meraka terdorong untuk menggunakan tas belanja," katanya.

Sementara itu, Marni (56) warga Jalan Veteran, mengaku tidak heran dengan adanya peraturan plastik berbayara. Karena dirinya sudah lama menggunakan tas belanja pakai ulang setiap kali berbelanja.

"Oh sudah berlaku ya, bagus kalau begitu. Kalau saya memang sudah lama membiasakan diri menggunakan tas belanja setiap saya berbelanja, jadi saya dukung gerakan ini," kata dia.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, terdapat 535 ton tumpukan sampah di Kota Bogor, terdiri atas 75 persen sampah organik, dan 10 persen sampah plastik yang tidak bisa diurai.

"Kita lakukan bertahap mengurangi sampah plastik dengan uji coba plastik berbayar, tahap awal di tingkat ritel, lalu kita coba di tingkat toko kecil dan pasar tradisional. Kita juga mulai di tingkat pemerintah, mengurangi penggunaan botol mineral, pegawai dari dinas manapun wajib membawa botol air minum sendiri," kata Bima. [Ant/L-8]

Sumber: Beritasatu http://goo.gl/yYhMrX

Sabtu, 20 Februari 2016

Bakso PMI, Jawara Bakso Rudal di Bogor




Lokasi Bakso PMI tepat di akhir Jalan Pandu Raya, yang merupakan salah satu jalur kuliner di Kota Bogor. Untuk menuju ke sini, hanya menempuh 20 menit dari gerbang tol baranang siang.

Bagi pecinta kuliner, terutama bakso di Bogor pasti sudah familiar dengan nama Bakso PMI. Salah satu yang membuatnya tetap menjadi juara bakso ialah komposisi daging yang tidak masuk akal sehingga pemilik rela tidak mengharapkan untung dari baksonya.

Tidak berlebihan rasanya jika menyebut bakso PMI salah satu jawara bakso di Bogor sejak puluhan tahun lalu. Terkenal dengan bakso rudal besarnya yang kaya akan daging membuat kedai yang berlokasi di Jalan Pandu Raya ini tidak pernah sepi pengunjung.

Berada di akhir Jalan Pandu Raya, yang merupakan salah satu jalur kuliner di Kota Bogor. Untuk menuju ke sini, hanya menempuh 20 menit dari gerbang tol Baranangsiang. Melewati Jalan Pajajaran, Anda bisa masuk lewat Indraprasta, atau Bogor Lakeside.

Marini yang merupakan pemilik Kedai Bakso PMI Pandu Raya dan Malabar, mengatakan sangat menjaga kualitas dan resep yang diturunkan orang tuanya.

Dari mulai pemilihan daging, belanja bahan baku hingga pengolahan masih dilakukan olehnya. Terutama komposisi daging di bakso tersebut tidak boleh meleset ujarnya.

“Daging itu menentukan semuanya kalau di bakso, makanya saya harus turun tangan. Apalagi di sini komposisi 60 kilogram daging di hari biasa hanya dicampur dengan 2,5 kilogram sagu, dan sisanya bumbu,” ungkapnya.

Wanita asal Wonogiri ini menambahkan, dirinya memang tidak terlalu mengharapkan untung dari baksonya, demi menjaga keaslian resep dari ayahnya tersebut.

Apalagi dengan harga daging yang meningkat terus, Marini memilih mengharapkan untung dari pelengkap si bakso tersebut, seperti minuman dan kerupuk yang dibuat sendiri oleh kedai baksonya.

Hari Senin sampai Kamis, Bakso PMI menghabiskan 50 sampai 60 kilogram daging dan 25 kilogram urat untuk isi baksonya. Sedangkan untuk hari Jumat sampai Minggu, bisa satu kuintal daging sapi segar dan 40 kilo gram urat.

Daging yang digunakan hanya beberapa bagian dari sapi, sesuai resep ajaran orangtuanya. Yaitu bagian penutup atau betis belakang sapi, amusir, dan daging lapis yang didapatkan dari tukang daging besar langganannya.

Untuk pembelian daging, Marini rela berburu sejak pukul 04.00 pagi, untuk mendapatkan daging yang segar.

Menurutnya, daging yang segar tidak boleh lebih dari lima jam setelah sapi disembelih. Dirinya hanya mau membeli daging yang disembelih setelah pukul 11.00 malam di sentra pemotongan hewan.


Untuk membuktikannya, coba memesan bakso rudal besar andalannya. Cukup dengan Rp 17.000, seporsi bakso rudal besar tersaji nikmat di meja Anda. Menu di sini hanya ada bakso dan mie ayam, masih sama seperti pertama kali dibuka.
Bakso rudalnya yang besar sangat menggugah selera, kulitnya yang tipis membuat gilingan urat yang kasar terlihat keluar dari kulitnya ketika dibelah. Daging yang tidak tanggung-tanggung memang terasa di setiap gigitannya, sangat padat dan berserat.

Kuahnya yang kekuningan bercampur kaldu dan rempah memberi sensasi segar saat di sruput. Bakso-bakso urat pelengkapnya pun memiliki tekstur yang sama padat. Disantap menggunakan kerupuk kulit yang direndam bersama kuahnya, membuat citarasanya semakin lengkap.

Tak heran bakso ini menjadi pilihan utama pelanggannya dari banyaknya kedai bakso di Bogor. Seperti yang dikatakan Fitria, yang merupakan pelanggan tetap sejak dirinya masih kuliah.

“Daginya berasa full banget kalo disini, jadi memang benar terasa. Saya sendiri langganan sudah lama, sejak kuliah sampai sekarang berkeluarga masih jadi opsi pertama jajan bakso,” ujar Fitria pelanggan asal Atang Sanjaya, Bogor.

Berawal dari tenda kecil di belakang kantor Palang Merah Indonesia sekitar 26 tahun yang lalu, kini usaha milik keluarga ini kini memiliki tiga empat cabang yang dikelola masing-masing oleh anak penciptanya. Uniknya, tiap kedai masing-masing memiliki segmen konsumennya sendiri.
“Walaupun ketiga anaknya saling menjaga resep turunan, tapi tiap cabangnya memiliki pelanggan masing-masing. Kalau di PMI kedai pelopor, mayoritas pengunjungnya orang tua, selain makan sekaligus bernostalgia. Sedangkan di sini dan di Malabar lebih ke anak muda, karena tempatnya di jalur kuliner anak muda dan suasananya lebih mengikuti zaman,” ujar Marini.

Dia menambahkan usaha ini dirintis orangtuanya mulai dari nol. Ketika itu sempat berpindah-pindah kota, dari Bandung, Jakarta, baru ke Bogor hingga memiliki brand Bakso PMI yang dinamai sendiri oleh pelanggannya puluhan tahun lalu.

Sumber: Kompas http://goo.gl/Bm8Uak

Jadwal SIM Keliling Kota dan Kabupaten Bogor, Cek It Out!




Warga Kota Bogor khususnya yang ingin memperpanjang SIM A dan C. Silahkan datang ke Pasar Bogor Jalan Suryakencana (Depan Toko Bata) mulai pukul 09.00 hingga selesai, hari ini Sabtu (20/02/2016), dan Sabtu malam di Pos Polisi 1A Terminal Baranangsiang Pukul 17.00 hingga selesai.

Sedangan untuk Kabupaten Bogor pada malam hari di Kantor Laka Cibinong mulai pukul 16.00 hingga selesai, hari ini Sabtu (20/02/2016).

Bagi pemohon perpanjang SIM yang memanfaatkan mobil SIM Keliling sebaiknya membawa semua persyaratan. Di antaranya membawa SIM asli yang diterbitkan Satlantas Polres Bogor yang masa berlakunya habis pada tahun ini.

Selain itu, pemohon membawa identitas diri berupa kartu tanda penduduk (KTP) yang dikeluarkan Pemerintah Kota atau Kabupaten Bogor.

Pelayanan mobil SIM Keliling dikhususkan perpanjangan SIM A dan SIM C. Sedangkan untuk SIM golongan lainnya dilakukan di Mapolres Bogor.

Sumber: POJOKJABAR http://goo.gl/H2NvYG

Beda, Bakso Jaja Bogor Disajikan dengan Mi Kering





Bakso mi kering andalan Kedai Bakso Jaja, sepintas sama dengan mi yamin namun mempunyai bumbu yang berbeda.
Bosan dengan bakso mi berkuah, Anda harus mencoba Bakso Jaja di Bogor yang menyuguhkan hal beda sejak 1980. Di sini bakso berkuah disandingkan dengan mie kering.

Sepintas sama dengan mie yamin namun mempunyai bumbu yang berbeda. “Yang terkenal di sini memang menu bakso mi keringnya beda dengan yamin.
Sebenarnya bumbu yang dipakai tidak terlalu istimewa, simpel saja, ujar Arian, pengelola Bakso Jaja pusat saat dikunjungi, Senin (15/2/2016).

Jika Anda mengunjungi Kota Bogor, cobalah berkunjung ke Kedai Bakso Jaja yang ada di Jalan KH. Soleh Iskandar, tepat di samping kiri Universitas Ibnu Kaldun.
Tempatnya sangat dekat dari pintu keluar tol Bogor Ring Road (BORR), tidak sampai lima menit jika tidak macet. Sedangkan dari pusat kota Anda bisa masuk dari arah Taman Yasmin atau Kedung Halang.

Sepintas tidak ada hal yang spesial dari tampilan kedainya. Kedai ini memiliki parkiran yang luas tepat di pinggir jalan besar, kawasan Tanah Sareal.

Daya tariknya memang bukan di tampilan kedainya. Namun terletak di menu andalannya, yaitu mi atau kwetiau kering khas Bakso Jaja.

Dua mangkuk berisi penuh bakso daging berlemak dan mi kering balut bumbu kehitaman. Tekstur mi tidak terlalu kenyal, lebih keras dari mi telur umumnya. bakso padat dengan daging ketika di kunyah

Semua bahan bakso, mie,dan pelengkapnya dibuat sendiri. Arian mengatakan bahan-bahan yang digunakan sangat dijaga kualitasnya. Terutama daging dan bumbu.

“Semua masakannya di sini dibuat sendiri langsung di tempat. Mi,bakso dan menu-menu yang lain. Salah satunya daging, yang saya pilih sendiri, menggunakan daging has dalam sapi, " ujar Arian.

Suasana Bakso Jaja, di sisi jalan KH. Soleh Iskandar, yang merupakan kedai pusat.

Rommy, konsumen yang sedang menyantap seporsi bakso, ternyata merupakan langganan setia sejak Bakso Jaja ini masih terletak di Sempur awal tahun 2000-an. Ia merasa pas dengan cita rasa Bakso Jaja.

“Rasanya pas aja, mi gak eneg dan yang saya rasa dari dulu itu bumbu di baksonya terasa. Jadi bukan terasa daging atau campurannya saja, tapi ada bumbunya yang terasa,” ujar Rommy yang bertempat tinggal tidak jauh dari jalan Soleh Iskandar tersebut.

Kedai ini sempat menggunakan arang untuk perapian, sejak awal berdiri hingga 2013. Namun, sumber daya yang sulit dicari membuat Bakso Jaja harus melepas salah satu ciri khasnya tersebut.

Arian mengatakan menggunakan arang memiliki cita rasa yang khas, serta panas yang berbeda untuk kuah bakso dan bumbu saat memasak.

“Kalau matang dengan arang itu menurut pelanggan rasa bumbunya lebih segar, dibanding matang dengan kompor. Selain itu panasnya lebih tahan lama, karena baranya sendiri kan tidak langsung mati seperti kompor,” ungkap Arian.

Dirinya menambahkan ketika beralih dari arang ke kompor sempat ada beberapa pelanggan yang menyadari.

“Kalau pelanggan kami yang sudah lama banyak yang menyadari ada perbedaan dari kuah baksonya setelah beralih ke kompor, tapi itu tidak masalah,”

Sumber: Kompas http://goo.gl/Sy9pRm

Minggu, 14 Februari 2016

Lawang Suryakencana Jadi Simbol Keberagaman Kota Bogor




Lawang Suryakencana menjadi ikon baru di kota Bogor. Gapura yang kental bernuansa etnis Tionghoa ini memang sengaja dibangun pemerintah kota sebagai pintu gerbang menuju kawasan Pecinan.

Dibangunnya gapura baru di Jalan Suryakancana ini sebagai simbol pengakuan bahwa etnis dan budaya Tionghoa adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan di kota hujan itu.

"Ini ciri khas kawasan Pecinan dan bentuk keragaman yang ada di Kota Bogor," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, usai meresmikan Lawang Suryakancana, Rabu (10/2/2016).

Menurut Bima, gerbang yang dominan dengan warna merah dan mengadopsi struktur gerbang khas masyarakat kawasan Pecinan ini akan dijadikan salah satu ikon bahwa Bogor merupakan kota pusaka.

"Jalan Suryakencana salah satu jalan tertua di Kota Bogor dan kawasan ini memiliki nilai sejarah," kata dia.

Bukan hanya kawasan Pecinan, di kawasan Empang yang merupakan pemukiman keturunan Arab juga akan dibangun sebuah alun-alun bernuansa Timur Tengah.

"Rencana kedepan juga akan ada Kampung Sunda," ujar Bima.

Tokoh Tionghoa di Kota Bogor Arifin Himawan mengatakan, peresmian ini menjadi tonggak sejarah Kota Bogor dalam menjaga keberagaman dan kerukunan umat beragama.

"Keberadaan Gerbang Suryakancana bukan hanya memiliki simbol keberagaman budaya, tapi juga diharapkan membawa berkah bagi semua warga Kota Bogor," kata Arifin.

sumber: liputan6 http://bit.ly/1V3gnqA

Sabtu, 13 Februari 2016

Seribu Pekerja di Bogor Mulai Kena PHK. Ini list perusahaannya





Gelombang PHK massal kini telah menyentuh bumi tegar beriman (Kab Bogor). Tak ayal, kondisi ini membuat angka pengangguran kian membengkak. Di Kota Bogor saja, kini tercatat 1.005 warga dipastikan kehilangan pekerjaannya.

Data Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Bogor menyebutkan, mengawali tahun 2016, PT Idola Sakti Jaya dinyatakan tutup. Perusahaan yang bergerak di bidang keramik itu terpaksa merumahkan 200 karyawannya.

“Saya mendapatkan informasi langsung dari serikat pekerja, kemungkinan meski perusahaan itu tutup, bakal ada investor baru yang akan masuk,” ujar Kabid Pengawas Ketenagakerjaan pada Dinsosnakertrans Kabupaten Bogor, Zaki Budiman kepada Radar Bogor.

Meski sudah tutup, pihaknya belum menerima laporan resmi dari perusahaan yang berbisnis di kawasan Kelapanunggal, Kecamatan Kelapanunggal,  Kabupaten Bogor itu.

“Tetapi kita belum menerima laporan resmi. Padahal perusahaan berkewajiban melapor,” tukasnya.

Dia mengaku kesulitan mengambil data perusahaan yang terancam tutup dan hampir gulung tikar, lantaran banyak perusahaan yang enggan melapor. Namun berdasarkan data tahun 2015, sudah ada 20 perusahaan yang dinyatakan tidak beroperasi lagi alias bangkrut.

“Kami memang sedang mencari terus perusahaan yang menyatakan untuk tutup. Hal ini penting untuk mengetahui warga kita yang kehilangan pekerjaan,” ungkapnya.

Sejatinya gelombang PHK massal sudah menjadi tren tahunan di bumi tegar beriman sejak tahun 2013 lalu. Kala itu jumlah tenaga yang dirumahkan  mencapai 658 orang. Jumlah itu sedikit menurun pada tahun 2014. Di mana hanya 429 tenaga kerja di PHK.

Meski jumlah PHK menurun, jumlah perusahaan yang tutup justru membengkak. Jika pada tahun 2013 hanya  ada enam perusahaan yang tutup, justru di tahun 2014 jumlah perusahaan yang tutup naik menjadi sepuluh perusahaan.

Kondisi hampir sama terjadi pada tahun 2015. Di mana ada beberapa perusahaan yang memutuskan hengkang dari Kabupaten Bogor.

“Ada tiga perusahaan yang pindah di tahun 2015,” ucapnya.

Sementara, sejak 2015 jumlah tenaga kerja yang di rumahkan di Kota Bogor mencapai 1.005 orang. Namun angka ini dapat tertutupi dengan diterimanya 1.869 pekerja baru.

Kepala Dinsosnakertrans Kota Bogor, Anas S Rasmana menjelaskan ingin meluruskan beberapa hal terkait gelombang PHK massal yang mulai terjadi tahun 2016 di Kota Bogor. Di mana pada periode Januri-Februari 2016, hanya 285 tenaga kerja yang dirumahkan bukan 550 orang.

“Ini masih belum bisa dikatakan sebagai PHK Masal karena jumlahnya tidak terlalu banyak, jika dibandingkan dengan jumlah perusahaan di Kota Bogor,” ujar Anas.

Menurut dia Kota Bogor bukan kawasan industri. Sejak tahun 1986 sudah tidak ada perusahaan industri yang menanam investasinya di Kota Bogor.

Memang sejak tahun 2015 sudah ada tiga perusahaan yang mengajukan surat ke pihaknya untuk menyatakan berhenti produksi.

Yakni PT Goodray Indonesia yang berlokasi di Kecamatan Bogor Timur dengan bidang produksi Produk Usaha  Storage Systeem, PT Top Oli Pratama di Kecamatan Bogor Timur dengan bidang produk Produk Usaha Oli, dan PT PT Popindo, Mulya Utama, di Jalan Padjajaran, Kecamatan Bogor Utara, dengan bidang usaha Developer dan Real Estate.

“Ketiga perusahaan tersebut sudah memberikan surat pernyataan untuk menutup produksinya di Kota Bogor, dan saat ini ketiganya sudah tidak berproduksi,” ungkap Anas.

Dia mengaku nama perusahaan yang berhenti produksi PT Popindo Mulya Utama, memiliki kemiripan nama dengan PT Propindo Mulia Utama yang beralamat di Dewi Sartika yang kini masih aktif berproduksi.

“Jadi bukan Propindo Mulia Utama yang berhenti produksi. Kabid saya yang salah menginformasikan,” bebernya.

Penjelasan Anas ini lantaran pihak PT Propindo Mulia Utama tidak terima dinyatakan bangkrut oleh Dinsosnakertrans Kota Bogor.

Kepada Radar Bogor Direktur Operasional PT Propindo Mulia Utama, Riyadi Slamet mengatakan pihaknya tidak pernah mengajukan surat untuk menutup usaha, bahkan perusahaannya sedang dalam taham perkembangan.

“Perusahaan kami tidak pailit seperti yang diberitakan sebelumnya, bahkan saat ini perusahaan kami semakin berkembang,” tukasnya.

Berita sebelumnya, Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan pada Dinsosnakertrans Kota Bogor Krisna Sudiarto menuturkan ada tiga perusahaan yang mengajukan pailit (bangkrut) pada 2015

“Ketiganya yakni, PT Goodray Indonesia, PT Propindo Muly Utama, dan PT Top Oli Pratama yang sudah resmi melapor,” ucapnya.

Sumber: Pojoksatu http://bit.ly/1odu7EY

Terobosan Baru Polresta Bogor Perpanjang SIM Melalui Android. Ini Caranya



Perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Kota Bogor, kini bisa dilakukan hanya dengan menggunakan aplikasi di Android.

"Jadi melalui aplikasi yang dapat diunduh melalui PlayStore ini, masyarakat dapat mengajukan perpanjangan SIM secara mandiri," kata Kasat Lantas Polres Kota Bogor, AKP Irwandi, kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (12/2/2016).

Irwandi mengatakan, aplikasi tersebut merupakan hasil kerjasama dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat (Jabar), dengan PT. Nagabendu dan Telkomsel, untuk meluncurkan sebuah aplikasi Android, untuk pelayanan perpanjangan SIM dengan nama SIM Mobile Order (Simobo).

"Simobo ini diaplikasikan di 24 Polres di jajaran Polda Jabar, termasuk di Satpas Polres Bogor Kota, Jalan Kedung Halang ini," jelasnya.

Untuk permohonan perpanjangan SIM, kata dia, pemohon dapat menentukan sendiri lokasinya, untuk pengambilan SIM di Satpas sesuai domisili.
Selain itu, pemohon juga dapat mengajukan waktu yang diinginkannya, melalui aplikasi tersebut.

"Kalau semua persyaratan telah dilengkapi dan pengajuan disetujui, maka pemohon akan menerima pesan atau notifikasi beserta nomor antrian, yang memuat informasi waktu dan tempat pengambilan SIM," jelasnya.

Dia mengatakan, pada Satpas yang melayani permohonan melalui Simobo, akan disediakan loket khusus bagi para pemohon yang telah memiliki nomor antrean.
Selanjutnya, pemohon hanya perlu menjalani pemeriksaan kesehatan, dan melakukan pembayaran administrasi SIM di Loket BRI.

"Setelah itu, SIM dapat segera dicetak setelah dilakukan proses pemotretan. Dengan adanya Simobo ini, maka proses perpanjangan SIM dapat dipercepat dan mengurangi antrian di Satpas," tandasnya.

Trik Lolos Ujian SIM
Tes praktik menjadi kendala utama warga untuk mendapatkan surat izin mengemudi (SIM) A motor.
Banyak pemohon yang gagal saat melakukan tes praktik.

Namun, untuk mengakali agar bisa lolos tes, banyak warga yang memanfaatkan waktu untuk berlatih di area tes praktik motor di Mapolres Bogor Kota, Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat.

Seperti yang dilakukan Fitri Listia (19).
Warga kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor ini berlatih karena sudah tiga kali gagal tes.

"Saya sudah tiga kali tes tapi gagal mulu. Makanya saya mau latihan terus," katanya kepada TribunnewsBogor.com, Senin (28/12/2015).

Saat tes, ia gagal karena menjatuhkan besi saat melakukan zig zag saat pertama jalan.
Ia berlatih mengendarai secara zig zag, lalu berputar membentuk angka delapan sebanyak dua kali.

Pada tes praktik ini, pemohon harus melakukan zig zag, lalu memutar membentuk angka delapan selama dua kali.
Pemohon hanya diberi kesempatan tiga kali menapak kaki.

Bila, gagal harus kembali melakukan tes tujuh hari mendatang.

Sumber: Tribunnews http://bit.ly/1Ryolc8